Artikel Pembelajaran Matematika Dengan Bantuan Teknologi Informasi

Prof. Dr.
Suyono
, M.Sang.

Jurusan Ilmu hitung FMIPA Universitas Kawasan Jakarta

*disampaikan internal Seminar Kewarganegaraan Pendidikan Matematika UAD, 29 Desember 2022

I.
Pendahuluan

UU No 20 Th 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional Pasal 35 ayat 1 menyatakan bahwa “Barometer ki alat dan prasarana pendidikan mencakup ulas belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat berperan, tempat berkreasi dan berekreasi, dan sumber belajar lain yang diperlukan untuk menunjang proses penerimaan,termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi”. Selanjutnya, n domestik Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan diperjelas bahwa nan dimaksud dengan kriteria sarana dan prasarana yaitu barometer minimal akan halnya sarana dan infrastruktur sebagaimana termuat internal undang-undang di atas. Standar tersebut dikembangkan oleh Badan Kriteria Nasional Pendidikan (BSNP) dan ditetapkan dengan Peraturan Menteri. Dalam Peraturan Menteri No 24 Periode 2007 akan halnya Patokan Sarana dan Infrastruktur dirinci sarana prasarana yang dibutuhkan oleh satuan pendidikan, sebagai halnya laboratorium komputer jinjing dan kelengkapannya. Dalam Peraturan Menteri tersebut yang dimaksud dengan teknologi manifesto dan komunikasi (TIK)adalah asongan organ keras dan panjang usus yang berkaitan dengan akses dan pengelolaan informasi dan komunikasi bakal mendukung penerimaan. Sejak musim 2005 pemerintah lagi meluncurkan acara pengembangan Rintisan Sekolah Bertaraf Jagat rat (RSBI) yang didalamnya menurunkan perhatian yang tinggi terhadap penggunaan teknologi. Pelecok satu kompetensi yang harus dimiliki oleh temperatur yang mengajar di RSBI adalah ki berjebah menggunakan TIK kerumahtanggaan proses pembelajaran, lihat Panduan Tata Program R-SMA-BI (2009) dan Panduan Pelaksanaan R-SMP-BI (2008). Hal-hal di atas menunjukkan bahwa pemerintah mencatat akan pentingnya pemanfaatan TIK sebagai media dalam proses pembelajaran.

Di negara-negara maju TIK menjadi media utama internal proses pembelajaran, termasuk pembelajaran ilmu hitung. Umpama teladan,National Council of Teachers of Mathematics (NCTM), sebuah kelompok profesional guru-hawa ilmu hitung di Amerika Serikat menyatakan bahwa ”Teknologi adalah sarana yang terdahulu bikin mengajar dan belajar ilmu hitung secara efektif; teknologi memperluas matematika yang bisa diajarkan dan meningkatkan sparing siswa”, lihat  www.nctm.org/about/position_statement/position_statement_13.htm.

Pernyataan ini menunjukkan betapa besarnya perhatian penggunaan teknologi dalam proses penelaahan ilmu hitung di sekolah. NCTM menjatah pikiran terhadap pentingnya teknologi dengan menjadikan teknologi ibarat keseleo suatu bersumber enam prinsip dalam dokumenPrinciples and Standards for School Mathematics,lihat van der Wall (2007). Pernyataan posisi NCTM n domestik kaitannya dengan teknologi layak jelas, lihat Ball & Stacey (2005):

Teknologi merupakan sarana yang berjasa buat membiasakan dan mengajar matematika. Terdepan untuk tidak mempertimbangkan teknologi andai beban apendiks dari daftar apa-apa nan akan dicapai di dalam ruangan kelas bawah anda. Sebaliknya teknologi kiranya menjadi instrumen alternatif dari sekian banyak perlengkapan yang ada cak bagi kontributif anak belajar matematika. Dilihat sebagai putaran utuh dari alat-alat penerimaan anda, teknologi dapat memperluas lingkup materi pelajaran yang dapat dipelajari pesuluh dan dapat memperluas masalah yang dapat tergarap oleh siswa.

Sarana TIK terlazim digunakan seoptimal barangkali untuk kondusif kegiatan pembelajaran matematika. Kondisi momen ini masih banyak hawa yang belum memanfaatkan TIK sebagai media pembelajaran matematika. Peristiwa ini dikarenakan tidak semua sekolah n kepunyaan sarana TIK nan memadai atau masih banyak suhu yang belum mengendalikan TIK khusunya komputer jinjing dan internet. Referat ini akan membahas peranan TIK dalam pembelajaran matematika. Diharapkan pembaca, khususnya para guru, dapat mengambil manfaat bagi selanjutnya dapat memanfaatkan TIK dalam pembelajaran matematika.

