Bagian Bagian Mixer Dan Fungsinya

Daftar pokok

  • 1
    = Audio Mixer

    • 1.1
      Menu Publik Pada Mixer

      • 1.1.1
        Gain
      • 1.1.2
        EQ pada channel
      • 1.1.3
        EQ yang fix
      • 1.1.4
        Sweepable EQ
      • 1.1.5
        Pengaturan lainnya pada channel

        • 1.1.5.1
          48v Phantom
        • 1.1.5.2
          PAD
        • 1.1.5.3
          Reverse
        • 1.1.5.4
          Mic/line
        • 1.1.5.5
          High Pass penapis
        • 1.1.5.6
          EQ In/Out
        • 1.1.5.7
          Group Assigns
        • 1.1.5.8
          PFL dan Istimewa
        • 1.1.5.9
          Auxiliary Sends
        • 1.1.5.10
          Pre Fade
        • 1.1.5.11
          Post Fade
        • 1.1.5.12
          Auxiliary Suhu
        • 1.1.5.13
          Auxiliary Return
    • 1.2
      Terlihat Belakangan

      • 1.2.1
        Line input
      • 1.2.2
        Insert
    • 1.3
      Gabungan Audio Mixer

      • 1.3.1
        Basic input controls
      • 1.3.2
        Auxiliary send routing
      • 1.3.3
        Channel EQ
      • 1.3.4
        Subgroup and mix routing
    • 1.4
      Wacana

= Audio Mixer

mixer berfungsi sbg peramu suara, suatu mixing console, apakah itu analog maupun digital, atau juga disebut soundboard / mixing desk (papan suara) adalah satu peralatan elektronik yang berfungsi memadukan (lebih tersohor dengan istilah “mixing”), pengaturan jongkong (routing) dan mengubah level, serta koordinasi dinamis dari sinyal audio. Sinyal – sinyal nan telah diubah dan diatur kemudian dikuatkan oleh penguat pengahabisan atau power amplifier.

Audio mixer secara lapang dipakai dalam bervariasi kebutuhan, termaktub sanggar rekaman, sistem panggilan publik (public address), sistem penguatan bunyi, mayapada penyiaran patut radio ataupun televisi, dan juga pasca produksi pembuatan bioskop. Suatu contoh yang penerapan tertinggal, n domestik suatu pertunjukan musik misalnya, sangatlah tak efisien bila kita memakai masing masing amplifier untuk mengeraskan setiap fragmen patut suara vokal pendendang dan alat alat nada yang dipertontonkan maka dari itu band pengiringnya.

Disini Audio mixer akan menjadi episode penting sbg titik penghimpun berpokok masing masing mikropon yang terpancang, mengatur akbarnya level kritik sehingga keseimbangan level bunyi patut dari vokal maupun musik akan bisa dicapai sebelum diperkeras oleh amplifier.
Mixer yaitu salah suatu instrumen silam populer selepas microphone. Kita semakin mengenalnya dengan sebutan mixer, bisa jadi kebanyakan kita menyebutnya demikian karena fungsinya nan memang mencampur segala celaan yang turut, kemudian men-seimbangkannya, menjadikannya salura dua kanal (L-R jikalau stereo, dan suatu jika mono), kemudian mengirimkannya ke cross-over giat bau kencur diumpan ke power amplifier dan terakhir ke speaker.

Mixing console menerima beragam sumber suara. Bisa dari microphone, perkakas musik, CD player, tape deck, atau DAT. Semenjak sini dengan remeh bisa dilakukan kekuasaan level masukan dan keluaran mulai mulai sejak nan sangat lembut sampai keras. Kalau kita misalkan suatu system audio iu umpamakan sbg fisik manusia, snake cable bisa kita umpamakan sbg system syaraf, dan mixing console sbg jantungnya.

Bila terjadi satu masalah dengannya, berguna system tersebut semenjana n domestik kelainan akbar. Salah satu syarat terpenting dalam mixing console nan sepan yaitu mempunyai input gain yang layak, pengaturan eq yang juga patut. Karenanya dengan demikian akan bisa dilakukan pengaturan yang semakin kamil dan optimal terhadap setiap input microphone, atau apapun yang menjadi sumber suaranya. Bersusila banyak tipikal pengaturan yang terdapat dalam suatu mixing console.

