Apa Makna Pekerjaan Buat Anda

Makna kerja (meaning of work) yakni sekumpulan konsep, nilai dan keyakinan seseorang mengenai hakekat pemahaman tentang pekerjaan nan sudah dilakukan, bayangan nan sudah dilakukan dan seberapa berarti tafsiran terhadap kerja n domestik konteks umur. Makna kerja kebanyakan diperoleh melalui proses pembuatan perasaan nan didorong oleh kebutuhan bakal menjadwalkan tujuan nan mendalam atau maksud yang minimum akhir bermula pekerjaan.

Makna dalam Bekerja (Meaning of Work)

Meaning of work alias makna berkreasi merupakan tingkat terdahulu (significance), kepercayaan-pendamping (beliefs), pengertian-signifikasi (definition), dan angka-poin (values) manusia maupun kerubungan kerja, bukan cuma atribut yang bertindak pada pencahanan yang dijalani dan diinginkan momen ini, ibarat aktivitas terdepan yang paling banyak dilakukan intern kehidupan anak adam maupun kelompok (MOW International Research Team, 1987).

Makna kerja mencengam kepercayaan pegiat tentang peran pekerjaan dalam hayat pekerja, dan ki memenungkan perasaan pekerja mengenai karier, perilaku pekerja pada saat berkarya, dan jenis tujuan intiha nan pegiat perjuangkan bikin dapatkan sesuatu melalui pekerjaan. Tujuan akhir tersebut berjasa bagaimana individu memimpin dirinya seorang dalam koalisi dengan pencahanan mereka dan bagaimana distrik pekerjaan bisa selaras dengan area kehidupan nan lain.

Berikut definisi dan pengertian makna kerja (meaning of work) terbit sejumlah sumber buku:

  • Menurut Wrzesniewski (2003), makna kerja yakni tujuan seseorang untuk berkarya dan pemahaman mereka mengenai karier nan mereka lakukan.
  • Menurut Ardichvili dan Kuchinke (2009), makna kerja adalah aturan (attributes) bani adam dalam berkreasi secara signifikan, bayangan dari kerjanya dan seberapa bermanfaat pekerjaan tersebut n domestik hidupnya.
  • Menurut Gaggioti (2006), makna kerja yakni sekumpulan nilai-skor dan keagamaan, sikap dan harapan nan dimiliki basyar-makhluk yang berbimbing dengan pekerjaannya.
  • Menurut Pratt dan Ashforth (2003), makna kerja adalah rasa yang diperoleh setelah menghasilkan atau menciptakan menjadikan sesuatu (signifikan) maupun terjemahan individu terhadap kerja mereka intern konteks kehidupan.
  • Menurut Herudiati (2013) merupakan penghayatan cucu adam dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dengan melakukan kegiatan bekerja dalam sebuah lingkungan kerja.

Aspek-aspek Makna Kerja

Makna kerja (meaning of work) memiliki konsep dan aspek yang separas dengan orientasi kerja (work orientation). Menurut Wrzesniewski (2003), makna kerja n kepunyaan beberapa aspek, merupakan umpama berikut:

a. Tiang penghidupan (job)

Pekerjaan yang cenderung puas pekerjaan (job) akan lebih fokus pada keuntungan secara material dan menjaga keuntungan yang diperolehnya. Para pelaku ini memaknakan kerja sebagai pemenuhan kebutuhan kerumahtanggaan bentuk uang (financial) bagi mempertahankan hidup dan tersedianya sumber-sumur lakukan pekerja lakukan menikmati waktu saat jauh dari aktivitas kerja. Seseorang bekerja hanya untuk mendapatkan pemasukan.

b. Karir (career)

Pekerja yang berorientasi lega karir akan lebih fokus pada sanjungan nan diberikan maka itu perusahaan atas kejayaan yang telah dilakukannya. Kesuksesan ini rajin menyerahkan harga diri yang kian pangkat, meningkatkan kekuatan didalam lingkup jabatan seseorang, dan kedudukan sosial yang lebih tinggi. Tujuan berkarya dalam penglihatan sebagai suatu karir yaitu menumbuhkan harga diri, pamor sosial, faedah dan kebanggaan puas jabatan mereka.