II.
Pembahasan

Banyak sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang dapat digunakan sebagai ki alat pengajian pengkajian ilmu hitung, doang dalam pembahasan ini akan dibatasi pada sarana TIK berupa kalkulator, komputer dan software yang terkait, dan internet. Berikut ini akan dibahas peristiwa-hal yang tercalit dengan pemanfaatan sarana TIK tersebut kerumahtanggaan pembelajaran matematika.

A.
Kalkulator dalam Pembelajaran Matematika

Sejak 1976, NCTM telah melansir bermacam–macam kata sandang, anak kunci–muslihat, dan pernyataan posisi, yang menyarankan penggunaan mesin hitung secara reguler kerumahtanggaan pengajaran matematika pada semua tingkatan. Pada pernyataan posisinya tahun 2005 tentang taksiran dan kalkulator, NCTM mengklarifikasi pandangannya bahwaada tempat nan utama dalam kurikulum cak bagi pengunaan kalkulator dan pengembangan heterogen variasi keterampilan perhitungan (www.nctm.org). Sayangnya penggunaan kalkulator saban hari di awam, dan pula dukungan profesional bikin penggunaan kalkulator di sekolah, kurang mendapat sambutan di ruang kelas bawah matematika, terutama sreg tingkat sekolah dasar. Banyak master dan orang tua siswa yang belum sepaham terhadap penggunaan mesin hitung dalam latihan ilmu hitung di sekolah dasar dan sedang. Mereka yang bukan semupakat dengan penggunaan kalkulator rata-rata mencacau bahwa kalkulator bisa negatif pemahaman siswa terhadap matematika. Alasan ini benar apabila kalkulator tidak tepat penggunaannya. Bagi mereka yang memiliki kognisi yang benar mereka akan mendukung penggunaan mesin hitung di sekolah sumber akar dan sekolah menengah.

Berikut ini beberapa keuntungan pendayagunaan kalkulator intern penelaahan matematika.

1.
Kalkulator Dapat Digunakan untuk Mengembangkan Konsep

Kalkulator boleh berarti lebih dari sekedar perlengkapan bagi menotal. Kalkulator juga dapat digunakan secara efektif kerjakan meluaskan konsep.Adding It Up: Helping Children to Learn Mathematics(NRC, 2001) memuat bilang penelitian jangka panjang yang sudah menunjukkan bahwa peserta inferior 4 – 6 nan memperalat mesin hitung meningkat pemahaman konsepnya. Kegiatan untuk mengembangkan konsep dengan kalkulator disarankan terutama internal lingkup bilangan dan anggaran. Berikut yakni komplet penggunaan kalkulator kerjakan menemukan takdir yang dikalikan dengan bilangan tersebut dapat menghasilkan 43. N domestik hal ini, pesuluh dapat menekan 6.1  x   =  untuk mendapatkan kuadrat dari 6.1. Kerjakan pelajar yang baru sekadar memafhumi kadar desimal, aktivitas akan menunjukkan bahwa kadar-garis hidup seperti 6.3 dan 6.4 terdapat diantara 6 dan 7. Selain itu, 6.55 adalah antara 6.5 dan 6.6. Untuk pelajar yang sudah mengerti takdir desimal, aktivitas yang sekufu menyajikan pengenalan nan munjung arti dan pola akan halnya akar kuadrat.

2.
Mesin hitung Dapat Digunakan untuk Drill

Kalkulator adalah radas nan sangat baik untuk drill yang lain memerlukan komputer alias software. Sebagai contoh, siswa mau nan ingin mengepas multiplikasi dengan 7 dapat menindihkan 7  x  3 dan kemudian berhenti sebelum menekan  = . Tantangannya adalah mencari jawabannya sebelum menekan kenop  = . Bilangan-bilangan yang merupakan kelipatan bermula 7 dapat diperoleh dengan menekan faktor kedua dan menekan  = . Kalkulator lain cak acap tepat digunakan. Sebagai contoh misalkan sebuah kelas dibagi menjadi dua kelompok, suatu bagian memperalat mesin hitung dan bagian lainnya menggunakan pengitungan langsung. Bikin 3000 + 1765, kerubungan yang menghitung langsung selalu ulung. Kerubungan tersebut juga memenangkan perhitungan fakta-fakta tercecer dan berbagai macam kebobrokan nan dapat dihitung secara mental makanya pesuluh. Tetapi tentu saja banyak sekali rekaan, seperti 537 x 32, dimana mereka yang menggunakan kalkulator akan menjuarai. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa murid dengan kemampuan rata-rata, penggunaan kalkulator meningkatkan kegesitan dasar (NRC, 2001).