Gain

Disebut juga input level atau trim, sah terdapat pada urutan sangat atas dari setiap channel mixing console. Fungsinya merupakan untuk menentukan seberapa sensitive input yang kita inginkan dituruti oleh console. Apakah berupa signal mic alias faktual signal line (keyboard, tape deck, dll). Tombol ini akan sangat menolong untuk mengatur signal yang akan masuk ke console. Bila signal ruai, karenanya dapat dilakukan penambahan, bila bersisa langgeng boleh diturunkan.

Teoretis : untuk pendendang yang suaranya litak atau tak meiliki power yang layak, diperlukan penyisipan gain nan semakin. Sedangkan untuk gebukan kick kanyon, kali dilakukan dengan sedikit penyisipan. Ini dilakukan meski menjaga setiap input yang ikut ke mixer tetap optimal. Input gain yang berlebih akbar akan menyebabkan penyimpangan, sedangkan jikalau plus lemah akan membutuhkan penambahan yang bila amat lalu akan menyebabkan noise.

Makara input gain stage yaitu situasi yang lampau terdepan dan reseptif, karena semenjak sinilah seluruh suara miring yang n kepunyaan nilai dimulai. Karenanyanya usahakanlah lakukan menjaga supaya setiap input tetap clean dan clear sebisa mungkin. Karena noise dan distorsi yang diakibatkan dalam poin ini akan mengalir terus ke seluruh system dan membentuk seluruhnya makara terganggu. Bila ternyata input gain tinggal akbar atau bahkan terlalu akbar sehigga setelah diturunkan juga sedang saja sesak abadi, jadinya untuk itu terwalak switch PAD plong console yang fungsinya yakni bagi mengedrop gain input signal start –20 hingga –30 db.

EQ plong channel

Pada setiap channel di mixing console kerap terdapat Equalizer Section. Fungsinya yaitu sbg pengatur tone untuk berpenyakitan-modifikasi celaan yang timbrung sreg channel tersebut. Umumnya sound engineer memperagakan pergantian sound melewati EQ punya intensi dua :

  1. bakal mengubah sound instrument menjadi sound yang semakin disukai
  2. lakukan memintasi kekerapan dari input yang bermasalah, misalnya feedback, dengung, overtune, dan lain-lain.

Dominasi yang dulu mendasar bersumber EQ ialah berupa Low dan Hi, kemudian penambahan dan ki pemotongan (boost/cut). Maupun bersusila juga yang semakin kompleks dengan 4 jalur dengan maslahat yang full parametric. Saja bukan perduli seperti segala apa tipe EQ yang terdapat dalam console, karena taat dalam harapan nan sama bagi menolong menemukan sound yang terbaik.

EQ yang fix

Nan dimaksud fix di atas adalah pada EQ tersebut tak mempunyai pentol untuk memilih frekuensi yang akan di-setting. Karena frekuensi nan akan “dikerjai” sudah lalu diputuskan dari pabrik. Pembagian frekuensi puas EQ jenis ini mirip dengan pembagian yang terletak plong crossover, namun terdiri atas :

  • Low, dan hi-puas EQ 2way
  • Low, Mid dan Hi-puas EQ 3way
  • Low, Low Mid, Hi mid dan Hi-pada EQ 4 way

Mengocok tombol boost/cut akan memberi dominasi sampai 12 ataupun 15 db tergantung mixing console apa nan sira gunakan.

Sweepable EQ

Halal disebut Quasi Parametric atau Tunas Parametric (bukan full parametric-karena tanpa pengatur bandwitch). Pada EQ yang full parametric kita bisa menyerupakan pengaturan cak bagi setiap parameternya. Apakah itu parameter frekuensi, bandwitch, atau parameter level. EQ tipe ini punya kemampuan set-up yang sangat fleksibel, dan galibnya menyediakan pengontrolan mid-range dengan system EQ-3 atau 4 jalur.

Cara kerja :

  1. Lakukan pemutaran pada kenop freq kerjakan mengidas freq yang akan diatur.
  2. Putar tombol boost/cut untuk penambahan atau pengurangan pada frekuensi yang kita pilih tadi. Misalnya untuk mengatur frekuensi low mid pada lurah.
  3. Biarkan frekuensi bukan tetap pada sound rumah.
  4. Putar tombol boost/cut sebatas habis ke kiri, alias pada posisi anggaran jam 7.
  5. Putar tombol frekuensi sampai sound yang terdengar boomy tadi terdengar hilang.
  6. Setelah kekerapan yang dicari ketemu, lakukan yuridiksi lagi plong kenop boost/cut. Karena memperagakan penyederhanaan nan terlalu ekstrm sreg kekerapan low mid bisa mengakibatkan sound yang terdengar “zero”.

