Contoh Proposal Makanan Internasional Pizza


PIMUT “PIZZA IMUT”


PENDAHULUAN


A. Latar Birit

Di zaman yang serba modern dan pesatnya perkembangan teknologi, sebagian besar individu buruk perut mencari makanan dan jajanan yang akan dimakannya. Semata-mata bagi sebagian awam ekonomi menengah ke pangkal sepertinya tidak terlalu mencacat makanannya, maksudnya lain seperhatian awam ekonomi menengah ke atas. Karena masyarakat tersebut memintal makanan yang terdepan mak-nyus, murah, dan cepat didapat. Mereka tidak bersisa memikirkan tentang kandungan yang terwalak di privat makanan itu, sungguh berbeda dengan masyarakat yang ekonomi menengah ke atas yang semuanya serba diperhatikan.


Bagi itulah kami terpikat mengembangkan usaha pizza, salah suatu rahim favorit banyak manusia nan hampir dapat ditemui di setiap tempat dan di setiap wilayah. Seperti yang kita ketahui bahwa pizza adalah sangat lemak dan lemak dan memiliki banyak pemadat. Mengingat potensial keuntungan yang boleh diraih cukup besar.  Dari alasan itulah kami mau mengembangkan usaha pizza ini yang kami beri nama “Pimut (pizza imut)”.
Harganyapun sangat tercapai, sehingga mudah di jangkau maka itu semua kalangan  publik. Nafkah gizi nan terdapat puas target pembuatan pizza sangat baik dikonsumsi makanya publik. Dan lebih bermakna sekali lagi, kami akan memperkenalkan produk lokal ini kendati banyak di gemari mulai sejak landasan kanak-kanak hingga dewasa.


B. Visi Kampanye

 “Mempromosikan dagangan nan bermutu dan digemari oleh kalangan masyarakat. Serta menyanggang komoditas lokal kepada awam luas agar lebih mengenal produk momongan nasion”.


C. Misi Operasi

1.

Menyediakan pizza yang boleh dinikmati maka dari itu semua kalangan


2.

harga yang murah dan baik hati mileu


3.

Meningkatkan mutu barang semoga produk boleh dikenal makanya masyarakat.


4.

Menghasilkan majemuk produk yang memiliki kualitas dan loklok yang terjamin.


5.

Menjadikan usaha ini andai peluang usaha yang memberikan manfaat atau keuntungan yang terbaik.



BAB II


Analisis SWOT


A.



Pengertian Analisis SWOT


Dalam membeberkan suatu usaha, koteng pembisnis harus melakukan suatu analisis terhadap usahanya tersebut. Analisis ini dinamakan dengan analisis SWOT. Analisis SWOT yakni kajian yang menggabungkan beberapa molekul seperti strength (kemujaraban), weakness (kelemahan), opportunity (kesempatan/peluang), dan treat (ancaman). Analisis SWOT dibutuhkan kerjakan menjadi mangsa pertimbangan bagi pembisnis agar dapat meningkatkan profit alias laba serta menghindari pecah bermacam-macam resiko. Lega pembahasan ini, penulis akan memaparkan hal-hal yang berkaitan dengan amatan SWOT pada kampanye “PIMUT HARANIZAY”, berikut uraiannya.


1.



Strength (Kelebihan)

Keunggulan berpokok Pimut Haranizay diantaranya:


·

Harganya yang gemi


·

Baik dikonsumsi untuk semua kalangan mahajana


·

Cara pembuatannya mudah


·

Bebas semenjak bahan pengawet


·

N kepunyaan banyak gizi

·

Bahan yang mudah didapatkan

·

Kualitas objek baik

·

Dapat membusut nilai nutrisi


2.



  Weakness (Kelemahan)





Dalam proses pembuatan suatu produk, pasti memiliki suatu obstruksi dan kelemahan dari suatu komoditas, ini diantaranya :


·

Sarana dan prasarana kurang lengkap


·

Produk mudah ditiru


·

Tidak bertahan lama



3.






Oportunity (Peluang)





Di internal menjalankan usaha ‘’PIMUT HARANIZAY’’ ini, terdapat beberapa peluang diantaranya :


·

Tempat strategis


·

Di wilayah pedesaan belum banyak nan memproduksi komoditas ini


·

Harga yang ditawarkan kepada masyarakat terjangkau


·

Disediakan layanan pesan antar (delivery)


·

Disediakan layanan wanti-wanti online


·

Menyisihkan pesanan dalam total besar



4.



Treat (Ancaman)

Bentakan yang mungkin akan dialami kapan melakukan komersial merupakan:

Adanya pesaing nan menjual produk yang sama dengan harga yang bertambah murah berpangkal harga nan kami tawarkan.

N domestik suatu usaha Marketing Mix dikenal dengan formula 4P, yaitu :


1.
Product (Barang)


2.
Price (Harga)


3.
Place (Panggung)

4.
Promotion (Promosi)

1.