3.
Kalkulator Meningkatkan Penceraian Masalah

Beberapa eksplorasi sudah lalu menunjukkan bahwa pengusahaan kalkulator memperbaiki kemampuan pemecahan kelainan berpunca pelajar puas segala tingkatan untuk semua inferior (NRC, 2001). Mekanisme prediksi kadang bisa berjupang perhatian petatar mulai sejak komplikasi nan mereka kerjakan. Serta merta mencerna kelebihan berasal kampanye, murid harus diperkenalkan dengan masalah maujud dengan ganjaran-bilangan yang realistik. Bilangannya mungkin di atas kemampuan mereka cak bagi menghitung, cuma kalkulator membuat masalah nyata ini dapat tergarap.

4.
Kalkulator Menghemat Musim

Perhitungan dengan tangan akan memakan waktu, terutama kerjakan pesuluh jiwa prematur yang belum mengembangkan penguasaan teknik-teknik rekaan. Mesin hitung bisa menghemat periode untuk membantu cak menjumlah pada kegiatan pembelajaran dimana kemampuan berhitung bukan menjadi harapan utamanya, misalnya menghitung galibnya, mencari persentase, mengubah bentuk retakan ke bentuk desimal, dll.

Berikut ini beberapa paradigma dimana penggunaan mesin hitung akan memberi keistimewaan, lihat Sobel dan Maletsky (2001).

1.
Bilangan Prima

Bagi membodohi apakah sebuah bilangan merupakan bilangan prima cukup diperiksa dengan membagi kadar tersebut dengan bilangan-takdir prima yang lebih kecil terbit akar kuadrat kadar tersebut. Untuk menyelidiki apakah 677 merupakan suratan prima pas menginterogasi kadar-qada dan qadar prima nan kurang dari 26 sebagai faktor. Dengan menggunakan kalkulator dengan mudah dapat diketahui bahwa bilangan-suratan prima 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, dan 23 lain faktor dari 677.

2.
Puluh Repetitif

Desimal repetitif merupakan sebuah sumber aktivitas yang kaya untuk pemanfaatan kalkulator di intern kelas bawah. Jika bilangan-kadar 1 sampai 3 dibagi dengan 9, maka pada layar kalkulator akan muncul

1/9

.1111111111

2/9

.2222222222

3/9

.3333333333

Dengan melihat polanya, dapat diduga penjatahan bilangan 4 sampai 8 dengan 9. Aktivitas yang menarik lakukan siswa yakni mereka disuruh menduga hasil-hasil dari

100 dibagi dengan 9

2000 dibagi dengan 9

3,000, 000 dibagi dengan 9

Setelah itu para peserta dapat mengecek balasannya dengan kalkulator.

Penggunaan mesin hitung dapat kembali bikin menyelidiki puluh iteratif nan dibentuk maka itu pembagian 13 dengan 99, 999, dan 9999. Pada layar kalkulator akan unjuk

13/99

.1313131313

13/999

.013013013

13/9999

.001301013

Siswa akan bisa menemukan arketipe dalam pembagian-pencatuan di atas. Dengan kalkulator siswa dapat juga menemukan teladan dari pembagian, misalnya pembagian garis hidup-bilangan zakiah secara berurutan dengan 11.

3.
Kekonvergenan Rasio

Kalkulator dapat digunakan lakukan menginterogasi persoalan konvergensi yang menjujut nan menyertakan rekahan. Mulai dengan sebuah rekahan  antara 0 dan 1. Tambahkan pembilang dan penyebut untuk membentuk penyebut nan baru, dan tambahkan penyebut yang plonco ini dengan penyebut tadinya dan hasilnya digunakan sebagai pembilang nan baru.

Bila proses ini diulangi, sebentar-sebentar mulai dengan pecahan nan plonco, seseorang akan menemukan bahwa desimal-desimal yang terbentuk akan konvergen ke rajah desimal dari .

4.
Bilangan Pi

5.
Kadar e

Mesin hitung Grafik

Kalkulator grafik berguna buat digunakan bagi siswa sekolah menengah. Salah apabila menganggap bahwa kalkulator tabulasi hanya bagi mengamalkan ilmu hitung tingkat janjang. Berikut adalah beberapa acuan yang mana penggunaan kalkulator grafik bermanfaat bikin siswa sekolah semenjana.

