Kura Kura Kaki Sering Disebut

Kura-kura

Masa Trias – saat ini

Testudines

Edit the value on Wikidata

Turtles-Tortoises-Terrapins.jpg


Edit the value on Wikidata

Data
Sumur berusul Cangkang kura-kura dan
turtle oil
(en)
Terjemahkan

Edit the value on Wikidata
Taksonomi
Kerajaan Animalia
Filum Chordata
Kelas Reptilia
Ordo Testudines

Edit the value on Wikidata



Batsch, 1788
Subordo
Cryptodira

Pleurodira

Mengenai suku-suku Testudinata, lihat sreg uraian.

Distribusi

World.distribution.testudines.1.png



Edit the value on Wikidata


Kura-kura
adalah hewan bersisik berkaki catur yang termasuk golongan reptil. Bangsa hewan nan disebut (ordo)
Testudines
(atau
Chelonians) ini khas dan mudah dikenali dengan adanya ‘rumah’ ataupun sayak (bony shell) yang berkanjang dan dogmatis.

Geluk kura-kura ini terdiri bersumber dua bagian. Fragmen atas nan menutupi bekas kaki disebut karapas (carapace) dan penggalan bawah (ventral, rezeki) disebut plastron. Kemudian setiap bagiannya ini terdiri dari dua lapis. Lapis asing rata-rata substansial sisik-sisik segara dan keras, dan tersusun begitu juga merunjau; darurat lapis bagian dalam nyata lempeng-lempeng tulang nan tersusun bersebelahan sebagai halnya tempurung. Perkecualian terdapat pada keramaian kura-kura (Trionychoidea) dan jenis penyu belimbing, yang lapis luarnya tiada bersisik dan digantikan salutan kulit di bagian asing batok tulangnya.

Internal bahasa Indonesia, kita mengenal tiga kelompok fauna yang termasuk nasion ini, ialah limpa (bahasa Inggris:

sea turtles
), lelabi atau bulus (freshwater turtles), dan katung-kura (tortoises). Dalam bahasa Inggris, dibedakan lagi antara kura-kura darat (land tortoises) dan kura-katung air batil (freshwater tortoises
atau
terrapins).

Evolusi

[sunting
|
sunting sumber]

Bagaimana batok kura-penyu itu terbentuk dan berkembang kerumahtanggaan proses evolusinya, belum diperoleh permakluman nan jelas. Fosil kambar-kura tertua kedua nan terbit berusul Waktu Trias (sekitar 210 juta tahun silam),
Proganochelys, telah berbentuk mirip dengan lelabi waktu masa ini. Perbedaannya, tulang bawak di bagian punggung belum semacam itu melebar dan belum semuanya menyatu membentuk tempurung yang sempurna. Kura-kura purba semangat dan berkembang tekor lebih sejaman dengan dinosaurus.
Archelon, misalnya, merupakan lelabi ki akbar yang diameter tubuhnya dapat sampai ke lebih bermula 4 m. Sisa purba lelabi tertua yang ditemukan detik ini yaitu
Odontochelys
yang hidup seputar 232 miliun tahun silam.

Banyak jenis lelabi nan umur sekarang berharta menyembunyikan kepala, tungkai, dan ekornya ke dalam tempurungnya, sehingga dapat menyelamatkan diri. Namun beberapa kura-kura primitif, seperti contohnya penyu, tak dapat menarik masuk anggota badannya itu.

Kebiasaan Arwah

[sunting
|
sunting sumber]

Limpa-kura nyawa di berbagai gelanggang, mulai daerah gurun, stepa, hutan, rawa, wai, dan laut. Sebagian jenisnya hidup sesudah-sudahnya akuatik, baik di air tawar maupun di lautan. Labi-labi ada yang berperangai pemakan tumbuhan (herbivora), pemakan daging (karnivora), atau fusi (omnivor).

Limpa-kura bukan memiliki gigi. Akan tetapi perkerasan benak di moncong kura-kura sanggup menyela apa saja yang menjadi makanannya.

