Bagaimana Memilih Media Pembelajaran Yang Baik Untuk Matematika

namun, nan terpenting dari itu semua adalah kita mengetahui
teknik penyaringan kendaraan pengajian pengkajian. begitu banyak

keberagaman-spesies media pembelajaran

sehingga kita perlu mengarifi teknik bagaimana nan cocok untuk karakteristik petatar yang diajar.

hal ini disebabkan karena Ki alat yaitu keseleo satu ki alat cak bagi meningkatkan kegiatan proses

berlatih

mengajar. Karena beraneka ragamnya media tersebut, maka masing-masing kendaraan mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Untuk itu perlu memilihnya dengan cermat dan tepat agar dapat digunakan secara tepat manfaat.

Beberapa penyebab cak kenapa makhluk melembarkan media oleh Arief S. Sadiman, dkk. dalam buku Media Pendidikan (Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya) antara bukan yakni bila:

  1. Berujud mendemonstrasikannya sebagaimana halnya pada lektur adapun ki alat.
  2. Merasa sudah lalu akrab dengan media tersebut.
  3. Ingin menerimakan gambaran atau penjelasan yang bertambah nyata.
  4. Merasa bahwa media dapat mengerjakan kian dari nan bisa dilakukannya


    Dasar pertimbangan untuk mengidas suatu media sangatlah sederhana, yaitu boleh menyempurnakan kebutuhan atau mencecah tujuan nan diinginkan.

Suka-suka beberapa hal nan harus diperhatikan dalam melembarkan media antara tak; tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, ketepatgunaan, kondisi siswa atau mahasiswa, keberadaan alat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), mutu teknis dan biaya. Makanya sebab itu, bilang pertimbangan yang terlazim diperhatikan antara lain:

  1. Media nan dipilih mudahmudahan selaras dan membentur tujuan

    pembelajaran

    yang telah ditetapkan.
  2. Aspek materi menjadi pertimbangan nan dianggap signifikan dalam memilih alat angkut, sesuai atau tidaknya antara materi dengan kendaraan yang digunakan akan berdampak pada hasil penelaahan siswa.
  3. Kondisi audien (pesuluh) dari segi subjek berlatih menjadi perhatian yang sungguh-sungguh bagi master dalam memilih media yang sesuai dengan kondisi momongan. Faktor hidup, intelegensi dan lingkungan menjadi noktah perasaan dan pertimbangan n domestik memilih kendaraan indoktrinasi
  4. Ketersediaan media di sekolah maupun memungkinkan buat guru mendesain sendiri media yang akan digunakan merupakan situasi yang perlu menjadi pertimbangan seorang guru.
  5. Media nan dipilih seharusnya dapat mengklarifikasi apa yang akan disampaikan kepada audien (petatar) secara tepat dan berhasil khasiat dengan kata enggak harapan yang ditetapkan dapat dicapai secara optimal.
  6. Biaya nan akan dikeluarkan internal pendayagunaan media harus ekuivalen dengan hasil nan akan dicapai”.

Dapat disimpulkan bahwa n domestik pemilihan media pertimbangan yang paling terdahulu dalam pemilihan media adalah media yang digunakan harus bisa memenuhi kebutuhan ataupun pencapaian harapan yang diinginkan dalam pembelajaran.

Semenjak segi psikologis nan teristiadat beruntung pertimbangan kerumahtanggaan memilih dan penggunaan ki alat ialah:

  1. Tembung yaitu persuasi guru bagi mendorong siswa didik kepingin melakukan kegiatan membiasakan dan sadar akan pamrih belajar, karena pengetahuan nan mereka songsong dapat berguna sebagai bekal untuk masa yang akan datang serta hidup yang lebih baik.
  2. Perbedaan Solo, siswa sparing dengan cara dan tingkat kecepatan nan farik-beda.
  3. Emosi bahwa sarana pembelajaran adalah prinsip yang sangat baik untuk menghasilkan respon emosional sebagai halnya remang, cemas, empati, bosor makan kasih dan kesenangan.

Kriteria pemilihan media harus dikembangkan sesuai dengan harapan yang ingin dicapai, kondisi dan keterbatasan nan terserah dengan mengingat kemampuan dan aturan-sifat khasnya (karakteristik kendaraan yang berkepentingan).

Menurut Dick dan Carey dalam Asnawir dan Basyiruddin Usman standar pemilihan sarana ada empat yaitu; Pertama, keterbatasan sumbersumber yang terserah maka harus dibeli atau dibuat sendiri. Kedua, apakah bikin membeli atau diproduksi koteng sudah lalu cawis dana, tenaga dan fasilitasnya. Ketiga, Faktor yang menyangkut keluwesan, kepraktisan dan keluasan pikiran media yang digunakan bakal jangka tahun nan lama. Keempat, efektivitas dan efisiensi biaya dalam paser waktu nan pas panjang, sekalipun nampaknya mahal, sahaja kelihatannya lebih murah dibanding media lainnya yang semata-mata dapat digunakan sekali pakai.

sumber:

Arief S. Sadiman, dkk, Media Pendidikan (Pengertian Pengembangan dan Pemanfaatannya).

M. Basyiruddin Usman dan Asnawir, Media Penerimaan.

Azhar Arsyad, Sarana Penelaahan.

Source: https://www.wawasanpendidikan.com/2014/10/teknik-pemilihan-media-pembelajaran.html