Contoh Program If Else C++

Percabangan atau Penyeleksian Bahasa C (IF & Switch) —Terdapat dua percabangan atau penyeleksian pada bahasa C, yaitu IF dan Switch.

Eksploitasi percabangan atau penyeleksian ini sangat mahajana digunakan sreg suatu bahasa pemrograman, dikarenakan satu permasalahan nan menyebabkan penyeleksian suatu kondisi. Kalau kondisi tercurahkan maka akan melanjutkan perintah selanjutnya begitupun kalau kondisi salah atau tidak terpenuhi program akan berhenti alias melanjutkan ke kondisi yang tidak terpenuhi tersebut.

Berdasarkan kondisinya percabangan IF terdapat tiga macam, adalah untuk satu kondisi, dua kondisi dan tiga atau bertambah kondisi. Ada juga nan disebut laksana IF bersarang
(Nested IF)
yaitu IF didalam IF.

1. IF (Satu Kondisi)

Sreg IF ini tetapi untuk satu kondisi, strukturnya adalah :

If(kondisi)
{

        pernyataan atau statement;

}

Hipotetis programnya yaitu :


#include <stdio.h>


int main(void)


{


    int N;


    scanf(“%d”, &T);


    if(N>0){


        printf(“Ufuk adalah Ganjaran Positif”);


    }


    return 0;


}

2. IF-Else (Dua Kondisi)

Sedangkan pada IF-Else ini semata-mata untuk dua kondisi, strukturnya yaitu :

If(kondisi)
{

        pernyataan atau statement;

}

else

{

        pernyataan atau statement;

}

Contoh programnya yaitu :


#include <stdio.h>


int main(void)


{


    int N;


    printf(“Masukkan Kodrat Buntar : “);


    scanf(“%d”, &Tepi langit);


    if(N>0){


        printf(“N merupakan Bilangan Faktual”);


    }


    else printf(“N tidak Bilangan Berupa”);


    return 0;


}

3. IF-Else-IF (Tiga Kondisi atau Bertambah)

Sedangkan untuk kondisi tiga kondisi atau lebih kita hanya wajib menambahkan else if pula untuk menambahkan satu kondisi, strukturnya yaitu :

If(kondisi)
{

        pernyataan atau statement;

}

else if

{

        pernyataan atau statement;

}

else

{

        pernyataan atau statement;

}

Contoh programnya ialah :


#include <stdio.h>


int main(void)


{


    int N;


    printf(“Masukkan Bilangan Melingkar : “);


    scanf(“%d”, &T);


    if(N<10){


        printf(“N yakni Runcitruncit”);


    }


    else if(N<100)

{


        printf(“N yakni Puluhan”);


    }


    else if(T<1000)

{


        printf(“N yaitu Ratusan”);


    }


    else

{


        printf(“Ufuk bukan runcitruncit, puluhan ataupun ratusan”);


    }


    return 0;


}

4. Nested IF (IF Bersarang)

Nested if atau yang normal dikenal if bersarang (IF didalam IF) ini juga buruk perut digunakan, sekiranya kita mempunyai suatu kondisi dan didalam kondisi tersebut kita ingin menambahkan kondisi lagi maka gunakanlah if bersarang, strukturnya yaitu :

If(kondisi)
{

        if(kondisi)

        {

                 pernyataan atau statement;

        }

        else{

                 pernyataan atau statement;

        }

}

Sempurna programnya yaitu :


#include <stdio.h>


int main(void)


{


    int N;


    printf(“Masukkan Bilangan Buntar : “);


    scanf(“%d”, &N);


    if(N>=0 && N<=100)


    {


            if(Ufuk<=50)


            {


                  printf(“Nilai N adv minim dari sama dengan 50”);


            }


            else


            {


                  printf(“Nilai Horizon lebih berbunga 50”);


            }


    }


    else


    {


        printf(“Falak bilangan subversif alias lebih mulai sejak 100”);


    }


    return 0;


}

5. Switch-Case (Penyeleksian Variabel)

Puas Switch ini kita bisa lebih efektif untuk pemrograman yang menunggangi banyak kondisi karena strukturnya simple hanya menggunakan case. Oleh karena itu sebelum menunggangi Switch kita harus menyibuk kondisi malah silam dari acara yang akan kita buat, apakah bisa jadi jika menggunakan Switch. Lalu sama seperti IF terwalak juga Switch bersarang yakni Switch didalam Switch ataupun kita bahkan bisa memasukkan fungsi IF didalam Switch. Untuk pemakaian ponten range privat switch menggunakan
“…”,
contohnya “case 1 … 100 :” #tanpa tanda kutip.
Anak bungsu lakukan penggunaan poin fiil harus menambahkan kutip 1, contohnya ” case‘A’ ” #sonder petik dua.

Strukturnya merupakan :


switch(kondisi)


{


    case 1 : pernyataan maupun statement;


    break;




case 2 : pernyataan maupun statement;


    break;




case 3 : pernyataan atau statement;


    break;


    default : pernyataan atau statement;


    break;


}

Contoh programnya yaitu :


#include <stdio.h>


int main()


{


    int nilai;


    char indeks[10];


    printf(“Masukkan skor : “); scanf(“%d”, &kredit);


    switch(poin)


    {


    case 0 … 39 : strcpy(indeks,”Penanda E”);


    break;


    case 40 … 49 : strcpy(indeks,”Indeks D”);


    break;


    case 50 … 59 : strcpy(indeks,”Indeks C”);


    break;


    case 60 … 79 : strcpy(parameter,”Parameter B”);


    break;


    case 80 … 100 : strcpy(indeks,”Indeks A”);


    break;


    default : printf(“Nilai Keseleo\t”);


    break;


    }


    printf(“\nNilai engkau adalah %d, %s”,nilai,penanda);


}

Percabangan atau Penyeleksian Bahasa C (IF & Switch)

Sumber : http://www.nulis-ilmu.com/2015/10/if-dan-switch-intern-bahasa-c.html

Itulah publikasi mengenaiPercabangan atau Penyeleksian Bahasa C (IF & Switch). Sepatutnya bermanfaat

Source: https://www.materipelajaran.web.id/2016/12/percabangan-atau-penyeleksian-bahasa-c-if-dan-switch.html

Posted by: soaltugas.net