Matra bodi kura-kura bermacam-variasi, ada nan kecil ada nan besar. Biasanya ditunjukkan dengan tangga karapasnya (CL,
carapace length). Labi-labi terbesar merupakan penyu belimbing, nan karapasnya dapat mencapai jenjang 300 cm. Labi-labi terbesar yakni kura-kura moncong kartu ceki, dengan panjang karapas seputar 0,7 meter. Sementara labi-labi raksasa pecah Kep. Galapagos dan Kep. Seychelles panjangnya bisa melebihi 0,7 meter. Sedangkan yang terkecil adalah kambar-kura mini dari Afrika Kidul, yang panjang karapasnya tidak melebihi 8 cm.

Limpa-kura berbiak dengan berakibat (ovipar). Beberapa beberapa granula (pada kambar-kura darat) setakat lebih bersumber seratus butir telur (pada beberapa jenis penyu) diletakkan kerap kali bertelur, biasanya pada lubang pasir di got wai atau laut, untuk kemudian ditimbun dan dibiarkan menetas dengan sambung tangan panas surya. Telur limpa menetas sedikit makin pasca- dua wulan (50-70 waktu) tersimpan di batu halus.

Macam kelamin anak kura-kura yang untuk lahir salah satunya ditentukan oleh suhu pasir tempat telur-telur itu tersimpan. Sreg kebanyakan spesies kambar-kura, hawa di atas umumnya resan akan menghasilkan fauna betina. Dan sebaliknya, hawa di bawah rata-rata cenderung menghasilkan banyak hewan nekat.

Katung-kura terdaftar salah suatu jenis hewan yang berumur tangga. Reptil ini dapat arwah puluhan masa, malah seekor kura-limpa darat berusul Kep. Seychelles tercatat hidup selama 152 hari (1766–1918).

Limpa-katung dan Turunan

[sunting
|
sunting sumber]

Kura-kura secara tradisional merupakan fauna nan damping dengan manusia. Mitologi Hindu mengistilahkan bahwa bumi ini disangga oleh empat ekor kura-kura. Demikian juga, kisahan kuno Adiparwa menceritakan bahwa lelabi raksasa berperan penting menyangga gunung, yang diputar dan digunakan kerjakan mengebur lautan, dalam mengejar tirta amerta–air kehidupan.

Kura-kura lagi menjadi hewan nan disucikan, sehingga kerap dipelihara di kolam-kolam kuil Hindu atau tempat suci lainnya. Maka itu karena itu, lukisan kura-kura sewaktu-waktu muncul plong relief candi ataupun kober.

Pada arah nan bukan, daging lelabi dan penyu telah sejak lama dikenal bagaikan makanan yang lezat. Beribu-ribu ekor labi-labi, kura-kura, dan penyu, terutama penyu plonco, berakhir hidupnya setiap perian di dapur kedai kopi. Demikian kembali nasib telur-telurnya, banyak yang akhirnya menjadi santapan khalayak.

Sejenis penyu, yakni katung sisik (Eretmochelys imbricata), diburu orang bikin diambil sisiknya yang luhur umpama mangsa perhiasan. Bersama penyu mole, bilang keberagaman penyu yang tak juga kerap dibunuh dan dikeringkan (diopset) bakal dijadikan hiasan dinding.

Di samping itu banyak jenis kura-kura nan ditangkapi lakukan diperdagangkan bagaikan hewan piaraan (pet). Baik karena keayuan warnanya, keunikannya, atau ironisnya, kelangkaannya. Beberapa jenisnya boleh menyentuh harga nan sangat mahal.

Impitan nan tinggi dan terus-menerus ini, sudah lalu menurunkan banyak populasi kura-kura ke tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Tambahan pula kebanyakan habitat alaminya di wai-bengawan, pandau dan hutan juga mutakadim ikut rusak akibat aktivitas anak adam. Di lain arah, perkembangan populasi kura-kura amat lambat dan lazimnya lebih lagi belum diketahui sifat-sifat dan kebiasaannya. Makanya sebab itu tindakan konservasi lakukan hewan ini amat diperlukan.

