Kawat Tembaga Termasuk Sifat Benda

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia adil

Tembaga,
29
Cu
NatCopper.jpg

Tembaga masif (berdimensi ~4 cm)

Copper spectrum visible.png

Garis skop tembaga

Resan mahajana
Tera, lambang tembaga, Cu
Penyebutan /têmbaga/[1]
Pengejawantahan metalik berma-jingga
Tembaga privat tabel periodik

Hidrogen (diatomic nonmetal)

Helium (noble gas)

Litium (alkali metal)

Berilium (alkaline earth metal)

Boron (metalloid)

Karbon (polyatomic nonmetal)

Nitrogen (diatomic nonmetal)

Oksigen (diatomic nonmetal)

Fluorin (diatomic nonmetal)

Neon (noble gas)

Natrium (alkali metal)

Magnesium (alkaline earth metal)

Aluminium (post-transition metal)

Silikon (metalloid)

Fosforus (polyatomic nonmetal)

Belerang (polyatomic nonmetal)

Klorin (diatomic nonmetal)

Argon (noble gas)

Kalium (alkali metal)

Kalsium (alkaline earth metal)

Skandium (transition metal)

Titanium (transition metal)

Vanadium (transition metal)

Kromium (transition metal)

Mangan (transition metal)

Besi (transition metal)

Kobalt (transition metal)

Nikel (transition metal)

Tembaga (transition metal)

Seng (transition metal)

Galium (post-transition metal)

Germanium (metalloid)

Arsen (metalloid)

Selenium (polyatomic nonmetal)

Bromin (diatomic nonmetal)

Kripton (noble gas)

Rubidium (alkali metal)

Stronsium (alkaline earth metal)

Itrium (transition metal)

Zirkonium (transition metal)

Niobium (transition metal)

Molibdenum (transition metal)

Teknesium (transition metal)

Rutenium (transition metal)

Rodium (transition metal)

Paladium (transition metal)

Perak (transition metal)

Kadmium (transition metal)

Indium (post-transition metal)

Timah (post-transition metal)

Antimon (metalloid)

Telurium (metalloid)

Iodin (diatomic nonmetal)

Xenon (noble gas)

Sesium (alkali metal)

Barium (alkaline earth metal)

Lantanum (lanthanide)

Serium (lanthanide)

Praseodimium (lanthanide)

Neodimium (lanthanide)

Prometium (lanthanide)

Samarium (lanthanide)

Europium (lanthanide)

Gadolinium (lanthanide)

Terbium (lanthanide)

Disprosium (lanthanide)

Holmium (lanthanide)

Erbium (lanthanide)

Tulium (lanthanide)

Iterbium (lanthanide)

Lutesium (lanthanide)

Hafnium (transition metal)

Tantalum (transition metal)

Wolfram (transition metal)

Renium (transition metal)

Osmium (transition metal)

Iridium (transition metal)

Platina (transition metal)

Emas (transition metal)

Raksa (transition metal)

Talium (post-transition metal)

Timbal (post-transition metal)

Bismut (post-transition metal)

Polonium (post-transition metal)

Astatin (metalloid)

Radon (noble gas)

Fransium (alkali metal)

Radium (alkaline earth metal)

Aktinium (actinide)

Torium (actinide)

Protaktinium (actinide)

Uranium (actinide)

Neptunium (actinide)

Plutonium (actinide)

Amerisium (actinide)

Kurium (actinide)

Berkelium (actinide)

Kalifornium (actinide)

Einsteinium (actinide)

Fermium (actinide)

Mendelevium (actinide)

Nobelium (actinide)

Lawrensium (actinide)

Ruterfordium (transition metal)

Dubnium (transition metal)

Seaborgium (transition metal)

Bohrium (transition metal)

Hasium (transition metal)

Meitnerium (unknown chemical properties)

Darmstadtium (unknown chemical properties)

Roentgenium (unknown chemical properties)

Kopernisium (transition metal)

Nihonium (unknown chemical properties)

Flerovium (post-transition metal)

Moskovium (unknown chemical properties)

Livermorium (unknown chemical properties)

Tenesin (unknown chemical properties)

Oganeson (unknown chemical properties)




