Blended Learning Trend Strategi Pembelajaran Matematika Masa Depan

(1)

PROSIDING SEMINAR Kewarganegaraan PROFESIONALISME TENAGA PROFESI PJOK| 317

BLENDED LEARNING TREND Ketatanegaraan Pengajian pengkajian

Hari DEPAN


Mat Wajib

(Pendidikan Olah tubuh, Pascasarjana, Jamiah Area Malang) matwajib15@gmail.com

Teoretis: Tujuan berpokok penulisan ini yakni bagi mendeskripsikan

bagaimana peran dan cara menerapkan starategi blended learning dalam
pembelajaran . Garis haluan blended learning ialah pencampuran dua

alias makin politik atau metode pembelajaran buat mendapatkan hasil berlatih nan diharapkan. Strategi blended learning intern penataran punya 3 suku cadang yang dicampur menjadi satu lembaga pembelajaran.
Komponen-komponen itu terdiri pecah 1) online learning, 2) pembelajaran

lihat paras, dan 3) belajar mandiri. Strategi blender learning tepat digunakan intern pembelajaran bakal pembelajaran masa depan memahfuzkan perkembangan teknologi siaran dan komunikasi di Indonesia habis memadai.


Kata kunci: strategi pembelajaran, blended learning


PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dewasa inimenjadikan aji-aji pemberitaan sebagai ‘komoditi’ sebagai layaknya barang ekonomi yang lain. Peran teknologi takrif dan komunikasi menjadi kian besar dan riil kerumahtanggaan manjapada bertamadun seperti sekarang ini. Kejadian ini boleh dimengerti karena awam
sekarang menuju pada era masyarakat pengetahuan (information age) atau masyarakat

ilmu keterangan (knowledge society).

Puas era ini, ilmu laporan telah berkembang pesat di mana pada abad ini teknologi terdahulu yang menjadi landasannya merupakan komputer melintasi jaringan internet. Internet dijadikan salah satu sumber belajar tanpa had ruang dan tahun. Menurut Clark terdapat lima kebaikan pemanfaatan internet sebagai sumber belajar
yakni: (a) media as technology , (b) wahana as tutor Siti Istiningsih & Hasbullah

or teacher, (c) media as socializing agents, (d) kendaraan as motivators for learning,

and (e) media as keburukan solving” (Akkoyunlu, 2008).

Dampak jalan ini, maka Gaya penelaahan terutama dalam pengajian pengkajian di hari depan telah menafsirkan pendekatan pembelajaran tradisional ke arah pembelajaran masa depan – yang disebut sebagai penataran abad embaran, bahwa orang boleh sparing: di mana saja, baik di urat kayu papan bawah/ceramah, di perpustakaan, di rumah, atau di perkembangan; pron bila tetapi, tidak sesuai yang dijadwalkan dapat pagi, siang sore atau malam.

(2)

318 | PENDIDIKAN OLAHRAGA PASCASARJANA UM

Bahkan puas masa 2022, Al-hadidi. mutakadim meramalkan bahwa pendidikan di masa depan mengarah menjadi luwes, terbuka, beraneka ragam, terulur maka dari itu siapapun yang mau berlatih minus mengenal nyawa, jenis kelamin, pengalaman berlatih sebelumnya, dan sebagainya. Dengan internet, abstrak penyampaian informasi bisa melalui banyak sagur seperti mana berbasis multimedia merupakan menggabungkan pustaka, diagram, dan gambar dengan video dan suara sangat menunjang kemampuan mentransmisikan publikasi nan bermakna dan bersifat mujarad (virtual).

Seiring dengan jalan internet tersebut maka strategi penerimaan pun bergeser dan muncul berbagai strategi penerimaan berbasis teknologi butir-butir dan komunikasi dari model e-learning, smart classroom technology, virtual classroom, belded learning , dll. N domestik kesempatan ini penulis mencuil salah satu strategi yang paling siapa untuk diterapkan di Indonesia yakni Blended Learning.

