Artikel Tentang Implementasi Pendekatan Pakem Dalam Pembelajaran Matematika

(1)

PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN PAKEM

DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

SISWA Inferior IV SDN 002 BAGAN Segara

Elvi Zahara

085271646158

SDN 002 Bagan Raksasa


ABSTRACT

The background of this research is the lack of students’ mathematics learning outcomes. The

low yield caused by the learning of mathematics teaching is so very boring, monotonous,

stressful and meaningless. Departing from the problems that occur in the field, especially in

grade IV SDN 002 Kerangka Besar then there needs to be a strategy that can provide learning

mathematics is expected to show active learning, creative, effective and fun. This research is

tindaan class (PTK), instrument collecting data observation and test learning outcomes. The

results obtained: Increased activity of the students from the first cycle to the second cycle are

very significant. The increase in active learning, creative, and fun efekif the students also

followed by an increase in student learning outcomes. This is evidenced by the increase in the

learning outcomes of the first cycle to the second cycle. Namely, from the average value of 88,

27 (cycle I) increased to an average value of 97, 59 (cycle II).

Keywords: PAKEM approach, the result of learning mathematics

PENDAHULUAN

Salah satu fungsi pendedahan matematika menurut kurikulum 2006 (Depdiknas, 2008) merupakan berekspansi kemampuan mengkomunikasikan gagasan melewati konseptual matematika yang dapat berupa kalimat dan persamaam matematika, diagram, grafik, atau grafik. Berdasarkan keistimewaan tersebut, riuk satu intensi penataran matematika menurut kurikulum 2006 yaitu berekspansi kemampuan menyampaikan embaran maupun mengkomunikasikan gagasan antara enggak melalui pembicaraan verbal, diagram, peta, tabel, intern mengklarifikasi gagasan.

Kemampuan bagi mengkomunikasikan dalam bahasa matematika masih dulu kurang dikuasai oleh sebagian pesuluh yang duduk di bangku sekolah dasar. Sebagian raksasa siswa merasa takut bila berhadapan dengan pembelajaran matematika, sehingga banyak menimbulkan

persoalan bagi guru, baik internal proses alias n domestik hasil pembelajaran matematika. Sreg kebanyakan pelaksanaan proses belajar mengajar masih menggunakan ketatanegaraan berlatih konvensional dengan pendekatan ekspositorik, ceramah dan drill. Tingkat partisipasi membiasakan pelajar dalam penerimaan ilmu hitung masih cacat.

Penerimaan ilmu hitung di sekolah belum menampilkan pengajian pengkajian yang kreatif, menantang daya nalar dan daya rakitan anak, belum banyak mengaitkan permasalahan nyata di sekitar siswa sebagai keretek dalam menggarangkan kebutuhan siswa untuk mempelajari perbendaharaan materi tertentu, pun sebaliknya materi penelaahan belum banyak digunakan untuk memecahkan persoalan-persoalan sederhana yang nyata n domestik usia sehari-hari. Guru dulu dominan dan

(2)

semacam itu gemar menggunakan kebijakan ekspositorik.

Pembelajaran ilmu hitung menjadi membosankan, monoton, menegangkan, dan bukan bermakna. Dari pengamatan di alun-alun terhadap kreativitas anak yang terjadi dalam pembelajran di SD. Keburukan yang ditemukan merupakan daya kreasi anak asuh galibnya, khususnya kreativitas pada fungsi divergen yng terdiri berpokok cirri krativitas kognitif dan kreativitas afektif, didasarkan belum muncul privat penataran secara maksimal.

Hal tersebut tampak masih adanya dominasi guru n domestik berbuat aktivitas belajar, kurang menerimakan kesempatan kepada anak untuk melakukan eksplorasi hasil pengalamannya. Untuk menyelesaikan kesulitan privat pendedahan matematika. Pendekatan Pakem dapat merupakan salah suatu alternatif kerjakan mengatasi kejadian tersebut diatas, dengan pendekatan PAKEM, sparing dimaknai sebagai proses aktif cak bagi membangun pemahaman berasal informasi dan asam garam maka itu sang pembelajar, dengan memperhatikan dan mengembangkan rasa mau senggang dan imajinasi anak, sehingga pendedahan menjadi menyenangkan dengan indeks; perhatian terhadap tugas samudra, hasil berlatih meningkat, senang belajar, dan berlatih seumur hidup.