Cu



Ag
nikel ←

tembaga

→ seng
Nomor partikel
(Z)
29
Golongan golongan 11
Musim perian 4
Blok blok-d
Kategori unsur
logam transisi
Berat atom tolok
(A
r)

  • 63,546±0,003

  • 63,546±0,003
     (diringkas)
Konfigurasi elektron [Ar] 3d10
4s1
Elektron per kelopak 2, 8, 18, 1
Adat fisik
Fase
pada STS (0 °C dan 101,325 kPa)
padat
Titik lebur 1357,77 K ​(1084,62 °C, ​1984,32 °F)
Titik didih 2835 K ​(2562 °C, ​4643 °F)
Kepadatan
mendekati s.k.
8,96 g/cm3
momen cair, padaufuk.l.
8,02 g/cm3
Kalor peleburan 13,26 kJ/mol
Kalor evaporasi 300,4 kJ/mol
Kapasitas panas api molar 24,440 J/(mol·K)
Tekanan uap


P
(Pa)
1 10 100 1 k 10 k 100 k
pada
T
(K)
1509 1661 1850 2089 2404 2834
Adat atom
Bilangan oksidasi −2, 0,[2]

+1
,

+2
, +3, +4 (oksida terka basa)
Elektronegativitas Proporsi Pauling: 1,90
Energi ionisasi ke-1: 745,5 kJ/mol

ke-2: 1957,9 kJ/mol

ke-3: 3555 kJ/mol

(kata sandang)
Celah atom empiris: 128 pm
Jari-jemari kovalen 132±4 pm
Jeruji van der Waals 140 pm
Lain-lain
Kelimpahan alami primordial
Struktur kristal ​kubus berpusat paras (fcc)

Struktur kristal Face-centered cubic untuk tembaga

Kelancaran suara
kunarpa ringan
(teranil)
3810 m/s (padas.k.)
Ekspansi kalor 16,5 µm/(m·K) (suhu 25 °C)
Konduktivitas termal 401 W/(m·K)
Resistivitas listrik 16,78 nΩ·m (master 20 °C)
Jihat magnet diamagnetik[3]
Suseptibilitas magnetik molar
−5,46×10−6
 cm3/mol[4]
Modulus Young 110–128 GPa
Modulus Shear 48 GPa
Modulus Bulk 140 GPa
Skala Poisson 0,34
Nisbah Mohs 3,0
Skala Vickers 343–369 MPa
Skala Brinell 235–878 MPa
Nomor Cas 7440-50-8
Sejarah
Penamaan dari Siprus, panggung penambangan utama di era Romawi (Cyprium)
Penemuan Timur Tengah
(9000 SM)
Simbol “Cu”: mulai sejak Latin
cuprum
Isotop tembaga nan terdahulu
Iso­top Pelipit­pahan Waktu paruh
(t
1/2)
Mode peluruhan Pro­duk
63Cu 69,15% stabil
64Cu sintetis 12,70 jam ε 64Ni
β 64Zn
65Cu 30,85% stabil
67Cu sintetis 61,83 jam β 67Zn

| referensi | di Wikidata

Tembaga
adalah suatu unsur kimia n domestik tabel periodik yang memiliki lambang
Cu
dan nomor unsur 29. Lambangnya berasal mulai sejak bahasa Latin
Cuprum.Tembaga
adalah konduktor panas dan elektrik yang baik. Selain itu atom ini memiliki korosi nan cepat sekali. Tembaga asli sifatnya renik dan lunak, dengan satah berwarna jingga kemerahan. Tembaga dicampurkan dengan timah untuk membentuk perunggu.

Ion Tembaga(II) dapat berlarut ke dalam air, di mana maslahat mereka dalam pemfokusan tinggi merupakan sebagai agen anti bakteri, fungisi, dan sasaran pelengkap kusen. Intern konsentrasi tinggi maka tembaga akan bersifat racun, tetapi dalam kuantitas sedikit tembaga yaitu nutrien yang terdahulu untuk jiwa bani adam dan tanaman tingkat sedikit. Di dalam jasmani, tembaga rata-rata ditemukan di bagian lever, motor, perut muda, dalaman, dan ginjal.

