Aya Jalan Komo Meuntas Artinya

Peribahasa SundaAJAIBNYA.COM – Kekayaan budaya Nusantara ialah sebuah keseraman dan kedahsyatan spesial bagi kita.

Sungguh tidak, dengan ribuan jumlah suku dan bahasa distrik yang ada di Indonesia ketika ini, kita senantiasa akan dihadapkan dengan keindahan dialek, bahasa dan logat masing-masing provinsi, termasuk bahasa Sunda.

Bahasa Sunda dikenal sebagai bahasa yang mumbung dengan kelembutan dan keramahan. Orang-bani adam Sunda juga selalu tampil santun dan mumbung puja, menghargai sesama manusia dengan sangat bijaksana.

Dalam kehidupan sehari-tahun, orang-orang Sunda demap menggunakan kata-pembukaan tertentu berupa peribahasa yang mengambil alih keadaan tertentu ataupun maksud hati tertentu. Kata-kata dan perbahasaan Sunda merupakan salah suatu kekayaan budaya domestik di bumi Nusantara.

Ambillah, intiha-penghabisan ini cangap sekadar ada pembaca yang mencari kumpulan perkenalan awal-kata dan peribahasa Sunda beserta artinya di website ini. Burung laut sekali karena keterbatasan literatur, kami tidak menyajikan banyak pemberitahuan seputar Bahasa Sunda.

Abang-berma lambe

Hanya baik di bibir sekadar untuk ki menenangkan amarah hati orang lain.

Abis bulan abis uang

Dahulu bulan, uang gajh juga habis lagi; penghasilan yang sepan-pasan untuk sebulan sekadar.

Abong biwir teu diwengku

Segala diceritakan enggak dengan pertimbangan baik-buruk.

Abong biwir teu diwengku, abong letah teu tulangan

Berbicara sesuka hati semata-mata; berkata tidak mempertimbangkan baik-buruknya.

Abong letah teu tulangan

Berfirman seenaknya biarpun orang lain nyeri lever atas perkataannya.

Adab biada

Berembuk; tawar-menawar.

Laki-laki lali tapel

Lupa puas sanak saudara dan tempat kelahiran.

Sifat kakurung ku iga

Tabiat atau watak yang sulit diubah.

Adean ku kuda beureum

Sombong dengan barang pinjaman ataupun barang milik orang lain; bergaya, bertingkah, alias bersolek dengan barang pinjaman.

Adep hidep

Berbakti lega laki.

Adigung adiguna

Sombong (nampak dalam tingkah laris dan ucapannya).

Bebas palamarta

Sangat adil, penyabar, dan beristiadat sani.

Adu telu ampar tiga

Dimusyawarahkan (nan sedanng berpekara di perdata ataupun yang medium berjual beli).

Agul ku payung butut

Mengagulkan leluhurnya sendiri; hamba allah miskin, doang pelahap menceritakan bahwa sira keturunan bangsawan zaman dulu.

Tukang leleb

Tukang makan.

Serigala jawa

Mengajak atau menawari sesuatu nan enggak dengan sepenuh hati atau semata-mata sekadar basa-basi saja.

Ajrihing gawe

Pemalas; enggak mau bekerja.

Aki-aki tujuh mulud:
Lelaki yang sudah lalu tua renta.
Aku wadah

Palamarta dan karim, hanya sahaja merasa minimum unggul, paling berkecukupan, dan seterusnya.

Aku-aku angga

Mengakui dagangan hoki insan lain dengan intensi ingin memilikinya; mengaku saudara kepada orang kaya maupun nan n kepunyaan jabatan dengan pamrih kepingin mendapatkan kehormatan atau keuntungan.

Alak paul

Sebuah tempat yang terkenang jauhnya dan sulit buat ditempuh.

Alak-alak cumampaka

Suka dan ingin dipuji maka dari itu khalayak lain karena merasa paling kecil unggul; meniru atau mau menimpali orang nan bertambah terpandang, kaya, ataupun berpendidikan.

Alloh tara nanggeuy di bongkokna

Tuhan tidak akan berpihak pada orang yang berdosa.

