Cara Memasang As Belakang Sepeda

Adaptor dan konverter QR/TA/Boost merupakan kaidah termudah dan siapa termurah untuk mengamankan ketidaksesuaian antara hub dan frame sepeda. Semata-mata tak semua lebar dan ukuran hub dan frame boleh diakali semoga bisa cocok dan terbambang dengan baik dan aman.

QR – TA – Boost – QR Boost – DH – Super Boost

Kita pasti perhubungan melihat ataupun mendengar istilah-istilah di atas ketika berfirman akan halnya as/axle, frame, atau hub sepeda. Isitilah itu amung-indra penglihatan sebagian berasal banyak spesies format lainnya. Istilah QR, Thru Axle, Boost mengacu bagi format sintal, diameter as, tipe terowongan dropout, penguncian hub sreg rancangan pit. Pepat hub besikal atau demes frame kembali disebut dengan O.L.D alias Adv lewat Locknut Distance.

Besikal BMX, sepeda onthel, roda fixie, kereta angin tandem, fat bike, kereta angin anak asuh dapat belaka memakai duaja nan farik. Disini lebih akan makin banyak meributkan cak bagi pan-ji-panji yang masyarakat dipakai pada sepeda saat ini.

Standard hub roda belakang dengan Thru Axle
Standard hub roda pantat dengan Thru Axle

Kali akan ada sekali lagi duaja-bendera plonco yang dipakai pada besikal. Setiap jenis QR (Quick relase), Thru Axle (TA) ataupun HH12, Boost dan lainnya memiliki karakter dan keefektifan dan kehabisan masing-masing. Kita perlu mengetahui varietas hub dan frame mana yang dipakai pada roda kita, termuat saat membeli pit baru. Hendaknya dapat mengantisipasi ketika akan mengganti/mengupgrade komponen-suku cadang sepeda. Nan paling selalu terjadi yaitu keseleo membeli dimensi hub, tak sesuai dengan lebar sepeda. Karena memang pilihannya suntuk beragam, dan masih banyak penjual/toko online mengasihkan informasi nan bukan memadai jelas.

Yang membedakan Thru Axle dan QR merupakan garis tengah as, as TA kian besar dibandingkan Quick Relase, dan secara pesek frame/hub TA galibnya bertambah panjang dibanding QR, sehingga membuat roda kian kokoh dan kaku. Boost adalah pataka nan makin lebar lagi, Boost bisa memakai as matra QR dan TA, mirip seperti sepeda DownHill (DH) namun dengan tulang beragangan hub yang farik. Meskipun semakin demes dan besar membentuk besikal semakin kuat, tetapi tidak semua kita terlazim mengaryakan standard yang bertambah baru, tergantung kebutuhan hanya.

Pit-sepeda berbudaya, cenderung memakai interface alias dropout Thru Axle (TA) atau Boost, terutama bakal pit ardi. Sepeda balap cenderung masih didominasi alam lama, QR 100 cak bagi kereta kilangangin kincir depan, dan QR 130 cak bagi roda pinggul. Doang pemanfaatan disc brake yang sudah mulai umum ditemui pada kereta angin balap lebih lagi kereta angin gravel, membuat mana tahu QR 135mm atau TA142mm akan lebih banyak dipakai lega roda balap.

Ukuran hub dan frame besikal depan

Garis perdua As Dempak Hub/Frame Keterangan
9 mm 74mm QR besikal lipat (9×74)
9 mm 100 mm QR (9×100)
12 mm 100 mm TA Road (12×100)
15 mm 100 mm TA MTB, Kerikil (15×100)
20 mm 100 mm TA MTB, Gravel (20×100)
9 mm 110 mm QR Boost (9×110)
15 mm 110 mm Boost (15×110)
20 mm 110 mm DH TA (15×110)
15mm 135/150 mm Fat Bike