Memori

[sunting
|
sunting sumber]

Tembaga yakni salah satu logam yang sangat penting dan dolan besar dalam sejarah manusia dan termasuk ferum nan pertama kali ditambang.[5]
Tembaga mutakadim digunakan sejak 10.000 tahun yang lalu. Sebuah kalung tembaga nan ditemukan di Irak diperkirakan dibuat pada perian 9500 SM.[6]

Tembaga (Cuprum) memperoleh namanya dari bahasa Latin, Cyprium, nan berasal dari merek pulau Siprus di mana ia pertama kali dihasilkan. Cyprium kemudian disingkat menjadi Cuprum.

Tembaga berperan segara dalam peradaban manusia terutama pada Zaman Perunggu (3000-1000 SM). Puas masa tersebut tembaga dipadukan dengan timah menjadi kaleng. Perunggu kemudian diolah menjadi berbagai macam peralatan, senjata, koin, instrumen nada dan perhiasan.[5]

Karakteristik

[sunting
|
sunting sumber]

Fisik

[sunting
|
sunting sumur]

Tembaga yang tepat berada sreg titik lelehnya akan setia bercat sirah muda.

Tembaga, perak, dan emas kreatif puas zarah golongan 11 pada tabel periodik dan mempunyai sifat yang setolok: mempunyai satu elektron orbital-s plong kulit elemen d dengan sifat konduktivitas listrik yang baik.

Kebiasaan lunak tembaga boleh dijelaskan oleh konduktivitas listriknya nan tinggi (59,6×106 S/m) dan oleh karena itu pun mempunyai daya hantar termal yang panjang (kedua teratas) di antara semua metal kudrati pada suhu kamar.[7]

Bersama dengan sesium dan emas (keduanya berwarna kuning) dan osmium (kebiruan), tembaga yaitu satu dari empat ferum dengan dandan kalis selain serbuk-abu atau fidah.[8]
Tembaga murni bercelup sirah-mambang kuning dan menjadi kemerahan bila persaudaraan dengan udara.[9]

Kimia

[sunting
|
sunting sumber]

Benang besi tembaga murni (kidal) dan kawat tembaga teroksidasi (kanan).

Menara Timur berpangkal Abur Observatory, Edinburgh. Perbedaan antara tembaga nan hijau dipasang sekali lagi tahun 2022 dengan warna tembaga asli perian 1894 dapat terlihat jelas.

Tembaga tidak bereaksi dengan air, namun kamu bereaksi perlahan dengan oksigen dari awan membentuk salutan coklat-hitam tembaga oksida. Berbeda dengan oksidasi besi oleh udara, lapisan oksida ini kemudian menghentikan korosi berlanjut. Lapisan verdigris (tembaga karbonat) berwarna plonco dapat dilihat puas konstruksi-bangunan bersumber tembaga yang berusia wreda, seperti pada Arca Liberty.[10]
Tembaga bereaksi dengan sulfida membentuk tembaga sulfida.[11]

Isotop

[sunting
|
sunting sendang]

Tembaga punya 29 isotop.63Cu dan
65Cu adalah isotop stabil, dengan persentase
63Cu yakni yang terbanyak di umbul-umbul, sekitar 69%. Kedua isotop ini memiliki takdir spin 3/2.[12]
Isotop lainnya bersifat radioaktif, dengan yang paling stabil adalah
67Cu dengan paruh musim 61,83 jam.[12]
Sapta isotop metastabil telah diidentifikasi,
68mCu adalah isotop dengan paruh waktu terpanjang, 3,8 menit. Isotop dengan nomor massa diatas 64 dapat meluruh dengan β, padahal cak bagi nomor komposit dibawah 64 meluruh dengan β+.
64Cu (paruh periode 12,7 jam), meluruh dengan kedua cara.[13]

62Cu dan
64Cu memiliki banyak kegunaan.64Cu yakni agen radiokontras bakal gambar X-ray, bersama dengan chelate bisa digunakan cak bagi terapi radiasi puru ajal.62Cu digunakan plong
62Cu-PTSM yang merupakan pelacak radioaktif bikin tomografi emisi positron.[14]

Kerelaan

[sunting
|
sunting sumber]

