Hukum Edit Foto Dalam Islam

Bagaimana rukyat Selam soal pemanfaatan
softwere
edit foto atau video nan fungsinya adalah untuk memanipulasi okuler yang diterima pancaindra kita? Di era digital ini, tiba muncul profesi-profesi bau kencur yang berkaitan dengan bumi
editing, sebagaimana editor foto/video yang tugasnya adalah mengubah atau memanipulasi optis memperalat Adobe Photoshop. CorelDRAW, Premiere Pro, dan lain sebagainya. Lantas, bagaimana pandangan Islam soal profesi ini?

Hukum Manipulasi Foto/Video Dalam Perspektif Islam

Secara masyarakat, hukumnya boleh, selama tidak mengandung unsur pengelabuan ataupun menimbulkan hal yang diharamkan. Dalam fiqih, profesi ini akan ikut pada kategori
tazwir
atau memperindah sesuatu dan menyifatinya tidak sesuai dengan kenyataan sehingga bisa menipu sosok yang mendengar atau melihatnya. Hal ini terjadwal memoles kebatilan dan membuatnya tampak moralistis.

Intern
Fiqih al-Islamiyyah wa adillatuhu
dijelaskan, bahwa:

Tadlis adalah ondok aib pada salah satu komoditi. Seperti penjual yang menutupi retak pada dinding flat yang beliau jual dengan mani. Ataupun pembeli yang menutupi aib pada uangnya yang sudah tidak laki. Dan hukum tadlis sepakat diharamkan.”
(Fiqih al-Islamiyyah wa adillatuhu, juz 4: 389)

Seandainya proses
editing
video tersebut mewujudkan visualnya menutupi kebenaran dan dimanipulasi dengan kegagahan yang bersifat bohong, maka hal tersebut diharamkan. Contoh: cak memindahtangankan barang gelap dengan promosi video rampasan dari komoditas aslinya, kemudian dimanipulasi seakan-akan dagangan tersebut nyata sama dengan yang ada di video. Maka, praktik sebagaimana ini dikategorikan sebagai
tadlis
dan diharamkan.

Seperti itu juga dengan proses
editing
foto atau
layouting
majalah-majalah. Apabila ditemukan atom yang membentur syara’, maka hukumnya haram. Sebagaimana editior gambar-gambar syur, porno, dan unsur-molekul lainnya yang mengandung fitnah.

Internal kitab Rawa’iul Bayan dijelaskan:

Gambar porno dan gambar syur nan mengandung umpat yang kini beredar di banyak majalah rendahan jelas hukumnya ilegal, meskipun itu bukanlah termaktub menggambar yang diharamkan. Akan doang, kehancuran nan ditimbulkan jauh lebih besar dari menggambar yang diharamkan.”
(Paya’iul Bayan, Juz 2: 389)

Demikianlah pembahasan singkat mengenai Hukum Manipulasi Foto/Video Intern Perspektif Islam paradigma dengan dalilnya. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat. Wallahu A’lam

Source: http://www.abusyuja.com/2021/04/hukum-manipulasi-fotovideo-dalam-perspektif-islam.html

Posted by: soaltugas.net