  1. Cucur tampilan menampilkan beragam tampilan seperti 3 + 4(5 – 6/7) lakukan ditunjukkan lengkap sebelum dihitung alhasil. Setelah dihitung, tampilan sebelumnya dapat diulang dan dimodifikasi. Keadaan ini akan meningkatkan pemahaman notasi dan urutan operasi. Ekspresi dapat mengikutsertakan strata, harga mutlak, tanpa pembatasan biji-poin yang digunakan.
  2. Bilangan yang sangat besar dan sangat boncel ditampilkan secara benar. Kalkulator akan sangat dengan cepat menghitung faktorial, bahkan bakal angka yang sangat besar, juga permutasi dan pernah. Kalkulator diagram menunggangi notasi ilmiah sehingga poin nan samudra dan angka nan kecil tidak tampil keseleo. Sebagai teladan, 23! = 1.033314797 x 1040.
  3. Fungsi-manfaat statistik nan terprogram di dalamnya memungkinkan siswa bakal menghitung mean, median, dan standar deviasi bersumber kumpulan data yang banyak tanpa perlu komputer. Data bisa dengan mudah untuk dimasukkan, diurutkan, ditambahkan atau diganti.

B.
Komputer jinjing sebagai wahana pembelajaran matematika

Komputer dan software-software tertentu merupakan sarana yang sangat bermanfaat lakukan proses pembelajaran matematika. Software standar yang biasanya terinstall puas sebuah komputer/laptop adalah Microsoft Office yang di dalamnya antara enggak memuat Microsoft Word, Microsoft Power Point, dan Microsoft Excel, dan lain-tak. Microsoft Word utamanya akan kontributif hawa internal pengetikan naskah-skenario, termasuk tulisan tangan matematika. Dengan Microsoft word guru dapat dengan melebarkan objek ajar, lawai kerja siswa, instrumen evaluasi dan tak-lain.

Microsoft Power Point mengasihkan kemudahan bagi guru bikin membuat bahan presentasi yang baik nan dapat memperjelas penyajian suatu materi pelajaran. Dengan PowerPoint dimungkinkan kerjakan menyajikan bahan presentasi berupa objek referensi (terjadwal rumus-rumus matematika), tabel,video, suara, dan objek-korban lainnya. Program animasi dalam PowerPoint juga sangat bermanfaat lakukan proses pembelajaran ilmu hitung, misalnya dalam ilmu ukur.

Microsoft Excel merupakan sebuah acara petisi makao kerjaspreadsheetyang memiliki fitur kalkulasi dan pembuatan grafik. Microsoft Excel menyediakan banyak formula yang tersapu dengan ilmu hitung sekolah seperti mana aljabar, trigonometri, ilmu garis hidup, matriks, statistik, dan bukan-tak. Microsoft Excel akan berguna sebagai alat bantu buat menjelaskan konsep atau pemecahan kelainan. Sebagai contoh, di SMA dipelajari metode-metode bakal menyelesaikan sistem pertepatan linier yaitu metode eliminasi, substitusi, dan menunggangi matriks. Bikin sistem kemiripan linier dengan dua variabel, pemakaian ketiga metode tidak mengalami kendala, hanya buat sistem persamaan linier dengan tiga variabel maupun bertambah penggunaan matriks akan menimbulkan kesulitan intern menghitung invers matriks. Dengan bantuan Microsoft Excel kesulitan anggaran dapat diatasi.

Selain Microsoft Office software yang penting bagi pembelajaran ilmu hitung adalah MAPLE, MATLAB, GEOGEBRA, SPSS, dan lain-lain. MAPLE memiliki keunggulan bakal ilmu hitung simbolik, sedangkan MATLAB mempunyai keunggulan numerik, GEOGEBRA berguna buat ilmu ukur dan aljabar, dan SPSS bertambah sesuai untuk statistik.

MAPLE dapat digunakan perumpamaan wahana buat menjelaskan banyak topik dalam matematika sekolah seperti membereskan persamaan kuadrat, polinom, sistem kemiripan linier, untuk rekaan dengan matriks, deret, dan masih banyak lagi. Maple boleh digunakan bagi membuat grafik kurnia kerumahtanggaan ruang dua maupun tiga format nan boleh dilihat dari berbagai kacamata pandang, lagi boleh dibuat animasi. Kemudahan ini akan bisa membantu murid memahami konsep matematika yang diajarkan. Software MATLAB minus bertambah dapat memiliki guna yang setinggi andai alat angkut penataran matematika sekolah.

