Puisi Mahkota Untuk Orang Tua

Mahad Bimbingan Islam (BIAS) belajar Islam terstruktur

Kita ketahui bahwasanya di akhirat jemah Allah akan menjatah mahkota bagi orangtua anak penghafal Al Quran. Namun seandainya kedua orangtuanya berpisah apakah keduanya tetap memperoleh mahkota tersebut? Simak penjelasan berikut ini:

Mahkota bagi Orangtua Anak Penghafal Al Alquran

Soal:

بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه

Apakah anak nan hafidz alquran loyal memberikan mahkota akan datang di akherat lega orangtuanya (ayahnya) yang sudah berjauhan namun sang ayah melupakannya (tidak menafkahi, lain mengurusi, bahkan sira adalah seorang yang jahil agama, sepanjang ini hanya di urus makanya ibunya).

Apakah kelak di akhirat tetap akan dikenakan mahkota untuk ayahnya ?

Syukuran wajazaakillahu khaira.

Ditanyakan oleh Sahabat BiAS T07-G91

Jawaban:

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْـمِ اللّهِ

Daftar Grup WA Bimbingan Islam Gratis

Alhamdulillāh

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in.

Menurut saya, ini pertanyaan yang (amnesti) tidak layak atau tidak teristiadat.
Kenapa? Sebab yang diberikan oleh anak penghafal quran sejatinya yaitu kebaikan. Dan andaikan kebaikan itu dirasakan banyak khalayak, bukankah itu baik? Walaupun seandainya yang menerima maslahat adalah manusia yang menurut kita tak pantas. Tapi bukankah ketidaksukaan kita cak bagi situasi yang sifatnya maslahat puas orang tidak adalah perlambang sebuah hasad?

Sebagai jawaban atas soal di atas, sesuai dengan Hadits Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam
bahwa orangtua akan asian mahkota di Indraloka bagaikan ganjaran karena putranya adalah seorang Penghafal Al-Alquran,

وَإِنَّ الْقُرْآنَ يَلْقَى صَاحِبَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِينَ يَنْشَقُّ عَنْهُ قَبْرُهُ كَالرَّجُلِ الشَّاحِبِ فَيَقُولُ لَهُ هَلْ تَعْرِفُنِي ؟ فَيَقُولُ مَا أَعْرِفُكَ فَيَقُولُ لَهُ هَلْ تَعْرِفُنِي ؟ فَيَقُولُ مَا أَعْرِفُكَ فَيَقُولُ : أَنَا صَاحِبُكَ الْقُرْآنُ الَّذِي أَظْمَأْتُكَ فِي الْهَوَاجِرِ وَأَسْهَرْتُ لَيْلَكَ وَإِنَّ كُلَّ تَاجِرٍ مِنْ وَرَاءِ تِجَارَتِهِ وَإِنَّكَ الْيَوْمَ مِنْ وَرَاءِ كُلِّ تِجَارَةٍ . فَيُعْطَى الْمُلْكَ بِيَمِينِهِ وَالْخُلْدَ بِشِمَالِهِ ، وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ ، وَيُكْسَى وَالِدَاهُ حُلَّتَيْنِ لَا يُقَوَّمُ لَهُمَا أَهْلُ الدُّنْيَا فَيَقُولَانِ : بِمَ كُسِينَا هَذِهِ ؟ فَيُقَالُ بِأَخْذِ وَلَدِكُمَا الْقُرْآنَ

“Dan sesungguhnya Al-Qur’an akan pergok pemiliknya plong hari hari akhir pada ketika kuburannya terbelah begitu juga adam yang ceking dan pucat engkau mengatakan kepadanya apakah anda mengenalku? Lalu anda menjawab aku lain mengenalmu, ia bertanya kembali apakah engkau mengenalku? Ia menjawab aku tidak mengenalmu, lalu kamu bertutur: “Aku adalah sahabatmu Al-Qur’an yang telah menyurutkan dahagamu pada detik siang periode nan sangat terik, yang telah membuatmu begadang di lilin batik hari, dan setiap pedagang akan congah di pinggul perniagaannya dan engkau sekarang puas perian ini di birit semua perniagaan. Lalu diberikanlah kerajaan di tangan kanannya dan keabadian di tangan kirinya, dan disematkan di atas kepalanya mahkota yang meriah, dan dipakaikan buat kedua orangtuanya pakaian yang kadang kala bukan pernah dikenakan oleh penduduk dunia, dulu keduanya berkata: Mengapa kami diberikan busana semacam ini? maka dikatakan kepada keduanya: semua ini karena anak kalian menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabatnya saat di dunia.” [Galur Ash-Shahihah 2829]

Dan perlu diingat, tak ada yang namanya mantan orangtua, walaupun sudah berjauhan. Sejajar halnya dengan orangtua sambung/tiri, anda pun juga akan bernasib baik ganjaran yang serupa jika ikut melembungkan dan mendidik momongan tirinya sampai menjadi Hafidz Al-Quran.

Segala apa penghalangnya?

Yang membantut adalah kesyirikan, sebab pelaku kesyirikan tidak akan mendapatkan surganya Allah. Dan jika tak bisa mendapatkan surganya Tuhan, maka bagaimana mungkin akan mendapatkan mahkota di surgaloka?

Wallahu A’lam
Wabillahit Taufiq.

Dijawab dengan ringkas maka dari itu:

Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله

Kamis, 6 Dzulqo’dah 1439H / 19 Juli 2022M





Ustadz Rosyid Duli Rosyidah, SH.


Dewan konsultasi Bimbingan Islam (Digresi)
Lakukan melihat artikel paradigma
dari Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله

klik disini

Akademi Shalihah Menjadi Sebaik-baik Perhiasan Dunia Ads

Photo of Ustadz Rosyid Abu Rosyidah, S.Ag., M.Ag.

Dia yaitu Alumni S1 STDI Padri Syafi’I Jember Hadits 2022 – 2022, S2 UIN Sunan Kalijaga Qur’an Hadits 2022 – 2022 | Bidang khusus Saintifik yang kombinasi diikuti ia merupakan Dynamic English Course (DEC) Peria Kediri, Mafatihul Ilmi (Ustadz Dzulqarnaen) sedang diikuti | Selain itu beliau lagi aktif kerumahtanggaan Kegiatan Dakwah & Sosial Ceramah Pra Relasi Naseeha Project

Source: https://bimbinganislam.com/mahkota-bagi-orantua-anak-penghafal-al-quran/

Posted by: soaltugas.net