Bahan Ajar Matematika Smp Kpk Dan Fpb

Bahan Ajar
Matematika
Kelas 4 Semester 1
KPK dan FPB

Di susun oleh : Helmi Fadillah Pane

Melangkahi penayangan sebuah video , siswa dapat menganalisis penyelesaian

01 keburukan keseharian yang berkaitan dengan FPB dan KPK, dengan teliti dan
tepat bersama pasangan kelompoknya. ( Kolaborasi ) (HOTS)

02 Melalui urun pendapat kerubungan, Pelajar dapat memperbandingkan
perbedaan antara pemecahan masalah dalam atma
sehari-hari dengan memperalat KPK dan pemisahan
ki aib menggunakan FPB.

03 Murid membentuk perampungan masalah semangat
sehari-hari menggunakan KPK dan FPB.

04 Siswa mampu mengerjakan penyelesaian
masalah nyata keseharian yang berkaitan
tentang penggunaan FPB, secara tepat dan
jantan. (HOTS)(Mandiri)

FPB dan KPK merupakan singkatan dari
faktor persekutuan terbesar dan kelipatan
persekutuan terkecil. FPB dan KPK dapat
ditentukan dengan menggunakan tiga mandu,
yaitu dengan menuliskan faktor dan kelipatan,
dengan membuat pokok kayu faktor, dan dengan
tabel. Cara yang paling umum digunakan
adalah dengan pohon faktor. Dengan pohon
faktor engkau dapat menghitung persemakmuran
bagi kadar besar dan kecil, menentukan
faktor prima, sinkron menentukan faktorisasi
prima. Satu pendirian menyingkat berbagai materi.

FPB dan KPK boleh digunakan privat
atma sehari-periode. Ini akan dicontohkan
privat soal narasi yang juga akan dipelajari di
sini.

Menyelesaikan FPB dan KPK dengan
Menentukan Faktor dan Kelipatan

Cara ini sesungguhnya merupakan dasar perhitungan dari
faktor dan kelipatan persemakmuran. Dengan memahaminya,
kamu berfaedah juga mengetahui konsep sumber akar. Sayangnya,
kamu akan terik menentukan seandainya diminta menghitung
untuk nilai besar.

Arketipe

1. Hitunglah FPB dan KPK dari 30 dan 40.

Jawab: Faktor berpokok 30 Faktor berusul 40
Faktor berasal 30 dan 40 dituliskan intern diagram.
Faktor dari 30 berarti semua bilangan yang jika
dikalikan hasil merupakan 30.

Faktor dari 30 = 1, 2, 3, 5, 6, 10, 15, 30
Faktor dari 40 = 1, 2, 4, 5, 8, 10, 20, 40
Faktor persekutuan berasal 30 dan 40 (perhatikan kredit yang setimbang)
= 1, 2, 5, 10 FPB (perhatikan faktor persekutuan nan terbesar) =
10

Kelipatan dari 30 = 30, 60, 90, 120, 150, 180, 210, 240, …
Kelipatan dari 40 = 40, 80, 120, 160, 200, 240, 280, …
Kelipatan persemakmuran pecah 30 dan 40 (perhatikan angka yang
sama): 120, 240, …
KPK (perhatikan angka sama dan paling) = 120

Sparing Menentukan Persekutuan dengan Grafik
Matematika itu
Menyurutkan Dengan tabel, kamu dapat cak menjumlah sinkron
ya FPB dan KPK dalam satu awalan. Perhatikan cara
berikut:

Kolom purwa ialah pembagi.
Kolom kedua dan seterusnya yaitu merupakan
bilangan yang dihitung.
Predestinasi yang tidak dapat dibagi enggak perlu diubah.
Sekiranya semua bilangan boleh dibagi dengan pembagi,
tandailah dengan rona biru.
Bagilah seluruh bilangan hingga hasilnya 1.

Model
Menentukan FPB dan KPK dari 30 dan 40.

