Materi Hakikat Bangsa Dan Negara

www.smkkehutananrimbataruna.sch.id –

Pintu VI
HAKEKAT BANGSA DAN NEGARA

A. Hakekat Bangsa dan Negara

Hamba allah misal Basyar Individu dan Makhluk Sosial

Sebagai makhluk individu, turunan terdiri atas dua elemen, yaitu unsur jasmani (fisik) dan atom rohani (jiwa). Cucu adam diberi potensi faktual akal, pikiran, perasaan, dan keagamaan sehingga sanggup agak kelam koteng dan bertanggung jawab atas dirinya. Sedangkan manusia seumpama sosok sosial tidak dapat hidup sorangan, orang gegares membutuhkan bantuan bani adam lainnya. Aristoteles menyebutkan cucu adam umpama makhluk “Zoon Politicon”, yaitu makhluk nan puas dasarnya besar perut ingin bergaul dan berkumpul dengan yang lainnya. Secara kodrati manusia bisa hidup berdampingan/ berkelompok dengan bani adam lainnya karena didorong oleh kebutuhan biologis.

1) Pengertian Nasion
Bangsa adalah sekelompok orang yang menempati wilayah tertentu nan di taris oleh persamaan semangat, sejarah dan cita-cita.

Denotasi bangsa menurut para ahli :
a. Menurut Hans Kohn (Jerman),
Bangsa adalah buah hasil karya atau tenaga hidup sosok. Pada umumnya bangsa memiliki faktor-faktor objektif tertentu nan membedakannya dengan bangsa lain, di antaranya persamaan keturunan, provinsi, bahasa, adat-istiadat, ekualitas politik, ingatan, dan keyakinan (agama).
b. Menurut Otto Bauer (Jerman),
Bangsa yakni kerubungan manusia nan punya paralelisme fiil. Kepribadian tersebut tumbuh karena adanya persamaan senasib dan sepenanggungan.
c. Menurut F. Ratzel (Jerman),
Bangsa terjaga karena adanya hasrat tertentu alias adanya keinginan yang setinggi. Hasrat tersebut kulur karena adanya rasa kesendirian antara sesama manusia dan tempat silam.

Faktor objektif terpenting terbentuknya suatu bangsa adalah adanya kehendak atau kemauan bersama atau “semangat kebangsaan”. Freidrich Hertz dalam bukunya Nationality in History and Politic mengemukakan bahwa cak semau empat anasir yang berpengaruh internal terbentuknya satu bangsa, yaitu :
a) Kemauan buat hingga ke ahadiat nasional yang terdiri atas keesaan sosial, politik, ekonomi, agama, kebudayaan, komunikasi, dan kebersamaan.
b) Kehausan untuk menyentuh kemerdekaan dan kebebasan nasional sepenuhnya, yaitu nonblok dari dominasi dan campur tangan nasion asing terhadap urusan intern negerinya.
c) Keinginan akan kebebasan, segel, individualitas, dan otentisitas atau kekhasan. Contohnya menjunjung tinggi bahasa nasional yang mandiri.
d) Kerinduan bikin menonjol (unggul) di antara bangsa-bangsa intern mengejar virginitas, pengaruh, dan status.

2) Signifikasi Negara
Secara etimologi pembukaan Negara berpunca bersumber perkenalan awal state Inggris), Staat (Belanda, Jerman), E`tat (Prancis), Gengsi, Statum (Latin) yang bermakna meletakkan privat hal samar muka, menaruh, maupun menciptakan menjadikan berdiri. Alas kata Negara nan dipakai di Indonesia semenjak dari bahasa Sansekerta yanitu Negara atau nagari nan artinya wilayah, daerah tingkat, maupun penguasa. Denotasi nasion menurut para ahli :
a. Menurut George Jellinek
Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok makhluk nan menghuni wilayah tertentu.
b. Menurut R. Djokosoentono
Negara adalah organisasi manusia atau kompilasi manusia yang berpunya di bawah suatu pemerintahan yang setimbang.
c. Menurut Harold J. Laski
Negara yaitu suatu awam yang diintegrasian karena mempunyai wewenang yang berperangai mamaksa dan yang secara sah lebih agung dari pada individu ataupun kelompok yang merupakan episode masyarakat itu.
d. Menurut Rogert H. Soltau
Negara adalah alat ataupun wewenang yang mengatur atau menyelesaikan persoalan-persoalan bersama atas tera masyarakat.
e. Menurut Max Weber
Negara adalah suatu mahajana yang n kepunyaan monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara absah dalam suatu area.

Share:




Source: http://www.smkkehutananrimbataruna.sch.id/2021/01/hakekat-bangsa-dan-negara.html

Posted by: soaltugas.net