Ukuran hub dan frame besikal bokong

Garis tengah

As
Pepat Hub/Frame Butir-butir
10 mm 130 mm QR Road Bike / Sepeda bekuk/ Rim brake (10×130)
10 mm 135 mm QR MTB & Disc brake  (10×130)
12 mm 135 mm TA Bukan publik, SCS (Short Chainstay System)
20 mm 135 mm DH  (20×135)
12 mm 141 mm Boost QR  (12×141)
12 mm 142 mm TA  (12×142)
12 mm 148 mm Boost TA  (12×148)
12 mm 150 mm DH  (12×150)
12 mm 157 mm DH/Super Boost  (12×157)
12 mm 165 mm Custom
20mm 170/177/
190/197mm
Fat Bike

QR boost ataupun QR141 adalah cermin alam yang masih jarang dipakai, menggilir komponen hub atau wheelset kerjakan matra ini bukan mudah, karena belum banyak komponen yang mendukungnya. Bilang sepeda yang memakai QR141 ini sebagai halnya: Polygon Xtrada, beberapa Thrill Fervent T120 tahun 2022.

Dan masih terserah lagi ukuran-format tidak publik nan bisa kita temui, bukan tetapi pada pit, tetapi sekali pun sreg bike trainer/turbo trainer dimana kita mesti memasang besikal pit sreg instrumen tersebut.

Pada perincisan frame dan hub, rata-rata dituliskan sintal dan diameter as nya. Ditulis dengan kode diameter x lebar, misalnya: 9×100, 15×110, 10×135, 15×157, kadang penulisannya bisa terbalik juga.

Untuk QR, diameter as buntang QR nan kita masukkan ke frame dan hub adalah 5mm, kaprikornus kadang ditulis 5×100 dan lainnya nan menyatakan ketebalan QR. Penampang 9 mm atau 10mm merupakan diameter luar dari hub nan masuk ke dalam frame.
Bikin hub kereta kilangangin kincir depan, kaliber luar maupun hub/frame QR ialah 9mm; dan bagi hub sepeda pantat, diameter hub/frame yakni 10mm.

Opsi mengganti frame atau mengganti hub boleh jadi terasa mahal dan repot. Disini akan dijelaskan bilang keadaan yang boleh kita lakukan untuk menukar ataupun meletuskan hub QR/TA/Boost yang tak setuju.

Rang kereta kilangangin kincir Interchangeable dropout

Spesies frame roda Interchangable atau replacable dropout semakin banyak dipakai sekarang ini. Interchangable dropout adalah spesies frame nan dropout ataupun episode tempat as pit dipasang bisa diubah-saling. Dropout sepeda tidak menjadi satu kesatuan dengan rangka sepeda, tetapi dibaut/disambung sreg frame. Sehingga kita dapat mengganti dropout sekiranya rusak maupun ingin memakai liwa/matra nan farik.

Frame sepeda modern dengan interchangeable dropout yang bisa diganti
Frame besikal bertamadun dengan interchangeable dropout nan bisa diganti

Karena semua pit dapat mewujudkan desain koteng yang unik, adaptot/converter dropout ini lazimnya cuma bisa dipakai untuk suatu merk ataupun apalagi satu model hanya. Mirip sama dengan derailleur hanger, posisi baut, gambar sambungan ke frame, dapat berlainan-tikai.

Cak bagi merk sepeda Indonesia, masih sedikit nan memakai fitur sebagai halnya ini, salah suatu teoretis roda domestik yang dapat diganti dropoutnya merupakan Thrill Fervent. Puas sepeda Thrill Fervent 2022, kita boleh melepas dropout oleh-oleh (QR141), dan mengganti dengan dropout TA Boost (148).

Lega sepeda lama maupun sepeda minion, kita dapat membenggang susuk/frame pit. Membenggang atau cold setting merupakan proses merenggangkan, menggandeng maupun menekan frame kereta angin pada periiode perian tertentu bikin memungkiri gambar dan lebar rang sepeda. Prinsip ini boleh dipakai karena sepeda lama kebanyakan mengaryakan frame metal yang masih bersifta elastis.

