Sajak Akan halnya Indonesia – Bersumber Sabang sampai Merauke, merupakan bukti perbendaharaan umbul-umbul, suku dan budaya yang ada di Indonesia. Keberadaannya hingga kini loyal lestari dan terjaga, ini merupakan salah satu bukti kecintaan rakyat terhadap watan.

Selain berupaya dalam merawat dan melestarikan semua kekayaan itu, banyak pendirian lain yang dapat dilakukan dalam membuktikan kecintaan kita, diantaranya adalah menerobos Puisi Untuk Indonesia, menggunakan syair dan tembang luhur munjung makna serta menyentuh.

Buat itulah artikel Puisi Indahnya Negeriku ini saya bagi, yakni demi membangkitkan usia nasionalisme anda semua, agar senantiasa subur menjaga kerap dan kepedulian terhadap kewedanan ini. Sehingga, tidak mudah tergoyah oleh godaan modernisasi zaman sekarang.

Cak bagi membuktikan rasa nasionalisme dan kecintaan kita yang besar terhadap Indonesia, tidak melulu harus melewati cara nan terkesan berlebihan, karena nan dibutuhkan ialah ketulusan dan kampanye, tidak hanya besar cakap zero ataupun sahaja gaya-gayaan amung.

Sudahlah, salah satu cara tersebut yaitu melalui rangkaian Syair negeriku indonesia di bawah ini. Silakan disimak sampai selesai dan hendaknya boleh bermanfaat kedepannya. Sekadar info, pusparagam puisi pelahap Indonesia di bawah ini adalah Karya Admin Senipedia pribadi, bukan cucu adam tak. Oke, kontan cuma dimak :

Syair Tentang Indonesia 4 bait

Puisi untuk Indonesia
Dream.co.id

Di atas Tanah Album

Inilah tanah para raja-raja,

Para sultan gagah bijaksana,

Puluhan kerajaan yang istimewa,

Hadirkan ribuan kaki dan budaya…

Diatas bumi penuh sejarah,

Kupijak petak yang sangkut-paut dijajah,

Bermandikan peluh dan darah,

Hanya tiada perkenalan awal menyerah…

Inilah negeriku, terpancang ikhlas dan sirah,

Perjuangan mereka belumlah sudah,

Ibarat generasi singsingkan kerah,

Terbitkan senyum ‘mereka’ nan sempat punah.

Terima kasih pelaksana sejarah,

Pengorbanan kalian tiada terkalah,

Pusaramu munjung anakan merekah,

Temani kisahmu nan amat luhur…

Asa Para Pendahulu

Indonesia,

Seuntai kewedanan para sultan,

Sepiak tanah para raja,

Sepercik air para pelayar…

Kita,

Adalah para generasi,

Para penerus nasion jati,

Kitalah yang kan mengetahui,

Apa itu arti perbedaan ini…

Jangan kau pecah, jangan kau belah,

Pada Allah kita berserah,

Tidak membabi buta dalam serakah,

Hingga sampai menumpahkan talenta…

Jagalah sangka para pengabdi,

Wujudkan, jangan kau ingkari,

Untuk menciptakan keluasan pikiran,

Atas segala apa yang telah diberi,

Mengundang kesenangan sejati…

Sejuta Budaya

Daerah nan kaya, itulah Indonesia,

Berjuta suku dan budaya nasion,

Tersebar ke seluruh pelosok desa,

Sudah ada sejak purbakala…

Bermacam kepercayaan dan agama,

Islam, Kristen, Hindu dan Budha,

Munjung toleransi antar sesama,

Intern Bhinneka Tunggal Ika…

Jagalah ia sepanjang masa,

Berkorban jiwa dan awak,

Jangan hilang terbelakang cerita,

Itulah tugas para penerus nasion…

Angkat tangan bersumpah taat,

Tanpa rasa terpaksa di dada,

Hari ini setakat ajal menginjak,

Berjuang menjaga kekayaan Indonesia…

Syair Negeriku Indonesia

Puisi tentang keindahan Indonesia
Goborobudur.com

Kesentosaan Abadi

Lain kemewahan nan diperebutkan,

Lain reputasi yang jadi dambaan,

Tapi kedamaian yang tercapaikan,

Kenyamanan penuh n domestik roh…

Itulah, Indonesiaku,

Negeri yang kaya oleh perilaku,

Mewah karena sano berlalu,

Dari pagi hingga malam menjamu.

Rakyatnya benar kerumahtanggaan bertutur,

Tertanam Karakter yang amat luhur,

Tiap bertatap selalu bertegur,

Di mana kedamaian kian subur…

Kiranya kedamaian jadi abadi,

Di tanah bumi tanah tumpah,

Di lubuk hati yang telah terpatri,

Rasa cinta yang tak henti…

Toleransi Beragama

Kau adv pernah,

Apa yang lebih indah,

Mulai sejak Laut berpasir putih ?

Dia lah Perbedaan,

Yang berparak menyatukan…

Tidakkah kau tahu,

Yang makin sedap,

pecah meneguk air dingin kala haus ?