c. Panggilan (calling)

Pekerja menganggap bahwa pekerjaan tidak boleh dipisahkan dari sempelah hidupnya. Praktisi tak mengutamakan cak bagi mendapatkan penghargaan secara financial maupun kemajuan karir, tetapi pada pemaknaan. Makna kerja dengan aspek panggilan ini diasosiasikan dengan pengapit bahwa pekerjaan yang dilakukan berkontribusi kepada hasil nan makin baik dan membuat kehidupan kian baik. Pekerja merasa nyaman dengan pekerjaannya karena mengesir dan juga mendapat kenikmatan yang mendalam ketika melakukan pekerjaan tersebut.

Orientasi Makna Kerja

Menurut MOW International Research Team (1987), seseorang intern bekerja umumnya n kepunyaan orientasi tertentu, antara tak merupakan ibarat berikut:

1. Berkreasi sebagai bagian berusul peran kehidupan (work centrality as a life role)

Kerja merupakan kebutuhan pokok dan aktivitas yang terdahulu kerjakan manusia di nasib sosial beradab. Berkarya mempunyai peran yang habis utama intern vitalitas, secara umum kerja sama pentingnya dengan sunyi atma yang lain. Seseorang yang berkreasi sebagai bagian dari peran usia memiliki hubungan yang konkret dengan laur utama organisasi begitu juga kepuasan kerja dan partisipasi internal pengambilan keputusan.

2. Bekerja bagaikan norma sosial, eigendom dan kewajiban (social norm regarding work, entitlement and obligation)

Kerja bak subjek kultur mempunyai asumsi normatif adapun maksud seseorang terhadap kerja dan pekerjaannya (kesempatan atau eigendom) dan kontribusi apa yang harus mereka berikan internal bekerja (pikulan). Norma semenjak properti tercermin intern kepunyaan basyar dan semua nan berkaitan dengan kerja mulai sejak masyarakat dan organisasi terhadap basyar (contohnya semua anggota awam memiliki hak bagi bekerja jika mereka menginginkan). Tentatif beban tercermin dari tugas kerja berasal individu ke masyarakat dan organisasi (contohnya semua punya tugas untuk berkontribusi lakukan masyarakat melalui bekerja). Selebihnya jika umum memiliki penilaian yang substansial terhadap satu pegangan, maka pekerjaan itu dianggap signifikan dan berbintang terang pengakuan yang tingkatan.

3. Berkreasi umpama sumber penghasilan (valued work outcomes)

Konsep ini mengkaji hasil publik yang dicari melalui berkreasi serta kekuatan relatif orang yang disebutkan dalam 6 tipologi makna kerja, yaitu: status dan prestise, kebutuhan akan penghasilan, menghabiskan hari, kerinduan untuk berinteraksi/kontak, peladenan lakukan masyarakat, ketertarikan dan kepuasan. Individu biasanya membuat evaluasi seberapa pentingnya penghasilan mereka beralaskan persepsi, embaran dan pengalaman dengan penghasilan melangkahi praktek atma kerja mereka.

4. Berkreasi laksana sebuah tujuan yang terdepan (importance of work goals)

Seseorang menilai pentingnya sebuah tujuan kerja karena mereka memiliki pengetahuan yang cukup dan familiar dengan setiap tujuan tersebut silam mengurutkannya beralaskan tingkat maslahat/urgensi. Tujuan kerja seperti ekspresi (variasi, ketertarikan kerja, dan kemerdekaan), instrumental (penyetoran yang baik), kenyamanan (jam kerja dan kondisi kerja), dan sparing (kesempatan untuk belajar, kesempatan bikin berkembang).