Frame besikal detik ini lebih banyak terbuat dari aluminium, alloy, hi-ten steel, alias titanium yang lain luwes. Sekiranya dibenggang, makin lautan prospek patah ataupun pekuk. Malar-malar bakal frame carbon yang rangup, tentu berbarengan retak dan kotok.

Seleksian bakal mencelah dan menyambat dengan las fragmen dropoutnya cuma juga elusif kerjakan dilakukan. Karena posisi dropout harus harfiah dan sejajar sempurna sepatutnya kereta angin/ban literal, ditambah sintal yang ketelitian dan lengan frame yang harus literal untuk mendapatkan struktur gambar nan abadi.

Menukar fork

Menggilir kalimantang hub dan as roda depan lebih mudah, karena kita dapat menukar fork saja minus mengganti frame secara keseluruhan. Misalkan roda lama mempekerjakan hub besikal OLD 100mm, dan kita kepingin mempekerjakan hub 110mm, maka kita boleh mengganti fork yang sudah memakai dropout 110mm mudahmudahan boleh meledakkan hub dan sepeda dengan as yang kian rata transmisi.

Fork 110mm tapered untuk sepeda gravel
Fork 110mm tapered untuk sepeda gravel

Dan kalau kita menggilir fork, perhatikan matra dan macam hub apa nan bisa dipasang pada fork tersebut. Fork MTB dan kereta angin Gravel lazimnya punya diameter as yang bertambah raksasa, sekarang ini biasanya mempekerjakan as berformat 15mm dan 20mm.

Adaptor/konverter QR-TA-Boost

Sebagaimana biasa, cak bagi mengatasi keruwetan duaja sreg sepeda, muncullah konverter-konverter agar komponen lama masih dapat dipakai lega standard baru dan sebaliknya.

Adaptor As / Pin

Adaptor atau konverter as/axle, bentuknya speerti pin/batang, berfungsi kerjakan mengganti format diameter as pada hub besikal. Cara memakai konverter as ini cukup mudah, sepan dimasukkan ke dalam gaung plong hub sepeda. Adaptor ini berfungsi sebagai halnya pelapis, sehingga as nan makin boncel boleh dipasang plong hub tersebut.

Misalnya frame sepeda balap dengan dropour QR 100, jika ingin meledakkan hub TA 12×100, maka adaptor ini dimasukkan pada hub, sehingga nantinya as QR nan kecil boleh ikut dan tak longgar saat di pasang pada hub tersebut.

Adaptor-konverter as TA-QR yang dimasukkan ke dalam hub
Adaptor-konverter as TA-QR nan dimasukkan ke dalam hub

Konverter as hub ini hanya cak bagi memperkecil ukuran penampang dalam hub, dan tidak bisa dipakai pada dimensi demes hub dan frame nan berbeda, sahaja bisa dipasang pada matra frame sesuai dengan dempak adaptornya. Kebanyakan adaptor ini untuk mengubah hub Thru Axle (TA) hendaknya bisa dipasang plong kereta angin dengan frame yang memakai QR.

Cermin lain pengusahaan adaptor as: meledakkan hub TA 12×135 pada frame QR 10×135, maupun memasang hub depan 15×110 puas frame 12×110, dll.

Turbo trainer atau radas bikin latihan roda statis/indoor pula biasanya dirancang seyogiannya bisa mengamini banyak keberagaman sepeda. Hub pit atau roda kereta angin kadang terlazim dilepas mudahmudahan dapat duduk di turbo trainer tersebut. Ada pula adaptor pin khusus kerjakan alat pelajaran pit seperti ini, dengan dimensi nan solo dan tidak plus kuat sama dengan pin untuk roda outdoor.

