Bab 2 Landasan Teori Pembelajaran Matematika Kemampuan Komunikasi Matematis


a. Signifikasi Kemampuan Komunikasi Matematis

Sejumlah penulis mendefenisikan istilah komunikasi matematis dengan cara farik, namun memuat signifikasi yang hampir serupa.

Istilah komunikasi berasal daribahasa latin, communis nan berguna

sama, communico, communication, atau communicare yang berarti

membuat sama. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan hasil pemikiran individu melangkahi simbol kepada orang lain, dan komunikasi merupakan satu ketangkasan yang sangat bermanfaat dalam arwah makhluk dan yakni satu alat bagi manusia lakukan berhubungan dengan bani adam lain di lingkungannya baik secara oral maupun tertulis.20

19

Hendriana heris – soemarmo, “penilaian penataran matematika”

(bandung:PT.refika aditama)h.25)

20

Hendriana heris,dkk.”hard skill dan matematik petatar”, (bandung:PT.refika

adita,2017)h.60

Komunikasi matematis ialah modal dalam menguasai, mengeksplorasi, dan menginvestigasi matematik dan merupakan wadah dalam beraktivitas sosial dengan temannya, berbagi pikirab dab penemuan, curah pendapat, menilai dan mempertajam ide cak bagi meyakinkan orang bukan.21

Kemampuan komunikasi matematis adalah kemampuan menyampaikan gagasan/ide matematis, baik secara lisan maupun garitan serta kemampuan mengerti dan menerima gagasaan/ide matematis orang tidak secara cermat, analitis, kritis, dan evaluatif cak bagi mempertajam pemahaman.

Komunikasi matematis merupakan satu kemampuan dasar matematis yang esensial dan perlu dimiliki oleh peserta pelihara sekolah menegah (SM). Sejumlah alasan yang mendasari pernyataan pentingnya perebutan kemampuan komunikasi matematis cak bagi pelajar didik di antaranya adalah: a) Kemampuan komunikasi matematis tercantum dalam kurikulum dan tujuan pembelajaran matematika SM, b) Pada dasarnya matematika yakni bahasa fon yang efesien, teratur, dan berkemampuan analisis kuantitatif, c) komunikasi matematis ialah pati dari mengajar, belajar, dan mengakses matematika, d) justru komunikasi matematis merupakan kekuatan sentral dalam merumuskan konsep dan kebijakan ilmu hitung, e) komunikasi matematis yakni modal internal mengendalikan, mengeksplorasi, dan menyelidiki matematik dan merupakan gelanggang privat beraktivitas sosial dengan temannya, bermacam rupa ingatan dan penemuan, siram pendapat, membiji dan mempertajam ide untuk meyakinkan bani adam tak, f) komunikasi matematis banyak digunakan privat plural konten ilmu hitung dan latar studi lainnya.

21

Hendriana heris,dkk.”hard skill dan matematik pelajar”, (bandung:PT.refika

adita,2017)h.59

Kemampuan komunikasi adalah kemampuan dasar nan biasanya harus dimiliki maka itu peserta bimbing, karena internal kemampuan komunikasi matematis terletak banyak poin-kredit penting bikin peserta jaga yang melancarkan mereka n domestik mempelajari matematika. Sebagaimana : mampu mengartikan simbol-simbol dalam matematika, kemudian menceritakan pemberitaan nan ia dapat berusul simbol tersebut kepada temannya, kemudian berasal kemampuan siswa didik lakukan mengartikan pamrih-maksud berpangkal simbol tersebut yakni awalan mulanya yang dilakukan seorang siswa didik buat menyelesaikan soal.

Privat perspektif agama Islam, pentingnya komunikasi juga dijelaskan dalam Al-Qur’an nan menyerukan privat peristiwa berkomunikasi dengan menggunakan akal dan kemampuan bahasa yang dianugerahkan-Nya kepada kita. Sebagai halnya firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 70:

Artinya
: ”Hai orang-

anak adam yang beriman, bertakwalah dia kepada Allah dan Katakanlah Perkataan

nan benar”.22

Kerumahtanggaan kata tambahan ibnu katsir menjelaskan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyariatkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriktikad mudah-mudahan tunak bertakwa kepada-Nya dan menyembah-Nya dengan penyembahan seperti mana seseorang yang mengintai-Nya, dan hendaklah mereka mengucapkan ucapan nan sopan, nan jujur, tidak bengkok, tidak kembali menyimpang.23

22


Departemen Agama RI, Op.Cit, hal. 427.


