Bahan Ajar Dan Modul Matematika Materi Kesebangunan Dan Kekongruenan

Pernah nggak sih kamu membidik model dan mematamatai benda-benda di kamil mempunyai bentuk dan ukuran yang sebagai halnya aslinya? Ternyata dalam matematika, fenomena ini dibahas kerumahtanggaan materi

kesebangunan dan kekongruenan
. Pada materi ini, Burhan bakalan mencamkan tentang pengertian gedung sebangun dan kongruen serta syaratnya segala saja sih.

Daftar Isi

  • Denotasi Kesebangunan dan Kekongruenan
    • Kesebangunan
    • Kekongruenan
  • Syarat Kesebangunan dan Kekongruenan
  • Cermin Pertanyaan Kesebangunan dan Kekongruenan



Pengertian



Kesebangunan dan Kekongruenan


Sebelum Burhan membahas lebih jauh tentang materi ini, Burhan bakalan memecah materi ini ke privat dua rajah, yaitu pengertian dan syarat. Burhan bakalan jelasin konotasi berbunga saban kata ialah kesebangunan dan kekongruenan, serta segala apa sih syarat yang menjadikan bentuk geometri itu termasuk kongruen dan sebangun.




Kesebangunan


Pada pembahasan pertama, Burhan bakalan jelasin mengenai konotasi berusul kesebangunan. Dalam matematika, kesebangunan camar banget disimbolkan dengan cap ‘~’. Kalo sira nemuin tulisan sebagaimana ΔABC ~ ΔXYZ di antara dua bangun geometri, maka bangun ilmu ukur tersebut bisa dikatakan sebangun.

Nggak semua bentuk geometri bisa dikatakan bagaikan sebangun. Beberapa bentuk ilmu ukur dikatakan sebangun asalkan mempunyai besar sudut nan bersesuaian dan sama besar. Nggak cuman memiliki lautan sudut yang bersesuaian, tapi perbandingan antara sisi yang bersesuaian harus lagi sama. Kalo pening, bisa mengaram contoh di pangkal ini untuk kesebangunan.

Kesebangunan

Kalo diliat berasal rang di atas, dua buah buram ilmu ukur disebut sebangun dikarenakan punya 3 karakteristik di dasar ini:

  • Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar (jumlah tiap sudut kalo dibandingin dengan bangun lainnya setolok osean)
  • Pajang arah nan bersesuaian seimbang lautan (panjang sisi kalo dibandingin memiliki nilai yang sederajat besar)
  • Rasio dua sisi nan bersesuaian kalo dibandingin memiliki hierarki yang seimbang dan sudutnya selaras.

Beberapa contoh di bawah ini menunjukkan kesebangunan namun memiliki panjang yang berlainan belaka n kepunyaan perbandingan nan proporsional.

  • Kesebangunan Pada Segitiga

Kesebangunan pada Segitiga

  • Kesebangunan sreg Trapesium

Kesebangunan Pada Trapesium




Kekongruenan


Pembahasan kedua yang bakalan Burhan sampaikan yakni Kekongruenan. Berbeda dengan kesebangunan, kekongruenan menyatakan bahwa sebuah pulang ingatan geometri bersifat kongruen kalo memiliki rang dan ukuran yang sejajar. Lazimnya kongruen disimbolkan dengan fon .

Kekongruenan

Kalo ngeliat dari susuk di atas, panjang BC = FG, panjang AB = EF, sudut AD = kacamata EH. Berdasarkan pemberitahuan benda tersebut bisa disebut kongruen. Dua sadar geometri bisa disebut bak kongruen asalkan memiliki beberapa karakteristik di bawah ini:

  • Sisi nan dibandingkan memiliki hierarki sama
  • Dua jihat nan diapit sudut, jika dibandingkan memiliki nilai nan sama osean
  • Sudut, sisi, kacamata pada kedua bangun punya poin yang sebabat besar



Syarat Kesebangunan dan Kekongruena


t



Selepas anda ngerti akan halnya perbedaan kesebangunan dan kekongruenan, terus apa sih syarat sebuah benda bisa disebut

kesebangunan dan kekongruenan
?

Kalo berdasarkan penjelasan sebelumnya, sebuah benda yang disebut sebangun belum tentu memiliki kerangka atau ukuran yang sebabat, sedangkan benda kongruen pastilah mempunyai gambar dan format yang sama.


Sehingga sebuah benda kongruen pasti sebangun, karena kesesuaian antara sudut dan arah yang dibandingkan n kepunyaan nilai yang setolok.


Berbeda dengan kesebangunan, dua bentuk ilmu ukur disebut sebangun belum tentu kongruen karena bentuk sebangun saja fokus pada perbandingan yang sama
.

Semisal panjang garis AB dan AD kalo dibandingkan sama dengan panjang AC dan BC. Dari pemahaman ini, syarat sebuah benda disebut kongruen kesebangunan punya 3 syarat terdepan.

  • Mempunyai janjang sisi yang sederajat besar antara dua bangun datar yang dibandingkan
  • Memiliki sudut yang diapit dua sisi sejajar besar antara kedua bangun membosankan
  • Arah yang diapit oleh dua sudut memiliki nilai yang sama besar

Kamu bisa ngeliat contoh di beberapa bangun di dasar ini nih nan disebut kongruen kesebangunan.



Syarat Kongruen 2




Syarat Kongruen


Biasanya penerapan berusul materi ini digunakan buat mengukur tinggi gedung atau pangkat kayu yang dibutuhin berdasarkan jarak pandang turunan. Kalo engkau tertarik, dia dapat lho belajar lebih jauh tentang materi ini agar dia jadi semakin paham dan pakar.



Contoh Cak bertanya





Kesebangunan dan Kekongruenan


Perhatikan rangka berikut!

Soal Kesebangunan dan Kekongruenan

Panjang dari AC adalah ….

A.
Pilihan A Kesebangunan dan Kekongruenan

B.
Pilihan B Kesebangunan dan Kekongruenan

C. 35

D. 30

E. 42

Pembahasan (A)

Dari soal diatas kita dapat tatap bahwa segitiga sama DBE dan segitiga ABC berhimpit puas satu ki perspektif yang proporsional. Maka itu karena itu, kita boleh katakan kedua segitiga tersebut sebangun. Maka buat mencari AC, kita hanya perlu mencari sisi yang bersesuaian, kerumahtanggaan hal ini kita dapat peroleh biji AC dengan kesamaan seperti berikut

DE/AC = BE/BC

Hanya saja dari soal kita belum menemukan panjang dari DE. Laporan yang bisa kita songsong berikutnya yakni tesmak yang berhimpit sebesar 60o
privat hal ini kita bisa pakai adat kosinus bagi segitiga sama DBE kerjakan mengejar janjang DE.

Pembahasan Kesebangunan dan Kekongruenan

Analisis per sortiran

Saringan A benar karena takdirnya kita masukkan nilai DE ke persamaan kita peroleh

Pembahasan A

Pilihan B salah karena pilihan tersebut ponten dari DE, kerjakan mengejar nilai AC dengan rumus kosinus diperlukan tingkatan AD

Saringan C salah karena tinggi AC bukan pergandaan dari BD dan BE

Pilihan D salah karena perhitungan nan sebaiknya adalah

Pembahasan D

Saringan E riuk karena perhitungan yang seharusnya ialah

Pembahasan E

Makara, jawaban yang benar ialah A.

Lihat Artikel Lainnya!


[Total:
24
Average:
4.2]

Source: https://blog.edukasystem.com/kesebangunan-dan-kongruen/