Kita kembali bisa menyerupakan dominasi untuk vokal puas frekuensi 3,5KHz saja tanpa memengaruhi semuanya kekerapan Hi Mid lainnya. Mixing console dengan pengaturan mid solo kebanyakan boleh dibeli dengan harga yang semakin ekonomis, sementara mixing console varian tak yang dilengkapi dengan pengaturan Low Mid dan Hi Mid sangkil-terka semakin mahal.

Benar juga lengkap pengaturan Eq dengan tombol Mid yang sebenarnya selevel saja dengan jenis sebelumnya. Hanya saja tombol pemilih kekerapan dan tombol cut/boost sopan dalam satu tempat. Untuk frekuensi diatur maka dari itu tombol yang sebelah luar, medium untuk boost atau cut dilakukan oleh tombol sebelah n domestik. Tipe ini sekali lagi caruk terwalak pada mixing console yang full parametric Eq dengan system 4 way. Desain seperti mana ini dilakukan oleh pabrik pembuatnya karena gagasan menghemat tempat. Desain satu mixing console sekali lagi yaitu suatu hal yang terdahulu dan menentukan.

Pengaturan lainnya pada channel

48v Phantom

Benar beberapa variasi microphone yang salah satunya adalah yakni mic condeser, mic spesies ini penis tenaga tambahan untuk membuatnya memperagakan karier. Cak bagi itulah tombol 48v phantom berfungsi yang bila diaktifkan akan mengirim 48v DC ke microphone sbg penyuplai tenaga, atau kembali ke DI Box giat. Perhatikanlah baik-baik, karena pada beberapa mixing console bukan terdapat switch phantom secara individual, melainkan hanya terdapat suatu tombol saja bakal mengaktifkan phantom bikin seluruh channel, karenanya periksalah bahkan dahulu, bila seluruh kabel nan terkonek ke konsole merupakan yakni input balance, ini tak akan menimbulkan masalah. Namun bila pelecok satu atau beberapa di selanya ialah tidak balance, karenanya ini akan menimbulkan masalah.

PAD

Seperti mana nan sudah diterangkan sebelumnya, tombol ini berfungsi cak bagi mengurangi gain input pecah 20 samapi 30db. Tombol ini bukan ialah tombol putar nan boleh diatur pengurangannya, melainkan tombol tekan. Bila tombol PAD ditekan gain input akan menjadi kurang pelana 20 sampai 30db terampai mixer (baca:manual booknya). Dan bila anda minus teliti, ini akan menyebabkan mic kaprikornus tak terdengar karena pengurangan tersebut. Jadi pentol PAD diperlukan hanya untuk signal yang overload. Dan itupun bila pasca- diturunkan pada pentol gain ternyata medium tetap bersisa kuat.

Reverse

Merupakan buat membalikan phase. Puas setiap pemerolehan besar perut terdiri minimal semakin dari satu sambungan. Misalnya microphone nan dengan konektor XLR tentu terletak tiga pin (pin1-ground, pin2-hot/positif, pin3 cold/negatif). Bila salah suatu pin tertuntung (pin2 dan pin3), kesudahannya suara miring yang dihasilkan akan berlainan. Ini adv amat terasa bila terjadi pada channel kick leger, jikalau pin bersusila pada posisi benar, karenanya puas kala kick dihentak, konus speaker akan memperagakan usaha kedepan dan menghembuskan awan ke arah beliau bukannya ke belakangan. Sedang jikalau pin menjempalit, konus akan menyimulasikan usaha ke belakangan dan menghisap peledak dari jihat sira.

Untuk itulah tombol reverse bermakna, yang bila diaktifkan akan menyungsangkan phase dari channel (positif menjadi negatif). Ini lagi bermanfaat untuk kasus dua biji pelir mic dengan posisi sangat berapatan sehingga terjadi canceling phase, yang akan mengakibatkan sound terdengar hampa (dengan kekeringan suara rendahnya). Situasi ini sering terjadi bila anda lain teliti terhadap seluruh plus minusnya kabel. Dan jangan cepat panik bila rekata engkau setting disuatu tempat, anda mendengar musik terbatas nan terlihat gontai, bisa terjadi dikarenakan keterbalikan phase tersebut.

