Cara Membuat Snare Drum Sederhana

Bagi sebagian raksasa yang mutakadim merasa menggeluti bumi snare selama bertahun-tahun, mungkin sira merasa tak perlu lagi membaca bagian ini. Tetapi saya mengatakan pada anda, JANGAN Cak bagi ITU!! Teknik Dasar merupakan situasi yang TERPENTING kerumahtanggaan setiap hal. Begitupun dalam bidang ini. Banyak sekali anak adam yang sudah pandai melakukan roll, flam dan lain-tidak namun tidak dapat menghasilkan kritik roll, flam yang melingkar dan jernih. Mengapa? Satu-satunya jawaban yaitu kamu tidak n kepunyaan teknik radiks yang baik.

Plong putaran ini saya akan membahas 2 hal utama yakni:

Cara Memegang Stick (Grip)
Pivot Point

Cara Menjabat Stick
Bagaimana cara terbaik memegang stick? Pendirian memegang stick sangatlah mudah. Coba lepaskan stick beliau dan suruhlah adik atau siapa-siapa disekitar situ untuk mengambilkan stick itu dan perhatikan bagaimana caranya ia memegang stick tersebut. Biasanya sosok akan memegang stick dengan cara yang moralistis bahkan jika yang memegang stick tersebut yaitu momongan-anak 5 perian. Mengapa? Karena secara dorongan hati orang akan memegang stick dengan cara terbaik dan paling nyaman bagi mereka.

Suka-suka dua pendirian yang paling terkenal memagang stick yaitu:
Matched grip dan
Traditional grip
Banyak yang memperdebatkan kedua cara ini. Masing-masing menyebut mandu yang satu lebih baik dari cara yang lain. Perdebatan itu telah berlangsung selama bertahun-tahun dan belum kembali berakhir setakat kini. Namun, saya akan memberikan pendapat pribadi tentang hal ini pasca- membincangkan kedua pendirian ini.

Matched Qalam
Matched grip
suntuk efektif sebab kita memegang stick dengan kaidah nan paling nyaman dan natural.

Yang minimum bermakna dalam matched mopit merupakan “fulcrum” atau “pivot point”. Kita harus menyambut stick lega fulcrum.

Apa itu fulcrum?
Fulcrum adalah suatu tutul yang kira-agak berjauhan 1/3 adegan dari bawah stick. Di titik itulah minimal nyaman kita menjabat stick. Dari titik itu, kita boleh memukulkan stick pada leger dengan hanya memberikan gerakan celah kita.

Perhatikan rajah disamping. Beginilah agar cara kita memegang stick. Purwa-tama stick kita jepit dengan telunjk dan ibu tangan kemudian genggamlah stick sehingga sebagaimana plong gambar berikut:

Gelojoh ingatlah bahwa memegang stickharus sreg fulcrum agar keseimbangan stick dapat terlatih dengan baik. Dengan demikian kita boleh dengan nyaman memukulkan stick plong drum dan mengontrol stick kita. Cak bagi cara Matched qalam, pendirian menjabat stick lega tangan kanan setimpal dengan tangan kiri.

Menjabat stick dengan prinsip Matched Mopit yaitu cara yang paling nyaman dan memudahkan kita untuk bermain snare. Grip nan proporsional juga digunakan oleh puas drummer pada band. Pada jaman lalu, snare pada marching band dibawa dengan mencantolkan snare di sisi kidal badan sehingga satah snare enggak rata. Kejadian ini membuat matched grip invalid nyaman digunakan sebab kita harus mengangkat sikut kiri kita pangkat-tataran. Namun kini sudah banyak snare tahang yang digantungkan sreg pundak sehingga satah snare rata dan menggunakan matched grip memadai melincirkan.

Traditional Qalam


Cara menjabat stick dengan traditional grip berlainan antara pengapit dan tangan kidal.Pendirian menyandang stick plong kepercayaan tepat begitu juga Matched Qalam, bedanya terletak puas cara memegang stick dengan tangabn kiri.
Bagaimana cara memegang stick pada tangan kiri?
Pertama-tama letakkan fulcrum tepat pada “V” antara telunjuk dan ibu jari anda.
Kemudian lingkarkan jari telunjuk dan empu jari anda sehingga bersilangan di atas stick.
Lewatkan stick diantara deriji tengah dan jari manis (Lihat rangka).

Ingatlah selalu cak bagi merapatkan jemari anda sehingga qalam ia pas kuat untuk menciptakan menjadikan stick tak terpantul dalam arah yang tidak kita kehendaki dan sulit dikontrol.

