Prolog Dialog Epilog Merupakan Drama

Pernahkah sobat pintar menonton sebuah dagelan di televisi maupun sampai-sampai pernah memainkan sebuah drama secara kontan? Nah, sebuah drama pasti tidak akan kamil jika riuk satu strukturnya tidak terpenuhi. Melalui artikel ini, sobat pintar akan diajak lakukan mempelajari struktur sandiwara boneka beserta ciri-ciri dan kaidah kebahasaannya. Jadi, baca kata sandang ini setakat radu ya, sobat!

Pengertian Ketoprak

Perkenalan awal drama berasal berpokok bahasa Yunani yang memiliki kemustajaban tindakan. Dagelan dapat diartikan sebagai karya seni yang menggambarkan suatu kisah kehidupan dan watak melampaui tingkah larap tokoh (lakon) serta dialog yang dipentaskan.  Temporer itu, signifikansi bacaan ketoprak merupakan pustaka nan memuat narasi alias kisahan yang dikemas melalui dialog untuk dibawakan melalui seni peran atau akting sehingga dapat mengilustrasikan cerita dan berbagai peristiwa yang disajikan dalam suatu pentas drama.

Ketoprak berfungsi andai alat angkut hiburan bagi masyarakat. Selain itu, sandiwara radio juga boleh difungsikan sebagai kendaraan pembelajaran n domestik menelusuri kehidupan, sebab cerita nan diangkat intern sebuah drama merupakan cerita nan akan, sudah, atau bahkan tengah ada di masyarakat. Penikmat drama juga akan memperoleh takrif sekitar seni teater serta mengembangkan bakatnya dalam keadaan estetika.

Struktur Sandiwara

Sandiwara radio terikat pada bagian-bagian yang menyusunnya secara terkonsolidasi dan sistematis. Episode-bagian tersebut dijadikan bahan pertimbangan dalam proses kreatif penulisan sandiwara boneka. Bagian-bagian pembangun drama tersebut disebut sebagai struktur pustaka drama. Menurut tim Kemdikbud (2017, hlm. 237) struktur sandiwara boneka merupakan prolog, dialog, dan epilog.

Kata

Prolog weduk pembukaan-kata pembuka alias alas kata pendahuluan yang berfungsi umpama pengantar yang memasrahkan gambaran publik adapun tokoh, konflik, satah belakang cerita, atau hal-hal enggak yang terjadi intern drama. Introduksi biasanya disampaikan oleh narator atau pentolan atau tokoh tertentu.

Dialog

Dialog berilmu interlokusi antartokoh, umumnya interlokusi tersebut terjadi antara dua orang maupun lebih. Dialog dalam teks sandiwara radio yaitu struktur yang paling terdepan atau penting karena sebuah pementasan sandiwara radio dibangun melalui dialog-dialog antartokoh di dalamnya.

Selain itu, dialog dalam drama juga memberikan gambaran mengenai fiil tokohnya sehingga saat dipentaskan pemeran maupun aktor dan aktris yang memerankan dalang-tokoh tersebut harus berada menjiwai emosi tokoh yang diperankannya dan harus mampu mengucapkan dialog dengan nada yang sesuai dengan emosi yang dirasakan maka dari itu tokoh yang diperankannya.

Epilog

Epilog merupakan akhirulkalam dalam sandiwara boneka yang menjadi tanda berakhirnya sebuah pementasan drama. Internal epilog terdapat simpulan atau amanat nan merupakan isi pokok wacana drama. Epilog dalam pementasan drama galibnya disampaikan oleh narator atau dalang atau tokoh tertentu.

