Bab 1 Matematika Dan Hasil Belajar

SMPN SATAP 5 Baraka Kab Enrekang.


Tabulasi 4.3 : Hasil Posttest Peserta Kelas VIII (A) SMPN SATAP 5


Baraka Kab. Enrekang.

No

Nama Murid

Nilai Post Test

1

Abdul muthalib 50

2

Adriansyah 35

3

Abdal suryah fatir 50

4

Alviyah 50
5

Amri 95
6

Andi ummuyati 60
7

Andika 60
8

Fajrin 50
9

Inas auliyah 60
10

Jumrani 70

52

11

Marhama 70

12

Muhamad ardiyansyah 50

13

Nur anugrah karim 60

14

Nur halisah 50
15

Anugerah 80
16

Riska adeliah 60
17

Salsa nabila 70
18

Selvi 80 JUMLAH 1130

Berlandaskan hasil penelitian yang sudah lalu dilakukan di papan bawah VIII (A) SMPN SATAP 5 Baraka Kab Enrekang, penulis dapat mengumpulkan data melalui instrument test akan halnya nilai hasil testing posttest petatar inferior VIII SMPN SATAP 5 Baraka Kab Enrekang setelah memperalat inkuiri terasuh dengan media gambar.

Berpangkal perolehan biji diatas, kita bisa memahami cerminan hasil sparing petatar pada penelitian ini dengan melihat skor rata-rata daya serap pelajar dengan memasukkan skor nan diperoleh ke intern table persebaran frekuensi.

Untuk mengetahui gerendel serap siswa, maka dapat dilihat pada langkah-langkah berikut dalam menyusun table rotasi kekerapan:

a. Rata-rata (mean)

π‘₯Μ… =
βˆ‘
π‘₯

1
π‘˜
𝑖=1

𝑛

=
1130
18 = 62,78

Dari hasil penelitian diatas diperoleh kebanyakan poin hasil belajar pelajar kelas bawah VIII (A) SMPN SATAP 5 Baraka Kab Enrekang setelah memperalat inkuiri terjaga dengan wahana gambar yakni 62,78 berpokok teoretis 100.

b. Persentase (%) biji lazimnya

Tabel 4.4 : Frekuensi Penguasaan Materi Setelah Menggunakan

Inkuri Terbimbing Dengan Media Gambar (Pretest)

Tingkat

aneksasi

Kategori

Pretest Papan bawah Kontrol

Frekuensi

Persentase

(%)

x < 25

Tekor

0

0

25 ≀ x < 40

Sedang

1

5,56

40 ≀ x

Tinggi

17

94,44

Jumlah

18

100

𝑃 =
𝑓
𝑁
Γ— 100%


a. 𝑃 =
𝑓
𝑁× 100% =
0
18Γ— 100%

= 0% b. 𝑃 =
𝑓
𝑁× 100% =
1
18Γ— 100%

= 5,56%

54 c. 𝑃 =
𝑓
𝑁× 100% =
17
18Γ— 100%

= 94,44%

Berdasarkan data yang diperoleh pada table dapat disimpulkan bahwa secara umum hasil belajar matematika siswa kelas VIII (A) SMPN SATAP 5 Baraka Kab Enrekang setelah menggunakan inkuiri terbimbing dengan wahana tulangtulangan dikategorikan tinggi. Hal ini ditunjukkan bermula perolehan angka pada kategori tangga sebesar 94,44% bermula 18 peserta yang diambil umpama sampel.

3. Perbedaan hasil belajar matematika siswa sebelum dan setelah

menggunakan inkuiri terbimbing dengan kendaraan gambar puas

murid kelas VIII (A) SMPN SATAP 5 Baraka Kab Enrekang.


Tabel 4.5 : Hasil Pretes dan Posttest Murid Kelas bawah VIII (A) SMPN


SATAP 5 Baraka Kab. Enrekang.

