34 Kewedanan Motif Batik Indonesia Gambar dan Keterangan –  Batik atau kelakuan hias merupakan warisan semenjak pitarah bangsa kita. Bahkan kini di Indonesia batik adalah busana yang wajib dikenakan pada hari Jumat. Di Setiap Kawasan indonesia dan di setiap daerah memiliki batik dengan motif yang bineka, tentunya sesuai dengan daerahnya. saya akan mengenalkan bilang batik dari bilang provinsi nan ada di Indonesia.Ini merupkan kebudayan leluhur bangsa Indonesia nan terbiasa dilestarikan Kain bercorak Menggambar cuma ada di Indonesia dan hasil karya seni para leluhur, kita perlu menjaga kebudayaan bangsa Indonesia, dan jangan lupa buat di share di sosial media agar anda turut berperan menjaga kultur bangsa Indonesia ini.


Perbedaan ragam rias dan batik

  • Ragam hias yaitu susuk dasar hiasan nan biasanya akan menjadi pola yg diulang-ulang internal suatu karya kerajinan atau seni. Komplet : Menggambar, ukiran
  • Motif hias yakni sumber akar atau warna dari sebuah bidang sehingga terlihat sani. Contoh : motif hias geometris (zig-zag, kalangan 0. motif rias non geometris (motif hewan, motif pokok kayu)
  • Paradigma hias ialah aliansi maupun susunan motif, dengan jarak dan ukuran tertentu sreg sebuah permukaan, sehingga menghasilkan riasan yang jelas arahnya. Teladan : bisa search berupa gambar


1.


Motif Menggambar
Aceh


Motif batik Aceh rata-rata menampilkan unsur alam dan budaya internal fusi warna-warna berani sama dengan sirah, hijau, asfar, merah jambu, dan sebagainya. Warna-corak berani puas batik Aceh inilah nan menjadi ciri eksklusif batik Aceh.Motif-motif pada batik Aceh kebanyakan menandakan falsafah hidup masyarakatnya. Motif Ki Aceh misalnya, menunjukkan ukuran hierarki bab nan rendah. Kenyataannya, rumah adat Aceh memang berpintu tekor, namun di dalamnya punya ruangan nan lapang. Motif tolak kilangangin kincir menjadi perlambang banyaknya jendela peledak di setiap kondominium rasam. Motif tersebut mengandung arti bahwa publik Aceh cenderung mudah menerima perbedaan.Selain motif-motif tersebut kembali terdapat heterogen motif dan corak istimewa Aceh nan indah dari batik Aceh, antara lain Pintu Aceh, Bungong Jeumpa, Gegana Meucanek, Pucok Reubong, dan lain-lain.

Motif Batik Aceh
Motif Menggambar Aceh
Motif Batik Aceh
Motif Menulis Aceh


2.


Motif Batik
Sumatera Utara


Ii kabupaten ini memiliki narasi yang menarik adapun menulis. Walaupun menulis bukanlah budaya hamba allah Batak namun beberapa tahun dulu, menulis menginjak dikembangkan di kota Medan. Batik tak hanya eigendom orang Jawa, di Kapling Batak sekali lagi terletak menulis. Medan ibarat salah suatu kota yang punya tingkat kemajemukan nan tinggi juga perlahan tiba memiliki batik etnik.Batik Tempat terinspirasi bakal mempunyai ciri tersendiri tersendiri dan diambil berasal tiap suku nan cak semau di Sumatera Lor. Batik tersebut dinamakan Batik Motif Medan. Motifnya batik disesuaikan dengan lima etnis Batak yang ada di Sumatera Utara, yaitu Mandailing, Tapanuli Utara (Toba), Simalungun, Karo, Pakpak Dairi, dan Tapanuli Tengah.

Motif batik terbit lima etnis Batak, itu di antaranya corak berbunga reja ulos Batak, motif Hari Hara Sundung di Langit yang menunjukkan ciri unik Batak Toba, dan motif Pani Patunda berpokok Simalungun. Selain itu, motif Melayu seperti pucuk rebung, semut beriring, itik pulang burit. Kemudian motif Toba ada desa nawalu, gorga sitompi, Batak Mandailing dengan motif mataniari juga dikembangkan laksana motif Batik Medan.Batik Gelanggang memiliki partikular tersendiri dengan paduan motif syal berasal berbagai etnik di Sumatera Utara. Batik Arena nan didesain berasal kain Syal yang dihasilkan tiap kabupaten yang suka-suka di Sumut semakin diminati walau masih terkesan preskriptif karena biasanya Ulos cenderung digunakan untuk acara kebiasaan.

Motif Batik Sumatera Utara
Motif Menggambar Sumatera Utara


3.


Motif Batik
Sumatera Barat


Di Padang, batiknya nan terkenal bernama batik persil liek/tanah liat. Dinamakan demikian karena n domestik proses pewarnaannya, menulis ini dicelupkan ke dalam tanah liat. Namun, seiring dengan petisi pasar, batik tanah liek ini tidak tetapi berwarna cokelat hanya. Batik ini pada akhirnya juga diwarnai menggunakan sumber-perigi cat umbul-umbul lainnya. Sebut saja sebagaimana kulit jengkol, kulit rambutan, gambir, kulit mahoni, dan lain-enggak.

Bahannya sekali lagi ada yang terbuat dari katun ataupun sutera. Motifnya pula bermacam-macam antara enggak tumbuhan merebak alias akar tunjang berdaun, keluk patera pakis, pucuk anak buluh, dan lain-lain.Ini dia sejumlah motif dari batik Tanah Liek:

Motif Batik Sumatera Barat
Motif Batik Sumatera Barat


4.


Motif Batik
Bengkulu


Motif batik tunggal Bengkulu, konon, yaitu sebuah adopsi paduan dari motif kaligrafi Jambi dengan Cirebon. Adopsi itu membentuk sebuah desain menggambar istimewa Bengkulu. Batik eksklusif Bengkulu secara publik terdiri dari dua keberagaman. Pertama yakni menulis Besurek dengan motif khasnya berupa tulisan kaligrafi. Dan kedua yaitu batik Pei Ka Ga Nga atau disebut juga dengan menggambar Ka Ga Nga yang punya motif berupa tulisan masif masyarakat Rejang Lebong. Beberapa motif dasar bermula menggambar Besurek antara enggak: motif kaligrafi (diambil dari fonem-leter kaligrafi.

Buat batik Besurek modern, biasanya kaligrafinya lain bermakna); motif bunga rafflesia; motif burung kuau (bergambar burung yang terbuat berpokok rangkaian aksara-lambang bunyi kaligrafi); motif jeluk paku; dan motif rembulan.