Adaptor/Konverter End Keunggulan

Adaptor end tanda dipasang untuk menggantikan pengunci kiri dan kanan hub. Jadi kita harus menghirup/memurukkan/memutar cak bakal melepas intiha hub (end merek), lalu memasang penghabisan yang yunior. Konverter end stempel ini akan menafsirkan pepat hub, dan pula bisa menyangkal kaliber as yang ikut ke dalamnya.

Tidak sebagai halnya konverter as/axle nan dapat dipakai pada merk segala doang, adaptor end tanda ini bertambah spesial bagi merk-merk tertentu. Karena setiap hub bisa punya bagan penutup yang berlainan-selisih. Kebanyakan converter end logo ini bisa dipakai pada hub-hub keluaran baru, yang memang sudah didesain sepatutnya penutupnya mudah lakukan dilepas.

Hub-hub lama tidak didesain kongkalikong bagi lebar frame dan kaliber as nan berlainan-cedera, beberapa sampai-sampai bukan bisa dilepas penutupnya. Kaprikornus cak bakal menggunakan adaptor ini, kita harus memastikan mandu menelanjangi hub tersebut dan buram end cap nya.

Contoh adaptor endcap pada hub untuk rangka Quick Release dan Thru Axle
Model adaptor endcap lega hub untuk rangka Quick Release dan Thru Axle

Cak semau penutup hub yang punya drat, dan harus diputar untuk membukanya. Cak semau yang seperti slot, jadi harus ditarik dengan penjepit, atau didorong dengan pial ke intern pada bagian samping berasal liang hub.

Model penggunaan adaptor QR/TA end logo ini: meniadakan untuk meletuskan hub 5×135 mm quick release, lega frame 12×135 mm Thru Bolt alias 12×142 mm thru axle.

Bilang konverter seperti Novatech, ada yang pula harus mengganti axle sleeve (semacam pengudut selongsong) jika kita mau mengganti ke sengkang as yang makin lautan. Kesulitan memakai adaptor end etiket ini adalah menentukan rancangan end tera yang cocok dengan hub yang ada. Merk-merk hub seperti mana Shimano, SRAM enggak meluangkan konverter sebagaimana ini, biasanya dibuat maka itu pihak ketiga, dan adaptor kongkalikong bagi hub Shimano sepertinya sangat susah. Kebanyakan hub ini buat komponen non-groupset sebagaimana DT Swiss, Novatec, Raze, dan merk Cina lainnya.

Kongkalikong semau bilang transmutasi pada format-ukuran tertentu nan bisa menimbulkan burik aib, terutama untuk disc brake dan chainline.

Body Hub 135 QR sama saja dengan body hub 142 TA, yang berubah doang end cap/ penutupnya hanya, ada pergeseran 3,5mm ke kiri dan ke kanan untuk menciptakan menjadikan intiha nan lebih bogok dan besar. Jadi hub 135 yaitu varian QR semenjak hub 142.

Quick release (QR) 135 mm vs Thru Axle (TA) 142 mm
Quick release (QR) 135 mm vs Thru Axle (TA) 142 mm

Seperti dengan hub Boost (148) nan mempekerjakan axle TA, jika penutupnya diganti dan dijadikan QR, maka akan menjadi hub 141 QR, makanya hub QR 141 besar perut juga disebut umpama QR Boost. Selisihnya sederajat-sekelas 7mm (3.5mm kidal-kanan) kerjakan tulang beragangan akhir TA yang bertambah tumpul pisau.

Bintang kanser bakal mengganti hub 135 ke 142 atau sebaliknya, cukup dengan menukar end capnya belaka. Termuat ketika berburu hub lakukan susuk QR 141 (QR Boost) nan masih musykil, boleh mempekerjakan hub 148 (Boost), dan menukar end capnya dengan versi QR nya. Cak buat metamorfosis 135/142 dan 141/148, enggak akan ada kebobrokan dengan posisi disc brake dan chainline (posisi cassette), karena hub body nya proporsional cuma.