5. Bekerja sebagai identifikasi peran (work role identification)

Identifikasi karier yaitu sepanjang mana orang mengevaluasi dan mengidentifikasi berkarya dari berbagai peran dan kelebihan mereka. Bani adam mengerti peran kerja mereka melalui nilai-nilai dan membuat pilihan melalui proses kognitf atas peran kerja tersebut. Yang tersurat privat peran kerja adalah tugas, regulasi organisasi, statuta dagangan dan layanan, peran professional, dan peran upah nan dituruti berusul berkreasi.

Faktor yang Mempengaruhi Makna Kerja

Menurut Rosso, dkk (2010), terdapat bilang faktor nan mempengaruhi makna kerja, mulai terbit sikap individu terhadap nilai organisasi hingga hubungan spiritual. Adapun penjelasan detail terkait faktor-faktor nan mempengaruhi makna kerja ialah sebagai berikut:

a. Diri Sendiri

Makna kerja dapat timbul dari dalam diri basyar, akan halnya situasi-kejadian yang menjadi pendorong munculnya makna kerja dari dalam diri merupakan perumpamaan berikut:

  1. Nilai. Nilai atau value ialah komponen pembentukan bagaimana pekerjaan menjadi meaningful. Nilai kerja itu adalah tahapan ragil seseorang privat menginginkan dan merasakan dirinya semoga mampu mengingat-ingat saat-saat individu berkarya. Nilai kerja terbentuk dari pengalaman kerja, berkesinambungan dengan makna kerja.
  2. Motivasi. Motivasi kerja adalah derajat dimana seseorang mengalami perasaan yang positif saat bekerja dengan efektif. Detik seseorang mengalami suatu hal yang disebut kebermaknaan dalam bekerja (meaningfulness of work), keadaan ini dapat menjadi hal yang terdahulu intern perkembangan lecut kerja. Dengan kata tak, detik seseorang merasa bahwa berkreasi bagaikan sesuatu nan bermakna maka motivasi kerja akan tumbuh, sehingga orang tersebut bisa memaknai kerja dan muncullah makna kerja bagi dirinya.
  3. Pengapit. Kepercayaan menolak sepanjang mana karyawan mempercayai pekerjaan mereka yaitu resep untuk arwah mereka dan mencerminkan keteraturan antara kebutuhan seseorang dan skandal bahwa pekerjaan dapat menunaikan janji kebutuhan tersebut. Oleh karena itu pengapit kerja mengasihkan ukuran kemujaraban identifikasi serebral karyawan dengan pekerjaan mereka. Semakin percaya dengan pegangan, semakin sulit adalah bagi menenangkan diri sendiri alias harga diri seseorang terbit pekerjaan itu, membuat pekerjaan yang lebih berguna.

b. Khalayak tidak

Makna kerja juga dapat berpunca terbit asing, seperti anak adam-cucu adam yang ada sekeliling pekerja, yaitu ibarat berikut:

  1. Sida-sida selevel. Dekat dengan imbangan sekerja memberi dampak riil terhadap persepsi makna kerja. Dempang dengan teman sekerja bisa menjadi tahu bagaimana sira berpikir dan berbuat.
  2. Kepala. Pandangan atasan tentang harapan dari visi misi perusahaan harus ditularkan kepada pekerja yang lainnya atau bawahan.
  3. Komunitas/grup. Hubungan antar pekerja intern satu skuat kerja dan jumlah pekerja dalam skuat kerja secara teoritis dan empiris berhubungan dengan makna kerja.
  4. Anak bini. Anak bini boleh meletakkan beban pada pekerjaan seseorang melewati permintaan waktu, energi dan sumber resep ekonomi. Secara khusus, andai tuntutan dari meningkatnya keuangan batih, royalti ekonomi menjadi makin menonjol dan bikin mencuil karier mengarah makin dari makna ekonomi. Tanggungan pun dapat meningkatkan makna positif dari jalan hidup dengan menawarkan lingkungan yang mendukung dan santai dimana seseorang dapat pulih berpokok permintaan pencahanan. Keluarga dapat membantu dengan cara mengungkapkan kekaguman, rasa hormat dan demap.

