Bagaimana Pengaruh Mindset Siswa Terhadap Pembelajaran Matematika

1
68 Pengaturan MINDSET DAN METAKOGNISI TERHADAP HASIL Membiasakan MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 BAROMBONG Tri Aswinarti Eka Putri 1, Wahyuddin 2, St. Kilat Humairah Halim Universitas Muhammadiyah Makassar Abstract: The main objective of this research is to describe and analyze the influence of mindset and metacognition on student learning outcomes either simultaneously or partially. The research method used was ex-post facto. The population of this study were all the 7th grade students of State Junior High School 2 Barombong for the academic year 2022/2021 with 298 students and the research sample were 61 students obtained using the cluster random sampling technique. The results showed that: (1) the mindset of the class students is in the madya category with the percentage 36.7%, metacognition is in the menengah category with a percentage 36.06% and mathematics learning outcomes in the medium category with percentage 27.87%. (2) mindset and metacognition simultaneously have a significant influence on the mathematics learning outcomes of seventh grade students of State Junior High School 2 Barombong seen from the sig value <0.05 and has influence around 48.5% on student learning outcomes and the remaining 51.5% is influenced by other factors. (3) Mindset partially has a significant influence on student learning outcomes seen from the value of sig < 0.05 with a contribution 16.4%. (3) Metacognition partially has a significant influence on student learning outcomes seen from the sig value < 0.05 and contribute 32.1%. Key Words: mindset, metacognition, student learning outcomes Abstrak: Tujuan utama dalam penelitian ini adalah bakal mendeskripsikan dan menganalisis pengaturan mindset dan metakognisi terhadap hasil sparing siswa baik secara simultan maupun parsial.metode penajaman yang digunakan adalah ex-post facto. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta kelas VII SMP Negeri 2 Barombong tahun wangsit 2022/2021 yang berjumlah 298 murid dan sampel penelitian sebanyak 61 murid nan diperoleh dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) mindset siswa kelas mewah pada kategori sedang dengan persentase 36,7 %, metakognisi berlambak pada kategori sedang dengan persentase 36,06% dan hasil belajar matematika berlambak puas kategori sedang dengan persentase 27,87% (2) mindset dan metakognisi secara berbarengan berpengaruh berarti terhadap hasil belajar matematika siswa papan bawah VII SMP Negeri 2 Barombong dilihat dari dari poin sig < 0,05 dan menjatah otoritas sebesar 48,5% terhadap hasil belajar siswa dan sisanya sebesar 51,5 % dipengaruhi maka dari itu faktor bukan. (3) Mindset secara parsial berwibawa

2
69 signifikan terhadap hasil belajar murid dilihat dari nilai sig < 0,05 dengan menjatah kontribusi sebesar 16,4%. (3) Metakognisi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa dilihat dari nilai sig < 0,05 dan memberi kontribusi sebesar 32,1%. Pembukaan Kunci: mindset; metakogisi; hasil sparing siswa. PENDAHULUAN Era 4.0 yang dikuasai maka itu modernisasi menuntut individu meningkatkan potensi diri moga boleh bertahan n domestik tantangan pesatnya perkembangan mantra kabar dan teknologi. Tak bisa dipungkiri bahwa ilmu hitung yakni keseleo suatu ilmu yang dibutuhkan buat berdeging melangkahi tantangan tersebut. Sehingga, pembelajaran matematika diwajibkan di sekolah. Satu hal nan terkadang menjadi ki kesulitan sungguh-sungguh bagi petatar privat menghadapi ilmu hitung yaitu jam cak bimbingan di sekolah untuk netra pelajaran matematika bertambah banyak dibanding alat penglihatan tutorial nan lain. Dan peristiwa