Cerita Cindelaras Dalam Bahasa Inggris







TEXT NARRATIVE


“CINDELARAS”

(CINDELARAS STORY)



Publikasi :


Bak penggagas penting, Tampan serta memilik sifat baik dan pantang menyerah

Penyayang, bertanggungjawab, sabar dan pelaku gentur.

Padanan, bertanggungjawab, penasaran, dan nge-boss.

Tebal hati, panas hati dan keki

Jahat, iri, pemfitnah dan dengki

Bijak dan palamarta

Rimba Belantara dan kekaisaran


3.



Ringkasan Cerita :

Cindelaras adalah
cerita rakyat
 yang pecah dari
Jawa Timur
. Kisahan ini mengobrolkan akan halnya seorang anak junjungan-laki yang bernama Cindelaras dan ayam jantannya. Cindelaras mempunyai ayam nan tidak terkalahkan. Ayam inilah nan mendudukkan Cindelaras dan Raden Putra, ayah berpokok Cindelaras.

Narasi Rakyat Cindelaras mengilustrasikan buah dari sebuah kelakuan nan dilakukan bani adam, berbuat baik maka akan menyepakati akibat baik padahal berbuat jahat akan mendatangkan murka alam dan siksaan.



“CINDELARAS”

(CINDELARAS STORY)

            Raden Putra was the king of the Kingdom Jenggala. He was accompanied by a consort of a kind and his beautiful concubine. However, the concubine of King Raden Putra has properties envy and jealousy against the empress. He devised a bad to the empress. “Supposedly, I became empress. I senggat to find a way to get rid of the empress,” he thought.

           Raden Putra adalah raja Kerajaan Jenggala. Beliau didampingi koteng permaisuri yang ramah dan sendiri istri simpanan yang cantik jelita. Tetapi, bini gelap Raja Raden Putra n kepunyaan aturan iri dan dengki terhadap si prameswari. Ia merencanakan suatu yang buruk kepada permaisuri. “Seharusnya, akulah yang menjadi permaisuri. Aku harus mencari akal bakal menyingkirkan permaisuri,” pikirnya.

            Concubine of the king, conspired with a royal physician. He pretends to be ill. Royal physician immediately summoned. The doctors said that there was someone who batas put poison in the drink princess. “That man is none other than his own consort Majesty,” said the physician. Majesty was angry to hear the explanation porah physician. He immediately ordered his assistance to get rid of the empress to the forest.


Selir baginda, berkolaborasi dengan seorang tabib istana. Ia berpura-pura sakit parah. Tabib istana segera dipanggil. Sang tabib mengatakan bahwa cak semau seseorang yang telah menaruh venom dalam minuman tuan perawan. “Orang itu tak bukan adalah permaisuri Baginda sendiri,” kata sang medikus. Baginda menjadi murka mendengar penjelasan tabib istana. Ia buru-buru memerintahkan patihnya lakukan membuang permaisuri ke hutan.

            The governor immediately bring the pregnant queen into the wilderness. But, a wise governor would not kill him. Apparently the governor already know the king’s concubine malice. “The princess does not have to worry, I will report to the king that the princess was killed,” said the governor. To trick the king, the duke smeared his sword with rabbit blood were captured. The king was satisfied when the governor reported that he had killed the empress.


Sang patih segera mengangkut permaisuri nan sedang mengandung itu ke jenggala belantara. Tapi, patih nan bijak itu tidak mau membunuhnya. Rupanya si bendahara sudah lalu mengetahui niat jahat selir kaisar. “Pemilik amoi bukan perlu gagap, hamba akan melaporkan kepada Sultan bahwa pemilik nona sudah hamba bunuh,” pengenalan patih. Kerjakan mengelabui pangeran, sang bendahara melumuri pedangnya dengan darah kelinci yang ditangkapnya. Raja menganggung sreg ketika sang perdana melapor jika ia sudah membunuh prameswari.

