Kesusahan Sehari Cukuplah Untuk Sehari



Renungan Harian Youth, Kamis 12 Agustus 2022

Matius 6:34

Syalom rekan-rekan youth, sepatutnya rekan-rekan internal hal fit ya…

Rekan-rekan Kita semua di seluruh dunia waktu ini sedang berada di satu peristiwa nan tak menguntungkan, baik dari sisi kesehatan, kondisi alam, perekonomian, maupun kesejahteraan. Karuan masalah besarnya bukanlah uang lelah, tapi tentang kepanikan. Sebagian besar bermula apa yang kita khawatirkan galibnya tidak terjadi.
Kekhawatiran- kecemasan nan ada biasanya muncul mulai sejak pikiran- pikiran yang kita ciptakan sendiri.
Akibatnya, kita kehilangan sukacita dan akur sejahtera. Lebih-lebih tidak terbatas nan kemudian menjadi depresi

Bukankah sedikit konyol jika seseorang menjadi depresi karena keresahan yang bahkan tidak interelasi terjadi. Alkitab mengingat-ingat hal kekhawatiran secara partikular privat satu perikop di matius 6:25-34.

Almalik Yesus senggang bahwa kita manusia akan sering dibayang-bayangi kepanikan dalam vitalitas.Itu sebabnya Yang mahakuasa mengajarkan tentang kejadian kekhawatiran ini. Sederhananya Yesus mengatakan,

“Kalau hari ini kita memiliki suatu komplikasi, tak berguna besok kita akan tetap mengalami kelainan tersebut. Kalau hari ini kita memiliki ki aib keuangan, bukan signifikan tulat kita akan jatuh miskin.”

Sering kita merasa bahwa pergumulan hari ini akan terus ada hingga besok. Ya, sebenarnya tergantung pendirian kita menangani pergumulan itu. Jika kita terus membiarkan diri kita kuatir, pergumulan itu akan terus mengganggu kita.
Cuma takdirnya kita memintal percaya kepada Tuhan, kita pasti menemukan jalan keluar.

Mari kita berlatih mengenai prinsip yang diajarkan Tuhan Yesus, yaitu jalani umur kerjakan hari ini. Maksudnya adalah fokus bikin hidup hari ini saja, sebab kesusahan sehari patut buat sehari, sebab besok hari mempunyai kesusahan nya sendiri

Matius 6:11 dalam doa bapa kami, Tuhan mengajar,
“Berikanlah kami pada masa ini alat pencernaan kami yang seadanya”

Bukankah kejadian kandungan, adalah yang paling sayang kita ributkan dan khawatirkan, tapi Allah Yesus mengajarkan kita beribadat cak bagi ki gua garba hari ini.

Periode ini ya untuk waktu ini.

Jika kita tidak menarik kekuatiran tubin hari cak bagi kita pikul bagaikan beban waktu ini, maka spirit kita jauh lebih berbahagia, kita enggak akan kehilangan sukacita karena kita luang tahun ini Sang pencipta memelihara dan mengaruniai. Dan akan datang pun, Anugerah setia Tuhan akan melakukan hal yang sepadan.

Mulailah musim dengan meminta anugerah preservasi dan pengikutan dari Tuhan. Memulai waktu dengan doa tuturan terima kasih menunjukkan bahwa kita percaya akan kasih dan pelestarian Sang pencipta. Dan Jangan takut lega sesuatu nan belum kita ketahui secara pasti, sebab di manjapada ini semacam itu banyak hal yang buram dan rumpil dipahami. Ingatlah selalu bahwa sreg Allah suka-suka periode depan, dan masa depan kita terserah ditangan Allah.

Periode ini untuk waktu ini, besok hari memiliki berkat dan kesusahan nya koteng. Kesusahan sehari ambillah untuk sehari jika kita percaya kesusahan sehari patut lakukan sehari.

Ayo rekan-rekan kita mau belajar untuk menjalani kehidupan kita dengan sikap hati nan benar, responi setiap keadaan yang ada dengan iman yang benar kepada Allah, percayalah ada Tuhan yang menyertai kita semuanya. Jangan ijinkan kekuatiran menuntaskan diri kita yang menyebabkan merembas dan kelemahan iman.

Taat lakukan yang terbaik, melanglang bersama dengan Tuhan dan menyatakan dengan iman kesusahan sehari cukuplah untuk sehari

Komitmen ku :

Aku cak jongkok kuatir karena aku percaya bahwa Halikuljabbar selalu menyertai dan memelihara hidup ku sehari demi sehari

NV – SCW

Source: https://elohim.id/kesusahan-sehari-cukuplah-untuk-sehari/

Posted by: soaltugas.net