Strategi pembelajaran yang dianggap efektif detik ini n domestik pembelajaran merupakan metode tatap muka Metode lihat muka masih menjadi prinsip terbaik untuk kegiatan pembelajaran. Kelebihan utamanya yaitu kuatnya interaksi antara guru dan peserta asuh yang dapat menghadirkan mileu ideal untuk belajar. Kelemahannya adalah tidak setiap individu memiliki kecenderungan dan kecepatan serta kebutuhan belajar yang sama.

Di sisi lain, selain metode tatap muka banyak pun menerapkan pembelajaran secara Online. Pendedahan Online memiliki maslahat dalam kekayaan sumber belajar yang diberikan, di mana guru dan peserta pelihara dapat mencapai mata air-mata air belajar yang lalu luas. Pengajian pengkajian ini juga memiliki kelemahan yaitu tidak adanya interaksi langsung antara suhu dan siswa. Hal ini menyebabkan zarah-zarah non verbal dalam interaksi tidak tersampaikan secara sempurna Krause, K. (2007)

Penguraian materi dengan sistem online kurang interaktif, orang merasa sedang seorang dan kamu terlazim orang lain. Lamun buat seorang pembelajar sejati itu bukanlah alasan. Sekadar fakta menunjukkan, insan tidak boleh berkeras hati lama belajar di depan komputer tanpa interaksi.

Bagaimanapun belajar merupakan proses dua sebelah. Peserta memerlukan feedback dari pengajar dan sebaliknya si pengajar juga memerlukan feedback berpokok pesertanya. Dengan cara ini akan didapat hasil belajar yang lebih efektif, tepat sasaran. Hamba allah zakar teman dan butuh feedback refleks, seperti nan kita rasakan dalam training halal di ruang papan bawah. Blanded Learning menghilangkan kesan kesendirian, sehingga termotivasi untuk melanjutkan pembelajarannya.

(3)

PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROFESIONALISME TENAGA PROFESI PJOK| 319
PEMBAHASAN

Blended learning merupakan proses merujukkan beragam metode belajar yang dapat dicapai dengan penggabungan sendang-sumber virtual dan fisik. Finn,
A., & Bucceri, M. (2004)mendefinisikan: blended learning integrates –or

blends-learning programs in different formats to achieve a common goal. artinya blended learning mengintegrasikan –alias menggabungkan- program sparing dalam matra yang berbeda dalam mencapai tujuan umum. Blended learning merupakan sebuah kombinasi dan berbagai strategi di dalam pembelajaran. Sehingga dapat dikatakan bahwa blended learning ialah metode belajar yang menggabungkan dua maupun lebih metode dan ketatanegaraan dalam pengajian pengkajian untuk hingga ke pamrih dari proses pembelajaran tersebut.

Heinze A dan Procter C,( 2010) menyatakan bahwa “blended learning is a

mixture of the various learning strategies and delivery methods that will optimize

the learning experience of the user”. Peristiwa tersebut menyatakan bahwa blended

learning adalah campuran berusul berbagai politik pembelajaran dan metode penyampaian yang akan mengoptimalkan pengalaman belajar cak bagi penggunanya. Pelaksanaan ketatanegaraan ini memungkinkan penggunaan sumber berlatih online, terutama nan berbasis web/blog, tanpa menjauhi kegiatan tatap durja (Elliot, 2002:58). Sedangkan menurut Halverson L. R, Graham (2012), mendefinisikan
blender learning adalah; The definition of an online program or blended programa is

similar to the definition used for courses; an online program is one where at least

80 percent of the programa content is delivered online and a blended acara is

one where between 30 and 79 percent of the acara content is delivered online.

Dari definisi para ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa blended learning yaitu pencampuran dua atau lebih ketatanegaraan atau metode pendedahan untuk mendapatkan hasil belajar yang diharapkan. Siti Istiningsih & Hasbullah

Terletak 3 dokumentasi pengertian Blended learning yang dikemukakan oleh Graham, Allen dan Ure dalam Bonk dan Graham (2004: 4) yaitu : 1) Kombinasi antara strategi penelaahan, 2) Perkariban antara metode pendedahan, 3) Kombinasi antara online learning dengan pengajian pengkajian tatap roman.