Ufuk
o

Label Siswa

Nilai Pre Test

Nilai Post Test

1

Abdul muthalib 15 50

2

Adriansyah 10 35

3

Abdal suryah fatir 15 50

4

Alviyah 15 50
5

Amri 80 95
6

Andi ummuyati 10 50
7

Andika 15 60
8

Fajrin 15 50
9

Inas auliyah 15 60
10 Jumrani

58 70
11 Marhama

15 70
12 Muhamad ardiyansyah

15 50

13 Kilat anugrah murah hati

15 60
14 Cerah halisah

15 50
15 Rahmat

50 80
16 Riska adeliah

15 60
17 Salsa nabila

53 70
18 Selvi

60 80 JUMLAH 486 1130

Terserah bilang hal nan perlu diperhatikan n domestik mencari perbedaan hasil belajar matematika pelajar sebelum dan setelah menggunakan inkuiri terbimbing dengan media gambar lega siswa kelas bawah VIII (A) SMPN SATAP 5 Baraka Kab Enrekang diantaranya :

a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan lakukan menguji apakah satu variabel normal maupun tidak. Halal disini dalam khasiat mempunyai revolusi data yang normal. Untuk menguji normalitas data dapat menggunakan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov Test dengan ketentuan seandainya Asymp. Sig > 0,05 maka data berdistribusi normal maka pecah itu penlis memaparkan hasil uji normalitas pada gambar di bawah :

56

Beralaskan tabel output tersebut, diketahui bahwa nilai konotasi Asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0,084 bertambah samudra dari 0,05. Maka sesuai dengan radiks pengambilan keputusan dalam uji normalitas kolmogorov-smirnov di atas, boleh disimpulkan bahwa data berdistribusi legal. Dengan demikian, asumsi ataupun persyaratan normalitas dalam model regresi sudah terpenuhi.

b. Uji paired sample t-test

Paired sample T-test digunakan peneliti untuk mengetahui Perbedaan hasil sparing ilmu hitung petatar sebelum dan setelah memperalat inkuiri terbimbing dengan ki alat bagan pada siswa kelas bawah VIII (A) SMPN SATAP 5 Baraka Kab Enrekang.. Dengan memperalat SPSS 22.0 maka langakah-langkahnya sebagai berikut :

Klik Analyze > Compare Means > Paired-Samples T Test,

Memasukkan variabel pecah sampel menempel, Klik OK.

Berusul langkah-langkah yang mutakadim di paparkan di atas maka didapatkan hasil dari uji paired sampel t-test seperti sreg gambar di bawah:

Gambar 4.2 : hasil uji paired sampel lengkung langit-test

Pada output ini kita diperlihatkan rangkuman hasil statistik deskriptif dari kedua sampel yang diteliti yaitu nilai Pre Test dan Post Test. Untuk

nilai Pre Test diperoleh rata-rata hasil belajar atau Mean sebesar 27,00. Sedangkan untuk poin Post Test diperolah biji rata-rata hasil belajar sebesar 60,56. Besaran responden atau pesuluh yang digunakan sebagai sampel riset yaitu sebanyak 18 individu siswa. Kerjakan nilai Std. Deviation (patokan deviasi) pada Pre Test sebesar 21,997 dan Post Test sebesar 14,642. Terakhir adalah nilai Std. Error Mean untuk Pre Test sebesar 5,185 dan bagi Post Test sebesar 3,451.

Karena angka lazimnya hasil belajar puas Pre Test 27,00 < Post Test 60,56, maka itu artinya secara deskriptif cak semau perbedaan umumnya hasil sparing antara Pre Test dengan hasil Pos Test.

Berdasarkan dari lembar observasi aktivitas pesuluh ajar adapun model pembelajran inkuiri terbimbing dengan sarana rajah yang dinilai langsung maka itu guru atas nama Yusridawiti S.Pd mencakup hasil yuridiksi berasal pemanfaatan konseptual tersebut berbunga ketidak aktifan siswa menjadi aktif, kurangnya minat siswa n domestik proses pembelajran menjadi bertambah titik api dalam mengamati setiap materi yang di paparkan dan keaktifan pelajar kerumahtanggaan menyusun pemisahan penyakit berpokok postulat masalah yang diangkat, sehingga dapat disimpulkan bahwa pengunaan ikuiri terlatih dengan ki alat gambar dapat mempengarhi hasil belajar siswa matematika peserta kelas VIII (A).

B. Pembahasan

Pada bagian ini akan dibahas mengenai hasil penelitian yang dilakukan di SMPN SATAP 5 Baraka Kab Enrekang. Adapun jenis

58

riset yang digunakan adalah paired sampel t-pembenaran. Design penggalian yang digunakan yaitu One-Group Pretest-Posttes Design yaitu eksperimen yang dilaksanakan pada satu keramaian saja tanpa kelompok pembanding. Pada penelitian ini menggunakan pretest sebelum diberi perlakuan, dengan demikian hasil perlakuan bisa diketahui bertambah akurat karena boleh membandingkan situasi sebelum perlakuan.

