Pembangkit Listrik Sederhana Tenaga Magnet

{:id}suarasurabaya.kisa – Semakin lama kebutuhan manusia akan energi bertambah meningkat. Tetapi sreg kenyataannya, kebutuhan yang semakin meningkat itu berbanding terbalik dengan ketersediaaan energi yang ada di Indonesia, justru di bumi.

Berangkat berasal permasalahan itulah, setumpuk mahasiswa S-1 prodi Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Sekolah tinggi Airlangga, yaitu Zulfa Zahiroh, Mutia Rifda Amalia Hoesain, dan Nur Aidatuzzahro takhlik pintasan teknologi generator listrik tenaga besi berani.

Stempel temuan ini, energi yang dihasilkan renewable (bukan boleh tinggal), perawatan mudah, dan baik hati mileu.

Teknologi yang baik hati mileu ini dinamakan Eco Friendly Electrical Neodymium Source Generator disingkat EYELINER. Gagasan inovatif itu selanjutnya dituangkan dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa satah Niat Cipta (PKM-KC).

Di radiks arahan dosen pembimbing Dr. Ir. Soegianto Soelistiono, M.Si., proposal karya Zulfa Zahiroh dan skuat tersebut lolos privat seleksi Dikti, sehingga berakibat memperoleh pemodalan berpunca Kemenristekdikti kerumahtanggaan program PKM waktu 2022.

“Selayaknya peranti ini memiliki konsep memanfaatkan perubahan fluks magnet, dengan tujuan menumbuhkan daya medan besi berani ketika berada di kumparan, sehingga perubahan medan magnet yang kontinyu itu akan menghasilkan persebaran setrum,” pembukaan Zulfa, mengambil alih timnya bak ketua penyelidik.



Selain itu, alasan tim ini takhlik alat ini dikarenakan Indonesia ketika ini sedang menghadapi komplikasi serius, yaitu komplikasi ketahanan energi. Konsumsi energi yang meliputi petro, gas, dan godaan bara, di Indonesia mengalami peningkatan hingga 5,9 tip pada tahun 2022.

“Bintang sartan kerumahtanggaan 20 periode anak bungsu, tingkat konsumsi tersebut meningkat dua kali bekuk, sedangkan peningkatan nan tercepat terjadi dalam panca perian ragil,” imbuh Zulfa Zahiroh.

Amatan teori ancangan yang digunakan dalam riset ini juga banyak berkisar pada hitungan energi mekanik, saat magnetik, medan magnetik, dan persamaan Maxwell. Hal ini diperkirakan dapat menghasilkan output energi yang ki akbar melalui sumber magnet nan jarang diperhatikan sebelumnya.

“Teknologi yang kami inovasi ini punya sejumlah keuntungan, diantaranya merupakan energi yang renewable maupun tidak bisa tinggal, lalu lain memerlukan biaya operasional serta penjagaan yang sepan banyak. Hal itu karena menggunakan mata air energi besi berani yang berputar berkesinambungan, sehingga dapat dioperasikan pada kondisi cuaca apapun dan dimanapun karena bentuknya yang portable dan ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi asap berbahaya,” tambah Zulfa.

Dengan teknologi tim PKM-KC dari FST Unair ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil (bensin dan solar), sehingga ketenangan energi nasional di musim mendatang tetap terjamin dan tentunya aman bikin lingkungan kehidupan. (iss/ipg)

Editor: Iping Supingah

sumber : http://infoteknologi.suarasurabaya.net/news/2018/206325-Mahasiswa-Unair-Ciptakan-Generator-Elektrik-Tenaga-Besi berani{:}{:en}suarasurabaya.net – Human needs on energy keeps on increasing. However, in reality, the increasing need is inversely proportional to energy availability in Indonesia, even in the world.

From that problem, a group of undergraduate physics students at Faculty of Science and Technology, Universitas Airlangga, namely Zulfa Zahiroh, Mutia Rifda Amalia Hoesain, and Binar Aidatuzzahro innovated a magnetic power plant.

The excellence of this innovation is that it is renewable (unable to run out) and eco-friendly. It is also easy to maintain.

This environmentally friendly technology is named Sedap Friendly Electrical Neodymium Source Generator, which is shortened as EYELINER. The innovative idea was made into a proposal of Student Creativity Program in the field of Copyrighted Work (PKM-KC).

Under the guidance of advisor Dr. Ir. Soegianto Soelistiono, M.Sang., the proposal created by Zulfa Zahiroh and her team passed the Dikti selection and it received a funding from the Ministry of Research, Technology, and Higher Education in the 2022 PKM program.

“Actually, this device has a concept that utilizes the change of magnetic flux in titipan to optimize the magnetic field power in the coil. Hence, the continuous change of magnetic field generates electricity current,” said Zulfa, representing her team as the chief researcher.

Besides, the reason this team made this device is because Indonesia is currently encountering a serious problem, which is energy security. Energy consumption that includes oil, gas, and coal in Indonesia increased by 5.9 percent in 2022.

“So in the last 20 years, the consumption rate increased twofold, wherein the fastest increase occurred in the last five years,” added Zulfa Zahiroh.

Much of the analysis of calculation theory employed in this research revolves in the calculation of mechanic energy, magnetic moment, magnetic field, and Maxwell equation. This is estimated to be able to create a huge energy output through magnetic source, which was rarely noticed before.

“The technology we innovated has several advantages. For instance, it is a renewable energy or it cannot run out. In addition, it also does not need a big operational and maintenance budget. It is because it uses a magnetic energy source that spins continuously so that it can be operated in any wheather anywhere since it is portable and environment-friendly because it does not produce harmful gas emissions,” added Zulfa.

This technology by PKM-KC team of FST Unair is expected to reduce fossil fuel (petrol and diesel fuel) dependency so as to guarantee the national energy security in the future that is safe for the living environment. (iss/ipg)

Editor: Iping Supingah

Source: http://infoteknologi.suarasurabaya.net/news/2018/206325-Mahasiswa-Unair-Ciptakan-Pembangkit-Elektrik-Tenaga-Magnet{:}

Source: https://fst.unair.ac.id/en/mahasiswa-unair-ciptakan-pembangkit-listrik-tenaga-magnet/

Posted by: soaltugas.net