Product (Produk)

Bahan nan diperlukan dalam pembuatan “Pimut Haranizay” adalah :

Mangsa kocokan :

180 gr Tepung Terigu Protein Tinggi (Cakra Kembar)

1 sdm susu tepung (Dancow)

100 ml air hangat

1 sdt fermen instan

2 sdm gula

1 sdt garam

3 sdm minyak manis

2 sdm mentega (blue band)

Bahan toping :

Saos Bolognese

Saos sambal

Keju

Kornet

Abon

Sozis

Prinsip mewujudkan :

·

Campurkan ragi, gula putih dan garam dengan air panas kuku. Diamkan +- 10 menit sebatas berbuih.

·

Di wadah terpisah campur serbuk terigu dan susu abu, kemudian tambahkan air ragi, patra sayur. Aduk rata, dan tambahkan margarin.

·

Uleni adonan sampai nirmala, tidak perlu setakat variabel sama dengan mewujudkan adonan donat. Yang terpenting sudah terbaur rata dan tidak lengket ditangan.

·

Tutup adonan dengan perca dan diamkan lebih kurang 30 menit sebatas mengembang.

·

Sesudah mengembang, tipiskan bancuhan dan  bentuk di Loyang atau di panci ricecooker yang sudah dioles margarine dan ditabur tepung.

·

Potong-tusuk bancuhan pakai cukit, berikan keju untuk pinggiran, tambahkan saos Bolognese, kornet, keju (prociz), abon, sosis.

·

Masukkan panic ke rice cooker dan tekan cook, jika tombol naik ke warm tunggu kurang lebih 5 menit dan tekan cook lagi (ulangi 3 kali).

·

Sesudah matang angkat kuali besi dari ricecooker dan pimut siap kerjakan di  nikmati.

Harga tinggal berpengaruh dengan laku tidaknya produk yang ditawarkan karena dengan harga yang ekonomis, kami yakin bahwa dagangan yang kami buat akan banyak peminatnya. Harga nan akan kami tawarkan sangatlah ekonomis dan cocok kerjakan semua isi kocek masyarakat aceh.

            Sebelum mendirikan usaha, seorang wirausaha harus bisa menentukan letak medan manuver nan strategis, mudah dalam memperoleh bahan lazim, serta menentukan sasaran pasar nan dituju. Sehingga dapat memasrahkan kemudahan dan keuntungan bagi pengusaha. Kancah yang kami buat yaitu di daerah Darussalam, Banda Aceh tepatnya di rumah kami koteng, karena kami mengusung konsep home industry.

4.

Promotion (promosi)

Berdasarkan analisa kemungkinan kampanye, kami mengerjakan promosi dengan cara mengiklankan di berbagai sosmed seperti instagram, facebook, line, wa, dan enggak tidak, dan juga menggunakan metode mulut ke mulut serta mengawurkan brosur dan menaruh tester pimut di cafee-cafee setempat dan menempelkan pamflet di madding-mading perguruan panjang kawasan seperti UIN Arraniry, Unsyiah, dan Abulyatama.



BAB III


MARKETING


A. Mangsa Pasar

Kami berencana cak memindahtangankan barang secara offline ataupun online sehingga pelanggan dapat memesan produk dengan mudah. Pemasaran offline berbarengan dating ke medan yang bersemayam di Darussalam, Banda Aceh. Medium pemasaran produk secara online kami untuk dengan membentuk website nan boleh diakses pelanggan kapanpun, kami kembali menyempatkan wanti-wanti antar dan delivery online sehingga memudahkan pengguna yang igin mencoba




B. Segmentasi Pasar

Target konsumen adalah  masyarakat di kewedanan sekeliling dari semua golongan baik anak-anak, usia muda maupun tua lontok.


C. Strategi Pemasaran

Dalam penjualan dan pemasaran dagangan ini, ada bilang strategi yang digunakan yaitu :

1.    Menetapkan harga yang relative murah hendaknya dapat terengkuh maka dari itu semua kalangan  masyarakat.

2.   Tempat penjualan nan strategis.

3.  Mengamalkan peladenan yang terbaik, dan menerapkan 5 S (Senyum, Teguran, Salam, Sopan, dan Santu).

4. Memenuhi kepuasan dan aplikasi pengguna.


D. Amatan Kompetitor

Pimut memiliki keunggulan dalam rasa yang yummy dan harga nan ekonomis, terjangkau lakukan kalangan masyarakat semenjana atas dan bawah. kualitas komoditas, yang sonder mangsa pengawet.

Selain itu karena belum banyak nan memproduksi komoditas kami di daerah pedesaan menjadikan produk kamu laku di picisan. karena harga yang ekonomis menjadikan dagangan ini lebih tercapai bagi semua pematang, oleh karena itu produk kami dijamin punya prospek yang cerah dan memiliki keunggulan kompetitif di picisan.


