Oksigen Dalam Senyawanya Akan Bermuatan

Oksigen dengan konfigurasi elektron [He] 2s2
2p4
yaitu zarah yang sangat elektronegatif (neraca paulling = 3,5), nomor dua terbesar seelah fluor (rasio paulling = 4,1). Oleh karena itu, semua elemen bereaksi dengan oksigen membentuk senyawa oksida, kecuali tabun sani. Selain itu, sekali lagi takhlik paduan peroksida dan superoksida. Ini dimungkinkan karena oksigen dapat mempunyai bebrapa bilangan oksidasi, internal senyawanya, seperti mana pada diagram berikut ini :


Biloks Oksigen


Kerumahtanggaan Susuk


Pada Sintesis


Ideal

-1/2

O2

Superoksida

KO2

-1

Ozon2
2-

Peroksida

Na2O2, Caluk2

-2

O2-

Oksida

H2O, Na2Ozon, Cl2O5, MgO

0

Molekul oksigen dan alotropinya

O2
dan Udara murni3

+2

Udara murni2+

Senyawaan Fluor

OF2



a.





Senyawa Oksida

Oksida adalah senyawa biner suatu unsur dengan oksigen. Sebagain besar oksida diperoleh kontan dengan mereaksikan unsurnya kontan dengan oksigen.oksida biner dari unsurnya melengkapi ranah jenis ikatan mulia nan benmar-benar ionic sampai yang tekun kovalen. Oksida bisa diklasifikasikan ke dalam panca golongan,yaitu oksida logam, oksida nonlogam, oksida amfoter, oksida netral dan oksida sintesis.



1)





Oksida Ferum



Oksida logam terbimbing antara unsur
IA dan IIA dengan oksigen. Oksida besi alkali ataupun alkali lahan kurang lebih akan sagu belanda dalam air dan menunjukkan
aturan basa. Natrium oksida Na2Ozon adalah sempurna khas oksida basa. Jadi,

Na2O(s) + H2Ozon → 2Na+(aq) + 2OH¯(aq)

(aq) menunjukkan bahwa spesi ini ada dalam larutan kerumahtanggaan air. Bahkan bila oksida ini sedikit sagu betawi dalam air, oksida ini tetap basa bila bereaksi dengan air.

Semua oksida besi golongan Anda berwatak mudah larut dalam air. Kelarutan ini disebabkan terjadinya reaksi hidrolisis ion oksida menjadi ion hidroksida. Sifat basa kuatnmya disebabkan oleh OH
contohnya:

K2Ozon(S)
+ H2O


®


2KOH(aq)

Semua oksida ferum IA atau IIA bersifat sangat reaktif terhadap air, sehingga harus disimpan kerumahtanggaan gegana kering.

Semua oksida besi IIA juga berwatak basa,kecuali Tiung yang bersifat amfoter. Makin kebawah internal satu golongan, resan basa oksida logam IIA semakin langgeng. Namun karena MgO tidak larut dalam air, adat basanya ditunjukkan oleh kemampuannya bereaksi dengan H+
(karena bereaksi dengan senderut) reaksinya:

MgO(s)
+ 2H+
(aq)


®


Mg2+
(aq)
+H2Udara murni




MgO(s)
+ H2O




tidak larut

Semua oksida besi mempunyai titik leleh di atas 19000C yang menunjukkan sebagai senyawa ionik yang mengandung ion oksida, kecuali berilium oksida merupakan paduan kovalen.



2)





Oksida Non-Besi

Oksida ini terbentuk dari oksigen dengan unsur-unsur nonlogam sebagaimana,nitrogen,welirang,posfor,dan golongan ahalogen serta zat arang dioksida. Sebagian
raksasa oksida non logam bersifat asam.

Kekuatan asamnya meningkat dari kiri ke kanan dalam satu periode intern grafik ajek. Dengan perkenalan awal tak, keasaman menjadi bertambah abadi dengan meningkatnya sifat non logamnya.

Ideal oksida nonlogam SO2,SO3,CO2,NO2,P2Ozon5. Seperti sreg

Sebagaimana anasir golongan 14, karbon memiliki dua oksida, CO dan CO2, dan keasaman CO2
lemah (H2CO3
adalah asam lemah). Oksida karbon berwujud gas semata-mata oksida silikon dan anasir-unsur di bawahnya berwujud padat. SiO2
tidak larut dalam air, namun oksida ini bersifat asam karena bereaksi dengan basa.

SiO2
+ 2NaOH → Na2SiO3
+ H2O

SO3
dan P4Udara murni10
yaitu oksida asam karena oksida ini bereaksi dengan air menghasilkan proton.



3)





Oksida Amfoter

Oksida amfoter terbentuk antara oksigen dengan ferum amfoter antara enggak Al,Sn,Zn,Pb,Sb,Cr. Oksida ini dolan sebagai basa terhadap asam kuat dan sebagai asam terhadap basa kuat.pola:

ZnO + HCl


®


ZnCl2
+ H2O

ZnO + 2H+
(aq)


®


Zn2+
+ H2Udara murni



4)





Oksida objektif (oksida inert)

Oksida netral atau inert adalah oksida nan tak bereaksi dengan asam maupun basa. Disamping itu oksida nonblok sekali lagi bila dilarutkan dalam air tidak menghasilkan asam alias basa.misalnya:N2Udara murni,CO dan MnO2. bila MnO2
(ataupun PbO2) larut kerumahtanggaan asam,misalnya intern HCl, pekat, reaksinya adalah reaksi redoks, menhhasilkan Mn2+
dan Cl2
namun bukan reaksi asam basa.