Nan berpotensi keburukan ialah momen kita menggilir format 100 dan 110, Boost (148) ke 135 maupun Boost 148 ke 142, akan terserah ketidak sesuaian sreg posisi disc, cassette, dan terali.

Spacer dan Adaptor disc brake

Demen-suka bilang paketan adaptor hub TA/QR nan melibatkan adaptor disc brake refleks. Bintang karkata kita tidak namun memasang adaptor plong hub, semata-mata juga harus mengingkari posisi disc brake.

Posisi disc brake puas frame dan hub sudah diatur sedemikian rupa, agar posisi rotor tepat subur di antara caliper/penjepit disc brake. Buat disc brake bagian depan biasanya sekitar 10mm dari dropout frame, dan bakal disc brake roda belakang selingkung 15mm dari frame. Detik kita menambahkan spacer lega sisi kidal maupun kanan hub, maka posisi rotor akan gelesot, dan tidak lagi berada diantara caliper rem, sehingga mesti ditambakan spacer dengan matra nan sama, lakukan menggusur rotor ke posisi aslinya.

Penambahan spacer pada hub disertai dengan penyesuaian disc brake
Penambahan spacer puas hub disertai dengan adaptasi disc brake

Sepatutnya ada hal yang seimbang terjadi plong cassette sepeda, posisi cassette abnormal berubah dan menggeser chainline (kelurusan cassette dan chainring). Sekadar hal ini bisa diantisipasi dengan menggeser posisi Rear Derailleur (RD) lalu settingan baut di RD. Pergeserannya memang hanya sejumlah mm hanya, mungkin pun bukan ada keburukan akibat pergeseran ini.

Spacer yang dipasang di kiri dan kanan hub, akan menyangkal posisi disc brake dan cassette, namun tali tap teguh simetris terhadap poros gemetri buram roda.

Spacer nan ditambah hanya pada suatu sebelah hub (kiri sekadar atau kanan belaka), dapat membuat posisi disc brake dan cassette loyal sekelas, belaka akan membuat lin tidak center pun. Posisi lin boleh mengesot ke kidal alias ke kanan berbunga babak paruh sepeda. Untuk yang sebagai halnya ini, kita terbiasa membuka dan mengatak voltase kisi agar ban gelesot kembali ke posisi tengah. Untuk nan mempekerjakan rim brake tentu ada salah suatu arah velg nan makin berapatan pada karet rem.

Adaptor spacer kerjakan mengubah Boost ke TA atau QR memang mudah untuk dipasang, tetapi berpotensi membuat ketidak lurusan lega suku cadang sepeda jika lain dipasang dengan bersusila, maupun tingkat pressisi adaptor yang kurang baik.

Hub 4 in 1 / 3 in 1

Cara enggak bakal mengantisipasi QR/TA/Boost ialah dengan mempekerjakan hub 4 in 1, 3 in 1 dan sejenisnya. Hub pit 4 in 1 yakni hub yang bisa dipasang pada berbagai jenis dempak frame dengan diameter nan berlainan-cedera. Aksesoris hub ini lumayan banyak, kita akan mendapatkan sejumlah akhir hub plus axle sleeve atau as. Dan aksesoris ini biasanya cuma bisa dipakai untuk model tersebut saja, tidak dapat ditukar dan dipakaikan puas hub merk/paradigma tidak.

Novatec Hub depan dan belakang 4 in 1
Novatec Hub depan dan pinggul 4 in 1

Hub dengan banyak keberagaman sintal dan kaliber ini boleh kita pasang sreg majemuk variasi pit, dapat untuk ditukar-ubah antar roda, maupun berencana lakukan mengupgrade dan mengganti frame.

Contohnya seperti Nautilus Hub 32H 4 In 1 TA, Hub Novatec 4 in 1, Hub Strummer 4 in 1, Freehub XLR 3 in 1, harganya sekeliling 1 jutaan kerjakan bungkusan hub depan dan pantat. Dengan hub-hub ini , kita boleh memasang kaliber QR(09/10) ataupun TA (15/20), tercantum cak bagi hub 135mm atau 142mm.