Berikut ini bilang motif batik Besurek:

Motif Batik Bengkulu
Motif Batik Bengkulu


5.


Motif Menulis
Riau


Di Riau, konon ada batik Selerang yang luang serupa itu tenar pada musim 1990-an namun sayangnya kabarnya ketika ini sudah menghilang. Selain itu, ada sekali lagi nan namanya batik Tabir.

Batik Tabir yang dibuat bersendikan sistem tulis dan tolek ini rona-warnanya terang dan cerah, sebagai halnya merah, kuning, bau kencur. Dandan dan motifnya antara tak yakni anak uang medali, sosou, cempaka, dan kenduduk.

Ini adalah sejumlah motif berasal batik Tabir Riau:

Motif Batik Riau
Motif Batik Riau


6.


Motif Menggambar
Kepulauan Riau


Menulis Gonggong

Batik yang mulanya sahaja ada di Jawa khususnya Jawa Perdua kemudian berkembang ke daerah-wilayah enggak di Indonesia. Setiap kewedanan punya keberagaman dandan menggambar nan menjadi ciri khas setiap daerah. Antara kawasan satu dengan nan lain memiliki dandan dan motif nan berbeda. Cak semau menulis Yogyakarta, Solo, Cirebon, Madura, Jepara, Tulungagung, Banyumas, Banten Pekalongan, Telaga, apalagi menulis juga ada di luar Jawa seperti di Bali, Aceh, Palembang, Ambon, dan daerah lainnya.

Tidak mau kalah dengan daerah tersebut Kepulauan Riau ( Kepri) pula memiliki Batik dengan corak khasnya ialah biota laut sebagai halnya gonggong. Gonggong (Strombus Turturella) adalah salah satu tipe siput laut yang terwalak di sekitar perairan Gugusan pulau Riau. Selain eco cak bagi dinikmati waktu ini pula hadir dalam rajah menggambar yang tentunya dengan dirangkai dan didesain sedemikian rupa.

Motif Batik Kepulauan Riau
Motif Batik Gugusan pulau Riau


7.


Motif Batik
Jambi


Berbeda dengan batik Jawa yang menggunakan potongan-potongan karet panjang, batik Jambi biasanya cak bertengger dalam rangka jubah longgar, sarung, atau ibarat selendang/syal. Warna khas yang biasa dijumpai puas batik Jambi adalah merah, spektakuler, hitam, dan kuning. Motifnya pada umumnya diambil berbunga umbul-umbul, seperti pohon, fauna, dan aktivitas sehari-hari penghuni Jambi. Motif batik Jambi nan tenar antara lain yaitu motif kapal sanggat, kalam kuau, durian pecah, merak ngeram, dan tampok menggusta.

Motif Batik Jambi
Motif Menggambar Jambi


8.


Motif Batik
Sumatera Selatan


Batik Palembang ini memiliki keunggulan yang tidak kalah menghela pecah batik enggak di Indonesia. Menggambar Palembang memiliki motif yang mengikuti syariat Islam, yakni tak memperalat gambar binatang dan sosok sebagai hiasan. Sebagian besar motif batik Palembang yaitu motif anak uang teh dan motif lasem yang dihiasi garis simetris dan berbagai simbol tanaman, sedangkan motif bunga teh kainnya dipenuhi dengan tulang beragangan bunga teh. Bikin pewarnaan menunggangi corak cerah distingtif Melayu, seperti abang, asfar dan hijau terang.

Motif Batik Sumatera Selatan
Motif Batik Sumatera Selatan


9.


Motif Menggambar
Lampung


Kali lebih banyak cucu adam mengenal Lampung dari kain tenun penapis-nya. Tapi jangan keseleo, Lampung pun mempunyai batik dengan corak tersendiri. Batik ini lahir melalui proses panjang nan dilakukan maka itu Andriand Damiri Sangadjie, seorang budayawan, bersama maskapai-kawannya. Motif batik Lampung yang paling populer dan sering menjadi rebutan kolektor asing yaitu motif perahu dan “pokok kayu kehidupan”.

Motif Batik Lampung
Motif Menggambar Lampung


10.


Motif Batik
DKI Jakarta Betawi


Menulis Betawi

Dahulu di Betawi pernah berkembang usaha pembatikan saja pengusaha dan perajinnya berasal dari kota-ii kabupaten di Jawa nan sudah dikenal sebagai penghasil batik. Maka boleh dibilang menggambar Betawi bukanlah semacam batik Solo, batik Cirebon, atau batik Lasem nan memproduksi batiknya koteng, karena dahulu manusia Betawi tak memproduksi menggambar. Walau begitu, batik Betawi n kepunyaan keunikan tersendiri dibanding batik kewedanan lainnya di Indonesia.
Suwati Kartiwa, pencatat banyak buku mengenai budaya Indonesia khususnya tekstil, kerumahtanggaan bukunya “Menulis Betawi : Intern Perspektif Budaya Kreatif”, mengistilahkan bahwa unsur lingkungan pataka Betawi sebagai halnya kawasan pesisiran sehingga banyak menggambar pesisiran disukai di Betawi. Peluang dasar usul pemakai juga berasal dari bineka daerah penghasil menggambar, mereka berkumpul dan tinggal lama di Betawi lalu menyebarkan budaya mereka dalam rang tekstil.

Ciri tersendiri kain batik Betawi yaitu karet sarung dengan menonjolkan motif khas Tumpal, yakni rang motif geometris segitiga sama bagaikan barisan yang memagari bagian kepala kain dan badan kain. Saat dikenakan, Tumpal harus ada di fragmen depan. Motif burung hong pun masuk dalam ciri khas batik betawi andai tanda-tanda kesenangan. Motif menulis Betawi bertambah terfokus pada kesenian budaya Betawi yang dipengaruhi maka itu budaya Arab, India, Belanda, dan Cina. Motif kuno menggambar betawi terbagi dari beberapa keberagaman, yakni Ondel-ondel, Nusa kelapa, Ciliwung, Rasamala, dan Salakanegara.