Software SPSS dapat membantu siswa mengerti konsep-konsep statistika. Sebagai paradigma anggap siswa diberikan tiga kerumunan data X, Y, dan Z perumpamaan berikut:

X: 1, 2, 2, 3, 3, 3, 4, 4, 4, 4, 4, 5, 5, 5, 6, 6, 7

Y: 1, 2, 2, 2, 2, 2, 2, 3, 3, 3, 3, 4, 4, 4, 5, 5, 6

Z: 1, 2, 2, 3, 3, 3, 3, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 4, 5, 5

Dengan mudah siswa SMP atau SMA dapat menotal galibnya dan mediannya, ialah

X

Y

Z

Rata-rata

4

3.12

3.47

Median

4

3

4

Siswa akan kesulitan untuk mencerna sangkutan antara rata-rata dan median suatu gerombolan data tanpa penggambaran. Dengan uluran tangan SPSS kepada siswa boleh ditunjukkan histogram masing-masing kelompok data.

C.
Internet seumpama alat angkut penelaahan matematika

Internet memberi sumber yang mampu akan materi penelaahan matematika sekolah. Banyak diantaranya dapat didownload secara bebas untuk diadopsi atau diadaptasi sebagai bahan ajar ilmu hitung di sekolah. Banyak pula aplikasi berbasis internet atauapplet yang dapat diakses melewatiweb browser. Berikut ini adalah beberapa contoh sumber dari internet yang bisa digunakan sebagai media penelaahan matematika.

sejumlah situs yang menarik: www.ixl.com

di situs ini tertumbuk pandangan banyak sekali materi matematika berbunga tingkat Pra-Taman Kanak-Kanak sampai sekolah menengah.  Apabila master menguasai TIK maka beliau akan dapat memberi wahi kepada siswanya dan siswa biasanya akan dengan cepat bisa menggunakan sumber-sumur nan ada.

Kamil tidak, kalau dikunjungi website http://ncalculators.com/math-calculators.html akan tampak adanya kalkulator matematika.

III.
Kesimpulan

Teknologi takrif dan komunikasi merupakan wahana yang penting untuk belajar dan mengajar matematika. Kalkulator akan baik digunakan dalam proses belajar mengajar matematika kalau keterampilan perhitungan bukan menjadi harapan penting pengajian pengkajian.  Jika dipakai dengan benar kalkulator bisa digunakan untuk mengembangkan konsep, bikin drill, bikin meningkatkan pemecahan ki aib, dan lain-lain. Komputer dan softwarenya merupakan kendaraan nan bermanfaat lakukan mengembangkan bahan asuh, bagi meningkatkan kualitas presentasi sehingga memperjelas pengutaraan materi, mendukung proses perhitungan yang sulit dilakukan secara manual, membantu menginterpretasikan suatu formula ataupun konsep dalam matematika, dan enggak-bukan. Internet pula adalah alat angkut yang sangat berarti untuk proses sparing-mengajar matematika karena melampaui jaringan internet bisa diperoleh materi-materi yang dapat diadopsi ataupun diadaptasi menjadi objek jaga ilmu hitung. Selain itu internet juga menyisihkan applet, yakni aplikasi berbasis internet nan berjasa buat membantu atau seumpama pengayaan dalam pembelajaran matematika.

Daftar Wacana

Ball, L. & Stacey, K., (2005), Teaching strategies for developing judicious technology use. In W.J. Masalski & P.C. Elliot,Technology-supported mathematics learning environments, keadaan. 3-15, Reston, VA: National Council of Teacher of Mathematics.

National Research Council, (2001),Adding It Up: Helping Children to Learn Mathematics.

Panduan Pelaksanaan R-SMP-BI Perian 2008, Direktorat Pembinaan Sekolah Semenjana Permulaan, Jakarta

Panduan Penyelenggaraan Program R-SMA-BI Hari 2009, Direktorat Pembinaan Sekolah Semenjana Atas, Jakarta.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 mengenai Patokan Nasional Pendidikan.

Peraturan Menteri No 24 Perian 2007 adapun Kriteria Sarana dan Prasarana.

Sobel, M.A. dan Maletsky, E.M., (2001),Teaching Mathematics,Printice Hall, Boston.

Van der Wall, J.A., (2007),Elementary and Middle School Mathematics: Teaching Developmentally, Pearson Education, Inc., Boston.

Undang-Undang No. 20 Th 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

www.ixl.com

http://ncalculators.com/math-calculators.html

www.nctm.org/about/position_statement/position_statement_13.htm

Source: https://pmat.uad.ac.id/peranan-tik-dalam-proses-pembelajaran-matematika-di-sekolah.html