Cerita Kabayan Dan Nyi Iteung


02 10 2022 Kabayan 04
Kamu tahu cerita Si Kabayan, sendiri pemuda desa yang bersih, absurd hanya cerdas dari persil Pasundan? Nah cerita rakyat mengenai Sang Kabayan hadir dalam tontonan Sang Kabayan dan Karya Tari Balet Eropa” di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, (Sabtu 31/10/2015).

Pementasan ini mengobrolkan kisah Cinta Si Kabayan dengan kekasih hatinya Nyi Iteung. Si Kabayan nan pemuda desa ini berusaha memberikan kado terindah untuk mempersunting kekasihnya tersebut. Cak bagi itu ia berpetualang dari satu pulau ke pulau lain di Indonesia bikin mengejar harta karun yang dahulu ditinggalkan oleh ayahnya ketika jaman Belanda.

Cerita Si Kabayan hadir dalam balutan tari balet dipadu dengan dengan kostum dan alunan musik tradisional Indonesia ini.  Narasi ini membawa seni tari balet ke tingkat kesulitan yang makin tinggi karena gerakan kaki penandak balet yang harus tetap
on point, seraya menyarungkan kostum tradisional Indonesia yang sepanjang ini dikenal cukup jarang kerjakan dikenakan beserta aksesoris yang digunakan.

Foto : Erich Setiadi / Marlupi Dance Academy
Foto : Erich Setiadi / Marlupi Dance Academy

– Advertisement –

Diperankan oleh kuantitas 75 penari balet pilihan. Dua pemeran utama ditampilkan maka dari itu dua penari generasi mulai dewasa Indonesia Michael Halim dan Resti Oktaviani yang sudah lalu menerima Solo Seal Award, ujian teratas dalam tari balet mulai sejak London Royal Academy of Dance (RAD).

“Ini adalah lembaga komitmen kami dari Marlupi Dance Academy cak bagi mendorong generasi muda Indonesia bakal loyal melestarikan tari klasik balet tanpa memencilkan ragam budaya Indonesia,” ujar Fifi Sijangga – Managing Director, Marlupi Dance Academy.

Lakukan Fifi Sijangga, tidaklah mudah membuat karya tari ini karena balet berasal dari budaya Eropa. Namun mereka sebagai penghuni Indonesia bertanggung jawab cak bagi dapat ikut ambil bagian dalam mengenalkan kisahan rakyat privat seni tari balet agar generasi muda Indonesia bisa terus mengenang cerita rakyat.

Foto : Erich Setiadi / Marlupi Dance Academy
Foto : Erich Setiadi / Marlupi Dance Academy

Manifestasi “Si Kabayan juga didukung maka itu panca tipe ajojing tradisional dari pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Seluruhnya dikemas privat nada dua warna nan diaransemen spesial oleh Hendra Duo percussion dan Adam Sidhi Permana dan didukung dengan layar multimedia serta properti nan spektakuler, dan seragam solo koneksi balet dan tradisional Indonesia nan dirancang oleh Febrizal Ridwan.

Pementasan dibuka dengan penampilan “The Journey” yang yaitu sebuah repertoar balet Indonesia yang merupakan refleksi berpunca pertualangan hidup untuk kontan menggapai kasih dan burung laut melalui seluruh realita spirit manusia. Kisah “The Journey” ini pun bentuk pujian cerminan perjalanan Marlupi Dance Acedemy di tiga generasi merupakan Marlupi Sijangga, Fifi Sijangga, hingga Claresta Sijangga-Imani dalam mempertahankan majuh dan menggapai mimpi untuk balet di Indonesia.[]

Foto : Erich Setiadi / Marlupi Dance Academy
Foto : Erich Setiadi / Marlupi Dance Academy

– Advertisement –

Source: https://kabarkampus.com/2015/11/cerita-cinta-kabayan-dan-nyi-iteng-dalam-pementasan-tari-balet/

Posted by: soaltugas.net