5)





Oksida fusi

Oksida senyawa terdiri bersumber dua spesies oksida pecah unsur seikhwan,tapi berlainan tingkat oksidasinya,oksida ini merupakan oksida ion yang nonstoikiometri,lengkap Fe3Ozon4
merupakan paduan dari FeO dan Fe2Udara murni3. Bila suatu unsur membuat beberapa oksida yang biloksnya makin tinggi bersifat asam,contohnya Cr membentuk oksida CrO berkepribadian basa, Cr2O3
Bersifat amfoter dan CrO3
bersifat asam.



b.





Senyawa Peroksida

Fusi peroksida yang banyak digunakan ialah hydrogen peroksida H2O2, merupakan kerjakan pemutih pulp kertas, tekstil, kulit, lemak dan patra bulu. Internal industry digunakan umpama pereaksi kimia organic, polimer, obat-obatan, dan produksi makanan. Hydrogen peroksida encer digunakan dalam rumah tangga bikin antiseptic ringan dan pemutih perca.

Hidrogen peroksida sejati yaitu enceran tak berwarna yang membeku pada -0,46oC dan mendidih 150,2oC. Cairannya lebih kental dari pada air dengan komposit jenisnya 1,44225 g/mL (pada 25ozonC)

Hanya strukturnya tidak planar, tetapi takhlik struktur nan disebut
skew-chain

Hidrogen peroksida mempunyai nilai pKa = 11,75, bersifat asam sangat letoi dan sebagai proton penerima, seperti mana ditunjukan dalam reaksi berikut ini :

H2O2
(aq) + H3O+(aq)





H2O(aq) + H3Udara murni+
(aq)

Tetapi demikian, hydrogen peroksida merupakan oksidator kuat dalam suasana asam maupun basa. Ini terlihat berpunca potensial reduksi standarnya :

H2Udara murni2
(aq) + 2H+(aq) + 2e





2 H2Ozon
E0=+1,77 V (1)

Ozon2(g) +

2H+(aq) + 2e
↔ H2O2
(aq)


E0=+0,69 V (2)

HO2
(aq) + H2O +

2e
↔ 3OH(aq)


E0=+0,87 V (3)

Laju reaksi Hidrogen peroksida mudah awut-awutan menjadi air dan oksigen selepas disimpan lama. Reaksinya, perumpamaan berikut:

2

H2Ozon2
(l) →

2 H2O + O2(g) ∆H= -197 kJ/mol

Penguraian ini dipercepat maka dari itu adanya, sensual , ion logam sulit, dan geladir. Malah air dan oksigen nan menjadi produk penguraiannya pula mempercepat proses penguraian selanjutnya. Terbentuknya oksigen berasal hasil pengajuan itu bisa menembakkan terjadinya ledakan dan api. Oleh karena itu hydrogen peroksida pekat harus disimpan dalam botol plastic khusus yang fragmen dalamnya dilapisi lilin dan tidak boleh menggunakan botol gelas. Latar gelas umumnya mengandung alkali yang bisa mempercepat proses penyajian.

Peroksida yang dijual di toko obat konsentrasinya doang 2-3%.

Biasanya hidrogen peroksida yang dijual secara
jual beli
adalah cairan melemah yang pintar invalid

stabilizer
, dalam
botol
beling
ataupun
polietilena
buat menurunkan tingkat
dekomposisi. 6% (w/v) hidrogen peroksida dapat negatif jangat, menimbulkan
bisul-bisul
putih yang disebabkan makanya busa oksigen

.



Hydrogen peroksida dapat dibuat melalui heterogen metode. Bikin pembuatan di laboratorium dalam jumlah yang kecil, gelojoh dilakukan menerobos interpolasi barium peroksida ke dalam cair asam sulfat, encer dan anyep. Reaksinya sebagai berikut :

Duda2
(s) + H2SO4
(aq) → BaSO4
(s)+ H2O2
(aq)



c.





Senyawa Superoksida

Senyawa superoksida Na, K, dan Rb dibuat dari peroksidanya. Contohnya sebagai berikut :

K2Udara murni2
+ O2





2KO2

Dalam sistem tertutup seperti pada kapal selam, kalium superoksida digunakan bikin menyabarkan gas karbon dioksida hasil pernafasan para kru kapal selam.

Reaksinya sebagai berikut :

4 KO2
(s) + 2CO2
(g) ↔2K2CO3
(s) + 3O2
(g)

Reaksi diatas memungkinkan terjadinya regenerasi gas oksigen nan diperlukan untuk pernafasan.

Superoksida ionic, MO2, dibentuk maka itu interaksi O2
dengan K, Rb, atau Cs misal padatan Kristal kuning sampai jingga. NaO2
dapat diperoleh sekadar dengan reaksi Na2O2
dengan O2
pada 300 atm dan 500°C. LiO2
tidak dapat diisolasi. Superoksida alkali kapling, Mg, Zn, dan Cd hanya terwalak dalam sentralisasi kecil sebagai larutan padat dalam peroksida. Ion Ozon2

mempunyai satu elektron tak berpasangan. Superoksida adalah zat pengoksidasi yang adv amat abadi. Mereka bereaksi kuat dengan air :

2 O2

+ H2O → O2
+ HO2

+ OH

2 HO2

→ 2OH
+ O2
(lambat)

Reaksi dengan CO2, yang melibatkan intermediet peroksokarbonat, diguanakan untuk menghilangkan CO2
dan meregenerasi Udara murni2
kerumahtanggaan system tertutup (misalnya kapal selam). Reaksi keseluruhan adalah

4MO2(s) + 2CO2(g) → 2M2CO3(s) + 3O2(g)

Source: https://yansensihombing.blogspot.com/2012/12/senyawa-senyawa-oksigen.html

Posted by: soaltugas.net