Tembaga disintesis pada bintang lugu[15]
dan ada di kulit bumi dengan konsentrasi 50 bagian sendirisendiri juta (ppm),[16]
maupun bisa lagi privat bagan tembaga native atau mineral dalam rancangan tembaga sulfida kalkopirit dan kalkosit, tembaga bikarbonat azurit dan malasit dan mineral tembaga(I) oksida kuprit.[7]
Konglomerasi tembaga nirmala nan perkariban ditemukan bermassa 420 ton, ditemukan tahun 1857 di Ancol Keweenaw di Michigan, AS.[16]
Tembaga native yaitu polikristal, dengan kristal terbesar yang pernah diketahui bertakaran 4.4×3.2×3.2 cm.[17]

Senyawa

[sunting
|
sunting sendang]

Tembaga membuat banyak macam senyawa, biasanya dengan bilangan oksidasi +1 dan +2.[18]

Senyawa biner

[sunting
|
sunting sendang]

Sama dengan elemen lainnya, campuran tembaga yang paling tercecer yaitu senyawa biner (terdiri dari 2 partikel namun). Biner nan paling penting diantaranya oksida, sulfida, dan halida. Tembaga(I) oksida, tembaga(II) oksida, tembaga(I) sulfida, dan tembaga monosulfida adalah contoh senyawa tembaga biner.

Bakal senyawa halida, nan dikenal diantaranya tembaga(I) klorida, tembaga(I) bromida, dan tembaga(I) iodida, juga tembaga(II) fluorida, tembaga(II) klorida, dan tembaga(II) bromida. Percobaan membuat tembaga(II) iodida ternyata menghasilkan tembaga iodida dan iodin:[18]

2 Cu2+
+ 4 I
→ 2 CuI + I2

Produksi

[sunting
|
sunting sumber]

Produksi tembaga tahun 2005

Harga tembaga, 2003–2011 intern dolar AS tiap-tiap ton

Kebanyakan tembaga ditambang ataupun diekstraksi dalam bentuk tembaga sulfida dari galian ternganga alias deposit. Contoh makdan yang ada antara bukan Chuquicamata di Chile, Bingham Canyon Mine di Utah, dan El Chino Mine di New Mexico, Amerika Serikat. Menurut British Geological Survey tahun 2005, Chile adalah pencipta tembaga terbesar di dunia dan menguasai sepertiga pasar mayapada, diikuti Amerika Maskapai, Indonesia, dan Peru.[7]
Tembaga lagi dapat diperoleh dengan proses leaching in-haud. Beberapa kawasan tambang di Arizona menggunakan metode ini.[19]

Metode

[sunting
|
sunting sumber]

Konsentrasi tembaga puas bijih-bijih yang cak semau rata-rata cuma 0,6%, kebanyakan bijih komersial yang ada adalah sulfida sebagaimana kalkopirit (CuFeS2) atau kalkosit (Cu2S).[20]
Mineral ini ditingkatkan konsentrasi tembaganya sampai 10-15% dengan proses froth flotation maupun bioleaching.[21]
Memanaskan material ini dengan silika pada flash smelting akan melepaskan perut besi dan memungkirkan besi sulfida menjadi oksidanya. Senyawa produk
copper matte
yang terdiri dari Cu2S kemudian dipanggang untuk mengubah sulfida menjadi oksida:[20]

2 Cu2S + 3 O2
→ 2 Cu2Udara murni + 2 SO2

Kuprat oksida kemudian dipanaskan:

2 Cu2Udara murni → 4 Cu + Udara murni2

Proses matte cuma mengkonversi setengah sulfida menjadi oksida dan kemudian meredam emosi semua sulfur menjadi oksida. Proses ini akan mengubah oksida tembaga menjadi logam tembaga. Gas alam kemudian dialirkan kerjakan menghilangkan oksigen (proses
electrorefining) bagi kemudian mengubah material menjadi tembaga safi:[22]

Cu2+
+ 2 e
→ Cu

Cadangan

[sunting
|
sunting sendang]

