Babas Coboy Junior Gak Suka Pelajaran Matematika

Bola.com, Jakarta –
Dilan
merupakan sebuah film bermula novel berjudul selaras karya Pidi Baiq. Film Dilan sukses membuat pemirsa turut surut privat ceritanya.

Sinema yang mengisahkan dua inisiator yang sedang dimabuk asmara, merupakan
Dilan
dan Milea. Film Dilan sangat tenar dengan introduksi-kata gombal yang sudah populer sejak tahun 1990-an.

  • Lirik Lagu Kabar Aroma Tanah – Iwan Fals (feat. Zara Leola, Maizura, Stevan Pasaribu, Difki Khalif, Regina Poetiray & Rheno Poetiray)
  • Lirik Lagu Bete – Manis Manja
  • 40 Kata-Kata Selang Bijak akan halnya Kebaikan, Memberikanmu Keberanian

Karakter Dilan dari film Dilan 1990 memang naik daun dengan adat romantisnya. Tapi tetap saja mengistimewakan arah menggelikan dan usilnya momen musim SMA. Apalagi saat sedang mendekati wanita yang disukainya, Milea. Kata-kata kerumahtanggaan komidi gambar Dilan 1990 memang bisa banget kerjakan terbawa perasaan.

Manjur beberapa kata-kata Dilan 1990 patut majuh digunakan umpama unggahan di media sosial. Enggak berat bayak orang nan menggunakan kata-kata gombal Dilan ini.

Saking romantisnya kata-perkenalan awal Dilan yang terpental dalam percakapan film ini, sering saja ditiru oleh para remaja untuk diucapkan kepada kekasihnya.

Tambahan pula dikabarkan Presiden RI Bapak Joko Widodo menyempatkan menonton film ini, termasuk begitu mencermati kata-kata berpangkal tokoh tersebut.

Berikut
Bola.com
sajikan pengenalan-perkenalan awal
Dilan, gombal, emosional dan bikin baper dirangkum dari berbagai sumber, Jumat (22/5/2020).

1. “Jangan rindu, ini berat. Kau tak akan langgeng. Supaya aku saja.”

2. “Kalau sira bohong, itu hak kamu. Asal jangan aku yang bohong ke engkau.”

3. “Tapi sekiranya gak suka-suka kamu, aku gemar rindu.”

4. “Jika hujan angin, aku tak akan memberimu jaket. Sebab takdirnya aku nyeri, dulu kali yang akan menjagamu?”

5. “Kalau mencintaimu adalah kesalahan, yasudah. Biar. Aku pelecok terus hanya.”

6. “PR-ku adalah merindukanmu. Makin langgeng semenjak Matematika. Makin luas berpokok Fisika. Lebih kerasa dari Ilmu hayat.”

7. “Seandainya dia ninggalin aku, itu hak beliau, radiks jangan aku yang ninggalin kamu. Aku redup ia kecewa.

8. “Aku gak pandai iri. Malahan, jika kamu ninggalin aku, aku gak bisa apa-apa. Bisaku cuma mencintaimu.”

9. “Dik jangan meninggalkan jauh-jauh kan ada darahku di tubuhmu.”

10. “Sekarang aku mungkin lain aku nan dulu, waktu mengangkut aku menjauhi, namun perasaan tetap sama, berkepribadian menular, mencecah depan.”

11. “Bagiku, Beliau adalah bagian terbesar dari hidupku. Aku bisa cuma membiarkanmu melakukan barang apa yang dia inginkan, semata-mata tidak untuk hal yang akan berdampak buruk bagimu.”

12. “Terima belas kasih, kau pernah mau kepadaku. Dan saat ini, biarkan aku, kalau selalu kepingin senggang kabarmu.”

13. “Kukira itu lazim. Itu adalah babak dari suatu proses berduka. Semata-mata cepat atau lambat, aku harus boleh menerima seutuhnya, meskipun sebagian dari diriku masih berpretensi akan boleh kembali serempak.”

14. “Malam ini, jikalau tidur jangan ingat aku, ya! Tapi sekiranya mau, silakan.”

15. “Aku enggak ingin mengekangmu. Terserah! Bebas ke mana engkau pergi. Dasar aku ikut.”

16. “Gelojoh itu indah. Jika menurutmu tak indah, pastinya kamu salah memintal tandingan.”

17. “Milea, kalau kamu merasa tidak kuperhatikan, pemaafan. Aku sibuk memantau lingkunganmu, barangkali ada orang mengganggumu, kuhajar dia.”

18. “Kalau aku makara presiden nan harus mencintai seluruh rakyatnya, aduh, maaf, aku pasti tidak bisa karena aku doang suka Milea.”

19. “Kamu lahir itu sengaja buat bakal aku gemar suka-suka di Manjapada.”

20. “Jangan riuk paham. Semua sikapku kepadamu, apalagi termaktub ketika aku marah, saat aku kesal, momen aku jengkel, sira harus tahu bahwa semua bersumber dari aku yang lewat mencintaimu.”

21. “Terkadang rindu hadir di luar nalar. Mau segera berlari dan terbang menghampiri.”

22. “Jika hujan angin, aku bukan akan memberimu jaket. Sebab jika aku sakit, lewat kelihatannya yang akan menjagamu?”

23. “Sekiranya suatu saat tulat kau kangen padaku, maukah kau menjatah tahuku? … Agar aku boleh berlari menemui mu.”

24. “Milea, Jangan beberapa ke aku ada nan menyakitimu. Akan datang besoknya, orang itu akan hilang.”

25.  “Sayangilah orang yang cak semau dibelakangmu di dalam suatu antrian, karena dia itu sangat cak hendak kamu segera dapat giliran.”

26. “Kita ingin senang walau itu sederhana.”

27. “Aku ingin lekas bicara denganmu, tapi gak terserah cara untuk boleh menghubungimu. Pikiranku refleks gak karuan. Pikiranku langsung dilanda kegelisahan.”

28. “Bantu sampein ke Bunda Terima hidayah udah lahirin anak adam yang aku cinta.”

29. “Aku rindu mendengar pengenalan – katanya yang selalu bisa menciptakan menjadikan aku ketawa seperti mana dulu lagi.”

30. “Aku sewaktu merasa kecewa, kekecewaan dan sedih pada saat yang sama. Aku tidak adv pernah apa yang harus aku katakan. Aku lain luang apa yang harus aku pikirkan.”

31. “Beliau tidak hebat, tidak, malah mungkin biasa semata-mata. Tapi sira dapat membuatku senang belaka dengan hal tercecer.”

32. “Walau tubuhku di situ, doang pikiranku terus mengembara ke Dilan. Sungguh, aku tidak sangkut-paut berpikir akan mencintai khalayak lain selain Dilan. aku doang cak hendak Dilan.”

33. “Aku pacar yang buruk. Mudah buatmu nyari inai nan baik.”

34. “Timburu itu hanya buat orang-orang yang tidak berkeyakinan diri. Makara ya sekarang aku sedang enggak berkeyakinan diri.”

35. “Nanti jika kamu mau tidur. Percayalah, aku sedang mengucapkan selamat tidur dari jauh. Namun ia gak akan dengar.”

Sumber:
Beraneka rupa Sendang

Source: https://www.bola.com/ragam/read/4260763/35-kumpulan-kata-kata-dilan-bikin-baper-dan-makin-disayang-pacar