E. Analisis Perigi Buku Manusia

Internal kegiatan Produksi firma kami akan meningkatkan karyawan di episode produksi ketika perusahaan berkembang sebanyak 1 khalayak dengan insentif sebesar Rp. 300.000,00 per bulan. hal ini dilakukan bakal mengimbangi pesanan produksi yang bertambah berkembang.

Pada bagian penjualan, firma ini akan berbuat penyisipan karyawan sebanyak 1 orang, dengan insentif sebesar Rp. 300.000 per bulan.


BAB IV


ANGGARAN


A. Biaya Bahan

No.

Nama Produk

Banyak

Harga

1.

 Debu Terigu Zat putih telur Strata (Cakra Kembar)

180 gr


Rp 10.000


2.

susu duli (Dancow)

1 sdm


Rp 2500


3.

air pesam (galon)


100 ml

Rp 4000,-


4.

ragi instan


1 sdt

Rp 5000,-

5.

gula ramal


2 sdm

Rp 13.000,-

6.

Garam


1 sdt

Rp 4.000,-

7.

petro sayur


3 sdm

Rp 12.000,-

8.

mentega (blue band 200 gr)


3 sdm

Rp 6500,-


9.

Saos Bolognese La Fonte 315 gr

secukupnya

Rp 12.500,-


10.

ABC Sambal 140ml – selongsong botol


secukupnya

Rp. 4000,-


11.

Keju

secukupnya

Rp. 2000,-

12.

Kornet 200 gr

secukupnya

Rp. 12.500,-


13.

Sosiz

secukupnya

Rp. 20.000,-


Besaran

Rp. 108.000,-


B. Biaya Peralatan

No.

Nama Produk

Banyak

Harga

1.

Rice Cooker

1 buah

Rp 200.000,-

2.

Baskom

1 buah

Rp 5.000,-

3.

Spatula

1 biji zakar

Rp 5000,-

4

Porok

1 buah

Rp 5.000,-

5.

Reja/Serbet Kotak

10 buah

Rp 5000,-

Jumlah

Rp 220.000,-

No.

Label Barang

Banyak

Harga

1.

Kotak Kue

Rp 30.000,-

2.

Kacip

1 biji kemaluan

Rp 4000,-

Besaran

Rp . 34.000,-





                      =


jumlah harga bahan + besaran penyusutan + harga bahan pembantu

                      = Rp 108.000 + Rp

164.28

+ Rp 34.000 = Rp 142.164,28

5.



Runding harga pokok =

Jumlah biaya incaran + biaya fasilitas

          Total produksi

= Rp 108.000 +

Rp 18164.28

 = Rp 126164.28

6.


Perhitungan harga jual

= (jumlah biaya bahan + biaya akomodasi) x 30%

Jumlah produksi

= Rp 108.000 +

Rp 18164.28 x 30%

                                  = Rp 113449.284




7.



Perhitungan Rugi Laba



a.

Laba saban hari = (Harga jual – harga beli) x 80 bungkus

                                 = (Rp 16000,- – Rp 13000,-) x 80 basung

                                 = Rp 2000,- x 80

                                 = Rp 150.000,-

b.

Laba saban wulan = Laba per hari x 30 hari

                                  = Rp 150.000,- x 30

                                  = Rp 450.000,-


c.


Laba per tahun= Laba per wulan x 12 wulan

                                  = Rp 450.000,- x 12= Rp 5.400.000,-


BAB IV

Penutup


A. Penali

Sebuah persuasi yang plonco harus mempunyai pondasi nan kuat agar mampu berdiri tegak menimpali persaingan-persaingan pasar yang sangat hati-hati. Untuk itu promosi-promosi sangat signifikan lakukan meningkatkan kualitas produk dan memperkenalkan suatu komoditas ke masyarakat. Produk-barang yang dihasilkan pula harus majuh memberikan pintasan terbaru agar dapat memberikan kepuasan cak bagi pelanggan. Melalui bisnis ini, penulis bisa menumbuhkan jiwa kewirausahaan serta dapat memberikan pengalaman dan kenyataan penyadur tentang bagaimana cara berwirausaha yang baik dengan memperoleh keuntungan nan diharapkan.

Pimut (pizza imut) yang kami untuk harga bahan bakunya terulur dan murah sehingga perekam yakin bahwa usaha ini akan laris dipasaran. Karena pizza merupakan tembolok local yang harganya mahal dan tidak terulur bikin mahajana halangan menengah radiks. Dengan pimut yang harganya berkawan dengan umum galengan manapun akan mengenal dan bernas membeli makanan nan semula ia tak kaya untu membelinya.


B. Saran

Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan proporsal ini masih jauh pecah kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengasakan saran, masukan yang dapat membangun agar penyadur bisa memperbaiki kesalahan tersebut dan diharapkan ke depannya bisa lebih baik pula.

Source: https://hafasfurkani.blogspot.com/2017/07/contoh-pembuatan-business-plan-usaha_29.html

Posted by: soaltugas.net