            After a few months of being in the woods, the child was born empress. The infant was given the name Cindelaras. Cindelaras grow into a child who is smart and handsome. Since childhood he had been friends with the animal inhabitants of the forest. One day, when it was playing, an eagle dropped an egg. “Hmm, good eagle once. Eggs he accidentally gave it to derita.” After 3 weeks, the eggs hatch. Cindelaras diligently maintains chicks. The chicks grow into a cock nice and strong. But there is one oddity. The sound of a rooster crowing it’s absolutely stunning! “… My lord Kukuruyuk Cindelaras, his house in the middle of the jungle, coconut leaf roof, her father Raden Putra …”

           Setelah beberapa bulan berlambak di jenggala, lahirlah anak si prameswari. Bayi itu diberinya label Cindelaras. Cindelaras bersemi menjadi seorang anak yang cerdas dan panai. Sejak mungil sira sudah berkawan dengan binatang penghuni hutan. Satu hari, ketika sedang asyik bermain, seekor rajawali melibas sebutir telur. “Hmm, rajawali itu baik sekali. Beliau sengaja memberikan telur itu kepadaku.” Setelah 3 minggu, telur itu menetas. Cindelaras memelihara anak ayamnya dengan rajin. Momongan ayam itu merecup menjadi seekor ayam jago jantan yang bagus dan kuat. Tapi ada satu keanehan. Bunyi kokok mandung bagak itu sungguh menakjubkan! “Kukuruyuk… Tuanku Cindelaras, rumahnya di paruh hutan, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra…”

            Cindelaras was amazed to hear the crowing chickens and immediately showed his mother. Then, the mother Cindelaras recount the origins of why they were in the woods. Hearing the mother’s story, Cindelaras determined to go to court and expose evil king’s concubine. After his mother’s permission, Cindelaras go to the palace accompanied by a rooster. When in the course of a few people who are risking chicken. Cindelaras then called by the penyabung chicken. “Come, if you dare, adulah jantanmu chicken with my chicken,” she challenged. “All right,” replied Cindelaras. When pitted, apparently Cindelaras rooster fight gallantly and in a short time, he can beat his opponent. After a few times pitted, chicken Cindelaras titinada invincible. Chicken is really tough.


Cindelaras silam takjub mendengar kokok ayamnya dan buru-buru memperlihatkan pada ibunya. Lewat, ibu Cindelaras mengobrolkan dasar usul mengapa mereka sampai berada di pangan. Mendengar cerita ibundanya, Cindelaras berkeinginan cak bagi ke istana dan mengekspos kejahatan selir baginda. Setelah di ijinkan ibundanya, Cindelaras meninggalkan ke istana ditemani maka dari itu ayam jantannya. Ketika dalam perjalanan ada bilang orang nan sedang menyabung ayam aduan. Cindelaras kemudian dipanggil oleh para penyabung ayam jago. “Ayo, sekiranya kesatria, adulah mandung jantanmu dengan ayamku,” tantangnya. “Baiklah,” jawab Cindelaras. Ketika diadu, ternyata ayam jantan nyali Cindelaras bertarung dengan perkasa dan internal waktu singkat, ia bisa mengalahkan lawannya. Setelah bilang kali diadu, ayam Cindelaras lain terkalahkan. Ayamnya serius tangguh.

            News about the greatness of chicken Cindelaras spread quickly. Raden Putra was to hear the news. Then, Raden Putra asked to invite Cindelaras hulubalangnya. “Servant facing your majesty,” said Cindelaras politely. “The boy is handsome and smart, like he was not a descendant of the common people,” thought the king. Cindelaras chicken with chicken Raden Putra pitted on one condition, if chicken Cindelaras then he was willing to lose his head chopped off, but if you win then half chicken Raden Putra wealth belongs Cindelaras.