Tembaga telah digunakan sejak 10.000 tahun yang lalu, doang lebih bersumber 96% berusul jumlah yang ditambang baru diekstraksi setelah 1900. Cadangan tembaga di bumi lagi masih amat ki akbar (sekitar 1014
ton), ataupun cukup lakukan 5 juta waktu dengan kelajuan ekstraksi momen ini. Meski seperti itu, hanya sebagian kecil saja bersumber jumlah ini yang bernilai ekonomis, dengan teknologi dan harga jual saat ini. Beberapa rekapitulasi mengatakan bahwa cadangan nan ada doang cukup bikin 25 sampai 60 tahun pun, tergantung dari seberapa raksasa eskalasi penggunaannya.[23]
Daur ulang tembaga merupakan keseleo suatu sumur utama.[24]

Harga tembaga kembali bukan stabil,[25]
misalnya dari harga US$0,60/lb (US$1,32/kg) bulan Juni 1999 menjadi US$3,75/lb (US$8,27/kg) bulan Mei 2006. Sreg wulan Februari 2007, harganya turun lagi setakat US$2,40/lb (US$5,29/kg) dan kembali naik menjadi US$3,50/lb (US$7,71/kg) plong rembulan April tahun yang proporsional.[26]
Pada Februari 2009, permintaan dunia yang melemah dan deteriorasi berbagai harga komoditas menjadikan harga tembaga berkisar US$1,51/lb.[27]

Daur ulang

[sunting
|
sunting perigi]

Tembaga, sebagaimana aluminium, dapat didaur ulang 100% sonder mengurangi kualitasnya. Dilihat berpunca volumenya, tembaga adalah metal paling banyak ketiga nan didaur ulang, setelah besi dan aluminium. Diperkirakan bahwa 80% dari seluruh tembaga yang pernah ditambang masih digunakan ketika ini.[28]
Menurut laporan International Resource Panel, pemakaian tembaga sendirisendiri kapita mondial adalah sekeliling 35–55 kg. Pemakai terbesarnya yakni negara-negara bertamadun (140–300 kg per kapita) padahal di negara-negara berkembang sekitar 30–40 kg sendirisendiri kapita.

Proses daur ulang tembaga lega rata-rata begitu juga proses ekstraksi, semata-mata prosesnya kian sedikit. Tembaga kancah dengan kesejatian hierarki dilelehkan di furnace dan kemudian direduksi dan dibentuk kembali menjadi billet dan ingot; sementara itu tembaga ajang dengan kemurnian lebih rendah diproses ulang dengan
electroplating
di dalam cemberut sulfat.[29]

Aplikasi

[sunting
|
sunting sumur]

Eksploitasi tembaga terbesar adalah lakukan kabel listrik (60%), atap dan perpipaan (20%) dan mesin industri (15%). Tembaga biasanya digunakan kerumahtanggaan bentuk logam jati, tetapi detik dibutuhkan tingkat kekerasan lebih tinggi maka biasanya dicampur dengan elemen enggak untuk mewujudkan aloi.[16]
Sebagian kecil tembaga juga digunakan misal adendum vitamin dan fungisida n domestik pertanian.[30]
[31]

Dawai dan kawat

[sunting
|
sunting sumber]

Meski bersaing dengan material lainnya, tembaga tetap dipilih seumpama konduktor elektrik terdahulu di dempet semua kategori kawat listrik kecuali di bagian transmisi tenaga elektrik di mana aluminium lebih dipilih.[32]
[33]
Dawai tembaga digunakan lakukan penggelora listrik, persneling tenaga, distribusi tenaga, telekomunikasi, sirkulasi elektronik, dan bermacam rupa spesies peralatan elektrik lainnya.[34]
Kawat listrik adalah pasar paling kecil bermanfaat cak bagi pabrik tembaga.[35]
Peristiwa ini tersurat kabel pada gedung, kabel telekomunikasi, benang besi distribusi tenaga, kabel otomotif, kabel magnet, dsb. Sepoteng pecah jumlah tembaga nan ditambang digunakan untuk mewujudkan kabel setrum dan telegram konduktor.[36]
Banyak alat setrum menggunakan kawat tembaga karena memiliki konduktivitas listrik tinggi, tahan korosi, ekspansi termal rendah, konduktivitas termal tinggi, boleh disolder, dan mudah dipasang.

