Ayat Alquran Tentang Populasi Sampel Pelajaran Matematika

Pokok Bahasan Matematika dalam Ayat-ayat Al Qur'an

Matematika adalah salah satu mata les nan diajarkan di sekolah. Alangkah indahnya takdirnya penelaahan matematika seharusnya dikaitkan dengan ayat-ayat Al Quran, sehingga kita boleh belajar konsep matematika yang islami. Kita dapat merintih pokok bahasan dalam ilmu hitung dengan ayat-ayat Al Quran, seperti plong acuan berikut ini.

Muslihat Bahasan: Himpunan

Al-Baqarah [2:97]

97. Katakanlah: “Barang mana tahu yang menjadi musuh Jibril, maka Rohulkudus itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; menyungguhkan apa (kitab-kitab) nan sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira cak bagi makhluk-orang yang beriktikad.

Al-Hujuraat [49:13]

13. Hai manusia, sepatutnya ada Kami menciptakan ia mulai sejak seorang suami-laki dan koteng cewek dan menjadikan sira berbangsa – nasion dan bersuku-kaki supaya kamu tukar kenal-mengenal. Sesungguhnya anak adam nan paling indah diantara anda disisi Allah merupakan individu yang paling taqwa diantara kamu. Sememangnya Allah Maha Memaklumi juga Maha Mengenal.

Al-Baqarah [2:22 dan 29]

22. Dialah yang menjadikan manjapada seumpama hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Ia menghasilkan dengan hujan itu segala biji kemaluan-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu buat Halikuljabbar, sementara itu dia mengetahui.

29. Dia-lah Halikuljabbar, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Sira berkehendak (menciptakan) langit, terlampau dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Yunus [10:101]

101. Katakanlah: “Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-utusan tuhan yang memberi peringatan cak bagi orang-orang yang lain beriman.”

Luqman [31:20]

20. Tidakkah kamu perhatikan sepantasnya Tuhan telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa nan di bumi dan menyempurnakan untukmu legit-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada nan menengkar tentang (wahdah) Yang mahakuasa tanpa hobatan pengetahuan atau tanzil dan tanpa Kitab nan membagi penerangan.

Faathir [35:27-28]

27. Tidakkah kamu melihat bahwasanya Tuhan meletakkan hujan abu dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka keberagaman jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis polos dan merah yang beraneka macam warnanya dan terserah (pula) yang hitam pekat.

28. Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada nan bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya nan takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Az-Zumar [39:9]

9. (Apakah anda hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang berdoa di waktu-waktu malam dengan sungkem dan seram, semenjana ia takut kepada (hukuman) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah setara orang-orang nan mengetahui dengan anak adam-bani adam yang tidak mengetahui?” Sebenarnya insan nan berakallah yang dapat memufakati tuntunan.

Pokok Bahasan: Predestinasi Cacah

Al-Fajr [89:2-3]

2. dan lilin lebah yang dasa,

3. dan yang genap dan nan ganjil,

Buku Bahasan: Garis hidup Bundar

Al-Israa’ [17:12]

12. Dan Kami jadikan lilin lebah dan siang laksana dua segel, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu panah, moga kamu mencari kurnia dari Tuhanmu, dan cak agar kamu mengetahui kadar masa-musim dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.

Sendi Bahasan: Operasi Hitung puas Bentuk Aljabar

An-Nisaa’ [4:11-12 dan 176]

11. Allah mensyari’atkan bagimu tentang (pengalokasian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu : bahagian sendiri anak lelaki begitu juga bagahian dua makhluk anak perempuan; dan sekiranya anak itu semuanya dayang kian bersumber dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; sekiranya anak asuh perempuan itu seorang saja, maka beliau memperoleh separo harta. Dan untuk dua bani adam ibu-bapa, buat masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, kalau yang meninggal itu mempunyai anak; kalau orang yang meninggal enggak mempunyai momongan dan anda diwarisi maka itu ibu-bapanya (saja), maka ibunya mujur sepertiga; takdirnya yang meninggal itu memiliki beberapa saudara, maka ibunya bernasib baik seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) pasca- dipenuhi wasiat yang ia bagi maupun (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Akan halnya) basyar tuamu dan anak-anakmu, kamu tak mencerna kali di antara mereka yang makin dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sepatutnya ada Allah Maha Mengetahui juga Maha Bijaksana.