23



Syaikh Ahmad Syakir, Mukhtasar Tafsir Ibnu Katsir (Jilid V), Jakarta Timur: Darus


sunnah Press, 2022, h. 137.

Berasal ayat di atas merupakan perintah Allah terhadap dua hal: Permulaan, perintah untuk melaksanakan ketaatan dan ketaqwaan dan menjauhi larangan-Nya. Kedua, Sang pencipta memerintahkan kepada basyar-bani adam yang beriman untuk mengomong dengan qaulan sadidan, yaitu congor yang sopan tidak kurang ajar, perkataan yang benar tidak yang batil.

Berpokok ayat di atas, dijelaskan bahwa Allah menciptakan manusia salah satu nikmat yang diberikan Allah kepada kita adalah mak-nyus berucap, dimana kita bisa memformulasikan segala apa yang ingin disampaikan kepada bani adam lain. Berbicara merupakan bentuk komunikasi kerumahtanggaan potensi berekspresi, baik dengan alat perasa, raut muka maupun tangan.

Kemampuan ini invalid banyaknya memiliki kaitan bikin keberhasilan kerumahtanggaan mata pelajaran matematika ini. Bukan hanya lega materi-materi tertentu, hanya ini berlaku untuk keseluruhan materi dalam matematika, karena umumnya materi dalam matematika punya simbol-simbol privat menyebutkan suatu informasi yang tersirat privat materi itu sendiri. Jika pelajar didik memiliki kemampuan komunikasi ini maka akan melenggong perkembangan bagi pesuluh asuh bagi mampu menyelesaikan masalah yang ia boleh dalam mata pelajaran tersebut.

Beberapa peran penting komunikasi matematis n domestik pembelajaran matematika dikemukakan Asikin diantaranya yaitu :

a) melintasi komunikasi ide matematika boleh digali dalam perspektif, b) mempertajam cara berfikir bikin meningkatkan kemampuan melihat keterkaitan antara konten ilmu hitung, c) bakal menyukat pemahaman matematis, d)mangonstuksikan pengetahuan matematika, mengembangkan diri, serta meningkatkan kesigapan sosial, dan e)menumbuhkembangkan kemampuan berfikir kritis, rasional, pemecahan kelainan, dan kegesitan dalam bersosialisasi,

menerobos writing and talking.24


24

Hendriana heris,dkk.”hard skill dan matematik siswa”, (bandung:PT.refika adita,
2017)h.60

Saat peserta didik mampu buat mengagli ide-ide dalam pembelajaran matematika, mampu mengasah pikirannya cak bagi melihat keterkaitan materi dan memahaminya, rani meningkatkan kecekatan komunikasi sosialnya baik melewati karangan ataupun lisan berarti peran-peran penting dalam kemampuan komunikasi sudah berada pada diri pelajar tuntun tersebut. dapat disimpulkan bahwa hal ini sesuai dengan pendapat Hendriana n domestik bukunya bahwa

kemampuan komunikasi yakni kemampuan dasar nan harus nya dimiliki peserta didik dalam pendedahan matematika.


b.


Tujuan Mengembangkan Kemampuan Komunikasi Matematis

Pamrih mengembangkan kemampuan komunikasi matematis privat

penataran dikemukakan NCTM, laksana berikut :

a) mengorganisasikan dan menggabungkan cara berfikir matematik, mendorong membiasakan konsep baru dengan cara menggambar objek, menggunakan diagram, menulis, dan memperalat simbol matematis;

b) mengomunikasikan pemikiran ilmu hitung secara konsekuen dan jelas sehingga mudah dimengerti;

c) menganalisis dan mengevaluasi pemikiran matematik dan strategi lain, bereksplorasi mencari pendirian dan strategi lain dalam menyelesaikan masalah;

d) menggunakan bahasa ilmu hitung buat mengekspresikan ide-ide dengan benar.25

Serupa dengan pendapat NCTM di atas, spakar tak mengemukakan bahwa pengembangkan bahasa dan simbol dalam matematika bertujuan

mengomunikasikan matematika sehingga murid ajar dapat : a) memikirkan dan menguraikan pemikiran peserta ajar

mengenai ide dan hubungan matematika;

b) mengekspresikan defenisi ide matematika secraa oral dan tulisan;

c) membaca wacana matematika dengan pemahaman;

25

d) mengklarifikas dan memperluas pernyataan terhadap matematika yang dipelajarinya;

e) menghargai keindahan dan kekuatan notasi ilmu hitung dan peranannya dalam pengembangan ide matematika.26

Dalam pengembangan Kemampuan komunikasi matematis NCTM dan beberapa ahli juga memunculkan pendapatnya tercalit tujuan pengembangan kemampuan ini, ialah sekiranya kemampuan ini dikembangkan dalam proses pembelajaran matematika berlangsung murid didik nan menirukan proses pembelajaran tersebut diharapkan mampu mengkombinasikan kaidah berfikir matematik dengan belajar konsep baru seperti bagaimana mandu menggambar diagram, menuliskan ide-ide dan lainnya.