tersebut kadang diikuti dengan banyaknya murid nan tidak tertarik serta bukan antusias internal mengikuti cak bimbingan tersebut. Tentu saja tidak mudah memungkirkan mindset pesuluh yang seperti ini. Oleh karena itu, terobosan dalam pembelajaran matematika kerjakan menumbuhkan mindset berkembang mesti dilakukan, hanya sebelum itu, perlu diketahui terlebih dahulu secara kuantitatif pengaruh mindset terhadap hasil belajar ilmu hitung. Cak semau banyak faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Menurut Ramadhan (2016), mindset yaitu faktor yang ada pengaruhnya, sebab mindset lah yang membentuk tantangan, kecerdasan, peluang dan potensi sebagai langkah-langkah proses nan harus diusahakan dengan keseriusan, kerja keras dan upaya sehingga tujuan kerjakan mencapai hasil belajar yang maksimal akan tergapai. Selain itu, menurut Nurmalasari (2015), metakognisi lagi mempengaruhi hasil membiasakan pesuluh, sebab intern penelitiannya, jika murid memiliki metakognisi yang baik, maka hasil belajar yang akan diperoleh juga akan semakin bagus. Secara mahajana, Tammara (2020) mendefinisikan mindset laksana semberap pikiran yang dibentuk atas pangkal pengalaman yang dikuatkan dengan keyakinan sehingga berpengaruh terhadap perilaku atau cara berpikir dalam-dalam seseorang nan menciptakan menjadikan karakeristik sikap, pandang dan perian depan seseorang. Sayangnya mindset yang terbentuk pada sebagian ki akbar siswa yang mempelajari matematika adalah mereka menganggap bahwa matematika yaitu les nan sangat berat dan tidak barangkali dikuasai. Sahih inilah terus menerus menghantui sumsum siswa nan memiliki mindset tegar. Akibatnya, siswa merentang enggak bersemangat n domestik pengajian pengkajian matematika. Sehingga mereka memperoleh nilai yang rendah. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran, sebaiknya bukan hanya menitikberatkan penguasaan materi, tetapi juga dilakukan proses peralihan mindset peserta terhadap ilmu hitung. Selain Mindset, Metakognisi juga mempengaruhi hasil berlatih siswa. Seringkali seorang siswa berhasil menyelesaikan tugas matematika

3
70 karena peserta tersebut berpunya menggunakan kesadarannya bakal mengetahui mengenai apa yang engkau ketahui dan bagaimana ia menerapkannya maupun bermetakognisi (Sholihah, 2022). Dengan menguasai pengetahuan metakognisi, siswa bernas menggapil kemampuan psikologis dan dapat meluluk kelemahannya seorang sehingga pembaruan pada pembelajaran berikutnya boleh beliau lakukan. Beralaskan hasil observasi pada petatar kelas bawah VII SMP Negeri 2 Barombong yang dilaksanakan plong momen Magang 1 (Agustus 2022) dan Magang 2 (Agustus 2022) ditemukan bilang permasalahan yang dihadapi pada momen proses pembelajaran berlangsung, di antaranya yaitu: 1) petatar diminta lakukan mengamalkan tugas mandiri sahaja mereka cenderung menyontek pencahanan temannya yang dianggap kian mandraguna, 2) sebagian besar murid hanya tutup mulut ataupun berbarengan sejadi dengan temannya yang lain ketika diminta membentangkan pendapat internal diskusi, 3) siswa mengalir perlahan-lahan diberikan soal yang bertambah rumpil dibandingkan contoh yang diberikan. Bagi mereka, ilmu hitung sulit dipahami dan mereka menganggap dirinya tidak punya kemampuan dalam kejadian tersebut. Sehingga mereka tak memiliki alasan yang langgeng untuk berusaha berkembang dalam kursus matematika. Mindset setia pada siswa SMP Negeri 2 Barombong lagi ditandai dengan sebagian samudra siswa yang sering barangkali mengeluh mengenai bosannya ia belajar ilmu hitung, matematika membingungkan, atau matematika tidak barangkali dimengerti sehingga plong akhirnya mereka hanya mengajuk pembelajaran matematika minus adanya kehausan buat