Gunung Hermon Dan Bukit Sion

 sembunyikan wacana

Suku Dan beralamat di lembah yang subur di kaki Argo Hermon. Mereka membangun daerah tingkat-kota mereka dan berbendang dempang perairan anyep yang mengalir ke Telaga Galilea dan Laut Tenang lewat Batang air Yordan.

Ancala Hermon yang tingginya lebih dari 2.700 m menonjol di ufuk timur laut. Salju menyelimuti puncak-puncaknya yang terala sampai pertengahan musim seksi. Gunung ini dapat dilihat berasal gelanggang yang sangat jauh. Koteng petandang menceritakan bagaimana engkau mampu melihat dengan jelas puncak Gunung Hermon yang diselimuti salju di atas Ceduk Tinggi Golan dari suatu tempat di sebelah barat Lembah Yordan – yang jaraknya 97 km!

Ketinggian nan mengesankan, air nan subur-limpah, dan bersemi-tumbuhan nan baplang menimbulkan rasa kagum dalam hati cucu adam-khalayak yang menetap di cerminan jajaran gunung-gunung Hermon. Justru sebelum khalayak Israel menginjak, hamba allah Kanaan telah mengaduh negeri itu dengan Baal, dewa kesuburan mereka. Sebagian jajaran itu disebut Baal-hermon (Hak. 3:3; I Taw. 5:23), dan cak semau juga sebuah kota yang bernama Baal-Gad (Yos. 13:5).

Orang Israel nan menyembah berhala memandang Gunung Hermon sebagai tanda baca kesuburan, ekuivalen seperti individu Kanaan yang ateis. Akan tetapi, turunan Israel mengakui bahwa kesuburan dan kekuasaan berasal berpunca Sang Penyelenggara, bukan semenjak ciptaan-Nya. Buat mereka, kuasa dan keluhuran Halikuljabbar menyebabkan puncak-puncak yang adv amat janjang di kewedanan utara Libanon, Tabor, dan Hermon – menjadi kecil. Suara TUHAN mematahkan pokok kayu aras, bahkan, TUHAN menumbangkan tanaman aras Libanon. Sira membuat gunung Libanon meloncat-lompat seperti anak lembu, dan gunung Siryon (Hermon) seperti anak asuh lembu hutan” (Mzm. 29:5-6). Dalam pandangan mereka dolok-giri, itu sendiri menyembah Yahwe, “Tabor dan Hermon bersorak-sorai karena nama-Mu” (Mzm. 89:13).

Nama nan banyak dari Bukit Hermon ini membuktikan kepentingannya. Sebelum orang Israel menaklukkan mereka, orang Amori menamakannya Senit (Ul. 3:9) atau Gunung Senir (Ul. 3:9; Yeh. 27:5). Orang Sidon menyebutnya Argo Siryon (Ul. 3:9), dan naskah Yahudi Ul. 4:48 menyebutnya Dolok Sion, sungguhpun naskah Siria menyebutnya Sirian.

Ketika perang mengancam senggat lor Israel, jajaran Giri Hermon yang menahan gempuran purwa dari pasukan-pasukan penyerang. Dengan gunung-gunung Libanon di episode barat, maka pegunungan Hermon merupakan rintangan alami terhadap kerajaan Aram di utara. Akan doang, pada musim-perian damai kembali Dolok Hermon yang agung itu masih kontributif pemukim Kanaan. Dengan senyap dia menghasilkan perigi keliling kaki gunungnya, sewaktu salju nan melebur merembes retas rayuan-bencana karang berliang kecil-kecil yang membentuk dasarnya.

Source: https://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=282&res=almanac

Posted by: soaltugas.net