Along-along bagja

Belum mendapatkan kesenangan.

Alus laur hade ome

Dulang dan sembada.

Alus ajang

Talam dan sembada.

Ambek nyedek tanaga midek

Sangat marah, belaka tidak mampu menyamai.

Ambek sadu santa budi

Baik hati alias berbudi pekerti.

Ambekna sakulit bawang

Mudah marah.

Amis budi

Ramah; bahasanya santun dan murah senyum.

Amis daging

Mudah terjangkit ki aib jangat dan sukar sembuh.

Anak dua keur gumunda

Dayang yang baru mempunyai dua hamba allah momongan terbantah menarik hati sehingga membuat orang jatuh cinta.

Sunting hati

Momongan kecil atau orang dewasa yang dahulu disayangi (tidak belaka makanya orang tuanya sendiri, dapat juga maka dari itu atasannya).

Anak hiji keur gumeulis

Perempuan yang bau kencur mempunyai satu makhluk anak tampak makin rupawan, malah sekiranya pandai memiara (merawat) fisik.

Anak merak kukuncungan

Keturunan dari orang yang baik perilakunya dan berpendidikan luhur, umumnya baik sekali lagi perilakunya dan pula berajar luhur seperti leluhurnya.

Anak puputon

Momongan nan semacam itu dicintai dan disayangi.

Anak tilu keur kumusut

Amoi yang sudah mempunyai tiga orang anak selalu tampak nanar masai, apalagi seandainya tak pandai merawat jasmani ataupun berhias.

Anggeus-anggeusan

Dahulu-habisan (dikatakan puas anak adam yang habis-habisan menumpahkan perasaannya, baik murka, cinta).

Angin-anginan

Lain tegar tabiatnya, perangainya, prestasinya.

Anjing ngagogogan kalong

Mengangankan sesuatu nan bukan barangkali didapat.

Anjing nyampeurkeun paneunggeul

Memfokus bahaya.

Si polan burung diangklungan, anu gelo didogdogan, anu edan dikendangan

Mengiyakan khalayak yang banyak wicara sebagai mangsa olok-olokan.

Apal cangkem

Hafal di luar ketua, namun tidak mengarifi isinya.

Ari talenta supana, kudu dijaga catangna = ari diarah supana, kudu dipiara catangna

Jika mengharapkan hasilnya, harus mau menjaga dan merawatnya.

Ari umur tunggang gunung, angen-angen pecat sawed

Umur sudah gaek, tetapi keinginan masih sebagaimana anak muda.

Asa (ieu) aing uyah kidul

Merasa paling menjuarai.

Agak bucat bisul

Merasa lega pasca- menyelesaikan jalan hidup selit belit.

Kira dijual payu

Ditinggalkan di perantauan.

Asa dina pangimpian

Lain percaya atas satu peristiwa karena sangat takjubnya.

Asa dipupuk birus

Perasaan lever yang tentram.

Asa ditonjok congcot

Mendapatkan kegembiraan yang lain disangka-sangka sebelumnya.

Kira kabur pangacian

Terkejut hingga lain tahu segala yang harus dilakukan.

Asa kagunturan madu kaurugan menyan ceria = duga kagunturan madu kaurungan menyan bodas

Silam gembira serta sangat bahagia.

Asa katumbu arwah = asa ditumbu umur

Bahagia karena bernasib baik pertolongan di saat mengalami kesulitan.

Asa kiamat

Lampau sedih dan rumpil.

Asa nanggeuy endog beubeureumna = kawas nanggeuy endog beubeureumna

Merasa tinggal cerbak pada suatu keadaan, misalnya pada anak.

Asa nyanghulu ka jarian

Merasa tidak enak hati karena mempunyai atasan (majikan) yang lebih rendah, baik pendidikannya maupun harkat derajatnya.

Asa peunggas rancatan

Merasa kehilangan bani adam yang banyak membantu pekerjaan sehari-hari, baik dirumah atau di tempat pekerjaan.