Pembelajaran dalam PAKEM kembali menyenangkan sehingga anak bukan takut keseleo, takut ditertawakan dan takut dianggap sepele. Dengan berlandasan pendekatan PAKEM, metode pembeljaran ilmu hitung nan boleh dilaksanakan yakni dengan cara metode laboratorium, metode pemecahan keburukan matematika, metode kegiatan lapangan kerumahtanggaan ilmu hitung, dan metode
hand on mathematics. Semua

metode itu bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan proses pembeljaran matematika, dengan berlandasan pada pendekatan PAKEM. Rumusan keburukan dalam SHQHOLWLDQ LQL DGDODK ³3HQHUDSDQ Pendekatan Pendedahan PAKEM internal

Meningkatkan Hasil Membiasakan Matematika di SDN 002 Bagan Besar?´ Tujuan penelitian ini secara masyarakat menggali suasana pembelajaran mata kursus ilmu hitung dengan menggunakan pendekatan PAKEM. Tentang pamrih secara khusus yaitu ingin mengarifi proses pembeljaran ilmu hitung dengan menggunakan pendekatan PAKEM yang dilakukan guru SD yaitu:

1. Menciptakan minat belajar anak dengan menggunakan pendekatan PAKEM. 2. Meningkatkan hasil belajar matematika

melalui pendekatan PAKEM

Pengajian pengkajian PAKEM abreviasi dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, Dan Menyenangkan:

1. Pendedahan Aktif Pembelajaran berpusat pada peserta (learning oriented), proses pembelajaran etis-benar mengacungkan bagaimana pesuluh membiasakan secara aktif baik mental ataupun fisik. Siswa berperan secara aktif dalam proses bagaimana mempelajari bahan . (how to
learn).

2. Pembelajaran Produktif, Pembelajaran nan menerimakan ruang sreg siswa bagi memunculkan kreatifitasnya kerumahtanggaan menuntaskan permasalahan yang dihadapinya.

3. Pembelajaran Efektif, Efektif dalam pembelajaran adalah proses pembelajaran nan ditempuh secara aktif, kreatif dan ki menenangkan amarah itu diarahkan buat mencapai tujuan pembelajaran. Efektifitas pembelajaran ditentukan oleh sejauhmana tujuan pendedahan dapat dicapai.

4. Penelaahan Menyenangkan Penerimaan menyenagkan adalah penyampaian pengajian pengkajian dalam bentuk permainan yang kreatif yang dikemas internal Suasana yang menggembirakan.

Ilmu hitung adalah salah satu netra pelajaran yang terserah disekolah dasar. Tidak semua siswa senang jika mendengar etiket

(3)

ilmu hitung. Oleh karena itu jika dirataratakan, hasil ulangan matematika disetiap sekolah masih mewah dibawah tolok ketuntasan belajar paling kecil ataupun cacat dari 6,0 demikian fenomena yang terjadi hampir disemua sekolah. Matematika adalah netra tuntunan yang menyeramkan, melelapkan dengan bapak/ibu suhu nan remang. Gambaran diatas adalah yang terjadi dilapangan.

Proses belajar nan semuanya berpusat pada guru (teacher centered) siswa cukup mendengarkan, kemudian mengerjakan soal tes. Hasil yang diperoleh siswa dijadikan sebagai dasar keberhasilan pembelajaran tanpa kepingin senggang apakah murid benar-bermartabat memahami materi yang diberikan berdasarkan kreaifitasnya ataukah hasil menjiplak. Berdasarkan deskripsi diatas maka kulur kerinduan cak bagi merubah sikap murid yang mengirik terhadap ilmu hitung menjadi sikap senang akan ilmu hitung.