c. Konteks Karier

Konteks pegangan juga menjadi sumur munculnya makna berkarya. Konteks tiang penghidupan berkaitan dengan lingkungan perusahaan atau tempat bekerja, antara lain yaitu laksana berikut:

  1. Desain Karier. Sebuah pekerjaan dapat didefinisikan misal kompilasi elemen-elemen kerja nan dikelompokkan dalam satu job title dan didesain untuk ditunjukkan oleh seseorang. Karakteristik kerja (jobdesk) yang tunggal dapat menentukan kebermaknaan kerja. Pekerjaan menjadikan seseorang memiliki kedaulatan sreg level yang lebih tinggi, spesies skill, identitas pekerjaan, dan signifikansi kerja yang arahnya pada kebermaknaan kerja yang sudah dialami. Hasilnya, seseorang mendapatkan kontribusi positif pada motivasi, performansi, dan kepuasan dari pekerjaannya.
  2. Misi Organisasi. Misi berbunga organisasi memainkan peran berjasa dalam bagaimana karyawan menginterpretasikan kerja. Misi organisasi adalah representasi berbunga pangkal tujuan, nilai-angka, dan tujuan untuk sebuah organisasi yang didedikasikan. misi organisasi berfungsi misal sendang makna sepanjang karyawan merasa keselarasan antara skor-kredit inti mereka dan ideologi dan orang-bani adam dari organisasi mereka.
  3. Keuangan. Insentif keuangan sangat penting kerumahtanggaan memotivasi individu untuk bekerja dan makna mereka terhadap pekerjaan mereka. Penelitian sudah menunjukkan bahwa lakukan mereka yang punya pendapatan yang tidak memadai, skor ekonomi dari pekerjaan menjadi lebih menonjol. Dengan kata tak, karyawan dengan kebutuhan finansial yang kian lautan akan lebih fokus pada nilai ekonomi pekerjaan daripada karyawan lainnya, karena mereka tak mempunyai kemewahan.
  4. Domain-domain non-pekerjaan. Dalam hal ini, individu berusaha untuk mewujudkan lingkungan kerjanya menjadi mirip seperti hobi dan kegiatan-kegiatan sosial yang sosok sukai.
  5. Budaya Pekerjaan. Meaning of work disosialisasikan ataupun disebarluaskan oleh mileu budaya seseorang. Variasi pada makna kerja di antara budaya-budaya walaupun banyak macam, tetapi memiliki pola bahwa bekerja merupakan fenomena yang obsesi pada setiap negara dan mempengaruhi pandangannya terhadap kehidupan bekerja.

Daftar bacaan

  • MOW International Research Team. 1987.

    The Meaning of Working
    . London: Academic Press.
  • Wrzesniewski, A. E. 2003.

    Finding Positive Meaning in Work
    . San Fransisco: Berret-Kohler
  • Ardichvili, A., & Kuchinke, K.P. 2009.

    International Perspectives on The Meanings of Work and Working: Current Research and Theory
    . Advances in Developing Human Resources Journal.
  • Gaggioti. 2006.

    Going From Spain And Latin America to Central Asia: Decision Making of Expatriation And Meaning of Work
    . The Central AsiaBusiness Journal
  • Ashford, B.E., & Pratt, M.G. 2003.

    Handbook of Workplace Spirituality and Organizational Performance
    . New York: M.E. Sharpe.
  • Herudiati. 2022.

    Makna Kerja bagi Ketengan Pengaman (Security) Gadis (Studi Fenomenologi Satpam Cewek Jawa)
    . Yogyakarya: UGM.
  • Rosso, B., Dekas, K., & Wrzeniewski, A. 2022.

    On The Meaning of Work: A Theoretical Integration and Review
    . Journal Research in Organization Behavior.

Source: https://www.kajianpustaka.com/2020/05/makna-dalam-bekerja-meaning-of-work.html

Posted by: soaltugas.net