Merek-tera yang digunakan pada motif batik burung laut mempunyai makna yang mengandung nilai nilai sani bertepatan menjadi kekhasan adat budaya Indonesia. Begitu juga dengan menulis Betawi terutama motif bersejarah-nya punya makna tersendiri Keunikan lainnya berusul batik Betawi adalah, penghuni Betawi, baik kalangan atas maupun bawah menunggangi motif yang setolok, yang membedakan adalan pemilihan bahannya. Kerjakan guri atas, kebanyakan terbuat dari sasaran mori renik etiket sen. Sedangkan untuk dok asal, terbuat berasal mori kasar atau belacu. Batik Betawi menjadi bahan pakaian yang populer di kalangan penduduk Betawi adam pada penutup abad XIX, terutama di negeri Betawi Perdua. Mereka menggunakan batik perumpamaan bahan celana seperti orang-orang Belanda. Selain itu, menulis Betawi juga digunakan lakukan pakaian sehari-waktu, cak bagi keperluan hajatan (pesta) dan plesiran (jalan-jalan).

Motif Batik DKI Jakarta
Motif Batik DKI Jakarta


11.


Motif Batik
Jawa Barat Sunda


Mungkin sahaja adv minim yang sempat bahwa daerah Jawa Barat memiliki motif menulis nan sungguh ki berjebah. Ketua Yayasan Batik Jawa Barat baru-baru ini mengatakan bahwa Jawa Barat n kepunyaan 200 motif batik yang lengkap dan coraknya sesuai dengan negeri asalnya. Tiap-tiap daerah tersebut punya motif eksklusif singularis.Berikut ini adalah beberapa motif batik berbunga daerah Jawa Barat:


  • Menggambar Cirebon

Batik Cirebon
Batik Cirebon

Batik Cirebon mempunyai batik idiosinkratis yang terkenal dan sekaligus menjadi ikon Cirebon adalah motif megamendung. Motif ini melambangkan awan pengusung hujan andai lambang kesuburan dan pemberi vitalitas. Menulis Cirebon termuat kedalam gerombolan batik Pesisiran, sekadar juga sebagian menggambar Cirebon termasuk dalam kelompok batik istana. Besarnya pengaturan dua keraton (Kasepuhan dan Kanoman), sehingga lahirlah Motif menggambar Cirebonan Klasik antara lain: motif Mega Berawan, Paksinaga Liman, Patran Keris, Patran Kangkung, Raja rimba Payung, Singa Barong, Banjar Balong, Ayam Alas, Sawat Penganten, Katewono, Gunung Giwur, Bulu dada Rusa, Simbar Kendo dan lain-tidak.

  • Motif Bandung

motif batik bandung
motif batik bandung

Bandung yakni kota periang nan tidak sedikit punya memori. Kabupaten Bandung lebih dikenal dengan sebutan Ii kabupaten Kembang. Wilayah Kabupaten Bandung ketika ini sudah terbagi menjadi sejumlah wilayah kabupaten dan kembali ii kabupaten, tetapi yang masih memakai nama bandung melulu cak semau tiga, yakni Kota Bandung (Daerah tingkat Kembang), Kabupaten Bandung dan juga Kabupaten Bandung Barat, sisanya memakai nama wilayah baru, laksana Kotif Cimahi dll.
Kabupaten Bandung mempunyai motif-motif batik yang menjadi karakteristik daerahnya. Motif batik Bandung ini memiliki penggait yang paling kecil damping dengan Kerajaan Pajajaran. Konon katanya di internal naskah bersejarah yang berjudul Siksa Kanda Ing Karesian, telah di kenal sekian banyak macam motif batik di Rakean Darma siksa (1175 sampai 1297). Motif-motif batik ini diantara ialah Motif Kampuh Jayati, Ragen Penganten, dan lainnya. Namun burung laut motif-motif ini hilang bersamaan dengan lenyapnya kerajaan Pakuan Pajajaran selama pada tahun 1579.

Sementara tersebut ada juga sejumlah motif yang sukses direka ulang, bagaikan Motif kembang Muncang Jayanti, Ragen Penganten, dan Banyak Ngantrang, yang lantas dikenal bagaikan motif batik Pakuan Pajajaran. Motif berikut nan lantas diterapkan puas batik Kabupaten Bandung. Selain tersebut juga hadir motif-motif baru yang dipungut dari di antara tempat gerak badan nan tenar, tepanya di stadion Jalak Harupat nan besar perut dipakai ibarat kandang berpangkal klub-klub bola kaki di Jawa Barat laksana persib.


  • Batik Ciamis

Batik Ciamis
Batik Ciamis

Batik ciamis mempunyai khas corak tidak terlalu ramai biasanya motif menggambar ciamis maujud daun dan saluk busuk. Ciri nan paling dikenal merupakan pada pengunaan warna, batik ciamis biasanya menggunakan dua rona berbeda misalnya coklat dan hitam dengan dasar tiras berwarna nirmala. Yuridiksi dari daerah rantau dan nonpesisir yang berpadu dengan poin-skor budaya Sunda dan semangat sosial masyarakat Ciamis melahirkan ragam motif menulis ciamisan yang sederhana tetapi elegant. Motif batik di kawasan Ciamis antara bukan rereng lasem, saluk rompes, rereng seno, rereng sintung ageung, kopi pecah, lepaan, rereng parang rusak, rereng adu manis, kumeli, rereng parang palit, dan lainnya.


  • Menggambar Garut

Batik Garut
Batik Garut

Batik garutan mempunyai tunggal ragam hias melelapkan dan bentuk geometris yang merentang secara diagonal, kerangka kawung, atau belah ketupat. Batik garutan mempunyai logo tunggal seperti Rereng peteuy, Rereng kembang Corong, Rereng kembang Merak ngibing, Rereng pancul, limar, lereng adumanis,lereng suuk, sapu jagar, dll. Warna sorot dan penuh pada sisi lainnya, menjadi ciri khas menulis Garutan. Didominasi warna dasar krem maupun gading (gadingan)


  • Batik Cianjur

Batik Cianjur
Batik Cianjur

Motif dan warna-warna kainnya tidak jauh semenjak pohon nan hidup di sekeliling Cianjur. Galibnya mendekati warna lahan, patera atau bulir padi. Ada juga motif menulis yang terinspirasi semenjak budaya dan keseharian masyarakat Cianjur. Hal ini tampak dengan adanya motif Dandi, Maenpo, dan Hayam Pelung.


  • Menggambar Tasikmalaya

Batik Tasikmalaya
Batik Tasikmalaya

Tiga motif Menulis Tasikmalaya, adalah: Menulis Sukapura secara sepintas menyerupai batik Madura, Menulis Sawoan mirip Batik Solo. Menggambar Tasik dengan warna-dandan kilauan karena kekuasaan berpangkal batik pesisiran. Motif menulis Tasikmalaya bermotif alam, flora, fauna, dan terlampau kental dengan nuansa Parahyangan. Motifnya antara lain: merak ngibing, aur ngarambat, calaculu, lancah telaga, sidomukti payung, rereng orlet, akar tunggang, dan lainnnya.


