Bahan Ajar Matematika Model Pembelajarant Mea

Pandemi Coronavirus atau yang dikenal juga misal Covid-19 membuat sekolah-sekolah di Indonesia terpaksa ditutup kerjakan menghindari penyebarannya. Meskipun sekolah ditutup, tak berarti siswa perlop. Siswa harus tetap belajar pecah rumah dengan dibantu guru dan orang tua. Dengan kejadian ini, membuat saya pribadi berpikir dalam-dalam berkanjang bagi menemukan model yang setuju digunakan pada pelajar saya. Karena pada penelaahan sebelumnya saya mendapati beberapa murid saya kesulitan memahami materi yang diajarkan. Terlebih lagi ini dengan model daring penataran jarak jauh.

Buat kepentingan ini, saya sudah memutuskan bahwa saya akan mengajar dengan metode mengajar yang berbeda yang diperkirakan jauh kian melicinkan siswa dalam berlatih. Saya sudah merancang pengajian pengkajian sesuai metode pembelajaran yang akan diterapkan. Sebelum rancangan pendedahan hijau diterapkan, saya sekali sekali lagi mencermati RPP yang sudah saya buat bagi memastikan bahwa tulang beragangan tersebut akan memberikan hasil lebih baik. Sehabis dirasa siap, saya melaksanakan pengajian pengkajian sesuai dengan rancangan. Sehabis selesai pembelajaran, saya kembali mencermati pelaksanaan pembelajaran di kelas bawah, disertai analisis kesesuaiannya dengan RPP. Saya juga mencoba melihat apakah permasalahan pembelajaran yang sebelumnya terjadi mutakadim bisa diatasi.


Saya mendapati banyak siswa saya dan siswa seumuran mereka lebih menyukai membaca wattpad, webtoon, intagram, story wa, dan sosial alat angkut lainnya. Untuk membaca buku pelajaran bahkan ki akal matematika silam rumit mereka cak bagi. Kadang semata-mata dilihat saja. Untuk itu saya berusaha membuat materi nan kira-kira bisa takhlik mereka terbujuk bahkan kerjakan membacanya. Akhirnya saya putuskan Kebijakan Pendedahan Daring nan saya bagi adalah memanfaatkan sempurna Flipped Classroom dan ki alat yang saya gunakan ialah Ki alat Komik Matematika Digital. Untuk membuat media pembelajaran komik matematika digital. Saya buat dengan tuntutan Comic Life. Isi cerita saya ambil mulai sejak nasib sehari-hari dengan menjumut gambar berpokok artis yang mereka sukai dan saya masukkan materi pelajaran.

Topik yang saya cabut adalah materi kelas 8 selanjutnya ialah pada kompetensi asal 3.10 dan 4.10 tentang Statistika (Mean, Modus, Median). Dengan tujuan pembelajaran melalui pengajian pengkajian daring (dalam jaringan) dengan model Flipped Classroom dan Problem Based Learning peserta jaga dapat menentukan ponten kebanyakan (Mean), median, modus dengan menggunakan ki alat komik matematika digital serta dapat menganalisis data dengan membuat survey dan melayani data dalam bentuk google slide.

Untuk materi penelaahan melampaui daring kali ini saya bagi menjadi dua kali pertemuan. Pertemuan pertama sreg masa selasa tanggal 14 April 2022 sesuai jadwal nan dibuat kurikulum, matematika setiap hari selasa. Dengan tujuan pembelajaran melalui pembelajaran daring (dalam jaringan) dengan ideal Flipped Classroom dan Problem Based Learning, petatar didik dapat menentukan nilai rata-rata/mean, median, dan modus dengan menggunakan komik matematika digital. Sebelum memulai tuntunan saya memandu mereka melakukan do’a bersama, mengecek kehadiran mereka dengan menuliskan komentar hadir. Mereka antusias sekali dan lumayan beberapa aktif. Hanya ada beberapa pelajar nan diam belaka lain berkomentar. Kemudian saya menyampaikan tujuan pembelajaran, materi nan akan diberikan menyiapkan dan memotivasi peserta didik untuk terlibat aktif kerumahtanggaan separasi masalah, dan mengklarifikasi ruangan penilaian nan akan digunakan kerumahtanggaan kegiatan atau hasil karya siswa melalui Google Classroom. Saya mengirimkan ke google classroom materi musim ini yaitu Statistika berupa komik ilmu hitung digital dengan file pdf. Mereka antusias sekali membaca komiknya. Saya lihat dengan komentar-komentar langsung dari mereka. Saya menunangi mereka mengamati, membaca dan memafhumi isinya. Dan bertanya seandainya bukan mengerti. Dan meminta mereka menyajikan hasil pemecahan nan mereka dapat selepas menjawab pertanyaan yang ada di Komik Matematika Digital dalam link google form nan saya berikan. Dengan link
https://forms.gle/byynJSRHs17fawsQ9