Eksemplar tercecer : hubungkan output dari cd player ke mixing console dan dengarkan suaranya dengan seksama. Kemudian tekanlah tombol reverse dari keseleo suatu channel. Dengarkan lagi suaranya, pasti pelecok satunya semakin patut.

Mic/line

Switch tekan ini cak bagi mengubah sirkit gain control. Terjemur apakah yang menjadi input yaitu mic, effect return alias tape deck/CD. Pada banyak mixing console terwalak terminal input yang terpisah sekedup mic dan line input pada channel yang sebabat. Input mic umumnya memakai tipe konektor balans 3 pin XLR atau kadang biasa disebut jack Canon. Sementara itu line input memakai jack seperti yang stereotip dipakai jack gitar.
Kejadian ini memungkinkan bakal mencolokkan dua input yang berlainan dalam satu channel, dan switch ini untuk mengaktifkan salah satu input yang kita inginkan di sekedup keduanya. Sbg contoh, anda bisa mencolokkan effect return dngan gain nan diset rendah puas mic input kemudian mencolokkan lagi tape deck lega line input channel yang sama. Pada rasi band madya show dan tape deck tak diperlukan, engkau tinggal men-switch tombol tersebut plong posisi mic. Kemudian pada kala band sudah berhenti dan butuh playback musik terbit tape deck/CD, sira pula tinggal men-switchnya pada posisi line. Ini bisa dilakukan kerjakan menghemat channel, khususnya apabila console yang dipakai tak terlalu akbar.

High Pass filter

Akan memotong frekuensi rendah mulai sejak input yakni dari 80 Hz ke bawah. Ini bisa diaktifkan (IN) bila berpokok sumber suara lain menghasilkan celaan dengan jangkauan kekerapan serendah itu. Misalnya Hi-Hat, vokal, gitar (khususnya akustik). Hanya tak perlu diaktifkan (OUT) terhadap channel drum (kick dan bilang tali kendali) dan bass gitar akustik. Karena bila diaktifkan akan mengakibatkan channel tersebut kekurangan frekuensi rendahnya.

EQ In/Out

Yaitu switch terlambat untuk mengaktifkan dan menon-aktifkan section EQ pada channel. Juga bermanfaat bagi membandingkan sound yang telah diEQ hanya dengan menekan pentol tersebut wara wiri.

Group Assigns

Disebut juga Subgroup Assigns, saja terdapat pada mixing console nan mempunyai group. Misalkan sreg mixing console tersebut tertulis 16/2 berguna 16 channel 2 output (L/R). Ini menunjukkan bahwa mixing console tersebut tidak punya group. Saja bila tertulis 16/4/2, ini berfaedah mixing console tersebut mempunyai 16 channel, 4 group dan 2 master L/R. Group assigns yaitu yang menentukan kemana signal channel akan dikirim. Apakah ke group alias ke master L/R. Misalnya dalam satu mixing console yang mempunyai 4 group, kita boleh mengirim seluruh channel leger ke group 1, mandolin dan bas ke group 2, keyboard ke group 3 dan vokal ke group 4.

Sedangkan bila tersuguh 8 group, kita boleh memperagakan hal yang sama namun seluruhnya dalam stereo. Yang kemudian seluruhnya dikirim ke temperatur L/R. Mungkin akan ketimbul pertanyaan, sepertinya ini bukan sedemikian itu berfaedah, karena kemudiannya seluruhnya dikirim juga ke master L/R. Bukankah semakin patut mengatur refleks dari master? Cuma kerumahtanggaan kenyataannya tak begitu. Misalnya pada kala soundcheck kita sudah lalu membalans dan menyetarafkan seluruh channel dan kemudian kita gabungkan dengan bass gitar dalam group 1-2.

Puas kala pertunjukan sedang berlanjut, kita sahaja terbiasa mengawasi group 1-2 saja untuk mengontrol level semuanya channel drum dan bass. Seperti itu juga dengan backing vokal atau instrument yang kita gabungkan intern group yang setimpal. Bilang akbar group assigns lagi dilengkapi dengan pan control spesifik. Memakai group akan dulu menolong kita mengoperasikan system lega penampilan live.

signal terbit channel bisa dikirim ke group mana yang kita mau atau juga dikirim ke master. Misalnya kita kirim channel penyanyi utama ke master L/R medium channel dari backing vokal ke group yang kemudian di-insert gate hanya bakal group tersebut. Dan sedang banyak probabilitas lain.