  • Batik Indramayu

Batik Indramayu
Menggambar Indramayu

Batik indramayu tak kalah terkenalnya dari batik lainya, menggambar indramayu mempunyai batik adalan dan indentik dengan daerahnya yaitu batik tulis complongan. Menggambar Complongan berarti teknik membolongi kain batik dengan deretan pencucuk, ciri nan menonjol pada batik Indramayu adalah langgam dunia tumbuhan dan binatang nan diungkap secara datar, banyak rancangan lengkung, dan garis nan mengeruh (ririan), berlatar jati, warna haram, dan banyak noktah yang dibuat dengan teknik complongan jarum, serta kerangka isen-isen (sawut) yang pendek dan kaku.


  • Menggambar Sumedang

Batik Sumedang
Batik Sumedang

Contoh dari motif-motif sumedang diantaranya Motif Mahkota Binokasih Sanghyang Pake, Motif Kesenian Kuda Renggong, Motif Kereta Kencana Dragon Paksi, Motif, Monumen Lingga, Motif Patera Boled/Patera Ubi, motif Lingga, Kembang Boled, Lenjuang, Klowongan Sempat, Mahkota (Siger) Binokasih, dan Pintu Srimangganti.


  • Batik Bogor

Batik Bogor
Menggambar Bogor

Motif-motif menggambar Bogor terinspirasi bersumber warisan imperium Pakuan, benda-benda sejarah, fenomena alam, dan kebudayaan. Salah satu motif yang terkenal yakni motif Kujang Kijang. Motif ini mengandung dua ikon ii kabupaten Bogor, yakni Kujang dan Kijang. Kujang merupakan senjata tradisional khas Sunda, sementara itu kijang merupakan hewan nan bakir di Istana Bogor.



  • Motif Batik
    Depok


Motif Batik Depok
Motif Menggambar Depok

Kota Depok Miliki 11 Motif Batik Sejak ditetapkannya tanggal 2 Oktober 2009 sebagai Musim Batik Kebangsaan, Daerah tingkat Depok terus membolongi potensi dan kreasi, sehingga mampu menciptakan 11 motif batik yang desainnya merupakan simbol dan ciri khas nan mengandung bahara batik nasional dan domestik (Kota Depok itu koteng). Ke-10 motif batik ialah hasil dari Lomba Desain Menulis Khas Depok nan digagas maka itu Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Ii kabupaten Depok, Hj. Semarak Azizah Tamhid, plong periode 2007 lalu. Lomba tersebut, diikuti oleh 223 peserta dan menghasilkan 345 motif batik, nan risikonya terpilih 10 motif batik dari 10 peserta lomba. Semua motif batik memiliki makna yang tentunya berbeda sesuai dengan “kekhasan” nan ingin ditampilkan. Tapi yang pasti, puas umumnya motif dan dandan batik Depok mengandung simbol-simbol Kota Depok dan ikon Kota Depok. Seperti, motif iwak rias (manfish), yang memang spesifik berasal dari Kota Depok utamanya di daerah Kecamatan Sawangan, dan motif Belimbing, karena Belimbing sebagai ikon Kota Depok. Kekhasan Menggambar Depok didominasi maka dari itu simbol- bunyi bahasa Kota Depok seperti mana lambang Kota Depok Paricara Dharma, Gong si Bolong, Topeng Cisalak, tanaman hias, ikan solek dan enggak sebagainya. Bila dilihat berbunga segi corak dasar, ke-10 motif batik tersebut berwarna kuning keemasan, abang marun, orange, biru, dan biru tua, yang melambangkan suatu kewibawaan, keteduhan, ketenangan, dan keberanian.

Bila dilihat dari segi motif dan simbol, ada beberapa macam; yaitu :

1. Paricara Dharma, nan merupakan semboyan Kota Depok, yang merupakan amanah semua suku cadang mahajana Depok, yang mengutamakan pengabdian yang baik, bersusila dan adil.
2. Simbol Sayap, yang bermakna mengayomi, mengangkat tinggi harkat, martabat dan derajat publik Depok pada umumnya.
3. Simbol Biji pelir Belimbing dan Ikan Memphis, melambangkan keunggulan Kota Depok.
4. Simbol Mega Mendung, membagi arti tingginya cita-cita dan vitalitas yang sejuk.
5. Jembatan panus, Margonda, Gedung Tua lontok dan Gong Sibolong serta Topeng Cisalak, yang menunjukan bahwa masyarakat Depok tak akan interelasi meninggalkan dan akan selalu menghormati sejarah dan budaya para pendahulunya.

Untuk motif batik yang ke-11, dinamakan batik ODNR, karena bermotif berbagai variant fruktosa yang boleh dikonsumsi sebagai pengganti nasi dan memiliki penanda glikemik yang adv minim, sama dengan jagung, ubi belanda, kaspe, ubi, talas, dan sagu. Internal motif batik ini, menyiratkan bahwa karbohidrat itu tidak selalu berpangkal dari pari. Menulis ODNR ini diluncurkan pada 2 Mei 2022 lewat, sebagai penumpukan dari langkah berantara diversifikasi pangan dan sebagai hadiah Pises ke-14 Kota Depok. Batik ini juga digagas oleh Dekranasda Daerah tingkat Depok.


12.


Motif Batik
Jawa Tengah


Ini adalah beberapa motif batik dari wilayah Jawa Tengah:



  • Motif Menggambar
    Semarang


Motif Batik Semarang
Motif Batik Semarang

Diproduksi para pengrajin di Kampung Batik, Kelurahan Bubakan, Kecamatan Mijen, Semarang, batik Semarang sekali lagi menawarkan berbagai macam motif nan khas dibanding motif-motif menggambar semenjak daerah Jawa Paruh lainnya. Pada umumnya batik Semarang berwarna asal merah jingga kemerahan karena mendapat pengaruh dari China dan Eropa. Selain itu, motif bawah menulis Semarang banyak dipengaruhi budaya China nan plong kebanyakan banyak menampilkan motif fauna yang lebih menonjol daripada flora. Misalnya merak, kupu-kupu, kampiun, cendrawasih, titit phoenix, dan sebagainya. Adapun motif Semarang nan menonjolkan ikon kota Semarang sama dengan Tugu Muda, Lawang Sewu, Butuh Togel, Wisma Perdamaian, dan Katedral Blenduk.



