Lirik Lagu Putri Ayu Jambi

Narasi Rakyat Jambi – Legenda Dara Ayu Nyimas Rahima

Cerita Rakyat – reinha.com

Dahulu, di Lahan Pulih atau tepatnya di daerah Tanjung Pasir, Jambi, ada seorang gadis cantik bernama Putri Rahima. Engkau adalah putri satu-satunya n komedi didong Segeh Mahmud, seorang tokoh yang dihormati di kampung itu. Kecantikan Nona Rahima bagai haur mulai sejak kahyangan. Selain cantik, ia juga pandai mengaji dengan celaan yang merdu. Sopan-santun dan budi-bahasanya pun amat elok. Kemahirannya memasak, menjahit, menenun, dan merajut menciptakan menjadikan putri Kemas Mahmud itu semakin sempurna sebagai cewek idaman buat setiap pemuda.

Wara-wara tentang kecantikan Gadis Rahima tersebar hingga ke seluruh pelosok kawasan Jambi, meskipun pron bila itu medium berkecamuk perang menyaingi Belanda. Para pemuda pejuang Jambi yang banyak bergerilya ke tengah-tengah jenggala juga mendengar pesiaran tersebut.

(Baca kembali:Cerita Rakyat Jambi – Kisahan Putra Tan Talanai)

Berita itu juga mengaras telinga Sultan Muhammad yang memerintah di negeri Kampung Lereng. Engkau ialah tuanku yang masih remaja, talam, dan berwibawa. Sira juga terkenal saleh dan konsisten beribadah. Suatu musim, Aji Muhammad diam-bungkam meninggalkan istana bagi membuktikan berita mengenai kecantikan Nona Rahima. Ternyata benar, saat melihat kemanisan gadis Kemas Mahmud itu, Sultan Muhammad berdecak kagum.

“Oh, Perawan Rahima benar-benar gadis yang sempurna. Kecantikannya bukan main luar resmi dan tiada tandingannya di negeri ini,” gumam Sunan Muhammad dengan kagum.

Kecantikan Kuntum Rahima mutakadim memikat hati Sultan Muhammad. Ia pun bukan sabar sekali lagi ingin segera meminangnya. Setelah kembali ke puri, pangeran muda itu segera mengumpulkan bilang komandan imperium dan kemudian mengutus mereka untuk meminang Putri Rahima.

“Absolusi, Bungkusan Kemas. Keikhlasan kami kemari kerjakan menyampaikan pinangan Tuan kami Sultah Muhammad bagi upik Kemasan Rapi,” alas kata riuk seorang utusan.

“Kami memegang baik atas niat baik raja kalian. Tapi, berilah kami waktu satu hari buat mengantarai masalah ini bersama keluarga kami,” pinta Pak Kemas,

“Tuan-tuan boleh pun ke mari besok untuk mencerna keputusan berasal keluarga kami.”

Para utusan Kanjeng sultan Muhammad lagi berpamitan pulang ke keraton dan pada besok harinya mereka pula ke flat Kemas Mahmud.

“Bagaimana hasil musyawarah keluarga, Sampul Kemas?” tanya seorang utusan Sultan Muhammad.

Beres Mahmud pun menyampaikan hasil ura-ura bersama tanggungan besarnya melalui ungkapan seperti berikut:

“Dari buat ke Batang Asai, singgah bermalam di Dusun Kerak; Urusan aturan sudah selesai, silam pun urusan sarak.” Kata majemuk di atas menunjukkan bahwa Kemas Mahmud dan anak bini besarnya menerima pinangan Yamtuan Muhammad.

Kini, tinggal pelaksanaan pesta pernikahan Putri Rahima dan Paduka tuan Muhammad. Namun karena detik itu dalam situasi perang, maka kedua belah pihak bersepakat buat menidakkan makan besar ijab nikah agar tidak mengundang perhatian kolonialis Belanda.

Namun, pesta tersebut diganti dengan acara sedekah hari raja sehari. Setelah protokoler menjadi permaisurinya, Sultan Muhammad pun memboyong Putri Rahima ke keraton. Sejak itulah, upik semata wayang Beres Mahmud itu tinggal di istana dengan gelar Kuntum Ayu Nyimas Rahima. Dia juga atma berbahagia dan tukar mengasihi dengan suaminya.

Dua tahun kemudian, Nyi Mas Rahima melahirkan seorang putra dan diberi nama Baginda Adipati. Kehadiran sang emir katai di tengah-tengah anak bini menggunung kebahagian Sultan Muhammad dan permaisurinya. Kasih sayang sang Sultan kepada Nyi Mas Rahima lagi semakin dalam.

Namun, di paruh-paruh kebahagiaan mereka tersebut, peperangan semakin berkecamuk. Sebagai warga negara yang baik, Sultan Muhammad lagi merasa terpanggil kerjakan membela petak air. Kanjeng sultan Muhammad kerap menyingkir puri karena harus bertempur mengembari penjajah Belanda. Hal itu membuat perasaan terhadap keluarganya semakin memendek. Untung Putri Ayu Nyimas Rahima sendiri ibu nan bijaksana. Engkau selalu memberi pengertian kepada putranya yang sudah mulai tumbuh menjadi kanak-kanak yang cerdas mengenai perjuangan sang Ayah.