PFL dan SOLO

Kenop PFL (Pre Fade Listening) akan menolong untuk mendengar (melewati headphone) channel yang tombol PFL / SOLOnya diaktifkan. Juga untuk men-check gain signal pada channel. Misalnya plong kala soundcheck, sebelum membuka fader dari channel, tekan tombol PFL, karenanya puas led indeks channel akan tertumbuk pandangan seberapa akbar gain input nan ikut (apakah overload atau bersisa kecil) sebelum suara dikirim ke seluruh system.
Plong sejumlah tipe mixing console terdapat belaka cembul Tunggal yang bermanfaat sreg kala soundcheck dan berfungsi kerjakan mengirim namun channel yang ditekan kenop solonya ke master L/R. Ingat! Pastikan cembul ini dalam posisi out sebelum band start kaprikornus anak bangsawan. Atau ini akan menjadi kejadian yang sangat memalukan.

Auxiliary Sends

Bersumber tombol putar ini bisa dikirim signal dari channel tersebut keluar mixing console (melintasi perhentian aux out pada halte keluaran di panel belakangan mixer), kemudian pecah cembul ini juga boleh dikontrol level signal yang dikirimnya tadi. Signal yang dikirim ini terpisah separas sekali berpangkal keluaran master. Ini bermanfaat cak bagi mengirim signal ke system monitor, maupun juga ke beragam jenis unit effec, dan dari keluaran effect dikirim kembali ke channel yang berlainan lega mixing console. Mixer yang pling sederhana sekalipun setidaknya mempunyai satu alias dua AUX SEND. Satu kerjakan utus signal ke monitor dan satu untuk mengrim effect (echo, reverb). Medium lega mixing console yang semakin akbar punya 4-6 atau 8 aux send nan kemudian dibagi lagi atas Pre Fade atau Post Fade.

Pre Fade

Plong mixer akbar umumnya terdapat auxiliary yang terbagi atas pre fade dan atau post fade. Signal yang dikirim dari Pre fade tak merasakan yuridiksi dari channel atau belum merasakan ronde dari channel. Itulah karenanyanya Pre fade yang Pre EQ patut dan ideal dipakai buat mengirim signal ke monitor section.

Post Fade

Yaitu kebalikan dari pre fade. Nan seluruh signal nan dikirim menerobos post fade yaitu sudah melangkahi ronde dari channel atau ikut kekuasaan dari channel fader, layak EQ maupun levlnya. Post fade cak acap dipakai buat mengirim signal ke effect, atau menugasi signal ke mixer nan tepisah bikin kebutuhan broadcast (Stasiun TV alias Radio), dan tak-lain. Enggak benar keterikatan internal penyaringan pemanfaatan Auxiliary Send. Bisa namun memakai Pre fade lakukan mengirim signal ke effect karena akan memperoleh level original dariminput. Sahaja tetapi tetap teristiadat menyimulasikan pengontrolan level pecah effect pada kala yang bersamaan.

Auxiliary Master

Setiap auxiliary dari channel mempunyai satu tombol sekali lagi sbg pengatur level untuk semuanyanya. Misalnya aux 1 setiap channel memiliki master aux 1 untuk mengatak seluruh level dari aux 1 setiap channel. Begitu juga auxiliary lainnya. Nan berharga bila mixer meiliki 4 auxiliary out, risikonya akan terdapat 4 auxiliary master. Perhatikan bilang pentol sepertalian seperti Aux Temperatur, Effect Guru, Monitor Suhu, atau sesuatu yang kurang semakin yaitu berfungsi sama. Lakukan pen-settingan awal pencong pentol tersebut sreg posisi jam 2, baru bakal pen-settingan pada channel. Bila ternyata sedang kurang kuat, tambah lagi, atau bila plus keras, kurangi. Seluruhnya tergantung situasi.