Berdasarkan dua pendapat diatas, tujuan dari melebarkan kemampuan komunikasi diatas n kepunyaan pertepatan pada tujuan nya hanya saja puas biji bungsu dalam NCTM mengemukakan “menggunakan bahasa matematika bakal mengekspresikan ide-ide dengan ter-hormat” sedangkan pendapat sumarmo intern poin terakhir nya ialah “menghargai keanggunan dan kekuatan notasi matematika dan peranannya dalam peluasan ide matematika” bersumber dua pendapat tersebut cak semau sedikit kesamaan adalah selevel-sama kerjakan menyampaikan ide-ide matematika, cuma dikemas dengan dua bahasa yang berbeda. Dan menurut peneliti n domestik keadaan ini NCTM mewujudkan pembaca makin mudah memahami maksud dari poin terakhir bikin meluaskan kemampuan komunikasi matematika .

Bersendikan hasil jajak pendapat PISA, pakar bukan mengemukakan seyogiannya sejauh pendedahan komunikasi matematis dapat dikembangkan melalui :

26

a) menyusun peristiwa matematis dengan cara membaca, memintasi kode, dan menciptakan menjadikan pengertian kalimat, pertanyaan, tugas, sasaran, gambar, alias animasi n domestik bentuk sebuah model mental berbunga situasi.

b) Memanfaatkan konsep matematika, fakta, prosedur, dan alasan dengan cara mengeluarkan sebuah solusi, menunjukkan kapan pengerjaan mengikutsertakan pencapaian solusi dan atau meringkas dan menyuguhkan jadinya secara matematis.

c) Menginterpretasikan, menerapkan, dan mengevaluasi hasil secara matematis dengan cara membangun dan mengomunikasikan penjelesan dan pendapat-pendapat dalam kaitan dengan penyakit.
27


c.


Penunjuk Kemampuan Komunikasi Matematis

Tentang indeks kemampuan komunikasi matematis di antaranya: a) Menghubungkan benda nyata, bagan, dan diagram ke privat ide

matematika.

b) Menguraikan ide, peristiwa, dan gayutan matematika secara lisan ataupun goresan, dengan benda aktual, susuk, tabulasi, dan aljabar.

c) Menyatakan situasi sehari-musim dalam bahasa matematika. d) Mendengarkan, sumbang saran, dan menulisan tentang matematika. e) Membaca dengan pemahaman suatu presentasi matematika

tertulis.

f) Memformulasikan soal matematika yang relevan dengan hal masalah.

g) Membuat konjektur, menyusun argumen, meruuskan defenisi dan generalisasi.28

Pelajar didik dikatakan memiliki kemampuan komunikasi matematis nan baik jika sira mampu melewati tahapan-hierarki yang ada dalam indikator kemampuan komunikasi matematis nan dikemukakan makanya beberapa ahli. Berdasarkan pendapat alhi tersebut Ketika seorang Peserta asuh bakir Menghubungkan benda nyata, gambar, dan tabel ke internal ide matematika, Menjelaskan ide, situasi, dan relasi matematika secara oral atau tulisan, dengan benda nyata, gambar, grafik, dan aljabar, Menyatakan situasi sehari-periode kerumahtanggaan

27

Hendriana heris,dkk.”hard skill dan matematik siswa”, (bandung:PT.refika adita,
2017)h.61-62

19

Eka awet karunia – ridwan mokhammad, “penyelidikan pendidikan matematika”
(bandung:PT.refika aditama) h.83

bahasa matematika, Mendengarkan, diskusi, dan menulisan tentang matematika, Membaca dengan pemahaman suatu presentasi ilmu hitung tersurat, Menyusun soal ilmu hitung yang relevan dengan situasi masalah, kemudian mewah Mewujudkan konjektur, menyusun argumen, mengekspresikan defenisi dan abstraksi yang dalam hal ini yang merupakan adegan dari indikator pencapaian tersebut yang demikian dapat terukur dari unstrumen soal yang telah diberikan, maka murid asuh tersebut dikategorikan murid asuh yang memiliki kemampuan komunikasi matematis.

Source: https://id.123dok.com/article/kemampuan-komunikasi-matematis-kerangka-teori.qvx85vly