Sangat atom pembelajaran mempunyai tenggat atau jarak, karena menggunakan berbagai tipe media bagi keperluan yang farik dan untuk siswa didik yang farik pula. Sekadar saat ini elemen pembelajaran tidak memiliki jarak lagi dalam proses pembelajaran, pengajian pengkajian tatap muka memerlukan media untuk menunjang proses penataran sepatutnya tercapai tujuan pembelajarannya. Begitu pula dengan pendedahan tatap paras dapat dikombinasikan dengan pemanfaatan online learning, walaupun alokasi waktu

(4)

320 | PENDIDIKAN OLAHRAGA PASCASARJANA UM

untuk penelaahan konvensional atau lihat muka lebih lautan dibandingkan dengan online learning.

Cuma dimasa mendatang lain menudungi kemungkinan bahwa alokasi masa dari online learning akan makin besar digunakan dibandingkan alokasi waktu pendedahan lihat paras, pembelajran bersemuka hanya akan dijadikan penstabilan
berbunga online learning, contohnya bila ada yang merodong kesulitan dalam

mempelajari materi dalam online learning baru akan ada pengajian pengkajian bersemuka untuk membahas materi nan dianggap selit belit oleh para peserta didik

Proportion of

Content Delivered

Online

Type of Course

Typical Description

0%
Traditional

Course with no online technology used —

content is delivered in writing or orally.

1 to 29%
Web Facilitated

Course which uses web-based technology

to facilitate what is essentially a

face-to-face course. Uses a course management

system (CMS) or web pages to post the

syllabus and assignments, for example.

30 to 79%
Blended/Hybrid

Course that blends online and face-to-face

delivery. Substantial proportion of the

content is delivered online, typically uses

online discussions, and typically has some

face-toface meetings.

80 to100%
Online

A course where most or all of the content

is delivered online. Typically have no

face-to-face meetings.

Beralaskan signifikansi menurut para ahli tentang blended learning, maka blended learning mempunyai 3 komponen pembelajaran nan dicampur menjadi satu susuk pembelajaran belnded learning. Onderdil-onderdil itu terdiri mulai sejak 1) online learning, 2) pembelajaran bersemuka, dan 3) berlatih mandiri.

Jeffrey L. M, Milne (2014) online learning yakni Online learning is an open and distributed learning environment that uses pedagogical tools, enable by internet and web based technologies, to facilitate learning and knowledge building through meaningful action and interaction.

Dari definisi yang dikemukakan oleh Dabbagh di atas boleh disimpulkan bahwa online learning merupakan lingkungan sparing membengang dengan memikirkan aspek-aspek penelaahan dan mungkin menggunakan teknologi internet dan berbasis web untuk memfasilitasi proses sparing dan membangun pengetahuan yang berharga.

(5)

PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROFESIONALISME TENAGA PROFESI PJOK| 321

Sedangkan menurut Mirriahi N (2015) online learning adalah sebagai berikut : online learning as educational material that is presented on a computer. Beralaskan definisi Carliner, online learning yaitu materi pendidikan yang ditayangkan dengan memanfaatkan komputer jinjing.

Dari definisi para ahli tersebut maka bisa disimpulkan bahwa online learning merupakan lingkungan pendedahan yang mempergunakan teknologi intranet dan berbasis web n domestik mengakses materi pembelajaran dan memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran antara sesama pesuluh didik atau dengan pembimbing dimana saja dan bilamana doang.

Online learning ialah salah satu bermula suku cadang blended learning, dimana online learning memanfaatkan internet sebagai salah suatu sumber belajar. Online learning mempergunakan teknologi Internet, intranet, dan berbasis web dalam mengakses materi pembelajaran dan memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran

Pembelajaran lihat tampang merupakan model pembelajaran yang sebatas saat ini masih terus dilakukan dan sangat sering digunakan intern proses pembelajaran. Penerimaan tatap durja yaitu keseleo suatu rangka model pembelajaran lumrah, nan berupaya lakukan menyampaikan pengetahuan kepada peserta didik. Pembelajaran tatap cahaya muka mempertemukan master dengan murid dalam suatu ruangan bikin belajar. Pembelajaran lihat muka memiliki karakteristik ialah terencana, berorientasi pada tempat (place-based) dan interaksi sosial (Liyanagunawardena,2014). Pengajian pengkajian tatap muka biasanya dilakukan di kelas dimana terdapat abstrak komunikasi synchronous, dan terwalak interaksi aktif antara sesama murid, murid dengan guru, dan dengan murid lainnya. Dalam penerimaan lihat muka guru atau pemelajar akan menunggangi plural macam metode dalam proses pembelajarannya cak bagi takhlik proses belajar lebih aktif dan meruntun.