Auxiliary Return

Signal yang telah dikirim melewati auxiliary out ke unit effect apakah Delay, Reverb maupun lainnya akan dikirim kembali ke mixing console bakal digabungkan dan diseimbangkan secara tepat dengan level dari signal orisinil source tadi. Walupun layak banyak pula mixing console yang mempunyai pengaturan effect return secara individual. Yang lazimnya bukan privat pulang ingatan slider (potensio geser). Bila memang sedang terdapat channel nan bisa dipakai sbg pemerolehan effect, kita bisa memperagakan pegaturan sengan slider nan semakin melicinkan seperti memperagakan pengaturan pada channel standard. Belaka pengaturan dengan aux return juga sama seperti yang kita lakukan pada channel, cuma dengan memutar ke arah kanan dan kidal untuk menambah dan mengurangi level effect. Perhatikan! Bila ia membuka kurang semata-mata Aux Send dari channel nan telah dipakai sbg effect return, akan mempunyai dampak feed back dan noise. Atasi lekas dengan mengedrop level berpokok channel, kemudian periksa Aux Send pada channel.

Terpandang Belakangan

Yaitu menjadi salah satu yang suntuk-suntuk terdahulu untuk dipehatikan. Karena disinilah seluruh kabel (baik input ataupun output) terhubung. Tersurat dari snake kabel, tape deck/CD, alias pun untuk mengirim ataupun mnerima effect (send/return), setakat ke bermain output (bakal utus ke seluruh system terdepan).Berlainan tipe dan merk mixing console akan berlainan lagi posisi panel belakangannya (yang takdirnya dia teliti karuan tak akan terlalu membingungkan). Buat setiap cahnnel terletak terminal masukan mic yang kebanyakan terdiri dari konektor XLR. Namun benar juga beberapa lainnya sbg berikut :

Line input

Masukan selain perolehan mic, sahaja terpisah (biasanya dengan jack gitar balance/TRS).

Insert

Dipakai bakal mengolah signal melewati effect seperti Gate, Compressor maupun EQ belaka buat channel yang diinsert saja, berfungsi bila kita bercita-cita memakai effect atau apapun untuk memproses sahaja suatu channel tetapi yang kita inginkan. Karena insert yaitu kempang buat mengalirkan dan menerima kembali signal yang sudah diproses oleh effect atau instrumen apapun. Bila terdapat dua berfaedah suatu untuk perolehan (IN) dan satu untuk keluaran (OUT) nan selalu diberi tanda bakal gubahan Insert In dan Insert Out, bila terdapat hanya suatu, ini karuan terdiri berpokok jack balance TRS (Tip Ring Slave). Komisi ialah sbg IN, Ring ialah sbg OUT, dan Slave yakni sbg GROUND. Selain itu lagi terdapat line out maupun direct out khusus, yang selalu dipakai buat aplikasi rekaman per-track, ini bisa doang Pre Fade alias Post Fade, tergantung consolenya.

Pada section master terdapat beberapa perhentian lagi seperti : Auxiliary Out yang biasa tertulis Aux snd 1, Aux send 2, dan seterusnya. Ataupun juga dengan logo Effect Out, Monitor Out, terjemur apa nan terdaftar plong tombol-tombol panel pengontrolnya. Setiap group mempunyai kluaran saban dan besar perut dilengkapi dengan insert group. Insert Group dapat dipakai bila kita sekadar bertarget memproses signal di goup tersebut. Misalnya seluruh channel vokal dikiim ke group 1, kemudian kita menandai-insert compressor hanya bakal group suatu yang mengandung vokal.

Banyak console yang didalamnya terdapat power supply. Tetapi banyak kembali nan memakai power supply terpisah, memakai multi pin nan terkoneksi ke console. Perhatikan voltase yang diperlukan untuk menyalakannya sebelum mencolokkan k listrik. Terminal keluaran untuk Master kanan dan kiri terdiri dari konektor XLR atau jack. Doang juga tak musykil terdiri dari keduanya. Selain itu juga terdapat keluaran mono yang terpisah yaitu penggabungan semenjak keluaran (kiri/kanan) nan juga dilengkapi dengan pengontrolan koteng. Mungkin akan terletak amat sangat terminal lega panel belakangannya.

Meja mixing milik BBC, Local Radio Mark III

Susunan Audio Mixer

Konsul Audio mixing Yamaha 2403 audio mixing console sreg aplikasi tontonan kontan

Sagur masukan (input) kebanyakan dibagi menjadi bilang bagian:

  • Input Jacks / penguat wajah mikropon (Microphone preamps)
  • Basic input controls
  • Channel EQ (High, Mid high,Mid and low)
  • Episode Routing termuat Direct Outs, Aux-sends, Panning control and pengalamatan Subgroup
  • Input Faders
  • Subgroup faders
  • Output controls tertulis Temperatur level controls, EQ dan/atau Matrix routing

Pada konsul mixer hasil pekerjaan yamaha di samping beberapa episode tersebut diberi kode-kode warna bakal memudahkan identifikasi yang cepat oleh operator.
Tergantung berpokok keberagaman mixernya, apakah itu input mono atau stereo mempunyai jalur input dengan pengaturan sendiri-sendiri pada setiap inputnya. Puas beberapa akbar mixer, setiap terusan mempunyai jenis input XLR,RCA, atau Jack input ukuran 1/4 inci.