Langkah pertama adalah dari guru/ pendidiknya. Sikap yang menampakan adanya kerja setolok, dan menyenangkan intern arti belajar sambil dolan sehingga siswa enggak tegang, perlu diupayakan lakukan merubah paradigma yang terjadi pada siswa yang menganggap matematika adalah latihan nan menakutkan. Jika siswa sudah senang terhadap temperatur/ pendidiknya diharapkan siswa akan senang terhadap pelajaran yang diberikannya.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini adalah penajaman tindkan kelas (PTK). Studi ini dilaksanakan di SDN 002 Kerangka Besar. Penelitian tindakan kelas dilakukan dua siklus. Pelaksanaannya peneliti melakukan partisipasi dengan guru untuk mencari atau menemukan solusi bakal menuntaskan kesulitan siswa privat strategi penerimaan ilmu hitung dengan menggunakan pendekatan PAKEM (Arikunto, 2010).

Instrumen nan digunakan kerjakan reklamasi data, yakni dengan menggunakan pedoman observasi, untuk mengumpulkan data tentang aktivitas pelajar lega saat proses kegiatan belajar mengajar berlantas dan test hasil belajar. Perebusan dan analisis data dilakukan dengan cara
member check yakni suatu

teknik untuk mengkonfirmasikan temuan-temuan selama pembelajaran berlangsung.

HASIL Penelitian

Pertambahan aktivitas siswa berusul Siklus I ke Siklus II adv amat berjasa. Pertambahan pembelajaran yang aktif, ki berjebah, efekif dan menyenangkan pada siswa kembali diikuti dengan peningkatan hasil sparing pesuluh. Hal ini pahit lidah dengan peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II. Ialah, dari nilai biasanya 88, 27 (Siklus I) meningkat menjadi poin umumnya 97, 59 (Siklus II). Hal ini membuktikan bahwa proses pembelajaran nan meredam emosi, memberikan stimulan (perangsang) plong kemampuan belajarnya. Perkembangan siswa kelas IV SD (10-11 tahun) berada lega tahap perkembangan Kognitif (Piaget) operasional konkrit. Peristiwa ini manjur bahwasanya anak lega tahap ini dapat berfikir dengan baik bila dibantu dengan ki alat/alat peraga yang konkrit dengan prinsip bermain.

Pembahasan

Mulai sejak hasil observasi terhadap aktivitas siswa selama kegiatan penataran dengan strategi Penelaahan Aktif Produktif Efektif dan Menghilangkan (PAKEM), diperoleh data bahwasanya pada siklus I petatar masih ogok kecanggungan dalam penyesuaian diri dengan pendekatan PAKEM. Saat guru meminta siswa untuk bersaf dengan mengurutkan diri dengan bilangan kelipatan, siswa kelihatan masih bingung karena tidak legal guru mengajak belajar

(4)

menerobos bermain. Hal ini dimaklumi karena biasanya guru mengajar dengan metode ceramah yang menuntut petatar buat pasif, saja guru nan aktif.

Melalui permainan baik perorangan alias berkawanan baik aktif maupun positif, anakanak dapat mengembangkan pemahaman sumber akar dari dunia tempat mereka hidup. Seperti itu besar arti kegiatan main-main buat-anak, sehingga boleh dikatakan bermain merupakan kebutuhan dasar. Adanya unsur kedaulatan nan merupakan partikel utama, membentuk bermain menjadi aktivitas yang menyenangkan.

Menurut Munandar (1992), aktivitas bertindak dapat digambarkan sebagai kegiatan nan dilakukan tanpa mempertimbangkan hasil akhir semata-indra penglihatan lakukan menimbulkan kesenangan dan kegembiraan saja. Aspek-aspek perkembangan seperti kognitif, emosi, sosial dan kronologi jasad biasanya cepat tersimulasi lewatbermain. Kenaikan aktifitas peserta bersumber siklus I ke Siklus II sangat signifikan. Peningkatan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif kenaikan hasil belajar siswa. Peristiwa ini pahit lidah dengan peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II yakni dari nilai rata-rata 88,27 (siklus I) meningkat menjadi poin rata-rata 97,59 (siklus II).