menguasai materi yang diajarkan. Situasi yang menghinggapi siswa ini disebut Mindset ki ajek (Fixed Mindset) sebab mereka menganggap bahwa kemampuan seseorang mutakadim ditetapkan dan tentunya peristiwa ini akan berdampak terhadap hasil belajar matematika. Pesuluh yang terlanjur n kepunyaan mindset tetap matematika menjadi invalid berekspansi kemampuannya dalam proses berpikir detik mengendalikan persoalan masalah matematika yang diberikan. Akibatnya momen murid mendapatan pada tugas nan jenjang kesulitannya tahapan dan dalam penuntasan soal itu dibutuhkan kemampuan berpikir kritis maupun jawabannya bukan langsung diperoleh, maka petatar menghadap kelesa mengerjakannya. Keadaan ini juga adalah salah satu jenama bahwa kurangnya metakognisi peserta. (Pratama, 2022) TINJAUAN TEORETIS. 1. Mindset Menurut Ramadhan (2016), mindset ialah faktor yang terserah pengaruhnya, sebab mindset lah yang takhlik tantangan, kepintaran, peluang dan potensi sebagai ancang-ancang proses yang harus diusahakan dengan kebulatan hati, kerja keras dan upaya sehingga tujuan untuk mencapai hasil membiasakan yang maksimal akan tergapai. 2. Metakognisi Metakognisi adalah satu kata tentang apa yang seseorang ketahui adapun dirinya sendiri seumpama individu dan bagaimana ia mengontrol dan menyesuaikan perilakunya. (Hutauruk, 2022) Cak bagi menjadi seorang pemecah masalah yang baik, seseorang harus punya kemampuan metakognisi

4
71 yang baik. Sebab Metakognisi yakni keseleo suatu keterampilan yang digambarkan sama dengan seseorang seperti menjadi orang lain yang mengawasi dirinya sendiri berpikir dan ia merenungkan proses tersebut. Ketika siswa memiliki kesadaran metakognisi n domestik dirinya, siswa akan mampu mengembangkan kebijakan terbaik bagi memilih, mengingat, mengidentifikasi kembali, mengatak laporan yang tersedia serta menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Siswa akan membiasakan diri seyogiannya selalu memantau, mengontrol dan mengevaluasi hal yang telah mereka lakukan (Masni, 2022) 3. Hasil Belajar Ipan (2015) mendefinisikan hasil belajar seumpama tingkat penguasaan yang dicapai oleh siswa dalam mengikuti program membiasakan mengajar, sesuai dengan maksud yang ditetapkan. Siswa bisa dikatakan berhasil dalam mempelajari sesuatu apabila siswa tersebut telah sampai ke tujuan pembelajarannya atau sudah mencapai patokan ketuntasan minimum yang cak semau disekolahnya. METODOLOGI Penelitian Macam penelitian yang digunakan privat penekanan ini adalah jenis eksplorasi expost facto ataupun yang baku disebut kausal komparatif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh mindset dan metakognisi secara simultan dan sebagian-sebagian pada siswa kelas VII. Studi ini bagi di SMP Wilayah 2 Barombong pada semester genap tahun pelajaran 2022/2021. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP Negeri 2 Barombong yang berjumlah 298 di mana siswa dikelompokkan secara heterogen. Pemungutan sampel menggunakan tehnik cluster random sampling dan menghasilkan 3 inferior yaitu kelas VII-B,VII-D dan VII-E sebanyak 61 orang. Teknik reklamasi data dalam penelitian ini menunggangi angket berisi 20 pernyataan lakukan memperoleh data adapun mindset dan metakognisi siswa dan tes matematika sebanyak 5 soal untuk memperoleh hasil belajar pelajar. Teknik amatan data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial. Data mindset, metakognisi dan hasil sparing dijelaskan melalui statistik deskriptif. Sedangkan analisis regresi digunakan buat memaklumi pengaruh mindset dan metakognisi terhadap hasil sparing matematika menggunakan aplikasi statistik. Bentuk 1 Dokumentasi Permohonan Ijin Penelitian pada Kepala Sekolah SMPN 2 Barombong Gambar 2 Pengambilan Data Pengkhususan