Prinsip mengingkari format hub dan frame

Berikut ini adalah resume bikin bagaimana mengingkari hub/frame Quick Release – Thru Axle – Boost yang tidak sesuai bogok/janjang dan diameternya.

Cara menukar dan transfigurasi QR/TA/Boost dan sebaliknya.

Total Time:

1 jam

Ukur ukuran susuk dan hub

Pastikan kita memaklumi format sintal dan garis tengah dan tulang beragangan dan hub pit nan akan dipasangkan. Ukur manual, atau lihat di perincisan suku cadang/besikal. Catat ukuran tadinya dan ukuran pengunci yang diinginkan.
Mengukur lebar OLD rangka dan hub sepeda

Telaah bagian hub dan kerangka yang boleh dibongkar

Lihat jenis dropout puas frame kereta angin, apakah bisa ditukar maupun enggak. Kemudian tatap pula hub, bagaimana kaidah membuka penutupnya, bentuk dan ukurannya, sehingga kita bisa memastikan sekiranya ada adaptor nan cocok untuk hub kita. Cak lakukan menukar ke ukuran yang farik, terutama lebih ki akbar, kita harus bisa membuka penutup hub nya.
Periksa bagian hub dab frame yang bisa diganti

Cari konverter yang cocok

– Bikin lebar nan proporsional, dan saja kepingin mengganti kaliber as, cari konverter batang/pin. Adaptor as ini umumnya sekadar berlaku buat memakaikan hub pada garis perdua yang bertambah mungil. Misalnya TA15 ke QR, TA20 ke TA12, dst.
– Kerjakan dempak nan berlainan dan garis tengah nan farik, pakai adaptor end logo atau spacer. Tetapi adaptor end etiket saja boleh dipakai takdirnya kita dapat mengekspos intiha hub, dan adaptor nya tersuguh. Adaptor end etiket lain cawis kerjakan semua merk, sekiranya lain ada, terdesak harus memakai spacer ataupun ganti hub.
– Pilihan spacer cak semau yang dapat dipasangkan plong sisi hub, suka-suka pun yang dipasang pada penggalan dropout frame.

Pasang konverter sesuai tanzil

Selain bakal metamorfosis 135-142 atau 141-148 dan sebaliknya, kita lagi harus mengatur posisi rotor dan cassette. Dapat dengan menambahkan spacer plong dudukan rotor disc brake, dan kelihatannya teradat menyetel ulang RD kalau manifestasi shifting kurang lampias.

Lazimnya ajaran sebagaimana ini terserah di modul konverter yang kita pakai.
Lepas dan pasang adaptor pada sepeda

Bahas kinerja sepeda

Periksa performa kereta angin setelah memakai konverter. Beberapa konverter belum tentu n kepunyaan matra yang sungguh-sungguh presisi, maupun pemasangan yang tidak tepat bisa membuat penampakan sepeda nan invalid lampias maupun muncul obstulen-obstulen.Periksa performa adaptor dan roda sepeda

Mengejar konverter dan adaptor QR/TA/Boost ini cukup musykil, karena kelihatannya lalu idiosinkratis kerjakan merk tertentu, dan produknya pun bukan diproduksi banyak, sampai-sampai untuk diversifikasi dan dimensi yang tidak mahajana. Banyak lagi nan mewujudkan adaptor sendiri (custom) ke bengkel pit maupun ahli las.

Di marketplace/toko online sekali pun kadang pilihannya itu-itu namun. Beberapa perakit spesialis barang khas termasuk merk hub tertentu sama dengan Komplikasi Solver, DT Swiss, Novatech, Chris King, Wolftooth, VeloVuze menyempatkan adaptor yang berkualitas, sahaja kadang harganya mahal, kali sama dengan harga hub nya.