Traditional grip dahulu adalah grip umbul-umbul yang digunakan maka itu marching band seperti yang telah saya jelaskan diatas. Kendatipun waktu ini terserah yang sudah mulai meninggalkannya, doang masih banyak group marching band bahkan mereka yang professional masih menggunakan metode ini. Saya terka alasan utamanya yakni karena pendirian ini merupakan cara nan indah intern memegang stick. Banyak variasi-variasi atraksi seperti back sticking yang memukau dapat dihasilkan semenjak mopit ini. Kalau anda pernah menonton pertandingan DCI (Drum corps International) kamu dapat menemukan ternyata masih banyak yang memperalat cara ini.
Beberapa kesalahan mahajana:
Ibu jari diatas stick
Jika anda mengedrop ibu deriji diatas stick, mungkin anda berhasrat dapat mengontrol stick dengan kian baik karena anda dapat mengaras stick pada negeri yang makin raksasa. Sekadar pendirian ini terbatas baik. Mengapa?

Dengan menyambut stick seperti cara diatas, sira akan mendatangi menggerakkan tangan secara menyamping (lihat gambar disamping kiri). Memprakarsai tangan dengan mandu begini akan menghasilkan besarnya ki perspektif nan bisa anda jangkau sangat kecil sehingga membuat ketukan beliau abnormal keras. Cobalah bandingkan dengan apabila anda menggerakkan tangan dengan tangan tertelungkup. Hasil yang didapatkan pas berbeda. Dan tangan kamu tidak akan sakit.

Selain itu, jika anda menjabat stick seperti pendirian diatas, engkau tidak mengasihkan keleluasaan kepada fulcrum untuk memerankan perannya ibarat titik pivot atau bintik putaran stick. Hal ini mungkin terbantah sepele puas single stroke (pukulan suatu kali) tetapi sangat signifikan cak bagi pukulan-pukulan yang membutuhkan kederasan tingkatan.

Telunjuk diatas stick
Banyak pemula yang menggunakan cara ini. Alasan utamanya yakni agar stick bukan terlucur saat kita memegangnya pada fulcrum. Namun pergi membiasakan diri menyandang stick puas fulcrum seimbang saja dengan menciptakan problem plonco. Dengan memegang stick dengan pendirian ini sira tidak mungkin akan melakukan pukulan nan cepat dan melingkar. Lakukan selanjutnya perhatikan teknik fingering.

Kesalahan di tangan kidal
Di tangan kiri, kelihatannya dia namun menjepit stick antara empu jari dan telunjuk, membengkokkan jemari jemari anda dan meletakkan stick di atas deriji tengah. Pendirian ini relative lebih mudah pecah yang sepatutnya pada traditional grip. Dengan cara ini stick makin mudah mengambul. Dan kita agak kurang canggung memegang stick daripada cara traditional. Akan belaka perhatikan bahwa seringkali kita tidak cukup kuat menjepit stick dan lega kederasan yang tinggi stick akan bukan terkontrol dan menjurus terpantul kesana-kemari.

Pivot Point
Memukulkan stick pada snare kanyon sreg prinsipnya adalah mendustai stick pada head snare. Stick akan menempuh pelintasan berupa seperempat lingkaran dengan titik putar puas suatu noktah tertentu yakni pada fulcrum, sreg pergelangan tangan dan pada belokan.

Tutul putar puas fulcrum
Dengan menggunakan prinsip ini, yang paling berperan besar adalah jari sehingga teknik ini sering disebut fingering. Teknik ini memberdayakan sedikit sekali otot sehingga lain sesak memerlukan energi yang banyak dan sejadi sekali untuk digunakan lega manuver-gerakan nan cepat seperti roll atau pukulan berturut-masuk pada tangan nan setimpal. Teknik ini seringkali digabungkan dengan teknik lain sama dengan birama dengan pergelangan tangan.

Bintik putar pada pergelangan tangan
Cara kedua ini paling banyak digunakan. Otot-urat nan diberdayakan merupakan urat-otot disekitar pergelangan tangan. Akibatnya, bunyi yang dihasilkan lebih kuat dan masih pas efektif untuk menghasilkan bunyi yang cepat. Cara ini dapat dikombinasikan dengan teknik fingering sehingga menghasilkan obstulen yang buntak, gentur dan cepat.

Noktah kencong sreg lekukan
Dengan mandu ini kita memukulkan stick dengan titik erot pada lekukan kita (lihat bentuk). Usahakan untuk tidak menggabungkan gerakan ini dengan gerakan yang lain sebab bisa menghasilkan rasa nyeri apabila diulang acap kali. Memukul dengan cara seperti ini lampau jarang dilakukan dan biasanya saja dilakukan untuk memasrahkan suara yang keras seperti membunyikan accent.

Dari ketiga teknik diatas, mana yang paling kecil gelojoh digunakan? Jawabannya tergantung situasi. Terkadang kita melakukan semuanya sekaligus, kadang kadang hanya suatu teknik belaka. Nan perlu diingat sebaiknya saat kita belajar, kita memisahkan ketiga cara diatas agar bunyi yang kita hasilkan bisa menjadi bulat dan jernih.

Source: https://fisikagila.blogspot.com/2007/10/teknik-dasar-snare-drum.html

Posted by: soaltugas.net