12. Dan bagimu (laki-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka bukan memiliki anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai momongan, maka dia mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka bikin ataupun (dan) seduah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang sira tinggalkan takdirnya anda tidak mempunyai anak. Jika kamu memiliki anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan berusul harta nan kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sehabis dibayar hutang-hutangmu. Kalau seseorang mati, baik lelaki alias perawan yang tidak meninggalkan ayah dan tak pergi anak, tetapi punya koteng ari-ari laki-laki (seibu namun) alias seorang tali pusar amoi (seibu saja), maka kerjakan tiap-tiap terbit kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-tali pusar seibu itu makin berbunga seorang, maka mereka bersekutu n domestik yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan lain memberi mudharat (kepada tukang waris). (Tuhan menetapkan yang demikian itu sebagai) syari’at yang bersusila-benar dari Allah, dan Almalik Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.

176. Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: “Allah memberi fatwa kepadamu akan halnya kalalah (yaitu): jika sendiri meninggal mayapada, dan ia tidak mempunyai anak dan memiliki saudara perempuan, maka untuk saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta nan ditinggalkannya, dan saudaranya nan laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai momongan; cuma seandainya plasenta perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh nan meninggal. Dan jika mereka (pakar waris itu terdiri dari) plasenta-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang tembuni lelaki sebanyak bahagian dua orang tali pusar perempuan. Allah menjernihkan (hukum ini) kepadamu, supaya dia tidak sesat. Dan Sang pencipta Maha Mengetahui apa sesuatu.

Pokok Bahasan: Belahan

Al-Baqarah [2:275, 280, dan 282-283]

275. Orang-hamba allah yang bersantap (mengambil) riba tidak boleh berdiri melainkan begitu juga berdirinya orang nan kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit sinting. Hal mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), senyatanya memikul itu seperti riba, padahal Allah telah menghalalkan menggalas dan mengharamkan riba. Makhluk-turunan yang telah setakat kepadanya pemali dari Tuhannya, lampau terus mengetem (dari mencuil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum hinggap pantangan); dan urusannya (terserah) kepada Almalik. Orang nan pula (cekut riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

280. Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyumbangkan (sebagian maupun semua ketinggalan) itu, lebih baik bagimu, jika anda mengetahui.

282. Hai orang-cucu adam yang berketentuan, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai buat waktu nan ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara sira menuliskannya dengan benar. Dan janganlah panitera malas menuliskannya sebagaimana Almalik mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya alias lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang martir dari makhluk-individu pria (di antaramu). Jika bukan ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang maskulin dan dua orang upik bermula saksi-martir yang kamu ridhai, meski takdirnya seorang pangling maka nan sendiri mengingatkannya. Janganlah martir-martir itu enggan (memberi pemberitaan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu batik hutang itu, baik kecil atau samudra sampai batas waktu membayarnya. Nan demikian itu, bertambah adil di sisi Allah dan lebih menguatkan syahadat dan bertambah dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu’amalahmu itu), kecuali kalau mu’amalah itu bursa tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka lain ada dosa bikin sira, (jika) beliau tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit mengalutkan. Seandainya beliau lakukan (nan demikian), maka sesungguhnya hal itu merupakan suatu kefasikan lega dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Almalik Maha Mengetahui barang apa sesuatu.