Untuk mengetahui reaksi/pendapat siswa saya atas proses pembelajaran yang saya buat saya membuat survey dalam bentuk google form. Saya ingin memaklumi lebih dalam apa nan mereka rasakan sebenarnya. Dengan link

https://forms.gle/sJzv2hEGPejWZCha6
 . Umumnya mereka menyatakan pendapat bahwa kegiatan pembelajaran menggunakan komik matematika digital membuat mereka terkesan mengikuti pembelajaran di inferior, karena lebih menarik, merasa senang, aktif, antusias, termotivasi, menyentak, tidak datar, tidak menciptakan menjadikan terpaksa, meredakan, dan lain sebagainya. Contoh bukti fisik pernyataan mereka ada di adendum (dibawah).

Sreg pertemuan nan kedua hari selasa rontok 21 April 2022, saya menugaskan kepada mereka untuk membuat projek investigasi berupa survey. Mereka berperan seolah-olah andai pengkaji muda yang melakukan eksplorasi. Tujuan pembelajarannya adalah siswa dapat menganalisis data dengan membuat survey dan menyajikan data dalam bentuk google slide. Sebelumnya saya beri penjelasan prinsip melakukan survey dengan menyerahkan video cak bimbingan nan saya buat. Saya pasrah pola google slide yang mereka bisa unduh di link google classroom. Mereka objektif berburu data serta materi yang ingin mereka survey. Mereka bebas mengekpresikan apa yang ingin mereka teliti. Plong model pembelajaran bisa jadi ini ialah kejadian yang hijau bagi mereka dan pula lakukan saya master mereka. Saya terinspirasi sesudah mengikuti Indonesia Edu Webinars yang diselenggarakan di REFO bekerjasama dengan Google Educator Group Indonesia, Google for Education dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Sreg pertemuan kali ini mereka banyak bertanya. Siswa yang kebanyakan kalau di kelas lebih banyak diam, kerjakan boleh jadi ini mereka berani bertanya langsung dengan kaidah menelpon saya, ada lagi yang melangkahi chat. Mereka antusias karena merasa tertantang. Saya dan siswa proporsional-separas berlatih. Saya belajar menemukan solusi dari kendala nan mereka hadapi. Tidak semua siswa mahir atau bisa membuat survey n domestik bentuk google form, walaupun sudah diajari caranya. Karena keterbatasan mereka, mereka pun boleh membuatnya dengan model nan mereka sukai. Suka-suka yang karenanya di gambar, dan bukan-bukan. Ada juga karena keterbatasan HP. Ada beberapa peserta yang bergantian menggunakan HP nya dengan insan tuanya. Jadi menungu ayahnya pulang bau kencur petatar itu bisa mengerjakan tugas semenjak guru-guru. Ada juga yang HP nya tembelang jadi bergantian pinjam dengan kakaknya. Intinya saya ingin membuat mereka nyaman tanpa terbebani apalagi di saat kondisi yang sulit ini. Saya ingin mereka belajar matematika karena menyukainya lain karena di momentum. Ternyata hasilnya diluar dugaan saya. Banyak hasil karya mereka yang habis bagus. Dan sayapun secara tidak sinkron belajar berasal mereka. Hasil karya mereka ada di link berikut  :

https://drive.google.com/drive/u/0/folders/0B_bhfW8bI3Iifmp0Z19tWmRDMlRTYnBEQmJmNUVfS08xS0ZvV2hOUWtQM094YlhlY2NsQ0E

Pada kegiatan penelaahan daring kali ini, saya banyak mendapat pembelajaran juga. Banyak menemukan hal-hal baru, masalah baru, berlatih menemukan solusi terbit setiap masalah yang cak semau. Melihat pelajar yang antusias mewujudkan saya gurunya menjadi lebih tertantang mencari metode apa yang cocok bakal mereka. Keinginan saya sahaja satu membuat mereka menyukai dan senang belajar matematika. Tanpa terbebani tapi dari kognisi mereka koteng. Karena kalau mereka demen, suka, Insya Alloh pengejawantahan belajar matematika mereka lagi meningkat.

Source: https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/refleksi-pembelajaran-matematika-kelas-8-materi-statistika-dengan-model-flipped-classroom-dengan-media-komik-matematika-digital/