Lihat lagi

[sunting
|
sunting sendang]

  • Tumbaga

Referensi

[sunting
|
sunting sendang]


  1. ^


    “Hasil Pencarian”.
    KBBI Daring
    . Diakses rontok
    17 Juli
    2022
    .





  2. ^


    Moret, Marc-Etienne; Zhang, Limei; Peters, Jonas C. (2013). “A Polar Copper–Boron One-Electron σ-Bond”.
    J. Am. Chem. Soc.
    135
    (10): 3792–3795. doi:10.1021/ja4006578. PMID 23418750.





  3. ^


    Lide, D. R., ed. (2005). “Magnetic susceptibility of the elements and inorganic compounds”.
    CRC Handbook of Chemistry and Physics
    (PDF)
    (edisi ke-86th). Boca Raton (FL): CRC Press. ISBN 0-8493-0486-5. Diarsipkan berusul varian asli
    (PDF)
    tanggal 19 Juli 2022.





  4. ^


    Weast, Robert (1984).
    CRC, Handbook of Chemistry and Physics. Boca Raton, Florida: Chemical Rubber Company Publishing. hlm. E110. ISBN 0-8493-0464-4.




  5. ^


    a




    b




    Parsons, Paul. “Copper”. N domestik Dixon, Gail.
    The Periodic Table – A Field Guide to The Eleements. Quercus. hlm. 74. ISBN 978-1-78087-327-5.





  6. ^


    Coulson, Michael. “Appendix”.
    The History of Mining – The Events, Technology and People Involved in the Industry that Forged Modern World. Harriman House. hlm. 427. ISBN 978-1897597903.




  7. ^


    a




    b




    c




    Hammond, C. R. (2004).
    The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics 81st edition. CRC press. ISBN 0-8493-0485-7.





  8. ^


    Chambers, William; Chambers, Robert (1884).
    Chambers’s Information for the People.
    L
    (edisi ke-5th). W. & R. Chambers. hlm. 312. ISBN 0-665-46912-8.





  9. ^


    George L. Trigg; Edmund H. Immergut (1 November 1992).
    Encyclopedia of applied physics. 4: Combustion to Diamagnetism. VCH Publishers. hlm. 267–272. ISBN 978-3-527-28126-8. Diakses tanggal
    2011-05-02
    .





  10. ^


    “Copper.org: Education: Statue of Liberty: Reclothing the First Lady of Metals – Repair Concerns”.
    Copper.org
    . Diakses sungkap
    2011-04-11
    .





  11. ^


    Rickett, B. I.; Payer, J. H. (1995). “Composition of Copper Tarnish Products Formed in Moist Air with Trace Levels of Pollutant Gas: Hydrogen Sulfide and Sulfur Dioxide/Hydrogen Sulfide”.
    Journal of the Electrochemical Society.
    142
    (11): 3723–3728. doi:10.1149/1.2048404.




  12. ^


    a




    b




    Audi, G; Bersillon, Udara murni.; Blachot, J.; Wapstra, A.H. (2003). “Nubase2003 Evaluation of Nuclear and Decay Properties”.
    Nuclear Physics A. Atomic Mass Data Center.
    729: 3. Bibcode:2003NuPhA.729….3A. doi:10.1016/j.nuclphysa.2003.11.001.





  13. ^


    “Interactive Chart of Nuclides”.
    National Nuclear Data Center. Diarsipkan dari versi tahir tanggal 2022-08-25. Diakses tanggal
    2011-04-08
    .





  14. ^


    Okazawa, Hidehiko; et al. (1994). “Clinical Application and Quantitative Evaluation of Generator-Produced Copper-62-PTSM as a Brain Perfusion Tracer for PET”
    (PDF).
    Journal of Nuclear Medicine.
    35
    (12): 1910–1915. PMID 7989968.





  15. ^


    Romano, Donatella; Matteucci, Fransesca (2007). “Contrasting copper evolution in ω Centauri and the Milky Way”.
    Monthly Notices of the Buar Astronomical Society: Letters.
    378
    (1): L59–L63. arXiv:astro-ph/0703760alt=Dapat diakses gratis
    . Bibcode:2007MNRAS.378L..59R. doi:10.1111/j.1745-3933.2007.00320.x.




