Penembakan pengurus gereja di Papua disebut ‘pelecok kaprah’ dan boleh ‘timbulkan antipati warga terhadap pemerintah Indonesia’

  • Callistasia Wijaya
  • Nyamuk pers BBC News Indonesia

papua

Sumber rang,

ANTARA/HO-Lingkaran Humas Kemenko Polhukam

Proklamasi tulang beragangan,

Tim Koalisi Pencari Fakta (TGPF) Kasus Penembakan Intan Jaya di Intan Jaya, Papua.

Biang kerok katedral Katolik mengatakan kejadian penembakan yang berulang lega pengurus gereja di Papua dapat menimbulkan perasaan antipati plong pemerintah Indonesia.

Tokoh agama Katolik, Alberto John Bunay yang merupakan Padri Pembina Turunan Mulai dewasa Katolik Keuskupan Jayapura mengatakan kejadian itu menyusul tewasnya Rufinus Tigau, sendiri pengurus dom Katolik internal kontak senjata antara gerombolan bersenjata dan aparat keamanan Senin (26/10) silam.

Meski disebut gereja Katolik sebagai pengurus, TNI – melalui Atasan Penyorotan Kogabwilhan III (Timika, Papua), Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa mengeklaim Rufinus yakni penggalan kerumunan bersenjata yang menyerang militer.

  • ‘Misteri’ tewasnya Rohaniwan Yeremias Zanambani di Papua: Pemerintah RI tulang beragangan cak regu interelasi pencari fakta
  • Dosen UGM anggota cak regu pelacak fakta kematian pendeta Papua tertembak dan dievakuasi, TPNPB klaim bertanggung jawab
  • Konflik di Nduga, Papua: ‘Bahan terus berjatuhan’, pemerintah diminta ubah ‘teladan’ politik

Insisden ini adalah peristiwa penembakan ketiga yang terjadi puas tokoh-tokoh gereja intern kurun waktu dua bulan ragil.

Pemeriksa masalah Papua meminta pemerintah melakukan investigasi keadaan ini secara cepat dan terbuka lakukan menjaga kepercayaan penghuni Papua, mengingat posisi tokoh agama yang lewat berfaedah di masyarakat.


Pewarta basilika

Keuskupan Timika menyatakan bahwa Rufinus Tigau merupakan sendiri pengurus dom yang disebut sebagai juru berita atau katekis di Paroki Jalae, Intan Jaya, Papua, sejak tahun 2022.

Pewarta adalah mereka yang bertugas mengalihbahasakan khotbah dari bahasa Indonesia ke bahasa domestik kepada para jemaat.

Sumber rancangan,

AFP/Getty Images

Keterangan gambar,

(Foto ilustrasi penembakan)

Lewati Podcast dan lanjutkan mendaras

Podcast

Akhir bersumber Podcast

Pernyataan tertulis yang dikeluarkan Administrator Diosesan Episkopat Timika Pater Marthen Kuayo, Selasa (27/10) itu membantah kritikan TNI bahwa Rufinus yakni bagian dari kelompok separatis atau kelompok bersenjata.

“Tuduhan bahwa Rafinus terlibat dalam kampanye separatis maupun kelompok bersenjata yang dituduhkan kepadanya adalah tak sopan.

“Momen ini, Keuskupan Timika semenjana menyusun laporan dan beruntun insiden penembakan nan menewaskan Rufinus,” kata pernyataan itu.


Sudah diincar lama

Sahaja Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa mengatakan Rufinus adalah penggalan dari persuasi nan disebutnya Keramaian Kriminal Separatis Bersenjata maupun KKSB.

Sira mengatakan kerubungan itu mengganggu penghuni dengan meminta jatah dana suatu desa, yang seharusnya digunakan untuk kepentingan umum desa.

Sumber kerangka,

Antara Foto

Wara-wara bentuk,

Sebanyak 500-an prajurit nan tergabung intern Runcitruncit Tugas (Satgas) Yonif Para Raider 432/Waspada Tegar Jaya tiba di Kota Jayapura, 6 September 2022. Yonif PR 432/WSJ ini menggantikan Satgas Yonif Raider 751/Vira Jaya Weduk dalam tugas persuasi Pengamanan Daerah rawan (Pamrahwan) di provinsi Papua.

Dosen Universitas Gadjah Mada Bambang Purwoko yang ialah anggota TGPF ditembak dan mengalami luka-luka. Dua anggota TNI nan mendampingi Bambang lagi ketaton.

“Ia [Rufinus] KKSB, sudah lama diincar… Ini mutakadim diikuti lama, sejak rontok 9 (Oktober).

“Saya melihatnya sekarang itu, entah pendeta, entah barang apa, begitu kamu turut kelompok KKSB yang meresahkan publik, melawan TNI, mengembalikan aparat pemerintah, kamu akan berhadapan dengan TNI,” kata Suriastawa.