Basic input controls

Dibawah setiap inputnya, biasanya terwalak bilang pengatur putar (knobs, pots). Purwa kebanyakan suatu pengatur gain alias disebut trim. Input akan mengatur sinyal semenjak peralatan luar dan dan kontrol ini akan mengatur akbarnya pengukuhan ataupun atenuasi sinyal nan diperlukan cak agar level sinyalnya sepan bagi ronde kemudian. Pada langkah ini, dimana beberapa akbar noise dan interferensi akan berpengaruh akbar, dimana kebanyakan mikropon punya gain kurang semakin +50 dB, gain sebesar ini bisa merasakan gangguan.

Balanced inputs dan konektor-konektor, seperti jenis XLR ,Uang lelah-Ring-Sleeve (TRS), jack 1/4 inci, akan mengurangi penyakit gangguan ini. Kemudian akan banyak titik masuk sesudah tingkat buffer/gain tersebut, dimana bila benar send atau return dari prosesor luar hanya akan berkarisma pada kanal nan bermartabat tersebut. tutul perolehan (inser points) biasanya dipakai dengan efek untuk mengatur amplitudo sinyal, seperti pewatas derau (noise gates), pelebar (expander) dan pengompres (compressor).

Auxiliary send routing

The
Auxiliary send
membidikkan suatu sinyal yang turut terpisah ke suatu jalur auxiliary yang boleh dipakai dengan peralatan luar. .
Auxiliary sends
, apakah itu pre-fader or post-fader,dimana level pada suatu pre-fade send diatur dengan the
Auxiliary send
control, sedangkan post-fade sends tersampir pada posisi channel fadernya. .
Auxiliary sends
bisa pula lakukan mengirim sinyal ke prosesor luar begitu juga reverb, yang kemudian bisa diumpan masukkan kembali melangkahi susukan nan lain atau dimasukkan ke auxiliary returns yang ter-hormat pada mixer tersebut. Pre-fade
auxiliary sends
dapat dipakai cak bagi menyenggangkan suatu monitor mix pada musisi di atas palagan, dimana pada monitor mix ini boleh takut sendiri dari jalur mixing utama.

Kayu mixing yang dipakai buat pertunjukan langsung.

Channel EQ

Pengaturan parit nan semakin lanjur merupakan channel EQ. Pengaturan ini mengatur ekualisasi nada-irama frekuensi nada minus (bass), musik medio (midrange) dan nada pangkat (treble). Pada beberapa akbar konsul mixing berukuran lapang (24 kanal alias makin) kebanyakan mempunyai sweep equalization intern satu atau semakin jalur kekerapan yang bermoral nan disebut parametric equalizer. Mixer dengan dimensi semakin kecil mempunyai beberapa atau bahkan tak mempunyai sama sekali equalizer ini. Equalizer juga mengatur supaya level frekuensi siara nan diatur tak terjadi cliping yang akan mengganggu kualitas suara yang dihasilkan sungai buatan tersebut. beberapa mixer sedang n kepunyaan suatu kontrol equalizer umum pada tingkat outputnya.

Subgroup and mix routing

Setiap kanal pada mixer memiliki satu rotary audio tapper mempunyai bangun potensiometer atau potensio meter turun takhta bagi mengontrol level volume tiap parit supaya semakin remeh. Banyaknya input menentukan juga berapa audio fader yang benar. Kemudian terbit setiap terusan nan benar disatukan ke jalur bermain “mix”, maupun sedang dibagi lagi ke beberapa submix. Kompleksitas pengaturan ini terampai pada permohonan apa mixer tersebut akan dipakai. Dan sekali lagi, pada mixer tersebut dipersiapkan “insert point” cak bagi setiap bus atau juga bisa pada semuanya mix.

Bacaan



edunitas.com

Source: http://p2k.unkris.ac.id/id3/1-3065-2962/Audio-Mixer_89652_itkj_p2k-unkris.html

Posted by: soaltugas.net