  • Motif Batik
    Spesifik


Motif Batik Solo
Motif Batik Khas

Kota Solo memang merupakan salah suatu medan tamasya belanja kain batik terkenal di Indonesia. Di sini banyak sekali terwalak sentra kain batik, yang naik daun antara lain kawasan Kampung Batik Laweyan dan provinsi Kampung Wisata Menggambar Kauman. Menulis Solo terkenal dengan rona dan pola tradisionalnya batik dalam proses cap maupun internal menulis tulisnya. Bahan-bahan nan dipergunakan untuk pewarnaan masih tetap banyak memakai bahan-objek internal wilayah seperti soga Jawa yang sudah terkenal sejak dari dahulu. Polanya nan tersohor antara bukan “Sidomukti” dan “Sidoluruh”.Batik Distingtif punya corak dominan cokelat soga kekuningan.



  • Motif Menggambar
    Pekalongan


Motif Batik Pekalongan
Motif Menulis Pekalongan

Motif Batik Pekalongan rendah banyak dipengaruhi difusi masyarakat Pekalongan, Jawa Perdua, dengan beraneka ragam bangsa seperti Cina, Belanda, Arab, India, Melayu, dan Jepang pada masa lampau. Beberapa varietas motif batik pengaruh berbagai negara itu kemudian dikenal bak identitasbatik Pekalongan. Motif itu adalah batik Jlamprang diilhami India dan Arab, menggambar Encim dan Klangenan dipengaruhi peranakan Cina, batik Belanda, batik Pagi Burit, dan menggambar Hokokai yang tumbuh pesat sejak pendudukan Jepang. Corak kilap dan motif heterogen menciptakan menjadikan batik Pekalongan beradab pesat. Berbeda dengan batik Eksklusif dan Yogyakarta, batik Pekalongan terlihat kian dinamis lantaran permainan motif yang lebih bebas. Media kainnya pun bermacam-spesies. Bukan sekadar katun dan kaos, sutera juga menjadi andalan batik Pekalongan saat bersaing di luar area. Motif Jlamprang, Sekarjagat, atau motif khas lainnya, menjadi berkelas momen dituangkan internal bahan konvensional sutera.



  • Motif Batik
    Rembang


Motif Batik Rembang
Motif Batik Rembang

Batik yang lalu naik daun di Rembang yakni batik Lasem. Batik Lasem ini pasarannya kembali mutakadim menembus pasar mancanegara



  • Motif Menggambar
    Tegal


Motif Batik Tegal
Motif Batik Huma

Menggambar Tegalan didominasi warna coklat dan spektakuler. Ciri eksklusif bukan batik Tegalan yaitu berwarna-warni. Menulis tulis Tegal ataupun Tegalan itu dapat dikenali dari corak gambar maupun motif rengrengan besar atau berleleran. Motif ini enggak dimiliki daerah lain sehingga tertumbuk pandangan eksklusif. Motifnya banyak mangadaptasi semenjak aneka flora dan dabat disekitar kehidupan masyarakat di daerah tingkat Tegal. Motif Grudo (Garuda) dengan corak sorot nan mendemonstrasikan susuk-rencana sayap burung garuda dan motif Gribigan dengan lembaga spesial anyaman bambu n domestik warna agak gelap. Budaya berpakaian batik di Tipar dibawa Pangeran Amangkurat I (Sunan Amangkurat Mas) dari Keraton Kasunanan Surakarta. Amangkurat nan saat itu menyusuri rantau paksina membawa pengikutnya nan di antaranya perajin batik.


13.


Motif Menggambar
Yogyakarta


Di Yogyakarta khususnya, warna batik tradisional adalah biru-hitam, serta soga cokelat dan putih dari pewarna alam. Biru-hitam diambil pecah daun tanaman indigofera nan disebut juga nila atau tom yang difermentasi. Sementara warna soga ataupun cokelat diambil terbit senyawa selerang pohon janjang warna merah, kulit pohon jambal warna merah cokelat, dan kayu tegeran warna kuning. Karakter motif menulis Yogya adalah tegas, baku, cacat kaku, dan patuh lega pakem. Konon, kepribadian ini berhubungan dengan istana Yogya yang anti-kolonial.

Motif Batik Yogyakarta
Motif Batik Yogyakarta


14.


Motif Menggambar
Jawa Timur


Menulis Jawa Timur

Perkembangan menulis di Jawa Timur sememangnya kira lambat dibandingkan dengan menulis Jawa Tengah. Salah satu penyebabnya mungkin karena batik di Jawa Tengah dan Yogyakarta memiliki sponsor dari guri istana sehingga caruk suka-suka inovasi. Padahal, batik di Jawa Timur kembali memiliki motif yang tidak kalah uniknya dibandingkan dengan wilayah lain.Menggambar Jawa Timur mempunyai motif yang lebih adil, minus tertarik pakem-pakem motif yang suka-suka sebelumnya. Perbuatan hias batik Jawa Timur bersifat naturalis dan dipengaruhi berbagai kultur asing. Rona-warna yang dipakai batik Jawa Timur tampak bertambah binar. Batik Jawa Timur sepantasnya tersebar merata di seluruh daerah Jatim. Hanya semata-mata ada lima provinsi di mana perajin batik lebih banyak ditemukan, yakni di Madura, Tuban, Sidoarjo, Tulungagung, dan Banyuwangi.
Berikut ini merupakan beberapa motif batik dari daerah Jawa Timur:


  • Batik Madura

Batik Madura
Menulis Madura

Ternyata, Pulau Madura tak sekadar tersohor dengan karapan sapi dan garamnya. Provinsi nan terjadwal Provinsi Jawa Timur ini juga tenar sebagai pembentuk batik. Bahkan, produk batiknya mempunyai ragam rona dan motif yang bukan kalah dengan produksi kewedanan lain. Maklum, menggambar Madura memperalat pewarna alami sehingga warnanya cukup drastis. Selain warna yang radikal, sebagaimana asfar, merah atau baru, menggambar Madura juga memiliki perbendaharaan motif yang beragam. Misalnya, pucuk tombak, belah ketupat, dan rajut. Terlebih, ada sejumlah motif mengangkat aneka flora dan fauna nan suka-suka privat kehidupan


  • Menulis Pacitan

Batik Pacitan
Batik Pacitan

Menggambar tulis spesial pacitan tergolong jenis klasik seperti mana Motif Sidomulyo, Sekar Dunia semesta, Semen Romodan Kembang-Kembang.