Jawab :

FPB ialah perkalian angka pembagi yang sama
(warna spektakuler), berarti FPB dari 30 dan 40 = 2 x 5 = 10
KPK merupakan perkalian semua angka pembagi,
berarti FPB dan KPK dari 30 dan 40
= 2 x 2 x 2 x 3 x 5 = 120

Menentukan Persekutuan dengan Pohon Faktor

Bontot, marilah menentukan FPB dan KPK dengan pohon faktor.

Contoh :
1. Tentukan FPB dan KPK berpokok 30 dan 40.

Jawab:

Faktorisasi prima berasal 30 (diambil dari pohon faktor yang sudah
bukan bercabang) = 2 x 3 x 5
Faktorisasi prima dari 40 = 2 x 2 x 2 x 5 = 23 x 5

FPB ialah faktorisasi nan sama dari suratan dan dipilih
pangkat terkecil. FPB dari 30 dan 40 = 2 x 5 = 10

KPK merupakan semua angka faktorisasi takdir dan dipilih
pangkat terbesar. KPK dari 30 dan 40 = 23 x 3 x 5 = 8 x 3 x 5 =
120

Eksemplar soal cerita

Terkadang mungkin kamu lain optimistis dengan kekuatan atau kekuatan ilmu hitung n domestik
spirit sehari-hari. Sudahlah, cak bagi faktor dan kelipatan persekutuan kamu boleh mengawasi
fungsinya dalam soal cerita.

Seandainya mendapatkan soal cerita FPB dan KPK, perhatikan cirinya:

Soal narasi diolah dengan FPB jika ada bilang bilangan nan ingin
dikelompokkan. Biasanya terletak kata “total maksimal atau kuantitas terbanyak”.
Pertanyaan cerita terjamah dengan KPK takdirnya ada beberapa suratan dan dalam pertanyaan
ditanyakan kapan terjadi pertemuan lagi. Rata-rata di internal ada pembukaan “setiap” atau
“sekali”.
Bagi mempersingkat waktu, yuk kerjakan soal berikut! Jangan intip dulu jawabannya ya,
sebelum kamu selesaikan.

No. 1 Fiil memiliki tiga jenis permen. Ada 28 permen dandan merah, 42 permen warna hijau,
dan 56 permen warna spektakuler.
Permen-permen tersebut akan dimasukkan ke dalam kantong. Setiap kantong kebal
ketiga jenis permen setinggi banyak.
Berapa jumlah saku maksimal yang harus dimiliki Fiil lakukan mengegolkan permen?

Jawab :

Permen dikelompokkan. Perhatikan pula adakah prolog
“jumlah kantong maksimal”. Signifikan masalah diselesaikan
dengan FPB

FPB dari 24, 42, dan 56 = 2 x 7 = 14.
Jadi, saku yang harus dimiliki Budi maksimal berjumlah 14 biji zakar.

No. 2 Di sebuah pekarangan gedung terletak bola lampu merah yang menunukan setiap 15 detik,
lampu dramatis menyala setiap 25 detik, dan lampu mentah yang tunu setiap 50
detik. Jika awalnya semua lampu dinyalakan bersamaan, setiap berapa detik
lampu akan berkobar bersamaan?
Jawab:
Lampu menyala bersama dan terdapat alas kata kiat “setiap” dalam tanya. Berharga
penyakit dikerjakan dengan KPK

KPK berbunga 15, 25, dan 50 = 5 x 5 x 3 x 2 = 150
Makara, ketiga bola lampu akan menunukan bersama setiap 150 detik

No. 3 Tiga buah jenis bus start bermula halte yang sama.
Bus A tiba setiap 15 menit, bus B berangkat setiap 20 menit, dan bus C
tiba setiap 30 menit.

Takdirnya ketiga bus tiba bersamaan pukul 08.00, kapan mereka
akan menginjak bersama juga ?

Jawab :

Problem diselesaikan dengan KPK

KPK dari 15, 20, dan 30 = 5 x 2 x 3 x 2 = 60
Bus A, B, dan C berangkat bersama setiap 60 menit = 1 jam.
Jadi, bus akan berangkat bersama kembali jam 08.00 + 1 jam = 09.00.

Source: https://anyflip.com/rxamb/tdas/basic