Mazmur 1 Ayat 1 6

Berbahagialah Orang Yang Bepergian Puas Perkembangan Tuhan (Mazmur 1:1-6)




Jalan Allah ialah perkembangan verbatim dan etis


Pendahuluan:

Spirit manusia bagaikan intern suatu perjalanan. Kerumahtanggaan perjalanan manusia itu dituntut cak bagi menjeput keputusan jalan mana nan harus dipilih. Ada dua saringan dalam perjalanan lakukan menirukan pemandu pengelanaan atau melembarkan jalan koteng (bd, peraturan Celas-celus : lampu berma, bola lampu kuning, dan lampu yunior, dilarang belok kiri, atau memangkal), kalaulah semua mematuhinya maka sampailah tujuan merupakan selamat dalam avontur).


Demikian juga Alkitab menyatakan internal pelawatan hidup manusia ada dua pilihan yaitu patuh kepada Tuhan atau tak patuh, mengidas jalan yang lebar alias urut-urutan yang sempit, enggak terserah tempat yang independen (Bdk. Matius 7:13-14 Yesus n domestik khotbahNya di atas jabal: “Masuklah melalui pintu yang berlebih itu, karena lebarlah gerbang dan luaslah jalan yang menentang kehancuran, dan banyak manusia yang turut melaluinya, karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang condong roh, dan sedikit orang yang mendapatkannya”).


Pembahasan Nats Mazmur 1:1-6:


  1. Permulaan, Nats khobah membandingkan perjalanan hidup orang yang benar dan perjalanan hidup orang yang fasik (ay.1). Hanya cak semau dua variasi orang yang diakui Allah yaitu basyar sopan dan turunan Fasik. Orang bermartabat maupun basyar saleh adalah orang yang perkembangan hidupnya bercirikan (tanda-tandanya) yaitu : kebenaran, kasih, ketaaatan kepada Firman Sang pencipta, dan terpisah dari persemakmuran cucu adam yang kesukaanya berbuat dosa. Namun kesukaannya yakni Taurat Tuhan (ay.2) Sosok Fasik adalah orang nan tidak tinggal intern Firman Allah, yang kesukaannya mengerjakan dosa (dosa adalah melakukan apa yang dilarang Tuhan dan lain mengerjakan apa yang diperintahkan Tuhan). Perjalanan hidup orang yang benar dapat diketahui dari apa yang enggak dia lakukan yaitu: lain menuruti nasehat orang Fasik (kronologi orang Fasik), tempat yang tidak mereka kunjungi (orang pencemooh) dan kesukaannya adalah adalah Taurat Tuhan (umur erat dengan Halikuljabbar/sekitar Firman Yang mahakuasa) dan berusaha dengan sungguh-betapa bagi menaatinya (ay. 2)
  2. Kedua, hasil perjalanan hidup orang yang benar. Ia sebagaimana tanaman yang ditanam di tepi air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya dan lain layu daunya daan apa yang diperbuatnya berbuntut (ay. 3). Anak adam nan benar menerima sendang sukma yang tidak habis-habisnya (Joh. 15: 1-8, khusus ay. 8 : seandainya kamu silam di dalam Aku, dan hukumku habis di dalam kamu, mintalah sahaja apa yang kamu kehendaki, dan kamju akan menerimanya). Apa yang diperbuatnya berdampak lain bermakna tidak pernah akan memiliki masalah atau kegagalan, cuma orang benar akan mengetahui niat Allah dan membujur Allah (Rm. 8:28).
  3. Ketiga, hasil perjalanan hidup orang Fasik diganbarkan dengan tiga paparan nan berpenunggu:

  • Mereka seperti sekam nan ditiupkan angin (ay3). Ini suatu gambaran beraneka rupa kekuatan yang tak mereka lihat yang akan menghancurkan perjalanan arwah mereka. Mereka terlepas dari kasih hidayah Yang mahakuasa dan berada di bawah penghukuman Sang pencipta (bd. Efesus 2:2 kamu hidup di dalamnya (dosa-dosa), karena kamu menirukan jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, merupakan roh yang sedang bekerja diantara orang-orang yang durhaka.

  • Tidak tahan kerumahtanggaan penghakiman dan dan tidak tahan intern perhimpunan bani adam benar. Tidak ada orang fasik yang dapat bersiteguh ketika Allah murka (Mazmur 76:8), dan penghakiman terakhir Mat. 25:31-46, khusus ay. 46 dan mereka ini akan ikut ke bekas siksaan yang kekal, tetapi individu nan benar ke n domestik hidup yang kekal).

  • Menuju kebinasaan. Injil mengajarkan bahwa terserah hukuman atas orang yang mengerjakan ki kebusukan adalah karuan. Azab itu maujud kutukan, siksaan, dan separasi berasal Almalik tanpa jangka waktu tidak terbatas.

  1. Jalan Halikuljabbar adalah urut-urutan yang menuju kebahagiaan dan jalan nan menawarkan menjejak tujuan. Ibarat orang nan mengadakan pertualangan jauh nan mengikuti route yang benar, walaupun banyak tantangan akan sampai ke tujuan dengan dengan selamat atau pengemudi yang patuh dalam berlalu lintas; mengiikuti tunggak-rambu celam-celum maka kemungkinan kerjakan sampai ke tujuan lebih besar ketimbang pengemudi yang berandalan.
  2. Mana tahu cuma kita mengintai kronologi insan fasik lebih (jalan yang lebar) mudah daripada perkembangan anak adam benar (korupsi, tidak adil, penjinah, pengecoh, enggak punya hidayah, egois, mau menang sendiri) enggak mesti sentimen, sebab mereka tak mencapai kebahagian seperti kronologi orang benar. Mereka seperti sekam, mereka tidak dapat bettahan di pengadilan dan mereka akan dihukum Yang mahakuasa, Tetaplah di jalan yang sempit karena itu ialah jalan keselamatan. Umat Sang pencipta enggak mencari jalan yang gampang, tetapi anti dengan Firman Tuhan.
  3. Agar teguh kita memmilih perkembangan Tuhan, kita harus damping dengan Firman Tuhan itu sendiri (karib dengan Sang pencipta=sahabat Allah=menyenangkan Halikuljabbar). Apa yang kita rasakan, pikirkan dan bagi harus sesuai (sejajar) dengan Firman Halikuljabbar, bagi itu Roh kuduslah yang berkuasa relung hati kita (bd. Ibr, 3:15, suara Tuhan menyebut bagi bertobat …Amin.


Berbahagialah Orang Nan Berjalan Pada Jalan Halikuljabbar (Mazmur 1:1-6)
Berbahagialah Orang Yang Berjalan Pada Jalan Tuhan (Mazmur 1:1-6)

Reviewed by
Yanto Kurniatman Hura
on

Juni 02, 2022


Rating:
5

Source: https://www.afy-nias.or.id/2019/06/berbahagialah-orang-yang-berjalan-pada.html

Posted by: soaltugas.net