  • Batik Sidoarjo

Batik Sidoarjo
Batik Sidoarjo

Sidoarjo juga memiliki Kampoeng menggambar dengan nama Batik Jetis, Kampoeng ini memproduksi batik tulis dengan motif yang khas berpokok Sidoarjo. Motif kain batik asal Jetis didominasi flora dan sato tersendiri Sidoarjo nan punya warna-warna cerah, merah, baru, asfar, dan hitam. Motifnya lagi motif historis, tidak banyak perubahan dari motif nan dulu dipakai oleh para pendahulu. Suka-suka abangan dan ijo-ijoan (gaya Madura), motif beras kutah, motif krubutan (racik-campur) dahulu ada motif burung merak, dan motif-motif lainnya.


  • Batik Tuban

Batik Tuban
Batik Tuban

BATIK Tuban merupakan batik yang paling kecil khas di Jawa Timur, Kenapa? karena proses pembatikannya dimulai dari bahan kain yang digunakan bikin membatik dipintal langsung berusul kapas. Kaprikornus gulungan kapas dipintal menjadi benang, adv amat ditenun, dan setelah jadi selembar kain suntuk dibatik. Batik ini kemudian disebut Batik Gedog.Dalam buku Batik Fabled Cloth of Java karangan Inger McCabe Elliot tertulis, sebenarnya batik Tuban mirip dengan batik Cirebon pada pertengahan abad ke-19. Kemiripan ini terjadi pada pengusahaan benang pintal dan penggunaan warna bangkang dan biru sreg proses pencelupan. Namun, detik Kota Cirebon mengalami perubahan dramatis dan diikuti dengan persilihan pada batiknya, batik Tuban konsisten seperti mana semula.


  • Batik Banyuwangi

Batik Banyuwangi
Menulis Banyuwangi

Tidak banyak khalayak yang sempat, bahwa sejatinya Banyuwangi ialah salah satu wilayah asal menulis di Nusantara. Banyak motif masif batik khusus Bumi Blambangan. Namun sebatas sekarang, baru 21 varietas motif menulis putih Banyuwangi yang diakui secara nasional. Spesies-jenis batik Banyuwangi itu riuk satunya antara tak: Gajah Oling; Kangkung Setingkes; Rimba Kobong; Cahaya muka Gempal; Kopi Pecah, dan bukan-bukan.Semua label motif berasal batik tahir Bumi blambangan ini ternyata banyak dipengaruhi oleh kondisi tunggul. Misalnya, Batik Gajah Oling yang sepan dikenal itu, motifnya berupa binatang seperti mana belut nan ukurannya patut osean. Motif Sembruk Cacing kembali motifnya seperti cacing dan motif Gedegan juga kayak gedeg (anyaman awi). Motif-motif batik yang ada ini merupakan cerminan gana alam nan suka-suka di Banyuwangi. Motif batik sebagai halnya di Banyuwangi ini tidak akan ditemui di negeri bukan dan merupakan khas Banyuwangi.


  • Menulis Mojokerto

Batik Mojokerto
Menulis Mojokerto

Batik Mojokerto adalah sebuah budaya kerajinan batik yang sejarahnya berkembang dengan masa kemajuan Kerajaan Majapahit. Keunikan batik Mojokerto merupakan pada merek-nama coraknya nan tinggal asing dan aneh di alat pendengar sebagian orang. Misalnya gedeg rubuh, matahari, mrico bolong, pring sedapur, grinsing, atau surya majapait. Menulis Mojokerto waktu ini n kepunyaan 6 motif nan telah dipatenkan, yakni pring sedapur, mrico bolong, sisik gringsing, koro renteng, rawan indek dan matahari.Desain menulis itu Mojokerto menjeput warna alam sekitar arwah turunan. Misalnya motif pring sedapur merupakan gambar rumpun bambu dengan daun-daun kelemping. Ada kalam merak bertengger. Rona dasarnya jati dengan bangkai bambu warna sensasional. Sedangkan daunnya warna sensasional dan hitam. Demikian pula motif gedeg rubuh, coraknya mirip sebagaimana anyaman bambu yang putar. Kalau mrico bolong, motifnya berupa bulatan merica berlubang.


  • Batik Ponorogo

Batik Ponorogo
Batik Ponorogo

Batik Ponorogo terkenal dengan motif meraknya yang diilhami pecah kesenian reog yang menjadi ikon di distrik ini. Hingga masa ini paling kecil tidak sudah 25 warna batik Ponorogo diciptakan. Motif menggambar lainnya antara lain merak tarung, merak sentimental, sekar jagad, dan menggambar reog.


15.


Motif Batik
Kalimantan Selatan


Sasirangan adalah satu kejai khas “Menggambar” kalimantan selatan yang dibuat dengan teknik tusuk jelujur kemudian diikat kenur rafia dan selanjutnya dicelup dengan warna yang diinginkan.

Motif Batik Kalimantan Selatan
Motif Batik Kalimantan Selatan


16.


Motif Batik
kalimantan utara


Prolog Lulantatibu merupakan singkatan dari nama beberapa suku Dayak yang menghuni wilayah perbatasan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Paksina. Suku Dayak tersebut saban Dayak Lundayeh, Dayak Tagalan, Dayak Taghol, Dayak Tidung dan Bulungan. Menulis Lulantatibu sendiri saat ini sudah lalu dipatenkan dan lazim menerima HAKI plong bulan Mei 2022. Batik Lulantatibu yang punya corak gabungan dari motif 4 kesukuan Tungkai Dayak tersebut dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan sejak masa 2022.

Motif Batik kalimantan utara
Motif Menggambar kalimantan paksina


17.


Motif Batik
kalimantan timur


Motif dayak pada dasarnya merupakan pernah antara suatu pola dasar yang mempunyai makna masing-masing, kemudian di kreasikan dalam beraneka macam perpaduan bilang motif dasar sehingga menjadi satu kesatuan dengan rangkaian makna yang berarti.

Motif Batik kalimantan timur
Motif Menulis kalimantan timur

Sebenarnya motif dayak memiliki ciri khas yang karib sama di seluruh wilayah Kalimantan. Baik itu Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.Motif ceceh enggang adalah motif yang sering digunakan dalam kegiatan seni suku dayak. Motif ini lagi yaitu ciri-ciri pembeda dari kesenian lainnya yang cak semau di Indonesia. Motif zakar enggang bisa kombinasikan dengan motif hantu bumi dan sulur atau akar-akaran.


18.


Motif Menggambar
kalimantan Barat



Motif Awan Berarak

Kain bermotif awan berarak dikenakan oleh kaum kerabat Amantubillah Mempawah. Kain awan berjejer kebanyakan selalu di privat programa-acara ki akbar kerajaan.Motif lain menulis Kalimantan Barat, yang sudah lalu beredar di masyarakat, di antaranya yang berasal bersumber ide konstruksi rumah, sama dengan motif “mahkota” berpangkal kondominium melayu Ketapang, nan berarti ketinggian derajat; motif “Kembang Sekaki” sebagai hiasan pagar teras bangunan tradisional Melayu, bermakna adanya perkawinan antar keluarga; dan motif “cengkrama” dari rumah Melayu nan penting keakraban dan rasa perkariban.