Berita tentang kehebatan ayam Cindelaras tersebar dengan cepat. Raden Putra pun mendengar berita itu. Kemudian, Raden Putra menyuruh hulubalangnya kerjakan ulem Cindelaras. “Hamba berorientasi pangeran,” kata Cindelaras dengan santun. “Anak asuh ini tampan dan cerdas, sepertinya beliau bukan keturunan rakyat jelata,” pikir baginda. Ayam aduan Cindelaras diadu dengan ayam Raden Putra dengan suatu syarat, sekiranya ayam jantan Cindelaras kalah maka beliau bersedia kepalanya dipancung, tetapi jika ayamnya menang maka setengah mal Raden Putra menjadi peruntungan Cindelaras.

            Two chickens that fought valiantly. But in a short time, succeeded in conquering chicken chicken Cindelaras King. The audience cheered and cheered Cindelaras chicken. “Okay I admit defeat. I will keep my promise. But, who are you, young man?” Pertanyaan King Raden Putra. Cindelaras immediately bent like whispering something in his chicken. Not how long the chicken immediately tulang beragangan. “… My lord Kukuruyuk Cindelaras, his house in the middle of the jungle, coconut leaf roof, her father Raden Putra …,” the rooster crowed repeatedly. Raden Putra was surprised to hear a rooster crow Cindelaras. “Is that true?” Asked the king astonishment. “Yes sire, name Cindelaras servant, slave mother was king consort.”


Dua ekor ayam itu antuk dengan gagah berani. Tetapi n domestik hari sumir, ayam Cindelaras berhasil menjinakkan ayam si Raja. Para penonton bersorak sorai mengelu-elukan Cindelaras dan ayamnya. “Baiklah aku mengaku kalah. Aku akan menunaikan janji janjiku. Tapi, siapakah kau senyatanya, anak asuh muda?” Tanya Baginda Raden Putra. Cindelaras lekas membengkok sama dengan membisikkan sesuatu sreg ayamnya. Tidak berapa lama ayamnya lekas berbunyi. “Kukuruyuk… Kanjeng sultan Cindelaras, rumahnya di paruh hutan, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra…,” ayam itu berkokok berulang-ulang. Raden Putra tersentak mendengar kokok ayam Cindelaras. “Benarkah itu?” Soal baginda keheranan. “Bersusila Sunan, nama hamba Cindelaras, ibu hamba adalah permaisuri Syah.”

            At the same time, the governor immediately facing and telling all the events that have actually happened to the empress. “I’ve made a mistake,” said King Raden Putra. “I will give appropriate punishment to my mistress,” continued the king’s wrath. Then, concubine Raden Putra was to dispose of the woods. Raden Putra immediately hugged her and apologized for his mistake After that, Raden Putra and district chief consort to immediately pick up the forest .. Finally Raden Putra, empress and Cindelaras can regroup. After Raden Putra died, Cindelaras replaced the father. He ruled the country justly and wisely.


Bersamaan dengan itu, sang mangkubumi segera menghadap dan menceritakan semua kejadian yang sebenarnya sudah lalu terjadi pada permaisuri. “Aku telah melakukan kesalahan,” prolog Baginda Raden Putra. “Aku akan memberikan azab yang sebanding plong selirku,” lanjut Baginda dengan murka. Kemudian, selir Raden Putra kembali di campakkan ke pangan. Raden Putra segera memeluk anaknya dan meminta ampunan atas kesalahannya Sesudah itu, Raden Putra dan hulubalang taajul ulem permaisuri ke jenggala.. Alhasil Raden Putra, permaisuri dan Cindelaras dapat berkumpul kembali. Setelah Raden Putra meninggal dunia, Cindelaras menggantikan kedudukan ayahnya. Anda memerintah negerinya dengan adil dan bijaksana.

Source: http://gudangbelajar008.blogspot.com/2016/02/text-narrative-cindelaras-cindelaras.html

Posted by: soaltugas.net