Sangka penggal leungeun katuhu = agak pingges katahu

Kehilangan insan yang lampau baik pekerjaannya; kehabisan orang yang dipercaya atau nan banyak bermanfaat.

Nyana rawing patera ceuli

Buruk perut mendengar pembicaraan yang enggak mengenakkan.

Asa teu beungeutan

Lalu malu.

Asa tungkeb bumi pan-ji-panji

Perasaan manusia yang sejenis itu keresahan.


Ateul biwir


Enggak tahan lagi kepingin masuk bicara atau memarahi.

Ateul dampal leungeun

Sangat kesal ingin menampar.

Ateul kalis jasad bodas

Sejati hatinya, tidak mempunyai niat jahat.

Atung eneh-atung eneh (aé)

Tetap, tidak suka-suka pertukaran.

Aub payung, sabet sapon, sabasoba

Memperlihatkan gana nan dimiliki.

Awak kawas badawang

Berbadan segara dan buruk rupa.

Jasad sabeulah

Membangun flat panjang seorang diri sonder junjungan/amputan.

Awak sampayan (eun)

Tinggi semampai sehingga tampak pantas mengenakan gaun apa sekadar.

Awet rajet

Rumah tangganya tetap tarik urat meskipun selalui diwarnai banyak perselisihan.

Awewe mah tara cari ka Batawi

Wanita itu tidak terlazim jauh-jauh berusaha mencari nafkah, memadai mengabdi kepada suami semata-mata.

Awewée(mah) dulang tinande

Perempuan lazimnya tersangkut kehausan laki-laki.

Aya astana sajeungkal

Datangnya maut tidak tersidai plong spirit.

Aya bagja teu daulat

Hendak mendapatkan kebahagiaan, semata-mata buruk perut enggak kaprikornus.

Aya buntutna

Terserah kelanjutannya dari perkara yang mengesalkan.

Aya di sihung macan

Banyak bersambung dengan pembesar sehingga mudah mendapatkan pertolongan; mempunyai banyak relasi di pematang superior.

Aya sortang kakaitan

Ada hal nan enggak sesuai dengan hati, tettapi bukan diungkapkan; tak murni sekali.

Aya garad = boga garad

Cak semau maksud lain nan siluman; ada pamrrih; tidak setulus hati; ada udang dibalik batu.

Aya perkembangan komo meuntas

Kebetulan ada urut-urutan bikin cepat-cepat melaksanakan satu keinginan nan sudah lalu direncanakan.

Aya jodo pakokolot

Berjodoh ketika sudah sama-ekuivalen tua.

Aya jurig tumpak kuda

Mendapatkan perut yang tidak terlalu diharapkan.

Aya puisi lama newo-newo

Ada yang mengacaukan kembali suatu perkara nan telah dianggap tuntas.

Aya nu dianjing cai

Ada yang diincar (n domestik khasiat cinta).

Ayak-ayak beas, nu badag moncor nu subtil nyangsang

Suasana yang serba enggak independen; menunjukkan keadaan yang tidak wajar, umpamanya hanya nan mendapatkan hukuman itu yakni mereka yang kecil kesalahannya, padahal mereka nan besar kesalahannya bisa objektif merdeka.

Ayakan (mah) tara meunang kancra

Yang bodoh dan yang pintar bukan akan korespondensi sama derajatnya dan penghasilannya; usaha dengan modal kerdil biasanya balasannya lagi tidak akan segara.

Ayang-ayangan

Dikatakan kepada suatu perkara yang banyak kaitannya dengan perkara-perkara lainnya.

Ayeuh ngora

Zuriat bermula orang-orang yang meninggal dalam nasib mulai dewasa.

Masih tinggal banyak kata-kata dur dan
pepatah Sunda beserta artinya
yang tidak senggang kami publikasikan di artikel ini karena keterbatasan tempat dan waktu. Kiranya yang kami sajikan waktu ini bernilai cukup dan memberikan keefektifan buat Anda.

Source: https://ajaibnya.com/3066/kata-kata-dan-peribahasa-sunda-beserta-artinya.html

Posted by: soaltugas.net