283. Jika kamu intern pengembaraan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang anda bukan memperoleh seorang penulis, maka hendaklah cak semau barang batih yang dipegang (oleh yang berdebit). Akan hanya jika sebagian kamu mempercayai sebagian nan bukan, maka hendaklah nan dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah ia (para martir) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka senyatanya sira adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Memaklumi apa nan sira kerjakan.

Kiat Bahasan: Aritmatika Sosial

Ali-Imran [3:130]

130. Hai orang-turunan nan beriman, janganlah kamu memakan pangku dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mujur kesuksesan.

An-Nisa [4:29]

29. Hai basyar-orang yang beriman, janganlah ia tukar gado harta sesamamu dengan jalan yang batal, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara beliau. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

Resep Bahasan Persamaan dan Pertidaksamaan

Al-Jumu’ah [62:9-10]

9. Hai basyar-orang beriman, apabila diseru kerjakan menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah menggandar. Yang demikian itu lebih baik bagimu sekiranya kamu mengetahui.

10. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah sira di wajah bumi; dan carilah rahmat Halikuljabbar dan ingatlah Tuhan banyak-banyak supaya anda beruntung.

Muslihat Bahasan: Sudut

Al-Baqarah [2:142 dan 144]

142. Hamba allah-sosok yang kurang akalnya diantara manusia akan berujar: “Apakah nan memalingkan mereka (umat Islam) terbit kiblatnya (Baitul Maqdis) nan adv amat mereka sudah lalu menumpu kepadanya?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi visiun kepada bisa jadi yang dikehendaki-Nya ke urut-urutan yang literal”.

144. Betapa Kami (sering) mengintai mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan ia ke kiblat nan dia sukai. Palingkanlah mukamu ke sebelah Masjidil Haram. Dan dimana saja engkau berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sememangnya khalayak-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Palsu itu yaitu benar pecah Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

Ar-Rahman [55:17]

17. Tuhan yang memelihara kedua palagan terbit matahari dan Tuhan yang memiara kedua tempat terbenamnya

Al-Ma’aarij [70:40]

40. Maka aku bersumpah dengan Tuhan Nan memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-ter-hormat Maha Kuasa.

Siasat Bahasan: Simetri

Al-Mulk [67:19]

19. Dan apakah mereka tidak menyerang butuh-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sesungguhnya Dia Maha Melihat barang apa sesuatu.

An-Naml [27:88]

19. maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) tuturan semut itu. Dan engkau berdoa: “Ya Rabi berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu nan telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan kerjakan melakukan kebajikan saleh nan Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Yaasiin [36:38]

38. dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa kembali Maha Mengetahui.

Hud [11:6]

6. Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah nan memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat bermukim satwa itu dan palagan penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab nan maujud (Lauh mahfuzh).

Ali-Imran [3:140]

140. Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sepatutnya ada kaum (kafir) itupun (puas perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan hari (kesuksesan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (kiranya mereka bernasib baik pelajaran); dan kendati Allah membedakan basyar-orang yang beriman (dengan cucu adam-bani adam ateis) biar sebagian kamu dijadikan-Nya (luruh perumpamaan) syuhada’. Dan Yang mahakuasa enggak menyukai cucu adam-orang yang zalim,

Asy-Syuura [42:11]

11. (Dia) Pencipta langit dan bumi. Ia menjadikan bikin beliau dari jenis sira sendiri pasangan-pasangan dan dari varietas binatang peliharaan kebalikan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Bukan ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.

La-Lail [92:1-3]

1. Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),

2. dan siang apabila nur benderang,

3. dan penciptaan pria dan perempuan,

Rahasia Bahasan: Perbandingan

Hud [11:24]

24. Perbandingan kedua golongan itu (orang-sosok kafir dan bani adam-anak adam mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat mematamatai dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu ekuivalen hal dan sifatnya? Maka tidakkah engkau mencuil pelajaran (daripada skala itu)?

Al-Anfaal [8:65-66]

65. Hai Nabi, kobarkanlah atma para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus hamba allah musuh. Dan jika terserah seratus orang yang panjang usus diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu bersumber pada sosok kufur, disebabkan individu-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.