Seterusnya untuk membuktikan apakah hasil uji paired spesimen horizon-tes di dapatkan sebelumnya bermartabat-benar nyata (signifikan) atau tak, maka kita terbiasa memungkirkan hasil uji paired sample t test yang terdapat pada grafik output β€œPaired Samples Test” dapat dilihat pada gambar di bawah :

Gambar 4.3 : hasil uji paired percontoh t-test

sebelum membicarakan tentang penafsiran kredit-angka yang terwalak pada tabel output β€œPaired Samples Test” di atas, terlebih habis kita perlu mengerti rumusan hipotesis pendalaman dan pedoman pengambilan keputusan dalam uji paired sample t test.

Rumusan Hipotesis Pengkajian

𝐻0= Tidak ada perbedaan galibnya antara hasil belajar Pre Test dengan Post Test nan artinya tidak ada pengaruh penggunaan inkuiri terbimbing dengan media gambar internal meningkatkan hasil sparing ilmu hitung siswa SMPN SATAP 5 Baraka Kab Enrekang.

Ha= Terserah perbedaan lazimnya antara hasil belajar Pre Test dengan Post Test yang artinya suka-suka kontrol pemanfaatan inkuiri terbimbing dengan ki alat rang dalam meningkatkan hasil membiasakan matematika siswa SMPN SATAP 5 Baraka Kab Enrekang.

Pedoman Pemungutan Keputusan dalam Uji Paired Sample Ufuk-Test 1. Jika nilai Sig. (2-tailed) < 0,05, maka 𝐻0
ditolak dan Ha masin lidah. 2. Sebaliknya, jikalau angka Sig. (2-tailed) > 0,05, maka 𝐻0
dikabulkan dan Ha

ditolak.

Berdasarkan tabulasi output β€œPaired Samples Test” di atas, diketahui biji Sig. (2-tailed) yakni sebesar 0,000 < 0,05, maka 𝐻0
ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan biasanya antara hasil belajar Pre Test dengan Post Test yang artinya ada perbedaan hasil berlatih matematika siswa sebelum dan setelah menggunakan inkuiri terbimbing dengan media buram puas petatar kelas bawah VIII (A) SMPN SATAP 5 Baraka Kab Enrekang.

Dari tabel output di atas kembali memuat informasi tentang nilai “Mean Paired Differences ” yakni sebesar -33,556 Nilai ini menunjukkan selisih antara rata-rata hasil membiasakan Pre Test dengan rata-rata hasil membiasakan Post Test atau 27,00 – 60,56= -33,556 dan selisih perbedaan tersebut antara -39,452 sebatas dengan -27,659 (95% Confidence Interval of the Difference Lower dan Upper).

60
Portal V

Akhir

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil eksplorasi dan pembahasan puas penelitian ini, maka diperoleh beberapa konklusi sebagai berikut :

1. Hasil sparing matematika siswa kelas bawah VIII (A) SMPN SATAP 5 Baraka Kab Enrekang sebelum menunggangi inkuiri terjaga dengan kendaraan rang dikategorikan rendah. Situasi ini ditunjukkan mulai sejak perolehan persentase pada kategori rendah sebesar 72,22% dengan skor galibnya 27 dari 18 siswa yang diambil sebagai sampel.

2. Hasil belajar ilmu hitung petatar kelas VIII (A) SMPN SATAP 5 Baraka Kab Enrekang sehabis menggunakan inkuiri terbentuk dengan sarana rang dikategorikan tinggi. Hal ini ditunjukkan dari perolehan persentase lega kategori tinggi sebesar 94,44% dengan nilai galibnya 62,78 dari 18 siswa yang diambil sebagai sampel.

3. Pemakaian inkuiri terbimbing dengan wahana tulang beragangan berpengaruh privat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII (A) SMPN SATAP 5 Baraka Kab Enrekang dimana selisih antara biasanya hasil sparing Pre Test dengan rata-rata hasil belajar Post Test (27,00 – 60,56) = (-33,556) dan selisih perbedaan tersebut antara -39,452 sampai dengan -27,659 (95% Confidence Jeda of the Difference Lower dan Upper).

B. Implikasi Penulisan

Sehubungan dengan hasil yang telah dikemukakan dalam penelitian ini maka saran yang diajukan juru tulis yaitu sebagai berikut:

1. Kepada temperatur Matematika SMPN SATAP 5 Baraka Kab Enrekang moga dalam proses pendedahan matematika disarankan untuk mengajar dengan mengunakan inkuiri terdidik dengan wahana gambar dimana peserta dapat aktif privat mengikuti proses pembelajaran dan siswa tak merasa bosan dalam mengimak tutorial matematika.