Motif Batik kalimantan Barat
Motif Menggambar kalimantan Barat


19.


Motif Batik
kalimantan Perdua


Lamun batik Kalimantan Tengah mutakadim mengalir n domestik nasib kaki Dayak. Cuma, penyortiran batik untai tutul bagaikan ciri unik Kalimantan Tengah berawal berbunga inisiatif pemerintah setempat, yaitu Gubernur Soeparmanto (1989-1994).Engkau kepingin hendaknya daerahnya memiliki cinderamata yang khas sekaligus boleh menjadi rok formal bercirikan Kalimantan Tengah. Berbagai upaya dilakukan bikin memperkenalkan batik sutra bintik kepada masyarakat luas. Mulai dari pameran-pameran diluar negeri sampai mensyariatkan karyawan pemerintahan mempekerjakan baju menggambar sutra bintik sepekan sekali.

Motif Batik kalimantan Tengah
Motif Batik kalimantan Perdua


20.


Motif Menulis
Bali


Di Bali, industri kerajinan menulis dimulai sekitar dasawarsa 1970-an. Industri tersebut dipelopori antara lain maka dari itu Pande Ketut Krisna dari Banjar Tegeha, Desa Batubulan, Sukawati – Gianyar, dengan teknik tenun-tanda menggunakan alat tenun manual yang dikenal dengan sebutan Alat Tenun Tidak Mesin (ATBM).Kerapnya insan Bali mengenakan batik untuk berupacara –sebagai bahan kain maupunudeng (ikat kepala), menolak industri menggambar di pulau ini terus berkembang dang bertamadun. Kini di Bali telah merecup puluhan industri Menggambar yang menampilkan rona-corak khas Bali, pula corak-corak perpaduan Bali dengan luar Bali seperti Bali-Papua, Bali-Pekalongan, dan lain-lain.

Motif Batik Bali
Motif Batik Bali


21. Motif Batik Nusa Tenggara Barat

Kawasan Nusa Tenggara juga n kepunyaan menggambar dengan motif khasnya sendiri. Contohnya yaitu batik Sasambo (Sasak Samawa Mbojo) yang dijadikan sebagai pakaian menggambar resmi lokal NTB. Di NTT, juga terdapat batik. Lebih-lebih setiap pulaunya boleh menghasilkan batik dengan keunikan masing-masing. Pulau Sumba misalnya menggambar tenunnya khas dengan motif hewan. Pulau Rote spesial dengan motif daunnya.

Motif Batik Nusa Tenggara Barat
Motif Batik Nusa Tenggara Barat


22 .Motif Batik Nusa Tenggara Timur

Daerah Nusa Tenggara sekali lagi memiliki batik dengan motif khasnya sendiri. Contohnya adalah menggambar Sasambo (Tadir Samawa Mbojo) nan dijadikan sebagai pakaian batik stereotip tempatan NTB. Di NTT, juga terletak menulis. Justru setiap pulaunya bisa menghasilkan batik dengan keunikan masing-masing. Pulau Sumba misalnya menulis tenunnya unik dengan motif binatang. Pulau Rote khas dengan motif daunnya.
Batik tenun imitasi NTT masih mempertahankan pencelup alami, sama dengan akar mengkudu, kunyit, dan nila. Mereka menggunakan  air laut laksana pengawet.
Kain belongsong di kewedanan ini ternyata multi fungsi. Misalnya:
1). Sebagai busana sehari-waktu untuk mencagar dan menghampari tubuh.
2). Misal busana yang dipakai internal tari-tarian lega pesta/upacara adat.
3). Sebagai gawai penghormatan dan hadiah perkawinan (mas aliansi).
4). Bagaikan perangkat sanjungan dan hidayah kerumahtanggaan acara mortalitas.
5). Kekuatan hukum adat sbg denda adat utk membalas keseimbangan sosial nan terganggu. 6). Bersumber segi ekonomi sebagai radas tukar.
7). Bagaikan pamor n domestik strata sosial masyarakat.
8). Laksana perabot apresiasi kepada tamu yang cak bertengger (natoni).

Motif Batik Nusa Tenggara Timur
Motif Batik Nusa Tenggara Timur


23.


Motif Batik
Sulawesi Utara


Sulawesi juga memiliki motif batik nan beraneka ragama. Sebagai model, batik Sulawesi Utara memiliki motif-motif sebagai halnya Toraja, Bugis dan Makassar. Batik Sulawesi  Utara kebanyakan memperalat teknik pembuatan yang seperti batik Jawa, belaka tetap memiliki kekhasan sendiri.

Motif Batik Sulawesi Utara
Motif Menggambar Sulawesi Paksina


24.


Motif Menggambar
Sulawesi Tengah


Sulawesi perdua tepatnya di Kota Palu memiliki beragam kebudayaan wilayah, termasuk mempunyai ciri idiosinkratis singularis akan halnya motif batik, tampak cukup sederhana dengan motif lingkaran akan hanya mengandung makna nan patut dalam

Motif Batik Sulawesi Tengah
Motif Menulis Sulawesi Paruh


25.


Motif Batik
Sulawesi Kidul


Motif Batik Toraja semacam itu beragam dan mempunyai filosofi tertentu. misalnya seperti motif Pare Allo yang berarti matahari dan bentuk bulat menyerupai matahari yang bersinar. Cak semau yng disebut Pa’teddong yang bermanfaat kepala kerbau dan menjadi lambang kebesaran di kawasan Toraja Kemudian ada nan dinamakan Poya Mundudan yang dalam bahasa Indonesia berarti burung bebek.

Menulis Toraja adalah hasil dari pengembangan budaya nan awalnya semata-mata dapat dinikmati dalam bentuk cukilan di kondominium adat, tetapi seiring dengan berkembangnya waktu dan peradaban, maka dikembangkan dalam tulang beragangan batik.

Motif Batik Sulawesi Selatan
Motif Batik Sulawesi Selatan


26.


Motif Menulis Sulawesi Tenggara


Kain tenun Tolaki cukup digemari konsumen lokal atau berasal mancanegara. Tertumbuk pandangan dua corak tenun singularis Tolaki itu dandan biru banyak digunakan bagi baju/jas dan corak hijau digunakan kaum perempuan untuk setelan sarung kebaya. Menggambar kerajinan tenun Tolaki, Sulawesi Tenggara menjadi primadona yang diminati setiap tamu dan wisatawan nan berkunjung ke wilayah itu.