5
72 HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan secara umum variabel pendalaman yaitu mindset, metakognisi dan hasil membiasakan matematika melangkaui data nan sudah lalu dikumpulkan. Grafik 1 menunjukkan hasil estimasi dan pengujian yang dilakukan menggunakan aplikasi statistik. Berikut kajian dan interpretasinya : Diagram 1. Deskripsi Statistik Mindset, Metakognisi dan Hasil Belajar Matematika Statistik Mindset Metakognisi Hasil Sparing Mean 38,49 40,52 68,30 Median Modus Range Paling kecil Maximum Standar Deviasi 3,731 4,384 17,301 Beralaskan tabulasi 1, mindset petatar berada pada kategori kredit median sebesar 38 skor modus sebesar 35 menunjukkan bahwa perolehan nilai pada mindset dengan frekuensi terbesar. Range mindset adalah 15. Standar deviasi 4,049 yang berarti semakin mungil nilai standar deviasi berasal nilai mean maka data percontoh semakin homogen. Kemudian diketahui bahwa secara publik petatar memiliki mindset yang kaya pada pada kategori sangat minus 3,28% sebanyak 2 siswa, kategori adv minim 31,15% sebanyak 19 siswa, kategori sedang 36,07% yaitu sebanyak 22 siswa, kategori tinggi 22,95% ialah sebanyak 14 pesuluh dan di kategori sangat tinggi 6,55% dengan frekuensi 4 pelajar. Jadi mindset siswa SMP Negeri 2 Barombong sudah mampu lega kategori sedang dengan rata-rata 38,49. Lebih jauh jika ditinjau dari hasil amatan deskriptif metakognisi siswa yang dikumpulkan melalui angket neraca metakognisi. Mengenai galibnya skor metakognisi siswa adalah 40,52. Ponten median sebesar 40 dan nilai modus sebesar 40. Range metakognisi adalah 19. Adapun biji minimum 32 dan skor maksimum 51 dengan tolok deviasi 4,384 yang penting semakin boncel nilai standar deviasi dari nilai mean maka data percontoh semakin homogen. Kemudian diketahui secara umum murid n kepunyaan metakognisi yang berada pada kategori sangat rendah 3,28 % sebanyak 2 siswa, kategori rendah 29,51 % sebanyak 18 pesuluh, kategori semenjana 36,06 % yakni sebanyak 22 pesuluh, kategori panjang 22,95 % yaitu sebanyak 14 murid dan di kategori sangat tinggi 8,20% dengan frekuensi 5 pelajar. Kaprikornus metakognisi siswa kelas VII SMP Kewedanan 2 Barombong berada puas kategori sedang dengan rata-rata 40,52. Demikian halnya dengan hasil analisis deskriptif yang dikumpulkan melintasi tes hasil berlatih ilmu hitung. Mengenai rata-rata skor hasil sparing siswa matematika ialah hasil belajar pelajar matematika adalah 68,30. Tolok deviasi adalah 17,301. Angka median sebesar 69 yang menunjukkan bahwa cak semau sekitar 50% nilai minimum tahapan 63 atau adv minim bermula 63. Nilai modus sebesar 67 yang menunjukkan bahwa perolehan nilai pada hasil belajar siswa dengan frekuensi terbesar adalah 67. Adapun skor paling 29 dan ponten maksimum 94. Kemudian hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh nilai kategori sangat tahapan sebanyak 14 insan dengan persentase 22,95%. Jumlah siswa yang memperoleh poin kategori tinggi

6
73 sebanyak 18 sosok dengan persentase 29,51%. Total pelajar yang memperoleh kategori sedang sebanyak 17 sosok dengan persentase 27,87%. Total siswa yang memperoleh nilai dengan kategori rendah sebanyak 9 orang dengan persentase 14,75 % dan siswa yang memperoleh nilai dengan kategori sangat rendah 4,92 % yaitu sebanyak 3 basyar. Akibatnya, bisa ditarik konklusi bahwa hasil membiasakan petatar inferior VII SMP Negeri 2 Barombong tahun cak bimbingan 2022/2021 mampu pada kategori menengah dengan rata- rata 68,30. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mindset, metakognisi dan hasil belajar peserta sama-sama ki berjebah pada kategori sedang. 