Asep Jihad Matematika Jelas Berbeda Dengan Mata Pelajaran Lain

22 22 Mereka kurang mampu mengeluarkan persamaan dan perbedaan. Pendengaran dan penglihatan banyak yang kurang sempurna. …. . Karakteristik yang sudah diuraikan di atas terutama berlaku bagi anak nan langka dan madya kelompok radiks kenuagrahitaannya. Anak tunagrahita kelompok semenjana bagian atas dan yag ringan banyak yang hampir menyerupai momongan absah. Moh. Amin, 1995:34-37 Berusul karakteristik-karakteristik di atas penulis boleh mencoket deduksi bahwa karakteristik anak idiot ialah bagaikan berikut: anak asuh yang mengalami keterbatasan Inteligensi, keterbatasan sosial, keterbatasan kelebihan- fungsi mental lainnya, perkembangan dan dorongan emosi anak tuna grahita berbeda-tikai sesuai dengan tingkat ketunagrahitaannya, kekuatan organisme pada umumnya kurang dari anak normal.

2. Pembelajaran Matematika

a. Konotasi Pembelajaran Matematika Gagne 1977a, 1977b mendefinisikan,”Penelaahan sebagai semberap acara peristiwa eksternal nan dirancang cak bagi mendukung terjadinya beberapa proses membiasakan yang sifatnya internal.” Menurut Mohammad Asrori, 2008:6 menyatakan bahwa “Pendedahan merupakan suatu proses perubahan tingkah larap yang diperoleh melangkaui pengalaman individu yang bersangkutan.” Dari pendapat para pakar di atas maka penulis dapat menyadur bahwa pengajian pengkajian adalah suatu peristiwa yang dirancang moga terjadi peralihan tingkah laku seseorang melintasi pengalaman individu yang bersangkutan. Matematika adalah kamil nanang, pola mengorganisasikan, tes nan sensibel, ilmu hitung itu yaitu bahasa, bahasa nan menggunakan istilah nan didefinisikan dengan cermat, jelas, akurat dengan simbul yang padat, lebih berupa bahasa simbul adapun kemujaraban dari pada bunyi; matematika adalah pengetahuan struktur nan terorganisasi, kebiasaan-sifat atau teori-teori dibuat secara deduktif berdasarkan kepada unsur nan tak didefinisikan, aksioma, sifat atau teori nan telah dibuktikan kebenarannya; matematika merupakan aji-aji adapun pola keselarasan pola ataupun ide; dan matematika adalah suatu seni, keindahannya terletak pada 23 23 keterurutan dan harmoni Jonson dan Rising yang dikutip oleh Asep Jihad, 2008:152. “Secara simpel matematika diartikan seumpama telaahan tentang pola dan hubungan, satu kronologi atau arketipe nanang, suatu seni, satu bahasa dan suatu alat.” Reys yang dikutip oleh Asep Jihad, 2008:152. Ilmu hitung ialah ilmu universal yang mendasari jalan teknologi moderen, punya peran penting dalam berbagai kesetiaan dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat dibidang teknologi siaran dan komunikasi dewasa ini dilandasi maka dari itu urut-urutan matematika dibidang teori kadar, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Lakukan menguasai dan mencipta teknologi dimasa depan diperlukan penguasaan matematika yang abadi sejak dini Depdiknas Dirjen Mandikdasmen, Direktorat PSLB, 2006:77 Berpunca beberapa pendapat para ahli tersebut maka pencatat bisa mencoket deduksi bahwa matematika adalah ilmu yang mendasari perkembangan teknologi bertamadun dan n kepunyaan peran utama dalam berbagai disiplin aji-aji dan menyampaikan daya pikir khalayak. Untuk mengamankan dan mencipta teknologi dimasa depan diperlukan penguasaan ilmu hitung yang abadi sejak dini b. Karakteristik Latihan Matematika Menurut Asep Jihad 2008 : 152-153 dengan menuduh kemustajaban matematika maka dapat diidentifikasi dengan jelas bahwa matematika memiliki karakteristik yang berbeda dengan pelajaran lain dalam hal : 1 Korban pembicaraannya abstrak, sekalipun dalam pengajaran di sekolah anak asuh diajarkan benda konkrit, siswa tetap didorong untuk mengamalkan abstraksi. 2 Pembahasan mengandalkan penyelenggaraan nalar, artinya info awal berupa pengertian dibuat seefisien bisa jadi, signifikasi lain harus dijelaskan kebenarannya dengan tata nalar nan membumi. 3 Pengertiankonsep maupun pernyataan tinggal jelas bertumpuk sehingga terjaga konsistensinya. 4 Menyertakan perhitungan operasi. 5 Bisa dipakai dalam ilmu yang lain serta dalam kehidupan sehari- hari. 24 24 c. Fungsi Pembelajaran Matematika Menurut Asep Jihad 2008 : 153 berdasarkan kurikulum ilmu hitung fungsi ilmu hitung adalah seumpama ki alat untuk: 1 Meluaskan kemampuan berkomunikasi dengan menunggangi bilangan dan simbul. 2 Mengembangkan ketajaman penalaran yang dapat memperjelas dan menyelesaikan permasalahan dalam vitalitas sehari-masa. d. Tujuan Pembelajaran Matematika Adapun menurut Asep Jihad 2008 : 153 tujuan siswa mempelajari matematika di sekolah adalah n kepunyaan kemampuan dalam : 1 Menggunakan alogaritma prosedur pengerjaan. 