2. Kepada penentu kebijakan privat bidang pendidikan hendaknya hasil pengkhususan ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam kerangka meningkatkan mutu pendidikan di SMPN SATAP 5 Baraka Kab Enrekang.

3. Bakal yang ingin melakukan pendalaman selanjutnya yang berhubungan dengan inkuiri terbimbing dengan alat angkut gambar kiranya lebih mengupas keadaan-hal yang boleh memotivasi petatar terhadap pelajaran ilmu hitung, plong gilirannya nanti akan lahir satu tulisan yang bertambah baik, transendental dan bermutu.

C. Saran

Berdasarkan segala yang mutakadim disimpulkan dari hasil riset ini, maka juru tulis punya bilang saran yang mungkin dapat dilaksanakan bakal meningkatkan hasil membiasakan matematika siswa, yaitu :

1. Disarankan kepada temperatur matematika SMPN SATAP 5 Baraka Kab Enrekang dalam proses pembelajaran seyogiannya bisa menggunakan inkuiri

62

terbimbing dengan media gambar sehingga siswa bisa lebih aktif dalam mengikuti les di kelas kiranya pemebelajaran makin menyenankan dan dapat meguasai materi dengan mudah, sehingga meningkatkan hasil sparing pesuluh.

2. Diharapkan kepada pihak sekolah sepatutnya bisa memfasilitasi penyiapan atau pembuatan perangkat pengajian pengkajian nan diperlukan, sehingga hawa dapat menggunakan ki alat pada saat proses pembelajaran sesuai dengan kondisi petatar seharusnya dapat meningkatkan hasil sparing siswa. 3. Diharapkan kepada para unggulan peneliti berikutnya yang mau

menggunakan inkuiri terjaga dengan ki alat gambar agar kiranya makin memperhatikan hal-keadaan yang dapat memotivasi siswa terhadap pelajaran matematika sehingga penyimpangan mendapatkan hasil yang kian baik lagi.

63

DAFTAR PUSATKA

Ambarsari, W., Santosa, S., & Mariadi, . (2013). Penerapan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Proses Sains Dasar Pada Pelajaran
Biologi Pelajar Kelas VIII SMP Wilayah 7 Surakarta. Surat kabar Pendidikan

Biologi, 5(1), 81–95.

Andari, Lengkung langit. (2010). Efektifitas Pendedahan Matematika Menggunakan

Pendekatan Kontekstual terhadap Pengejawantahan Sparing Matematika ditinjau semenjak Kemampuan Semula Murid kelas V SD Sekecamatan Bangurejo Kabupaten Lampun Tengah.
Jurnal,

(Online),


(http://e-journal.ikippgrimadiun.ac.id/index.php/jipm/article/download/465/433,

diakses 9 Februari 2022).

Arifin, Zaenal. (2009.) Membangun Kompetensi Paedagogis Guru Ilmu hitung. Surabaya: Lentera Cendekia.

Arikunto Suharsimi. (20100. Prosedur Studi Satu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Arsyad, Azhar. (2000). Ki alat Pengajaran, Jakarta: PT Paduka Grafindo Persada. Dick, W dan L.Carey. (2005). The Systematic Design of Instructional Third

Education Boston: Pearson.

Dimyati dan Mudjiono. (2009). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Guza, Afnil. (2008). UU Sisdiknas dan UU Suhu dan Dosen. Jakarta: Terka

Mandiri, cet. Ke-8.

Hanun, F. (2010). Pengaruh Metode Pembelajaran dan Kemampuan Awal terhadap Hasil Sparing
Matematika.

buku harian,

(Online),

(http://download.portalgaruda.org/article.php?article=351406&val=80
84&title=Kekuasaan%20METODE%20PEMBELAJARAN%20DAN%
20KEMAMPUAN%20AWAL%20TERHADAP%20HASIL%20BELAJAR
%20MATEMATIKA%20(Studi%20Eksperimen%20di%20MAN%203%2
0Jakarta%20), diakses pada 6 Februari 2022).

Kulsum, Niraksara. (2011). Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis PAIKEM.

Surabaya: Gena Pratama Pustaka.

Kunandar. (2009). Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Asongan

Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Hawa. Jakarta: Rajawali

Press.

Muhammad Arif Tiro, Dasar-Asal Statistika, Edisi III (Makassar: Andira Publisher, 2008), hal. 3

Munadhi, Y. (2013). Media Pembelajaran. Jakarta: Referensi.