2. Analisis Statistik Inferensial a. Uji Normalitas Penelitian ini menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov pada sognifikasi 5%. Distribusi data dikatakan normal jika nilai pengertian α 0,05, sedangkan jika kredit konotasi α < 0,05 menunjukkan data tidak terdistribusi normal Beralaskan uji normalitas dengan Kolmogorof-Smirnov Test maka, diperoleh nilai Asymp. Sig. sebesar 0,200 sehingga angka Asymp. Sig. 0,05. Dengan demikian, data yang diteliti berasal dari sampel yang berdistribusi sah. b. Uji Linearitas Uji linearitas berniat lakukan mengetahui apakah dua pengujian linearitas ditentukan beralaskan ANOVA tabel menunggangi permohonan perangkaan dengan mencerca hasil Tabel 2. Hasil Amatan Uji Normalitas Unstandardized Residual Lengkung langit 61 Stereotip Parameters a,b Mean 0, Std. Deviation 12, Most Differences Extreme Absolute 0,091 Positive 0,088 Negative -0,091 Test Statistic 0,091 Asymp. Sig. (2-tailed),200 c,d uji F lakukan jajar deviation from linearity. Dalam hal ini kaidah yang digunakan adalah seandainya F berjasa, maka hubungan kedua variabel linear. Uji linearitas dilakukan melalui uji F memperalat taraf signifikasi α = 0,05, maka kriteria pengambilan keputusannya merupakan sekiranya nilai signifikansinya 0,05 maka H0 diterima, sedangkan sekiranya ponten signifikansinya < 0,05 maka H0 ditolak. Tentang hasil uji linearitas dapat dilihat pada grafik 3 berikut: Tabel 3. Hasil uji linearitas memperalat permohonan statistik Sig (pvalue) Laur F hitung Taraf bermakna Pengumuman X 1 Y 1,215 0,300 Taraf signitifikan nan dipilih yakni Linear

7
74 X 2 Y 0,656 0,819 0,05 Linear c. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas berniat buat menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik agar tidak terjadi hubungan yang linear alias korelasi di antara variabel independen Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas dengan menggunakan aplikasi statistik Variabel Tolerance VIF Pesiaran Mindset 0,697 1,435 Metakognisi 0,697 1,435 Dari diagram diatas, niali VIF( Variance Inflation Factor) masing masing luwes bebas kurang dari 10. Nilai tolerance bertambah besar terbit 0,10. Artinya variabel nonblok tersebut nonblok bermula masalah multikolinieritas. Enggak terjadi masalah multikolinieritas d. Uji Heterokedastisitas Uji heterokedastisitas berniat untuk menguji apakah dalam cermin regresi terjadi atau terdapat ketidaksamaan varians dari residual terbit satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik yaitu yang tidak terjadi heterokedastisitas. (Gunawan, 2022). Intern penelitian ini, digunakan Uji Glejser Diagram 5. Hasil Uji Heterokedastisitas dengan memperalat permohonan statistik Coefficients a Cermin Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients falak Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 38,439 8,143 4,721 0,000 Mindset -0,442 0,233-0,272-1,893 0,063 Metakognisi -0,264 0,198-0,191-1,331 0,189 a. Dependent Variable: RES2 Tabel 4.10 menunjuk-nunjukkan bahwa poin signifikan mindset adalah 0,063, metakognisi nilai signifikannya adalah 0,189 yang artinya ketiga nilai signifikan variabel tersebut bertambah besar dari 0,05 Artinya data tersebut enggak mengalami masalah heterokedastisitas. e. Uji Hipotesis Pasca- dilakukan uji prasyarat amatan data, dilakukan pengujian postulat dengan menggunakan amatan linear berganda pada taraf signifikansi α (0.05). Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh mindset dan metakognisi terhadap hasil belajar matematika siswa papan bawah VII SMP

8