Berbagai jenis bentuk metode penataran yang biasanya digunakan dalam pembelajaran tatap tampang ialah : 1) Metode ceramah, 2) Metode pengutusan, 3) Metode pertanyaan jawab, 4) Metode Demonstrasi. (Lim D. H, Morris :2005) Pengajian pengkajian lihat muka merupakan salah satu suku cadang dalam blended learning, penataran tatap muka siswa bisa lebih memperdalam segala nan sudah dipelajari melangkahi online learning, ataupun sebaliknya online learning untuk lebih memperdalam materi yang diajarkan melampaui bertatap.

Keseleo suatu bentuk aktivitas teladan pembelajaran pada blended learning ialah Individualized learning yaitu peseta pelihara dapat berlatih mandiri dengan prinsip mengakses informasi ataupun materi pelajaran secara online via Internet.

Ada sejumlah istilah nan mengacu lega istilah sparing mandiri seperti independent learning, self direct learning, dan autonomous learning. Belajar mandiri tidak berarti belajar sendiri, karena insan kadang seringkali salah arti

(6)

322 | PENDIDIKAN OLAHRAGA PASCASARJANA UM

akan halnya belajar mandiri umpama sparing seorang. Belajar mandiri berarti belajar secara berinisiatif, dengan ataupun sonder bantuan manusia lain dalam belajar.

Sanagustin M. P (2012) membiasakan mandiri sebagai pendedahan yang merubah perilaku, dihasilkan pecah kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pebelajar dalam tempat dan waktu berbeda serta lingkungan berlatih yang farik dengan sekolah. Peserta jaga yang belajar secara mandiri mempunyai otonomi bakal belajar tanpa harus menghadiri pelajaran yang diberikan pengajarnya di papan bawah. Peserta tuntun punya otonomi nan luas dalam belajar.

Kedaulatan itu perlu diberikan kepada peserta tuntun biar mereka n kepunyaan tanggung jawab intern mengatur dan mendisplinkan dirinya dalam mengembangkan kemampuan belajar atas kemauannya seorang. Sikap-sikap seperti itu perlu dimiliki oleh petatar didik karena hal tersebut ialah ciri kedewasaan orang terpelajar.

Proses berlatih mandiri mengubah peran master atau pengajar menjadi fasilitator atau perancang proses belajar dan sebagai fasilitator, seorang guru atau instruktur kontributif murid Blended Learning, Trend Strategi Penataran Masa depan bimbing mengatasi kesulitan membiasakan, atau dapat menjadi mitra belajar untuk materi tertentu pada program pelajaran. Tugas perancang proses belajar mengharuskan suhu untuk mengubah materi ke dalam format yang sesuai dengan lengkap sparing mandiri.

Beralaskan definisi para ahli di atas dapat diambil kesimpulan bahwa belajar mandiri yaitu proses belajar diaman pesuluh didik menyandang kendali atas pemungutan keputusan terhadap kebutuhan belajarnya dengan sedikit memperoleh bantuan dari master ataupun instruktur.

Belajar mandiri mrupakan riuk satu komponen kerumahtanggaan blended learning, karena dalam online learning didalamnya terjadi proses sparing mandiri, karena peseta ajar dapat berlatih mandiri melalui online learning.

Deduksi

Kata-prolog pusat bagi pendidikan waktu depan: luwes, terbuka, bervariasi, akal masuk, realitas khayali, internet, multimedia, banyak jalur, kesejajaran kesempatan, seumur hidup, saling berbagi, interaktivitas, jaringan, jarak jauh, on-line, dua arah atau dialogis, tepat waktu, terpadu, kolaboratif, antar ketaatan, sesuai, multi disiplin, dan kompetitif. Keseluruhan ini mengandung makna bahwa berbagai tantangan di perian depan yakni berwujud bagaimana teknologi plonco dapat digunakan secara bijak dan tepat untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan mondial.