Drama dan struktur teks drama

Struktur Dialog Sandiwara

Dialog sebuah drama terdiri atas tiga putaran, yaitu orientasi, komplikasi, dan resolusi (denouement). Ketiga bagian dialog tersebut dibagi lagi dalam beberapa fragmen dan fragmen. Suatu babak dalam wacana drama biasanya mewakili sebuah keadaan lautan dalam dialog, yang ditandai dengan adanya sebuah peralihan ataupun perkembangan bersumber peristiwa yang dialami oleh tokoh utama dalam teks sandiwara boneka tersebut. Sementara bagian dalam sebuah teks drama sekadar melingkupi satu seleksian dialog di antara beberapa pengambil inisiatif dalam wacana sandiwara tradisional tersebut. Berikut adalah penjelasan mengenai tiga babak dalam dialog sebuah pustaka sandiwara boneka:

Aklimatisasi

Plong bagian orientasi, wacana dialognya mandraguna penjelasan adapun para biang keladi mulai dari nama hingga latar belakang tokoh yang diperankan. Selain itu, pembaca atau pemirsa akan diperkenalkan kepada hal kisah atau pementasan sandiwara boneka serta konflik awal nan akan dikembangkan pada cerita tersebut

Problem

Komplikasi merupakan bagian tengah kisahan internal referensi drama yang berfungsi dalam mengembangkan konflik narasi. Dalam bagian ini, dialognya berisi percakapan penggagas utama dan tokoh lainnya yang berkujut dan mengalami beraneka ragam obstruksi n domestik mengaras tujuannya serta berbagai kesalahpahaman dalam menghadapi majemuk obstruksi tersebut.

Resolusi (Denouement)

Resolusi merupakan bagian buncit yang unjuk setelah ki kesulitan. Bintik perenggan antara kebobrokan dan resolusi disebut sebagai klimaks (turning point). Dalam klimaks terjadi pertukaran bermanfaat umur dari tokoh utama. Kepuasan pembaca teks ketoprak alias penonton pementasan ketoprak bergantung pada sesuai atau tidaknya nasib tokoh utama dengan harapan mereka nan digambarkan melampaui sebuah interlokusi atau dialog.

Ciri-Ciri Ketoprak

Dagelan memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dengan karya seni lainnya. Berikut ini ciri-ciri sandiwara yang terlazim sobat ketahui

  • Disajikan  intern lembaga dialog
  • Memiliki pentolan atau fiil yang memerankan narasi
  • Terdapat konflik alias ketegangan yang menjadi inti berpunca kisahan drama
  • Tidak terwalak pengulangan adegan
  • Dilakukan di atas panggung yang telah dilengkapi dengan peralatan dan hoki partisan
  • Durasi pementasan drama umumnya tidak kurang mulai sejak tiga jam
  • Dilakukan di penghadapan spektator karena sandiwara tradisional merupakan alat angkut hiburan

Mandu Kebahasaan Drama

1. Menggunakan kata nan menunjukkan usap perian ataupun berantai sebuah peristiwa, sebagai halnya sebelum, masa ini, selepas itu, pertama, kemudian.
2. Menggunakan verba material atau kata kerja yang dapat dilihat bentuknya secara serampak, seperti
 menyuruh,
menginisiasikan,
membebaskan,
menghadap, dan
beristirahat.
3. Menggunakan verba tingkah kayun atau kata kerja yang tidak dapat dilihat bentuknya  seperti
merasakan,
menginginkan,
mengharapkan,
menginginkan, dan
mengalami.
4. Menunggangi pengenalan adat untuk melukiskan pengambil inisiatif, tempat atau suasana. Contohnya yaitu ramai, bersih, baik, gagah, kuat, dan sebagainya.

Nah, Sobat, segitu terlampau nih materi mengenai struktur drama. Ternyata mudah, enggak? Selain materi drama, kalian juga dapat belajar mengenai materi-materi Bahasa Indonesia yang lebih lengkap melalui tuntutan Aku Pintar di fitur Sparing Berilmu mata pelajaran Bahasa Indonesia. Setakat bertemu di pembahasan berikutnya, Sobat Mandraguna!

Writer
: Khusnia

Drama dan struktur teks drama

Source: https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/mempelajari-struktur-drama-beserta-ciri-ciri-dan-kaidah-kebahasaan

Posted by: soaltugas.net