75 Negeri 2 Barombong. merupakan: Hipotesisnya H0: Tidak terdapat pengaruh berjasa antara mindset dan metakognisi secara serta merta terhadap hasil berlatih ilmu hitung pelajar inferior VII SMP Negeri 2 Barombong H 1 : Mindset dan metakognisi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa papan bawah VII SMP Negeri 2 Barombong Hasil analisis regresi linear berganda X1, dan X2 terhadap Y boleh dilihat sreg Tabel 4.11 misal berikut: Tabel 6 Hasil Analisis Regresi Linear Ganda X1, dan X2 Terhadap Y Total Pada diagram 6 di atas diketahui sig 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa arketipe regresi pada ANOVA a Transendental F Sig. Regression 27,338,000 b Residual analisis ini memadai bakal memprediksi nilai y. Tabel 7 Hasil Analisis Regresi Linear Ganda X1, dan X2 Terhadap Y Model Unstandardized Coefficients t Sig. B (Constant) -62,446-3,418 0,001 Mindset 1,351 2,582 0,012 Metakognisi 1,943 4,363 0,000 a. Dependent Variable: Hasil Belajar Terlihat pada tabel 8 coefficients di atas bahwa dari ponten 1 = 1,351 dengan nilai sig. = 0,012 sreg taraf sig. α = 0,05 yang artinya adalah sig. 0,012 < 0,005, 2 = 1,943 dengan biji sig. = 0,000 ada pada taraf sig. α = 0,05 yang artinya bahwa sig. 0,000 < 0,005. Dari hal tersebut dapat diartikan bahwa H0 ditolak dan H1 dipedulikan, sehingga penali yang dapat ditarik adalah mindset dan metakognisi berwibawa signifikan terhadap hasil belajar siswa. Tentang analisis regresi linear berganda diperoleh persamaan garis regresi : Y= -62,446+ 1,351(X1) + 1,943(X2). N domestik situasi tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan skor koefisien mindset dan metakognisi terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 2 Barombong, di mana setiap kenaikan 1 poin X 1 mengakibatkan 1,351 maka hasil belajar matematika (Y) meningkat, kenaikan 1 poin X2

9
76 mengakibatkan 1,943 maka hasil belajar matematika meningkat. Jadi semakin tinggi mindset siswa dan metakognisi siswa maka keduanya akan berpengaruh pada hasil membiasakan matematika. Dalam menguji hipotesis ini digunakan uji F nan adalah pengujian secara serentak antara laur mindset (X1) dan metakognisi (X2) yang di mana hasilnya adalah variabel mindset dan metakognisi secara serempak berkarisma terhadap hasil belajar murid (Y) papan bawah VII SMP Negeri 2 Barombong. Dari diagram ANOVA diperoleh Fhitung = 27,338 Untuk Ftabel dengan taraf pengertian sebesar 5% diperoleh Ftabel = 3,15 Skala keduanya memberikan hasil : Fhitung > Ftabel (27,338 > 3,15) Karena Fhitung > Ftabel (27,338 > 3,15) maka H0 ditolak dan H1 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa mindset dan metakognisi secara bersama-sama berwibawa penting terhadap hasil belajar pesuluh. Sedangkan kerjakan melihat seberapa besar pengaruh mindset dan metakognisi terhadap hasil belajar ilmu hitung petatar bisa dilihat sreg tabel 4.13 Tabel 8 Koefisien Determinasi X1 & X2 dan Y Model Summary Teoretis R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1,697 a 0,485 0,467 16,265 a. Predictors: (Constant), Metakognisi, Mindset Berlandaskan tabel 9, Ry(1,2) sebesar 0,697 signifikan bahwa hubungan nan tinggi antara mindset (X1) dan metakognisi (X2) dengan hasil sparing matematika (Y) karena 0,697 congah puas jeda 0,600 0,799 dengan kriteria yang hierarki, selanjutnya diperoleh nilai R 2 y(1,2,3) 0,485 yang mengandung arti bahwa yuridiksi mindset dan metakognisi terhadap hasil sparing siswa adalah sebesar 49 % (pembulatan dari 48,5 %) sehingga ada pengaruh yang signifikan antara lentur (X1) dan (X2) secara bersamasama dengan variabel (Y). Secara segmental, analisis yang digunakan merupakan melihat ponten thitung, dimana ponten thitung mindset sebesar 2,582 > ttabel yaitu 2,001 sig. = 0,012, artinya mindset berpengaruh lega hasil belajar pesuluh. Nilai signifikannya yakni 0,012 puas taraf sig. α = 0,05 yang berharga sig. 0,021 < 0,005, nan bermakna Keadaan tersebut berarti H 0 ditolak dan H1 dipedulikan, maka dapat disimpulkan bahwa mindset berpengaruh berjasa terhadap hasil belajar siswa. Padahal buat metakognisi, skor kaki langit hitung sebesar 4,363 > ttabel yaitu Hal tersebut bermanfaat H0 ditolak dan H1 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa metakognisi berpengaruh signifikan terhadap hasil sparing siswa. Cak bagi nilai kontribusi mindset dan metakognisi dihitung dengan menggunakan nilai sumbangan efektif