Natalia, M. (2013). Penerapan Komplet Penataran Inkuiri Terlatih (Guided Inquiry) bagi Meningkatkan Sikap Ilmiah dan Hasil Belajar Biologi

64

Siswa SMAN 5 Pekanbaru. Jurnal Pembelajaran Ilmu hayat. Vol. 1 No. 2:83-92. Priyatno, Duwi. (2012) Belajar Cepat Olah Data Statistik Dengan SPSS. Cet I;

Yogyakarta: Andi Yogyakarta.

Purwandari, V. G., Abbas, N., & Abas, Y. I. (2013). Analisis Kemampuan Mulanya Matematika pada Konsep Cucu adam Keefektifan di kelas XI IPA SMA Negeri 1

Bongomame.

kronik.

(Online),

(http://journal.um.ac.id/index.php/jip/article/download/3626/123.

diakses lega 9 Februari 2022).

Perut, R. (2016). Pengaruh Kemampuan Awal, Kecerdasan Adversitas, Motivasi Belajar dan kompetensi Master terhadap Pengejawantahan Belajar Matematika Siswa papan bawah XI IPA SMAN di Kecamatan Lima Rijang Kabupaten Sidrap. Skripsi. Makassar: FMIPA UNM

Rosida, H., Sunarno, W., & Supurwoko. (2011). Perpautan antara Kemampuan Awal dan Kemampuan Numerik dengan Hasil Sparing Fisika pesuluh SMP.

Surat kabar.

(Omline),

(http://download.portalgaruda.org/article.php?article=107483&val=40
60&title=Perhubungan%20ANTARA%20KEMAMPUAN%20AWAL%20
DAN%20KEMAMPUAN%20NUMERIK%20DENGAN%20HASIL%20B
ELAJAR%20FISIKA%20SISWA%20SMP, diakses 6 Februari 2022).

Setyono, Ariesandi. (2006). Mathemagics. Jakarta: Gramedia.

Soetjipto & Raflis. (2004). Profesi Keguruan. Jakarta: Rineka Cipta.

Sund & Trowbridge. (1973). Teaching Science by Inquiry in the Secondary School. Columbus: Charles E. Merill Publishing Company.

Sugiyono. (2007). Metode Pengkajian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: ALFABETA.

Sugiyono. (2010). Metode Penyelidikan Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,

Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Syaiful Sagala. (2010 ) Konsep Dan Makna Penerimaan Bandung: Alvabeta, hlm.89.

Tanzeh Ahmad. (2011). Metodologi Penelitian Praktis. Yogyakarta: Teras.

Usman Husaini & Akbar Purnomo Setiadi. (2008). Pengantar Statistika. Jakarta:

Mayapada Lambang bunyi.

Wina Sanjaya. (2010). Garis haluan Penataran Memfokus Standar Proses Pendidikan Jakarta: Emas, hlm. 197.

Winarsunu Tulus. (2006). Statistik Dalam Penelitian Ilmu jiwa dan Pendidikan.

Malang: UMM Press.

Representasi Berbagai rupa Matematis Peserta Melalui Penelaahan Berbasis Ki kesulitan Terbuka”, Kronik Ilmiah Solusi, Vol. 1, No. 4.

Yuswanti. (2014). Pengunaan Media Tulangtulangan Cak bagi Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Penerimaan IPS Di Papan bawah IV SD PT . Langgeng Tani Teladan
(LTT) Kabupaten Donggala. Buku harian Kreatif Tadulako Online, 3(4), 185–
199. Retrieved from jurnal.untad.ac.id

Nama notulis Muh Amin S, lahir

di Makassar sreg tanggal 10 September

1996. Anak ke-2 dari rival Drs

Syawal Baco dan Rosmani Hafid.

Bermukim lampau di kaki gunung Desa

Bontonggan Kec. Baraka Kab. Enrekang.

Notulis mulai memasuki tingkatan

pendidikan formal di SD 145 BANCA

plong waktu 2003 dan tamat pada tahun

2009. Lega tahun yang separas perekam menyinambungkan pendidikan ke

jenjang SMP, tepatnya di MTs Negeri 1 Enrekang. Lega hari 2022

penulis tamat dan melanjutkan pendidikan ke SMA yaitu MAN 1

Enrekang, dan tamat pada musim 20015. Plong tahun yang sama penulis

menyinambungkan pendidikan seumpama mahasiswa UIN Alauddin Makassar

melintasi kolek UMPTKIN pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Jurusan Pendidikan Matematika dan selesai tahun 2022.

Source: https://id.123dok.com/article/hasil-belajar-matematika-siswa-setelah-hasil-penelitian-pembahasan.y4j5lgvy