Ia mengatakan kontak senjata terjadi karena gerombolan itu melakukan penyerangan.

Rufinus, disebutnya, ditembak karena mencoba melakukan balasan pada pihak TNI.

Kasus ketiga internal dua bulan

Rufinus ialah pengurus gereja ketiga yang tertembak dalam kurun waktu dua bulan terakhir alias sehabis kejadian penembakan Pendeta Yeremia Zanambani pada rembulan September habis.

Sebelumnya, Agustinus Duwitau, nyamuk pers yang bertugas di katedral Katolik di Emondi, Provinsi Sugapa, tertembak di episode pundak kirinya pada ahad pertama rembulan Oktober.

Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa menamai penembakan itu terjadi karena Agustinus ditemukan membawa senapan dan tertumbuk pandangan mengendap-ngendap di karib bandara Bilorai nan rawan.

Sumber rajah,

ANTARA FOTO

Keterangan bentuk,

Foto ilustrasi: Seorang otak agama Katolik Papua meminta kepala negara menarik prajurit TNI non-organik dari tanah Papua.

Ketika diberi peringatan, Agustinus, katanya, malah lari, sehingga ditembak aparat nan mencurigainya andai anggota bersenjata.

Kini, Agustinus masih dalam perawatan.

Tokoh agama Katolik, Alberto John Bunay menyatakan skeptis dengan pernyataan TNI soal dua perwarta yang dicurigai sebagai anggota kelompok bersenjata itu.

“Itu cara pengalihan yang lazim dibuat oleh pemberi berita hoaks untu menasdikkan tindakan penembakan nan mereka untuk,” ujar John nan juga pengajar di Sekolah Tangga Metafisika Teologi, Jayapura, Papua itu.

Beliau lanjut menjelaskan pentingnya posisi juru berita untuk umat Katolik.

“Para juru kabar itu, saat suka-suka sesuatu mereka jadi tempat bertanya, gelanggang memberi urut-urutan keluar. Jadi, selayaknya militer…
aduh
salah kaprah menurut kami.

“Menurut kami, itu keadaan yang membuat gereja tidak nyaman dengan negara ini karena kami sudah serukan bahwa semua dapat dibicarakan, tak usah pakai kekerasan,” kata John.

John, yang juga koordinator organisasi Jaringan Damai Papua, mamang keadaan itu akan membuat penduduk kesumat lega pemerintah.

“Dengan pendirian kekerasan begini, lama-lama menimbulkan dendam. Individu Papua merasa hamba allah Papua bukan Indonesia itu lebih abadi. Itu yang kami takutkan.

“Makara bagus kalau Pak Jokowi dapat menghela pun semua prajurit non-organik dari tanah Papua. Tidak segala-apa, lain usah takut, Papua tak akan hindar dari Indonesia tanpa militer ada di sini. Jangan mengirik,” ujarnya.

Ia mengatakan pimpinan gereja berencana melaksanakan unjuk rasa damai untuk mendesak dihentikkannya semua bentuk kekerasan di tanah Papua karena sampai kini gereja “merasa begitu juga tidak didengarkan”.

Pendalaman cepat dan terbuka

Peneliti komplikasi Papua di Lembaga Hobatan Informasi Indonesia (LIPI) Aisah Putri Budiatri mengatakan pemerintah teradat memeriksa rangkaian kejadian itu secara cepat dan terbuka.

Tambahan pula, katanya, di Papua, posisi pemuka agama terlampau utama.

“Kalau tidak ada proses penegakan hukum terbuka, objektif, dan dilakukan tuntas, maka berpotensi menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

“Itu boleh meningkatkan ketidakpercayaan, terutama insan Papua terhadap pemerintah. Ini tentunya akan berakibat semakin buruk pada kondisi konflik di papua,” katanya.

Tentatif itu, Ketua Penyorotan Kogabwilhan III Kolonel Czi Gusti Nyoman Suriastawa imbau tokoh agama kerjakan “meredam suasana”.

“Jangan setakat dipengaruhi, didoktrin, dimanfaatkan dengan hal negatif,” ujarnya.

Sumber rajah,

ANTARA/HO-Dok Humas Kemenko Polhukam

Publikasi gambar,

Menteri Organisator Bidang Strategi, Syariat, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD saat memimpin rapat mangkubumi TGPF penembakan di Intan Jaya, Papua.

Pemerintah takhlik Tim Pertalian Pencari Fakta (TGPF) lakukan mencari pihak nan berkewajiban dalam penembakan Pendeta Yeremia Zanambani.

Menkopolhukam Mahfud MD plong 21 Oktober habis mengiklankan kesimpulan sementara TGPF, adalah aparat keamanaan diduga bertanggung jawab atas insiden itu.

Cak agar beitu, Mahfud mengatakan hal itu bisa juga dilakukan makanya pihak ketiga, tanpa menjelaskan seterusnya.