10
77 dan menghasilkan 16,4% untuk kontribusi mindset dan 32,1% untuk kontribusi metakognisi. Hasil perhitungan perangkaan di atas menunjukkan bahwa terdapat kekuasaan berjasa antara mindset dan metakognisi terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Barombong Pembahasan Bersendikan hasil analisis supremsi plastis mindset dan metakognisi terhadap hasil belajar ilmu hitung siswa kelas VII SMP Provinsi 2 Barombong diperoleh bahwa fleksibel mindset dan metakognisi secara berbarengan berpengaruh berguna terhadap hasil sparing siswa. Kendatipun angka pengaruhnya positif, nilai kekuasaan mindset dan metakognisi terhadap hasil belajar ilmu hitung dulu mungil. Kontribusi Metakognisi lebih lautan dibanding kontribusi mindset. Hal tersebut berarti sonder mindset dan metakognisi, masih banyak terdapat variabel bukan yang berpengaruh daripada mindset dan metakognisi. Dalam pengambilan data di pelan, pengkaji harus berusaha gentur mengumpulkan data sebab pembelajaran online di waktu endemi mengarah menciptakan menjadikan siswa berlatih ekstra lakukan mengarifi pembelajaran daring dan siswa cenderung menundanunda pengerjaan tugas, terlebih sekali lagi tugas yang diberikan merupakan soal esai matematika. Hal ini dikarenakan pelajar bermindset tekor, sebab situasi seperti ini sudah totalitas membuat mereka beraksi acuh dengan tugas ilmu hitung, sementara itu buat murid yang awalnya bersikap nonblok terhadap pelajaran matematika, beberapa di antara mereka telah suka-suka yang menjadi kurang senang terhadap ilmu hitung. Jika disimpulkan, karena mindset lah maka hasil belajar siswa belum maksimal. Mindset berpengaruh berharga terhadap hasil berlatih petatar. Keadaan ini memperkencang deskripsi teoritik bahwa pelajar dengan Mindset berkembang (Growth Mindset) akan terpicu untuk belajar dan senantiasa meningkatkan persuasi sampai ke tujuannya sehingga saat pembelajaran ilmu hitung, petatar tersebut aktif dan dapat menjawab permasalahan ilmu hitung sehingga hasil belajar yang didapatkan juga akan lebih baik. Hasil penekanan ini seia sekata dengan pengkhususan yang dilakukan oleh Andriani (2013) yang menyatakan bahwa momen penelitian terletak beberapa responden dengan mindset tetap sehingga terbatas menyukai matematika terserah pula yang responden dengan mindset berkembang nan berpendapat bahwa ilmu hitung yaitu tuntunan runyam yang menantang. Bermula penajaman tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika responden yang menyukai matematika lebih baik dibanding hasil belajar responden nan tidak mengesir ilmu hitung. Hasil penelitian lain nan relevan yaitu penelitian yang dilakukan oleh Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian nan dilakukan oleh Fandy Rahardi dan Kukuh Dartanto (2021) yang menunjukkan bahwa 28% siswa SMP di kabupaten Beji, Depok nan memiliki mindset berkembang dengan rata-rata ponten matematika sebesar 39,05. Setelah mengontrol martabat sosialekonomi pesuluh dan faktor lainnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa mindset dapat berperan privat mempengaruhi hasil berlatih, meskipun alhasil nisbi lemah. Keimanan yang lebih kuat pada mindset berkembang secara positif dapat meningkatkan hasil membiasakan matematika. Makanya karena itu, ke depannya terdepan untuk mengatasi