  16. ^


    a




    b




    c




    Emsley, John (11 August 2003).
    Nature’s building blocks: an A-Z guide to the elements. Oxford University Press. hlm. 121–125. ISBN 978-0-19-850340-8. Diakses tanggal
    2011-05-02
    .





  17. ^


    Rickwood, P. C. (1981). “The largest crystals”
    (PDF).
    American Mineralogist.
    66: 885.




  18. ^


    a




    b




    Holleman, A. F.; Wiberg, Falak. (2001).
    Inorganic Chemistry. San Diego: Academic Press. ISBN 978-0-12-352651-9.





  19. ^

    http://www.azcentral.com/arizonarepublic/business/articles/2011/06/19/20110619copper-new-method-fight.html
  20. ^


    a




    b




    Greenwood, Norman Cakrawala.; Earnshaw, A. (1997),
    Chemistry of the Elements
    (edisi ke-2), Oxford: Butterworth-Heinemann, ISBN 0-7506-3365-4





  21. ^


    Watling, H. R. (2006). “The bioleaching of sulphide minerals with emphasis on copper sulphides — A review”
    (PDF).
    Hydrometallurgy.
    84
    (1, 2): 81–108. doi:10.1016/j.hydromet.2006.05.001. Diarsipkan terbit versi asli
    (PDF)
    tanggal 2022-08-18. Diakses copot
    2013-12-14
    .





  22. ^


    Samans, Carl (1949).
    Engineering metals and their alloys. New York: Macmillan. OCLC 716492542.





  23. ^


    Brown, Lester (2006).
    Plan B 2.0: Rescuing a Planet Under Stress and a Civilization in Trouble. New York: W.W. Norton. hlm. 109. ISBN 0-393-32831-7.





  24. ^


    Leonard, Andrew (2006-03-02). “Peak copper?”. Salon – How the World Works. Diarsipkan berpangkal varian polos tanggal 2008-03-07. Diakses tanggal
    2008-03-23
    .





  25. ^


    Schmitz, Christopher (1986). “The Rise of Big Business in the World, Copper Industry 1870–1930”.
    Economic History Review. 2.
    39
    (3): 392–410. doi:10.1111/j.1468-0289.1986.tb00411.x. JSTOR 2596347.





  26. ^


    “Copper Trends: Live Metal Spot Prices”. Diarsipkan berbunga varian ceria tanggal 2012-05-01. Diakses tanggal
    2013-12-14
    .





  27. ^


    Ackerman, R. (2 April 2009). “A Bottom In Sight For Copper”. Forbes. Diarsipkan dari varian asli tanggal 2012-10-26. Diakses rontok
    2013-12-14
    .





  28. ^


    “International Copper Association”. Diarsipkan semenjak versi salih tanggal 2012-03-05. Diakses copot
    2013-12-14
    .





  29. ^

    “Overview of Recycled Copper”
    Copper.org. Copper.org (2010-08-25). Retrieved on 2022-11-08.

  30. ^

    Kesalahan pengutipan: Tag
    <ref>
    lain sahih; bukan ditemukan teks bagi ref bernama
    Boux

  31. ^


    “Copper”. American Elements. 2008. Diarsipkan berpokok versi tulen tanggal 2008-06-08. Diakses tanggal
    2008-07-12
    .





  32. ^

    Pops, Horace, 2008, Processing of wire from antiquity to the future, Wire Journal International, June, pp 58–66

  33. ^

    The Metallurgy of Copper Wire, http://www.litz-wire.com/pdf%20files/Metallurgy_Copper_Wire.pdf Diarsipkan 2022-09-01 di Wayback Machine.

  34. ^

    Joseph, Günter, 1999, Copper: Its Trade, Manufacture, Use, and Environmental Status, edited by Kundig, Konrad J.A., ASM International, pps. 141–192 and pps. 331–375.

  35. ^


    “Copper, Chemical Element – Overview, Discovery and naming, Physical properties, Chemical properties, Occurrence in nature, Isotopes”. Chemistryexplained.com. Diakses tanggal
    2012-10-16
    .





  36. ^

    Joseph, Günter, 1999, Copper: Its Trade, Manufacture, Use, and Environmental Status, edited by Kundig, Konrad J.A., ASM International, p.348



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Tembaga

Posted by: soaltugas.net