Hal ini membuktikan bahwa proses pembelajaran yang menyenangkan mengasihkan stimulasi (perangsang) sreg kemampuan belajarnya. Perkembangan petatar kelas IV SD (10 ± 11 hari) kaya pada tahap perkembangan kognitif (Piaget) operasional kongkrit (Siskandar, 2003). Hal ini pahit lidah bahwasanya momongan pada tahap ini boleh berpikir dengan baik bila dibantu dengan media/ perangkat peraga yang kongkrit dan dilakukan dengan cara berlaku.

SIMPULAN DAN REKOMENDASI

Bermula hasil penyelidikan ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan

PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN 002 Bagan Besar, situasi ini dilihat bersumber:

1. Pembelajarn dengan menggunakan pendekatan/strategi PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar. Kejadian ini manjur dengan adanya peningkatan hasil sparing yang diperoleh melalui validasi dari 88, 27 (siklus I) kepada 97,59 (siklus II);

2. Suasana belajar yang menentramkan dapat mendorong pelajar untuk menjelajah (eksplorasi) sehingga seluruh aspek emosi, kognitif dan sosal dapat berkembang dengan baik. Peristiwa ini terbukti dengan aktivitas yang dilakukan siswa, sebagaimana kepahlawanan menanya, mengajukan pendapat, bekerjasama dengan rival boleh muncul dan berkembang dengan baik;

3. Berperan bagi anak adalah suatu kebutuhan, sehingga barang apa aktivitas akan dilakukan anak jika sesuai dengan kebutuhan. Dapat dikatakan bahwa belajar dilakukan dengan cara bermain, maka dapat memenuhi akan kebutuhan anak;

4. Kegiatan Sparing yang memperhatikan segala aspek kronologi anak asuh (sosial, emosi, serebral, motorik) nan terdapat lega anak asuh, akan menghasilkan sesuatu yang signifikan lakukan pelajar jaga, dan peristiwa ini ialah siasat keberhasilan; 5. Hasil berlatih nan baik yang diperoleh

petatar, tidak rontok dari minat belajarnya. Minat sparing muncul pada siswa sekiranya kebutuhan siswa dapat dipenuhi maka itu suasana belajar yang diciptakan hawa. PAKEM dapat mengoptimalkan minat belajar pada peserta internal belajar ilmu hitung

Dari hasil penelitian ini yang membuktikan bahwasanya pendekatan PAKEM dapat menghasilkan peningkatan sparing nan penting, maka kiranya tidak

(5)

berlebihan bila pemeriksa memberi saran sebagai berikut :

1. Kiranya guru dapat menciptakan suasana penelaahan yang menyejukkan bagi peserta didik.

2. Ajaklah peserta ajar bagi terlibat secara aktif dalam kegiatan pengajian pengkajian.

3. Hendaknya guru bisa memfasilitasi kebutuhan siswa n domestik kegiatan sparing. Kebutuhan peserta SD nan dimaksud adalah rasa kepingin senggang, bereksplorasi, bermain.

4. Master hendaknya senantiasa lebih meningkatkan kemampuan kerumahtanggaan metodologi mengajar, Kejadian ini ialah tuntutan kerumahtanggaan mewujudkan hawa yang profesional.

5. Kepada kepala sekolah dan biro terkait, hendaknya memberikan pelatihan (lokakarya) kepada guru dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengajar.

DAFTAR Referensi

Arikunto, Suharsimi. 2010.
Penelitian

Tindakan Kelas. Jakarta. Bumi

Aksara

Depdiknas, (2008).
Hipotetis Pendedahan.

Jakarta. Dirjen Pendasmen Direktorat Pendidikan TK dan SD. Munandar. 1992.
Mengembangkan Bakat

dan Daya kreasi Anak Sekolah.

Jakarta: PT. Gramedia Widia Kendaraan Siskandar. (2003),
Kegiatan

Belajar

Mengajar nan Efektif, Jakarta:

Depdiknas

Source: https://123dok.com/document/ye35r9eq-penerapan-pendekatan-pembelajaran-pakem-meningkatkan-hasil-belajar-matematika.html