Seleksian nan murah megah memakai produk China, yang pun banyak dijual disini. Cak untuk pilihan yang kian lengkap dan perincisan yang makin detail dapat dicari di Aliexpress, harga adaptor disana biasanya sama semata-alat penglihatan, namun pengapalan lebih lama, hanya makin banyak jenis pilihan yang bisa ditemui.

Mengaryakan adaptor dan konverter ini memang boleh membantu dan barangkali menghemat biaya. Sahaja perlu diperhatikan juga kemungkinan struktur yang kurang awet, karena kualitas, material dan presisi adaptor.

FAQ adaptor QR/TA/Boost

Apakah Hub 74 pit lipat dapat dipasang plong frame 100mm?

Hub buat besikal lipat lazimnya berukuran 74mm. Bisa juga dipakai pada kereta angin balap yang n hak lebar frame 100mm dengan interpolasi spacer. Transmutasi hub besikal lipat ini akan aman kerjakan hub yang tidak memakai disc brake. Karena posisi disc brake tidak teradat digeser-lengser juga. spacer di kidal-kanan akan membuat lawe tap/roda tetap simetris, dan posisi pelek yang sekata dengan rim brake.
Spacer untuk hub QR 74mm sepeda lipat menjadi 100mm

Kenapa as Thru Axle enggak bisa timbrung ke susuk sepeda?

Seandainya garis tengah as dan frame sudah seimbang hanya as tidak bisa turut, kebolehjadian besar karena bagan drat yang berlainan. Keberagaman drat (thread pitch) nan paling kecil sayang dipakai adalah drat bergairah (P15) atau 1.5mm. Ada juga hub yang dibuat dengan drat 1.75mm kerjakan roda-kereta kilangangin kincir idiosinkratis, yang tak boleh dipasang lega drat nan absah (1.5mm). jangan lalai juga mengawasi tingkatan drat sepatutnya sesuai dengan ketebalan frame/adaptor QR/TA.Panjang - lebar dan ukuran ulir pada as roda

Apakah bisa memakai adaptor QR-142 lakukan kerangka QR-141?

Biarpun memakai ukuran as nan sepadan, doang 142mm adalah 142mm, bukan 141mm. Ada cedera gempal hub seputar 1mm dibandingkan gempal framenya. Yang kalau dipaksakan ikut, sepertinya masih boleh, frame kita akan merenggang sejauh 1mm agar bisa gaplok hub sintal 142mm tersebut. Termasuk kembali posisi rotor dan cassette yang minus aspal offset. Biarpun minor, peristiwa ini dapat berpotensi subversif frame dan kelonceran cassette roda.

Bagaimana dengan adaptor Super Boost dan DH?

Duaja hub Super Boost dan DH (157 mm) bertambah langka dipakai, istimewa bagi sepeda Downhill. Konverter dan adaptor bakal pit DH tidak banyak. SuperBoost & DH horizon kepunyaan struktur dan neraca yang berbeda dengan TA/QR alias Boost/QR Boost. Contohnya seperti konverter di dasar ini, selepas terpajang, masih memerlukan stel ganggang ulang (re-dish) agar besikal bergeser 4.5mm ke non-drive side (kiri).
Konverter Boost (148) ke SuperBoostDH (157)

Bagaimana mandu termudah kerjakan memungkiri hub QR menjadi Thru Axle?

Bagi mengingkari hub QR (10×135) menjadi thru axle (12×142), prinsip nan minimum aman adalah mengubah end tanda, karena kedua macam hub ini senyatanya memiliki body yang seimbang.Caranya dengan melepas penutup kiri kanan, lalu menggantinya dengan akhir dengan gorong-gorong as yang bertambah capuk akbar dan raga yang lebih rata gigi.

Source: https://caribes.net/cara-memasang-as-belakang-sepeda/

Posted by: soaltugas.net