Bersumber semua bangsa labi-labi, sahaja penyu nan telah dilindungi dengan patut baik di Indonesia. Hampir semua jenisnya telah dilindungi oleh undang-undang. Banyak pantai peneluran kambar yang sudah lalu dimasukkan ke intern kawasan yang dilindungi, seperti mana misalnya Pantai Sukamade di Jawa Timur dan Pantai Jamursba-Medi di Papua. Supaya demikian, penangkapan katung dan pengutipan telurnya masih juga berlangsung secara ilegal dan rumpil dihentikan.

Keanekaragaman Variasi dan Penyebaran

[sunting
|
sunting mata air]

Diperkirakan terletak sekitar 260 spesies kura-kura dari 12–14 kaki (familia) yang masih usia di pelbagai babak dunia. Di Indonesia sendiri terdapat selingkung 45 varietas bermula sekitar 7 suku kura-kura dan kambar.

Suku-kaki tersebut dan beberapa contohnya:


Anak bangsa (Sub Ordo) Pleurodira

[sunting
|
sunting sumur]


Chelidae, kura-kura leher bedudak

[sunting
|
sunting sumber]

Suku ini dinamai demikian karena kebanyakan anggotanya mempunyai leher yang panjang. Karena tak boleh ditarik turut, kepala dan leher labi-labi ini hanya dilipat menyamping di sisi tubuhnya di sumber akar lindungan pinggiran batok badannya.

Suku katung-kambar leher ular hambur terutama di Papua dan Australia serta pulau-pulau di sekitarnya, dan di Amerika Selatan. Di luar tempat-palagan tersebut ditemukan pula di Pulau Rote, Nusa Tenggara. Habitat kura-limpa ini adalah perairan tawar. Sejumlah jenisnya yang suka-suka di Indonesia, di antaranya:

  • Penyu-kura rote (Chelodina mccordi)
  • Penyu-limpa papua (Chelodina novaeguineae)
  • Kura-kura kandungan putih (Elseya branderhosti)

Pelomedusidae

[sunting
|
sunting sendang]

Sebagaimana kerabat terdekatnya, Chelidae, anggota suku ini merupakan kura-kura air tawar. Lelabi ini spirit di Amerika Kidul, Afrika dan Madagaskar, dan tidak didapati di Indonesia.

Anak nasion Cryptodira

[sunting
|
sunting sumber]


Cheloniidae, kura

[sunting
|
sunting sumber]

Penyu usia seutuhnya akuatik di raksasa. Kecuali yang betina ketika bertelur, kura dapat dikatakan lain pernah lagi start daratan setelah anda mengenal laut semenjak menetas dahulu. Atasan, kaki dan ekor limpa tak dapat ditarik turut ke tempurungnya. Kaki-kaki penyu yang berbentuk kayuh, dan lubang hidungnya yang berada di sisi atas moncongnya, yaitu bagan habituasi yang sempurna bakal nasib laut.

Katung tersebar luas di lautan-lautan di seluruh dunia. Dari tujuh spesies anggota suku ini, heksa- di antaranya ditemukan di Indonesia. Beberapa contohnya adalah:

  • Penyu hijau (Chelonia mydas)
  • Kura sisik (Eretmochelys imbricata)


Dermochelyidae, penyu belimbing

[sunting
|
sunting mata air]

Suku limpa ini semata-mata memiliki suatu anggota saja, yakni penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Hidup di lautan-samudra besar sampai ke daerah dingin, kambar ini merupakan labi-labi terbesar nan masih spirit. Panjang tubuhnya (janjang karapas) dapat mencapai 3 m, meski umumnya hanya selingkung 1,5 m maupun kurang, dan beratnya mengarah 1 ton.

Chelydridae

[sunting
|
sunting sumber]

Suku ini terdiri dari penyu-kura air mansukh berekor pangkat dan berkepala besar, yang menyebar di Amerika. Dengan perkecualian satu marga anggotanya (Platysternon) yang menyebar di Tiongkok dan Indochina. Beberapa ahli memasukkan
Platysternon
ke intern suku tersendiri, Platysternidae. Tidak ada di Indonesia.

Kinosternidae

[sunting
|
sunting sumber]

Yakni suku kura-limpa air tawar kecil berpunca Amerika bagian perdua. Dabat yang mampu mengeluarkan bau bukan legit ini tak terdapat di Indonesia.

