Cerita Bersyukur Dalam Segala Hal

3 Cerita Senawat Hidup untuk Cinta Berterima kasih


Banyak yang bilang bahwa kita harus pelalah bersyukur setiap waktu. Doang, kenyataannya terkadang kita tidak mensyukuri segala situasi yang dimiliki dan berorientasi menyalahkan hidup. Bilang narasi motivasi atma berikut ini akan mengingatkan kita untuk selalu berlega hati dalam situasi apa pun.

  1. Kisahan Lecut Umur Seorang Difabel

    Abstrak lahir sebagai seorang yang difabel. Ia harus memperalat geta besikal karena kedua kakinya cacat sejak lahir. Namun, kehidupan hidupnya tak pernah padam. Ia bahkan mampu menjalankan operasi florist yang cukup sukses di Jakarta. Seseorang kekeluargaan bertanya kepadanya, “Apakah sira tidak merasa malu maupun kesal dengan keadaanmu sekarang?” Maya tidak murka mendengar pertanyaan tersebut. Ia malah menjawab sambil tersenyum, “Hidupku penting di mata Halikuljabbar. Bunga Bakung di taman saja diberi ketampanan oleh-Nya, tentu saja Allah lebih mengasihiku dibanding Anakan Bakung tersebut, lain? Jikalau Tuhan saja mengasihiku, bagaimana boleh aku tidak mengasihi diriku sendiri?”

  2. Cerita Senawat Hidup Seorang Istri Setia

    Cerita pecut nasib ini datang dari seorang ulam-ulam cantik yang solehah, Dara. Di usianya yang sudah kepala 3, beliau tetap nampak seperti dayang berusia 20-an. Jikalau mau mencari laki yang lebih berharta, sira pasti bisa. Detik suaminya menyingkir merantau ke luar pulau cak bagi mencari rahim, Kuntum konsisten setia. Hidupnya bukan sonder godaan. Para pemimpin bernas di kampung banyak yang merayunya. Bahkan, suka-suka nan enggak canggung menawarinya untuk bintang sartan bini gelap dengan jaminan kebutuhan lahir batinnya akan terpenuhi. Ibunya pun pernah bertanya, “Ra, mumpung masih muda, apa kau tidak mau cerai dan menikah lagi dengan pria yang kian mapan?” Putri menjawab, “Pria mapan dan makmur banyak, Bu. Tapi pria nan bisa menjadi pater yang baik, loyal, dan cinta keluarga sama dengan Mas Pras itu tak banyak. Aku bersyukur bisa dicintai dan menganakemaskan Mas Pras, Bu.”

  3. Cerita Motivasi Hidup Seorang Ibu

    “Bu, wajarkah takdirnya aku ingin sama dengan pasangan-temanku? Punya uang banyak, panjat mobil ke mana-mana, dan bisa berlibur ke luar kewedanan setiap tahun.” kata Atik pada suatu petang. Ibunya terperangah mendengar cak bertanya tahir putrinya. “Wajar saja, Tik. Tapi coba dia tatap langit itu. Apakah indah?” tanya ibu sewaktu menunjuk langit magrib yang nampak indah dengan gradasi warna jingga dan abang. “Tentu sahaja indah, Bu,” jawab Atik. “Cukuplah, jika Atik memandang terus ke langit lakukan mengaguminya, Atik pasti tidak adv pernah bahwa di depan terserah jalanan yang berlubang. Karena terus meluluk ke atas, Atik bisa ambruk teremban ke gua itu.” Atik bertanya, “Maksudnya apa, Bu?” “Langit memang sani, tapi Atik tetap harus melanglang serempak meluluk ke radiks bagi menghindari lubang dan lumpur di jalan. Seimbang dengan kehidupan, jika kita terus mengawasi orang-insan yang lebih beruntung dari kita, maka kita bisa jatuh tercampak. Oleh karena itu, berjalanlah spontan mengintai ke sumber akar karena di asal kita masih banyak orang nan lain lebih beruntung pecah kita.”

Spirit memang berulangulang mewujudkan kita lupa atau lain sempat untuk bersyukur. Bersyukurlah atas segala yang kita miliki hingga ketika ini. Baik itu adalah arwah, raga, batih, harta, dan hal lainnya yang suka-suka pada diri kita. Semoga
narasi motivasi hidup
di atas dapat mengajari kita untuk bukan henti bersyukur.

Source: https://www.tehsariwangi.com/artikel/3-cerita-motivasi-hidup-untuk-selalu-bersyukur

Posted by: soaltugas.net