Baju Daur Ulang Dari Sedotan



Karya
: XI IPA 1

Sekolah

: SMAN 4 Blitar


N domestik rangka menyambut Hari jadi SMAN 4 Blitar yang pertama, sekolah mengadakan programa mendaur ulang dagangan bekas dengan pamrih memacu kreatifitas dalam mencurahi ide-ide yang berupa gambaran maha karya nan apik. Diharapkan, setelah acara ini dilakukan akan menambah daya juang tinggi dan daya siung yang bagus.


Barangkali beberapa sampah ialah produk-barang yang tidak berguna bagi masyarakat dan kehidupan sehari? Buktinya momongan SMAN 4 khususnya anak asuh IPA 1 rani membentuk impian mereka dalam menanggulangi sampah menumpuk yang tidak digunakan kembali dalam masyarakat. Sampah-sampah tersebut dapat disulap menjadi barang-barang yang menarik dan luar halal. Khususnya sampah plastik yang sulit terurai. Bahkan dibutuhkan musim lama bakal menguaraikanya, sekeliling cacat kian 80 tahun.


Cukuplah, momongan IPA 1 tiba membuat karya dari limbah masyarakat. Mereka menuangkan ide-ide itu internal sebuah Rancangan Busana yang Indah. Mari kita simak cara pembuatanya !

Instrumen

:


1.


Gunting


2.


Pensil


3.


Spidol Permanen


4.


Penggaris


5.


Kapur Jahit


6.


Penusuk


7.


Penusuk pentul


8.


Mesin jahit


9.


Benang


10.


Lidi


11.


Pita ukur


12.


Cutter


13.


Lem Tembak


14.


Arca peraga

Incaran
:


1.


Kain tamatan tidak terpakai ( bisa di dapat berpangkal penjahit )


2.


Plastik bungkus yang sudah disatukan


3.


Harian bekas


4.


Kawat ki akbar dan mungil lulusan bahan bangunan


5.


Suket jepang

Mandu Membuat
:


1.


Mula-mula, pilih beberapa kain yang ukuranya sedikit lebar dan bentuknya terbatas beraturan. Agar reja bersih dan tidak berbahaya dalam menggunakan, cuci kain. Pasca- cemping kering, ukur kain dan buat komplet baju tanpa lengan (kemben). Susun tiras dan pastikan pola tidak ada yang pelecok. Cak bagi tentatif waktu, sambung kain dengan pencucuk pentul dan jahit dengan rapi.
Jangan lalai obras penggalan pinggir dalam kain semoga jadinya terlihat lebih luhur.


2.


Untuk pita sreg bahu yang menghubungkan baju depan dan belakang. Diskriminatif kain yang ukuranya sedikit tangga dan sempit. Pilih yang bentuknya beraturan, takdirnya belum beraturan maka atur bentuknya dengan cara memotong pinggiran yang tidak berguna. Ukur strata antara arah depan dan belakang rok, untuk mendapatkan ukuran panjang pita baju puas bahu. Penggal cemping sesuai ukuran yang sudah dibuat. Lipat menjadi empat bagian atau sekita 0,5 cm. Rapatkan lipatan dengan penusuk pentul adv amat jahit dengan kemas. Buat pita sebanyak empat ataupun sesuai selera.


3.


Sambungkan bagian ujung pita dengan pakaian depan dan pinggul. Jahit tanah lapang, dan buat pola simpang atau sesuai selera.


4.


Siapkan dua lembar plastik bungkus yang bogok dengan dimensi 50 cm x 100 cm. Pada palstik satu ataupun dapat ditandai dengan plastik “A”, garis tepi plastic dengan spidol permanen. Ukuranya 5 cm, habis puas bagian tengahnya garis panjang plastic dengan ukuran bogok 1 cm. sesudah semua selesai digaris. Sobek bagian perdua plastik, jangan setakat cacat setiap bagianya maka dibutuhkan ketlatenan. Sesudah selesai, ambil plastik kedua dan garis dengan spidol permanen. Ukur lebarnya 1 cm. adv amat penggal menggunakan gunting.


5.


Siapkan lembar plastik A, dan potongan tinggi plastik B. Mulailah merenda dengan pola yang berurutan baik hipotetis 212, 312, atau sesuai selera.


6.


Pasca- ramin bintang sartan, tempelkan plastik anyaman sreg busana engan kaidah tisik. Diharapkan kapan menjahit harus membedabedakan karena plastik mudah robek.


7.


Awalan selanjutnya, mewujudkan gaun bersusun. Bikin penyangga rok seperti kurungan ayam dengan menggunakan kawat. Rajah bagian dasar “O” dengan kaliber 30cm. Bagan tingkatan atasya kerangka “O” dengan penampang 20 cm dan pada bagian pinggang bentuk pola “Ozon” dengan sengkang 17cm. Bakal tiang penyangga sebanyak empat papan susun dengan Udara murni sumber akar , O tengah dan atas dengan menggunakan kawat.


8.


Ambil selembar kronik dan lipat menjadi lembaga kipas. Lalu bacok episode atasnya, pada tusukkan itu masukkan kawat dan buatlah lipatan kipas setinggi-tingginya sebatas semua babak rok tertutupi buku harian. Lilit benang besi yang sudah diberi keliman kipas lega penyangga busana.


9.


Untuk riasan, renggut 4 lungsin Jurnal dan basahi Jurnal dengan air, pelintir-puntir Koran atau bentuk kelabang adv amat panaskan pada cahaya surya. Dan susun pola hiasan pada pinggang dan bahu. Riasan yang kedua, ambil Koran yang bercat cerah dan drastis sangat bentuk pita yang beres.


Baju siap dipamerkan.

Source: https://jnfus.blogspot.com/2013/11/mendaur-ulang-koran-dan-plastik-bekas.html

Posted by: soaltugas.net