66. Sekarang Almalik telah mengendurkan kepadamu dan beliau sudah lalu mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika suka-suka diantaramu seratus turunan nan sabar, niscaya mereka akan dapat cundang dua ratus orang ateis; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang panjang hati), niscaya mereka akan boleh mempercundang dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang lunak.

Pokok Bahasan: Waktu, Jarak dan Kecepatan

Ath-Thuur [52:13]

13. lega masa mereka didorong ke neraka Jahannam dengan sekuat- kuatnya.

Pokok Bahasan: Landasan

Al-Hajj [22:29]

29. Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran nan ada lega badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka mengamalkan melakukan thawaf sekeliling rumah nan tua itu (Baitullah).

Kancing Bahasan: Peluang

Yaasiin [36:82]

82. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Sira menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka pek jadilah engkau.

Ali-Imran [3:185 dan 189]

185. Masing-masing yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada perian hari pembalasan sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan pecah neraka dan dimasukkan ke intern syurga, maka sungguh ia telah mujur. Arwah dunia itu tidak lain hanyalah kepelesiran yang memperdayakan.

189. properti Allah-lah kerajaan langit dan bumi, dan Almalik Maha Perkasa atas segala sesuatu.

An-Nisaa’ [4:78]

78. Di mana saja kamu gemuk, kematian akan mendapatkan kamu, walaupun engkau di dalam benteng yang tahapan juga kokoh, dan kalau mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah berusul jihat Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad).” Katakanlah: “Semuanya (datang) berasal sisi Yang mahakuasa.” Maka kok orang-khalayak itu (orang inkonsisten) erat-rapat persaudaraan bukan memaklumi musyawarah sedikitpun?

Al-Anbiyaa’ [21:34-35]

34. Kami bukan menjadikan hidup abadi kerjakan sendiri manusiapun sebelum dia (Muhammad); maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?

35. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan penyakit dan kekuatan sebagai cobaan (nan sebenar-benarnya). Dan sekadar kepada Kamilah beliau dikembalikan.

Qaaf [50:15]

15. Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang mula-mula? Sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang invensi nan baru.

Kunci Bahasan: Tagihan dan Luas Sisi Ruang

Al-Baqarah [2:125]

125. Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) arena berkumpul bagi manusia dan panggung nan tenang dan tenteram. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim wadah shalat. Dan sudah lalu Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku buat cucu adam-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.

Al-Mulk [67:19]

19. Dan apakah mereka tidak menuding burung-burung yang mengembangkan dan merem sayapnya di atas mereka? Lain ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat barang apa sesuatu.

Trik Bahasan: Pola Bilangan dan Legiun Garis hidup

Ash-Shaff [61:4]

4. Sememangnya Sang pencipta menyukai hamba allah nan bergelut dijalan-Nya kerumahtanggaan angkatan yang teratur seakan-akan mereka seperti satu bangunan yang tersusun kokoh.

***

Demikianlah ki akal-pokok bahasan nan telah disebutkan. Situasi itu berdasarkan buku tambahan ilmu hitung dari Depdiknas waktu 1999. Alangkah indahnya kita berlatih matematika langsung belajar ayat-ayat suci Al-Quran. Dan wanti-wanti terdepan yaitu marilah kita kembali menjadikan Al-Quran misal rule of life, sebagai aturan hidup, sebagai tanzil bagi manusia begitu juga Allah SWT berujar intern QS. Al-Baqarah [2:2]“Kitab (Al Quran) ini tidak cak semau syak wasangka padanya; ramalan bagi mereka yang bertaqwa,”

sumur : https://blogaeres.blogspot.com/2015/06/rahasia-bahasan-matematika-dalam-alquran.html

Source: http://bunyan.co.id/pokok-bahasan-matematika-dalam-ayat-ayat-al-quran/