Kerjakan masyarakat Sultra, batik tenun Tolaki serta tenun spesial dari kabupaten tak di Sultra sudah lalu dijadikan busana kebesaran dalam setiap pesta dan sekali intern seminggu dipakai dok pegawai wilayah sipil (PNS) setempat.

Motif Batik Sulawesi Tenggara
Motif Batik Sulawesi Tenggara


27.


Motif Batik Sulawesi Barat


Sulawesi Barat yaitu mahajana Mandar nan mewarisi seni budaya seindah panorama alamnya. Para pengrajin di sini makmur mewujudkan kapal Sandeq nan dapat mengarungi lautan dengan cepat. Selain itu, suku bangsa wanita di sini juga memiliki keseleo satu karya singularis Mandar yang menakjubkan yaitu Lipaq Saqbe Sarung ini hanya dipakai pada saat program-acara tertentu sebagai halnya acara pernikahan, upacara adat, upacara keagamaan, dan kadang digunakan bikin shalat Jumat di Masjid. Biasanya Lipaq Saqbe punya 2 motif yang berbeda yaitu Bunga dan Sure’. Motif Sure’ mempunyai garis geometri tercecer dan menjadi motif klasik. Temporer itu motif Anak uang adalah perpanjangan dari motif Sure’ yang ditambah dengan berbagai dekorasi.

Motif Batik Sulawesi Barat
Motif Menggambar Sulawesi Barat


28.



Motif Batik

Maluku


Batik dengan motif etnik Maluku ini mutakadim dipopulerkan oleh Gubernur beserta jajaran Muspida Maluku pada acara Pises Provinsi Maluku tahun silam. Kini individu-orang Maluku sudah mulai kenal dan menggemari menggambar tersebut. Menulis sudah tiba menjadi rok terlazim yang harus dikenakan pada periode jumat oleh sebagian pegawai pada dinas instansi di Maluku.

Motif Batik Maluku
Motif Menggambar Maluku


29. Motif Batik Maluku Paksina

Malaku Utara punya batik, yaitu Tubo – Ternate. Kepentingan Tubo seorang yaitu sebuah kampung Ternate. Dan Tubo seorang dibuat sejak hari 2022 makanya seorang Bapak di Ternate. Banyak yang demen dengan batik  Tubo ini,” pembukaan Jun salah satu penjual menulis Tubo dalam acara pameran Indonesian Inspiring Women Day (IIWD 2022) di Kelapa Gigi asu Jakarta Utara pada Kamis 28 Mei 2022.

Motif Batik Maluku Utara
Motif Batik Maluku Lor


30.



Motif Menggambar

Papua


Jangan riuk, Papua juga memiliki menulis dengan motif-motifnya nan unik dan banyak diminati lokal maupun mancanegara. Dibandingkan dengan corak batik dari daerah lainnya di Jawa, batik Papua memiliki perbedaan corak yang layak mencolok. Batik berasal daerah ini cenderung makin bawah tangan saja banyak punya motif yang terdiri bersumber cerminan patung.

Batik di Papua selama ini yang paling terkenal adalah batik motif Asmat. Warnanya lebih cokelat dengan kolaborasi dandan petak dan terakota. Cak bertanya penyaringan motif menulis Papua banyak menggunakan simbol-simbol keramat dan ukiran khas Papua. Cecak maupun bingkatak yaitu salah satunya,selain tentu kalangan-guri besar.Bahannya neko-neko disesuaikan dengan permintaan pasar.

Motif Batik Papua
Motif Batik Papua


31.



Motif Batik

Bangka Belitung


Bangka Belitung nan ialah riuk satu Wilayah di Indonesia. Bangka Belitung sendiri dikenal dengan jenama batik nya yaitu menggambar cual ataupun kain cual.Beberapa motif kain cual diantaranya yang sudah mendapatkan hoki paten dari pemerintah antara lain Gajah Mada, Ubur-ubur, Kembang Sumping, Merak, Kucing tidur, Ceceh Hong, Bunga Cina, Kembang Setangkai, Ular besar berlaga, Kembang Rukem, Bebek Setaman, Kembang Rukem Berantai dan Kembang Setaman, Belibis-bebekan, Kembang Kenanga dan motif lain nya.

Motif Batik Bangka Belitung
Motif Menulis Bangka Belitung


32.



Motif Batik

Gorontalo


Gorontalo bukanlah Jawa yang sarat dengan tradisi batik secara ambruk temurun. Namun adanya kebijakan di jaman orde plonco yang menjadikan batik ibarat ikon busana resmi alias nasional. Sepintas gaya batik Gorontalo ini terlihat semacam itu sederhana. Namun, silam campuran warna yang dominan hitam dan natural dengan tulangtulangan ikan dan milu ternyata tak kalah elegan.

Motif Batik Gorontalo
Motif Batik Gorontalo


33.



Motif Batik

Papua Barat


  • Motif batik kamoro dengan simbol arca berdiri

  • Motif batik sentani yang memiliki ciri gambar silsilah jenazah kayu yang bulat dengan warna hanya satu ataupun 2 warna.

  • Motif menulis Papua Barat yang dikembangkan dengan sentuhan garis emas nan biasa disebut dengan batik prada.


34.



Motif Batik

Banten


Motif Batik Banten pola dasar perbuatan rias berasal dari benda sejarah dahulu kala nan disebut Artefak Terwengkal hasil ekskavasi Arkeolog tahun 1976 di Banten.Menulis banten cenderung warna abu-abu soff menunjukan karakter wong Banten, ciri-ciri dari sifat dandan abuk-duli soff antara bukan : Cita-citanya, idenya, kemauannya, dan tempramennya cenderung tinggi hanya pembawaan selalu terlambat serta kalem/ ayu maupun rupawan rona batiknya.
Pada kenyataan pan-ji-panji yang menunjang untuk daerah Banten dikarenakan Airnya, sehingga menjadi ciri khasnya Batik Banten, menjadi ikon dengan slogan : “bukan individu banten jika tak minum air banten“.Filosofi (Artinya) Cap Motif dan motif batik saling berkaitan dengan sejarah Banten. Etiket motif berasal dari “Toponim desa-desa kuna, cap gelar bangsawan / sultan dan penyelenggaraan jenama ira di Kesultanan Banten“.Motif Datulaya. Datulaya  dalah label tempat tinggal Kanjeng sultan Maulana Hasanuddin / tata pangsa keluarga di Kesultanan Banten.

Motif Batik Banten
Motif Menggambar Banten