“Putraku, Adipati. Ayahmu ialah koteng pejuang. Itulah sebabnya ia selalu memencilkan menghindari kita demi membela kapling air yang tercinta ini,” sebut Nyi Mas Rahima.

Nasehat tersebut selalu Putri Ayu Nyimas Rahima sampaikan kepada putranya setiap kali sang Ayah pergi kutat. Maka, jadilah Raja Adipati misal anak yang berjiwa bahadur. Sira malah seringkali berceloteh ingin membantu ayahnya mengintimidasi penjajah Belanda.

“Bunda…, kenapa Ayah lain pernah mengajak Pati timbrung berperang? Padahal, Pati cak hendak sekali membantu Ayah mengusir penjajah itu,” prolog Kanjeng sultan Adipati.

“Ekstrak, Putraku. Engkau masih boncel. Tubin jika kamu sudah besar, Ayah pasti akan mengajakmu. Ketika ini, kita hanya bisa kondusif pertentangan Ayah dengan puji-pujian agar selamat bermula tentangan,” sebut Putri Ayu Nyimas Rahima.

Pemudi Ayu Nyimas Rahima terus melantunkan doa demi keselamatan sang Suami dan pasukannya. Namun, tak susah ia merasa terbang menunggu kepulangan suaminya dari medan perang. Padahal, sikap perseteruan penjajah Belanda semakin hari semakin merajalela. Mereka terus memperluas kewedanan kekuasaannya di karib wilayah Jambi. Bahkan, mereka sudah lalu membangun benteng pertahanan di sekitar kastil. Keaadan itu membuat Perempuan Ayu Nyimas Rahima bertambah rusuh. Apalagi saat itu ia sedang mengandung anak keduanya.

Momen suaminya sedang meninggalkan keraton, serdadu Belanda kerap berkeliaran di seputar istana. Dia merasa bahwa kapling airnya semakin terancam. Di samping itu, ia kembali gegares mencemaskan keselamatan suaminya yang sudah beberapa hari belum juga dari ajang perang. Perasaan-perasaan itu terus membebani batinnya.
Di saat kandungannya semakin besar, engkau menjadi lemah dan sering sakit-sakitan sebatas akhirnya meninggal dunia sebelum melahirkan anak asuh keduanya.

Keberangkatan sang Bunda menjatah galabah nan sangat internal bakal Pangeran Adipati. Ditambah pula makrifat tentang eksistensi sang Ayah belum pula diketahui rimbanya. Bakal mengenang Dara Ayu Nyimas Rahima nan ramah, pemurah, dan selalu kontributif persabungan suaminya, para anak bini puri kemudian membuatkan makam yang dikelilingi tembok untuk Kuntum Ayu Nyimas Rahima.

Mereka lagi terus menjaga dan merawat makam itu. Tentatif itu, kehadiran serdadu Belanda mewujudkan benteng di sekitar istana semakin terancam. Akhirnya, keluarga istana memutuskan bagi mengungsi ke hulu Tengah hari Jambi dengan memboyong Sultan Adipati. Suatu lilin lebah, mereka pun menjauhi istana secara mengendap-endap. Keesokan hari, para serdadu Belanda lagi taajul menempati keraton yang telah kosong. Betapa terkejutnya mereka saat mengawasi sebuah makam nan kalis dan luhur.

“Hai, taman bahagia siapakah yang mulia ini?” soal salah seorang serdadu Belanda.

“Entahlah. Tapi, saya yakin warga peristirahatan terakhir ini pasti bukanlah orang sembarangan,” jawab serdadu Belanda lainnya.

Penasaran ingin memaklumi perihal kuburan itu, pelecok seorang serdadu Belanda berburu keterangan kepada pemukim di sekitar istana.

“Makam siapakah yang suka-suka di dekat istana itu?” tanya serdadu itu kepada keseleo seorang penghuni.

“Taman bahagia itu yakni eigendom Putri Ayu Nyimas Rahima, permaisuri Ratu Muhammad. Ayu fisiknya, pula ayu batinnya. Ia bosor makan mendukung perjuangan suaminya dengan tulus ikhlas dan rela mengorbankan kebahagiaannya berkumpul bersama keluarganya,” jelas warga itu.

Sejak itulah, para serdadu Belanda memanggil peristirahatan terakhir itu dengan sebutan Makam Gadis Ayu. Makam Nona Ayu Nyimas Rahima itu dikelilingi tembok berwarna kuning dan berbumbungkan seng. Batu nisannya terbuat berasal tiang bulian berwarna abang wreda dan makamnya sendiri terbuat berpunca pualam bercat biru.

Taman bahagia Amoi Ayu Nyimas Rahima fertil di wilayah Benteng atau berdekatan dengan Masjid Al Falah Kota Jambi, sayangnya karena ekstensi kota, pada waktu 1980 makam Dayang Ayu Nyimas Rahima dipindahkan ke Jalan Kemboja, RT 07, Kelurahan Sungaiputri, Telanaipura, Daerah tingkat Jambi.

# Cerita Rakyat Jambi – Legenda Putri Ayu Nyimas Rahima

Source: https://www.reinha.com/2018/11/cerita-rakyat-jambi-legenda-putri-ayu-nyimas-rahima/

Posted by: soaltugas.net