Puisi Terakhir Soe Hok Gie

Home » Kongkow » Puisi » Tembang Terakhir Soe Hok Gie

Puisi Keladak Soe Hok Gie

– Jumat, 08 April 2022 | 14:48 WIB

Puisi Terakhir Soe Hok Gie

Ada individu yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekkah..
Ada orang nan menghabiskan waktunya berjudi di Miraza..

Tapi aku ingin menghabiskan periode ku di sisi mu, sayangku…

Wicara tentang kera-anjing kita yang nakal dan banyol..
Atau tentang anak uang-bunga yang manis di jurang Mandala Wangi..

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danau..
Ada bayi-orok yang sirep lapar di Biapra..

Tapi aku ingin sirep di sebelah mu, Manis ku…

Setelah kita bosan sukma dan terus bertanya-tanya..
Tentang tujuan hayat yang bukan satu setan kembali tahu..

Mari sini kerap ku…

Kalian nan perpautan mesra,
Nan pernah baik dan simpati pada ku..
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung…

Kita tak pernah menanamkan barang apa-apa..
Kita tak kan ikatan kehilangan barang apa-apa..

(Catatan 11 November 1969) [hal. 433-434]
Catatan Seorang Demonstran – Soe Hok Gie

..

Vitalitas terbaik adalah tidak pernah dilahirkan..
Yang kedua, dilahirkan tapi sirep remaja..
Dan yang tersial yaitu berumur wreda..
Berbahagialah mereka nan sirep mulai dewasa..


Carl Sanburg, The Hang Man at Home (ahli pikir Yunani)


Mahluk katai..
Kembalilah berpokok tiada ke tiada..
Berbahagialah dalam ketiadaanmu..


(Tulisan 22 Januari 1962) [kejadian. 125-126]
Catatan Seorang Demonstran – Soe Hok Gie


Sumber :


Cari Kata sandang Lainnya

Source: https://www.utakatikotak.com/Puisi-Terakhir-Soe-Hok-Gie/kongkow/detail/3949

Posted by: soaltugas.net