Dermatemyidae

[sunting
|
sunting sumber]

Juga menyebar sedikit di Amerika Paruh.
Dermatemys
berukuran relatif lautan dan hidup di bengawan-bengawan.


Carettochelyidae, labi-labi moncong babi

[sunting
|
sunting sumber]

Suku ini hanya memiliki satu anggota yang hidup, yakni labi-labi moncong nangui (Carettochelys insculpta). Lainnya telah punah dan doang ditemukan internal bentuk fosil. Labi-labi ini menyebar terbatas di Papua bagian selatan dan di Australia bagian utara.


Trionychidae, labi-labi

[sunting
|
sunting sumber]

Menyebar luas di Amerika lor, (Eropa ?), Afrika, dan Asia ini adalah tungkai lelabi yang paling banyak jenisnya. Di Australia, kaki ini semata-mata tinggal berupa fosil. Beberapa contohnya dari Indonesia yaitu:

  • Bulus (Amyda cartilaginea)
  • Manlai alias labi-labi medalion (Chitra chitra)
  • Kura-kura hutan (Dogania subplana)
  • Lelabi irian (Pelochelys bibroni)
  • Antipa, lelabi segara (Pelochelys cantori)

Emydidae

[sunting
|
sunting mata air]

Ini merupakan suku kura-kura akuatik dan taruk akuatik nan hidup di air tawar di Eropa, Asia dan terutama di Amerika. Emydidae merupakan salah satu tungkai lelabi terbesar berusul segi jumlah anggotanya. Lain ada spesiesnya di Indonesia kecuali intern bentuk satwa introduksi bak hewan peliharaan. Salah suatu contohnya yang banyak dipelihara di Indonesia adalah kura-kura telinga berma (Trachemys scripta).

Geoemydidae

[sunting
|
sunting sumber]

Merupakan kaki kura-katung yang terbanyak anggotanya, Geoemydidae (lampau disebut Bataguridae) terutama menyebar di Asia Tenggara. Di asing itu, anggota suku ini juga ditemukan di Afrika bagian utara, Erasia dan Amerika tropis. Ini adalah suku penyu-kura air batil yang terutama hidup di sungai-kali besar, kendatipun sering pula ditemui di daratan. Di Indonesia terdapat sekitar 11 jenisnya. Di antaranya:

  • Tuntong wai (Batagur affinis)
  • Kura-limpa kali besar-utara (Batagur baska)
  • Beluku atau tuntong (Callagur borneoensis)
  • Kuya tempurung (Cuora amboinensis)


Testudinidae, kura-kambar darat sejati

[sunting
|
sunting sumur]

Ialah suku kura-kura darat dengan banyak anggota yang tersebar luas di seluruh manjapada. Labi-labi raksasa dari Gugusan pulau Galapagos dan kura-kura darat berumur tahapan dari Kep. Seychelles di atas tersurat ke dalam suku ini. Dua anggotanya terdapat di Indonesia:

  • Baning sulawesi (Indotestudo forsteni)
  • Baning cokelat (Manouria emys)

Anak nasion Paracryptodira

[sunting
|
sunting sumber]

Mutakadim punah.

Galeri

[sunting
|
sunting sendang]

Labi-labi Kepulauan Galapagos (Chelonoidis nigra)

Bulan-bulanan Bacaan

[sunting
|
sunting mata air]

  • Iskandar, D.T. 2000.
    Kura-kura & Bicokok Indonesia & Papua Nugini
  • Zug, G.R. 1993.
    Herpetology. Academic Press.

Pranala asing

[sunting
|
sunting sumber]

  • (Inggris)
    UC Berkeley Museum of Paleontology
  • (Inggris)
    Turtles of the World Diarsipkan 2007-06-27 di Wayback Machine.: Extensive information on all known turtles, tortoises and terrapins, including key and quiz.
  • (Inggris)
    Turtle Trax: Excellent marine turtle site
  • (Inggris)
    Chelonia: Conservation and Care of Turtles.
  • (Inggris)
    Turtles Zone Diarsipkan 2006-06-15 di Wayback Machine.: Resource site for information on the captive care of turtles.



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Kura-kura

Posted by: soaltugas.net