11
78 penyakit ini dengan menunda siswa bikin berkeyakinan diri dan beriktikad bahwa intelek dapat dikembangkan. Selain itu terdapat pula terdapat pelajar yang tetap mengumpulkan tes hasil belajar matematika tetapi nilainya masih belum mencapai KKM sekolah. Hal ini bisa terjadi pada siswa nan taat bebas terhadap pelajaran matematika dan bermindset berkembang, namun metakognisinya belum masuk kategori tinggi. Metakognisi yang belum mencapai kategori tinggi berarti bahwa pelajar tetapi meniru cara yang diajarkan oleh guru minus sepenuhnya mengerti barang apa yang ia kerjakan dan siswa berorientasi kurang mengevaluasi dirinya sendiri, sehingga menyebabkan hasil belajar matematika kurang maksimal. Maka dari itu karena itu, dapat disimpulkan bahwa metakognisi mempengaruhi hasil belajar peserta Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian nan dilakukan makanya Fajriani dan Cuaca dahniar (2016) Kekuasaan Metakognisi Terhadap Hasil Berlatih Matematika Siswa Kelas bawah X SMA Negeri Se Kabupaten Bulukumba. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa: (1) Sebagian besar siswa Kelas X SMA Negeri se Kabupaten Bulukumba memiliki metakognisi yang berada lega kategori tinggi, (2) Metakognisi berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil sparing matematika. Riset kembali sepikiran dengan penajaman yang dilakukan maka itu Nirfayanti & S, (2021) Pengaturan Kemampuan Metakognisi Terhadap Hasil Belajar Ilmu hitung Murid SMA di mana dalam penelitiannya dapat disimpulkan bahwa kemampuan metakognisi pesuluh yang mencakup pengetahuan metakognisi dan pengalaman metakognisi masingmasing berada plong kategori menengah dan tinggi, serta kemampuan metakognisi berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa sebesar 5,8%. DAFTAR PUSTAKA Wacana Andriani, I. N., Maulidyati, I., Rochaya, M., Artidatari, S., Kuncoro, W. H., & Septyana, W. (2013). Dominasi Mindset Terhadap Hasil Pembelajaran Matematika. Retrieved from PENGARUH_MINDSET_TERH ADAP_HASIL_BELAJAR_MAT EMATIKA Fajriani. (2016). Pengaruh Metakognisi Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA Negeri Se Kabupaten Bulukumba. Prosiding Seminar Kebangsaan Volume 02, 285. Palopo : 16 Juni Gunawan, C. (2020). Mahir Menguasai SPSS Panduan Praktis Mendidik Data Penelitian New Edition Buku Bikin Orang Yang (Merasa) Lain Boleh Dan Enggak Doyan Statistika (1st ed.). Deepublish. Nirfayanti, & S, E. (2021). Pengaruh Kemampuan Metakognisi Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMA Effect of Metacognition Skills on Mathematics Learning Outcomes of High School Students. Mathline: Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 6(1), Pratama, L. D., & Lestari, W. (2017). Kemampuan Berpikir Reaktif Siswa internal Menuntaskan Soal

12
79 Performance Task. Seminar Matematika Dan Pendidikan Ilmu hitung UNY. Yogyakarta, 11 November.: Universitas Negeri Yogyakarta. Rahardi, F., & Dartanto, Lengkung langit. (2021). Growth mindset, delayed gratification, and learning outcome: evidencefrom afield survey of least-advantaged private schools in Depok-Indonesia. Heliyon, 7. Retrieved from Ramadhan, M.., & Winaryati, E. (2016). Korelasi Metode Pembelajaran Terhadap Mindset Pesuluh Pada Tutorial Kimia. Jurnal Pendidikan Sains (JPS) Universitas Muhammadiyah Semarang, 4(1), Sholihah, U. (2016). Membangun Metakognisi Peserta Intern Memecahkan Masalah Ilmu hitung. TA ALUM, 4(1), 85. Tammara, A. (2020). Mindset Yaitu Semua Informasi nan Harus Sira Ketahui! Retrieved July 2, 2022, from set-adalah/

Source: https://docplayer.info/228213229-Pengaruh-mindset-dan-metakognisi-terhadap-hasil-belajar-matematika-siswa-kelas-vii-smp-negeri-2-barombong.html