2 Melakukan manipulasi secara matematika. 3 Mengorganisasi data. 4 Memanfaatkan simbul, table, tabel dan diagram. 5 Mengeanal dan menemukan paradigma. 6 Menghirup kesimpulan. 7 Takhlik kalimat atau hipotetis matematika. 8 Takhlik parafrase siuman dalam bidang dan ruang. 9 Memahami pengukuran dan runcitruncit-satuannya. 10 Menggunakan instrumen hitung dan alat bantu matematika. e. Faktor-faktor Yang Harus Diperhatikan Dalam Pembelajaran Matematika Menurut Asep Jihad 2008 : 169-180 agar kurikulum dapat terengkuh ketika diimplementasikan di sekolah, maka ada beberapa faktor yang harus diperhatikan antara lain: 1 Faktor Interaksi Penataran Matematika Proses berlatih mengajar sepantasnya merupakan rangkaian kegiatan komunikasi antara khalayak, yaitu basyar nan belajar petatar dan orang yang mengajar guru. Komunikasi antara dua subyek temperatur dan siswa adalah komunikasi yang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor lainnya. Faktor-faktor itu antara bukan, situasi dan kondisi pengajaran, kemampuan yang dimiliki makanya seorang master, cara sparing yang harus diikuti pelajar. 25 25 2 Tujuan Dalam Penelaahan Dalam memantapkan harapan baik publik alias solo, merupakan bagian berbunga kurikulum, maka intern rumusan tujuan kita harus mencela pangkal-dasar dari mata air kurikulum, yaitu: a Filsafat negara yang bersangkutan dasar filosofi b Keadaan dan kebutuhan mahajana di lingkungan siswa berada radiks sosiologis c Keadaan dan kebutuhan siswa yang belajar dasar psikologis 3 Materi Matematika Materi atau mangsa nan dimaksud disini merupakan matematika yang menjadi isi dari interaksi sparing mengajar. Ilmu hitung merupakan suatu ilmu nan berhubungan dengan penelaahan susuk- rangka atau struktur-struktur yang khayali dan pergaulan-hubungan di antara kejadian-kejadian itu. Satu kebenaran internal metematika dikembangkan berdasarkan pemikiran logis. Sekadar cara kerja matematika terdiri dari observasi, menebak, merasa, menguji postulat, mencari analog dan sebagainya. Matematika dimulai terbit unsur-unsur yang bukan didefinisikan undefined yang disebut partikel-unsur primitive ke unsur yang didefinisikan ke aksioma atau postulat, dan akhirnya mengaras dalil-dalil atau teorima-teorima. 4 Siswa dan Guru Mutakadim kita ketahui bahwa pelecok satu faktor interaksi itu adalah pesuluh yang belajar. Demikian pula faktor guru yang ialah salah satu sumber dan bagaikan penyusun interaksi supaya belajar dapat efektif. Faktor siswa dan temperatur ini erat sekali kaitannya dengan proses membiasakan kerumahtanggaan berbagai permasalahan. 26 26 5 Metode dan Hal Faktor metode ditetapkan untuk hingga ke intensi dengan cara nan efisien seorang guru yang miskin pengetahuannya tentang metode pencapaian pamrih nan kurang menyelesaikan berbagai tehnik mengajar, akan berusaha hingga ke tujuannya dengan cara nan lain wajar. Privat hal ini akan bertelur rendahnya mutu latihan, kurangnya minat dan kesungguhan intern membiasakan. Sebaliknya cara mengajar nan menunggangi berbagai metode pengajaran akan dapat memperbesar minat petatar dalam belajar. Dalam metode konvensionaltradisional temperatur dianggap andai gudang ilmu dan guru mendominasi kelas siswa kurang diberikan kesempatan bikin berinisiatif dan pasif. Dalam metode- metode baru harus membawa suasana interaksi belajar mengajar pada diri siswa, menurunkan siswa pada kegiatan berlatih, kondusif dan menolong siswa untuk sparing. Faktor ini dulu berkaitan dengan peristiwa karena berkenaan dengan interaksi belajar mengajar. Situasi ini harus dibuat sedemikian rupa sehingga terjadi proses interaksi belajar mengajar yang efektif. 6 Evaluasi Melewati hasil belajar siswa, bagi kebanyakan hawa mengadakan tes atau ulangan untuk memperoleh suatu skor yang menentukan berhasil atau tidaknya koteng pelajar. Pada lazimnya dalam menentukan kemampuan siswa mempelajari matematika hanya mengambil hasil penilaian aspek kognitif saja, kurang memperhatikan aspek nan lain yaitu afektif dan psikomotor siswa terhadap pelajaran metematika. Sering kita mengasihkan penilaian yang salah terhadap siswa yaitu mencampur poin pengetahuan kognitif pesuluh dengan tingkah laris benar santun dan sebagainya. 27 27 f. Ruang Skop Mata Pelajaran Matematika Pada SMPLB-C Menurut Depdiknas Dirjen Mandikdasmen Direktorat PSLB 2006: 78 ruang lingkup mata tuntunan matematika pada Sekolah Medium Pertama Luar Jamak Tuna Grahita Ringan SMPLB-C menghampari aspek-aspek berikut, “Bilangan, Geometri dan Pengukuran, Aljabar, Probabilitas dan Statistik.”

3. Permainan ataupun Game

Source: https://text-id.123dok.com/document/oz1gmkg3z-pembelajaran-matematika-landasan-teori-1-tinjauan-tentang-anak-tunagrahita.html