Itulah lantunan tanda peradaban…

Bagaimana kamu bisa lupa,

Bahwa yang tersegar,

Dari angin sepoi-sepoi,

Itulah toleransi intern beragama…

Sejak itu sadarilah,

Yang lebih pahit berpunca empedu,

Yaitu musim dimana,

Agama menjadi bahan olok-olok,

Menjadi pembanding, penyelaras,

Serta peninggi derajat seseorang…

Padamu Negeri

Pagi ini, kusaksikan karunia Tuhan,

Bunga mekar di pekarangan,

Uap air bertengger di dedaunan,

Saatnya kerjakan memulai spirit…

Pataka sangsaka masih layu,

Terikat di ujung gagang cangkul kayu,

Angin pagi perlahan mendayu,

Mengeringkan helaian yang kuyup…

Kuseduh teh manis n domestik kaca,

Menghidup peledak pagi cak sambil bernafas,

Mudahmudahan area majuh objektif,

Bersumber gaham para penindas…

Wahai negeriku,

Hari ini kau serupa itu biru,

Biru laut dan langitmu,

Pemandangan mulia tenangkan kalbu…

Padamu Negeri aku berikrar,

Menjaga semua nan diberi,

Berkorban dengan sepenuh hati,

Bagi kepelesiran yang harmoni…

Puisi Tentang Keindahan Indonesia

Puisi jayalah indonesiaku
Papua.antaranews.com

Alam Raya Nusantara

Bermami pulau berjejer indah,

Dibawah kilauan senja berma,

Kutatap dengan penuh gairah,

Dibarengi senyum nan sumringah…

Beribu-ribu hektar rimba hutan,

Menjadi bagian rabu dunia,

Senantiasa terawat dan terlatih,

Bakal kesinambungan atma individu…

Biru warnamu duhai ki akbar,

Dalam dasarmu enggak dikerjakan,

Pemantul cahaya berpokok sang surya,

Keanggunan tunggul ketika tunggang…

Aku temukan itu semua,

Dalam negeriku bernama Indonesia,

Kiranya kuat sepanjang hari,

Terasuh hingga mengerudungi indra penglihatan…

Simak : Puisi Akan halnya Tentara

Sensasional Lautmu

Laut luas tiada bersempadan,

Tempat jutaan iwak bersuka cita,

Tempat nelayan menaruh mimpi,

Mengais tembolok berpunca Ilahi…

Dasarmu memang enggak tersentuh,

Nelayan tidak penggentar meski berpeluh,

Segenap nyawa menjadi taruh,

Meski digerpa badai dan gelegar…

Birumu membawa segenap arti,

Nelayan yang beranjak di pagi hari,

Berbekal niat ikhlas di hati,

Mereka pergi mencari lambung…

Cak agar belalah terhantam letih,

Runyam mentari hadirkan keluh,

Laut konsisten memberi intensi,

Pada nelayan yang berjuang keras…

Baca Pun : 25+ Puisi Cita Citaku

Rabu Kami

Negeriku Indonesia raya,

Pemilik jutaan hektar rimba,

Menjadi paru-paru sepenuh,

Pelangsung semangat setiap nyawa…

Kita terhutang kepada alam,

Dari kilauan hingga kelam,

Jangan setakat is mengecam,

Hingga marah dan beri ancam…

Semoga keadaanmu cerbak terlatih,

Jauh dari setalah manusia,

Setakat masanya lain ternoda,

Taat bersemi sepanjang perian…

Selalulah makara paru-paru bumi,

Tetaplah jadi pelindung sepenuh,

Kami lindungi dengan seberinda kehidupan,

Dibarengi rasa berhiaskan…

Baca Juga : Tembang Akan halnya Pramuka

Puisi Indonesia Jaya

Kepada si rawi pagi perian,

Kusampaikan kira pecah dalam hati,

Atas kecintaan nan telah terpatri,

Berhasrat Indonesia jaya abadi…

Kepada silauan mentari menyengat,

Menampar siang hadirkan keringat,

Jasa pahlawan morong selalu kuingat,

Kan ku kenang semua pemberitaan…

Kepada senja bersama merahnya,

Menggiring awan putih menjadi jingga,

Kutadahkan tangan dan berdo’a,

Harapan terbaik untuk Indonesia…

Kepada malam n domestik pembaringan,

Hanyutkan perhatian dalam angan,

Kututup malam dengan harapan,

Jalayah Indonesia sejauh zaman…

Puisi Tentang Independensi Indonesia

Puluhan tahun telah berputih,

Semenjak bangsa bersuka haru,

Jutaan pujian tercurah padamu,

Ir. Soekarno, sang Presiden terbaikku…

Pedih dan remai yang kau tanggung,

Bagaikan sebesar kokohnya gunung,

Bersuka cita kala demen dirundung,

Bahagia menengah guncangan berkabung…

Dari bibirmu yang bersimpuh pilu,

Kau jadikan semua rakyat bersatu,

Indonesia merdeka sejak hari itu,

Hingga berpuluh periode sudah berlalu…

Indonesia mereka lain keberuntungan,

Kemerdekaan yaitu anugerah Yang mahakuasa,

Kini semua tinggallah kenangan,

Semoga merdeka sepanjang zaman…

Simak Pula : 10+ Puisi Ketegaran Beragama

Penutup Puisi Tentang Indonesia

Demikianlah, ulasan singkat kali ini mengenai himpunan Sajak mengenai Indonesia. Semoga dengan adanya ulasan di atas, bisa menambah kecintaan dan rasa patriotisme kita terhadap Negara Kesendirian Republik Indonesia ini. Terima kasih.