Satu hal yang wajib ditekankan dan dipahami adalah bahwa Blended Learning dapat digunakan sebagai alternatif internal ketatanegaraan pembelajaran karena

(7)

PROSIDING SEMINAR Nasional PROFESIONALISME TENAGA PROFESI PJOK| 323

dapat menggabungkan kegiatan penelaahan konvensional di kelas bawah dengan pembelajaran Online menuju kemandiri dalam belajar.

SARAN

Mengingat ketersediaan kemudahan teknologi informasi dan komunikasi yang memadai di Indonesia khususnya kota-kota besar maka penerapan politik blended learning merupakan salah satu alternatif strategi pembelajaran musim depan bagi meningkatkan hasil belajar. Penerapan strategi blended learning dulu cocok untuk di terapkan pada halangan mahasiswa dan lain menudungi kemungkinan pula untuk di terapkan pada siswa SMA/SMK.

DAFTAR RUJUKAN

Akkoyunlu B. and Soylu M. Y, 2008. A Study of Student’s Perceptions in a

Blended Learning Environment Based on Different Learning Styles,

Educational Technology & Society, 11 (1), 183-193. Department of Computer Education and Instructional Technology, Hacettepe University, Turkey

Al-hadidi M. A. R, 2022. Effect of the Blended Learning in Students of the Faculty

of Physical Education in the University of Jordan Acquiring the skill of

Under Hand Passing of the Volley Ball. International Journal of Humanities

and Social Science. Vol. 3 No. 6. Middle East University Amman, Jordan
Bonk C. J. & Graham C. R, 2004. Blended Learning Systems: Definition, Current

Trends, and Future Directions. Handbook of blended learning: Mendunia

Perspectives, local designs. San Francisco, CA: Pfeiffer Publishing.

Finn, A., & Bucceri, M. (2004). A case study approach to blended learning,

retrieved January 15, 2008

Heinze A dan Procter C, 2010. The Signifcance of the Refective Practitioner in

blended learning. International Journal of Mobile and Blended Learning,

2(2), 18-29, University of Salford, UK.

Halverson L. R, Graham C. R, Spring K. J, dan Drysdale J. S, 2022. An Analysis of

High Impact Scholarship And Publication Trends In Blended Learning.

Instructional Psychology and Technology, Brigham Young University, Provo, Utah, USA.

Jeffrey L. M, Milne J, Suddaby G, & Higgins A, 2022. Blended Learning: How

Teachers Balance the Blend of Online and Classroom Components. Journal

of Information Technology Education: Research, 13, 121-140. Massey University, New Zealand

Krause, K. (2007): Griffith University Blended Learning strategy, Document

number 2008/ 0016252.

(8)

324 | PENDIDIKAN Olahraga PASCASARJANA UM

Lim D. H, Morris M. L dan Kupritz V. W, 2005. Online vs. Blended Learning:

Differences in Instructional Outcomes and Learner Satisfaction. University

of Tennessee.

Liyanagunawardena T. R, Adams A. A, Rassool Falak, dan Williams S. A, 2022.

Blended learning in distance education: Sri Lankan perspective.

International Journal of Education and Development using Information and Communication Technology (IJEDICT), Vol. 10, Issue 1, pp. 55-69
Mirriahi Lengkung langit, Alonzo D, McIntyre S, Kligyte G and Fox B, 2022. Blended learning

innovations: Leadership and change in one Australian institution.

International Journal of Education and Development using Information and Communication Technology (IJEDICT), Vol. 11, Issue 1, pp. 4-16. University of New South Wales, Australia.

Sanagustin M. P, Santos P, Leo D. H & Blat J, 2022. 4SPPIces: A Case Study of

Factors in a Scripted Collaborative-Learning Blended Course Across

Spatial Locations. International Society of the Learning Sciences, Inc.;

Source: https://123dok.com/document/zw10nw7q-blended-learning-strategi-pembelajaran-pendidikan-olahraga-pascasarjana-universitas.html