Puisi Untuk Sahabat Yang Meninggal

Buat kamu yang saat ini mengejar referensi sempurna puisi bikin sahabat, tembang ini kami tulis khusus buat kamu. Tiap kalimat sani nan menjadi puisi ini dirangkai dengan penuh perasaan dan penghayatan untuk sahabat terbaik yang besar perut menghiasi hari-tahun kita.

Sahabat adalah orang yang selalu ada untuk kita, meski secara fisik raganya enggak semenjana bersama kita, tetapi dengan puisi buat sahabat nan kita tuliskan untuknya merupakan sebuah mandu untuk mempererat lagi tali persahabatan yang telah kita jalin selama ini. Jangan biarkan hubungan baik kalian terhenti.

Langsung belaka cek kumpulan tembang pertemanan 2022 ini yang kami rangkum terbit berbagai sumber.

Daftar isi:

  • Tembang Lakukan Sahabat
    • Rindu Sahabat
    • Teruntuk Sahabat
    • Medali untuk Sahabat
  • Puisi Persahabatan
    • Sahabat
    • Tiada Lupakan Ia
    • Sahabat Itu…
  • Tembang tentang Pertemanan
    • Tak Lekang oleh Musim
    • Motivator Kudus
    • Purnama Sonder Penghabisan Cerita
  • Puisi Pertemanan Sumir
    • Sahabat
    • Sahabatku
    • Aku ingin jadi sahabat kamu
  • Tembang Sahabat
    • Sahabat
    • Lakukan Sahabat
    • Penghianatan Sahabat
  • Syair Perpisahan Sahabat
    • Sahabat yang Akan Menjauhi
    • Sahabat Biru
    • Perpecahan
  • Tembang bikin Sahabat Sejati
    • Lakukan Sahabatku
    • Puisi Sahabat Sejati
    • Tangan Tuhan
  • Sajak Teman
    • Mengenai Aku dan Sira, Perkongsian
    • Antiwirawan Terhebat
    • Sekilas Pun Kawan
    • Bahasa Langit
  • Puisi Kerjakan Sahabat Terkasih
    • Ketika Sahabat Menjadi Cinta
    • Persahabatan
    • Menangislah Sobat
  • Sajak mengenai Sahabat Salih
    • Sahabat Sejati
    • Usia Menggebu
    • Dulu
  • Puisi Sahabat Terbaik
    • Puisi-Sajak Zikir cak bagi Sahabat
    • Sahabat Terbaikmu
    • Rindu Kirimkan

Tembang Cak bagi Sahabat

Puisi tentang sahabat
instagram.com/wanaslisa

Bercerita mengenai sahabat, kita kadang sedih, haru dan meneteskan air mata. Terlebih jika kamu dan kita mutakadim berpisah jarak. Mengingatnya adalah sebuah kepastian. Dia tidak akan bisa tengung-tenging dengan orang nan kawin berbagi demen duka, tawa bahagia denganmu.

Di bawah ini merupakan beberapa puisi tentang sahabat, yang akan selalu mengingatkanmu puas sosok baik, yang kamu percaya dan sering menjadi wadah kamu labuhkan kisah bahagia atau sedihmu.

Rindu Sahabat

Di kala malam nomplok

Di ketika itulah aku selalu merindukanmu

Kamu yang tinggal selalu bersamaku

Kini kau telah jauh di negeri manusia

Kita terpisahkan oleh jarak yang begitu jauh.

Andai kau tau

Aku di sini gelojoh merindumu

Aku kangen lega sosok dirimu nan begitu ceria

Entah gimana keadaanmu sekarang.

Hanya potret gambarmu nan boleh menepis rindu ini

Kau yakni sahabat terbaikku

Jangan lupakan aku

Walau raga kita jauh, saja kita tunak satu harapan.

(By: Verrenika Asmarantaka)


Teruntuk Sahabat

Layaknya lilin di tengah gulita

menyiramkan cahaya dalam keremangan

Seperti mana syamsu di fajar

menghantarkan pendar keteraturan, mengusir kebekuan

Bagaikan tanda jasa yang mencelup malam

yang tak membiarkan bulan mengangkasa tanpa tandingan

membawa keceriaan dan loyalitas

Bersamamu…

Melalui hari-tahun yang munjung liku

Bergenggaman erat menepis benguk dan nestapa

Berbagi kisah…

Tentang cita-cita namun bukanlah angan sahaja

Tentang bosor makan yang membuncah tetapi tertangguh di dalam usia

Tentang harapan nan hendak digapai di masa datang

Adapun kehampaan yang hampir meremukkan keyakinan

Sahabat…

Kita bersama internal suka maupun duka

Silih mengingatkan di tengah kelakar

Aku berharap dan sembahyang…

Kita kan terus melangkah bersama

Menggapai ridho dan cinta-Nya

Supaya jarak membentang di antara kita

Bukan kubiarkan meluluhkan benang anugerah yang sudah lalu tercipta

Sahabat…

Terima kasih untuk segalanya

Dan biarkanlah kisahan kita terus terangkai

Kini, esok, hingga musim depan

Aku berbesar hati dapati dirimu seadanya

Kupikir, pantaslah dirimu kutemani

Aku bahagia, sungguh kepingin terurai kata

Kaulah sahabatku…

Bila hari-harimu rantus bahaya,

Kudoakan kasih bagimu

Bila hari-harimu dilanda gobar,

Kudoakan harapan bagimu

Bila hari-harimu berlarut tulen,

Kudoakan damai bagimu

Selama matahari masih dari dan terbenam,

Selama panas dan hujan angin masih silih Berganti,

Sejauh bulan dan medali dilangit masih bercahaya,

Akulah sahabatmu…

Meskipun kita tak mungkin bersama

Sendiri kan kurangkai niat

Sendiri kan kususun cerita

Bepergian terus menggapai cita

N domestik satu tebak dan tahmid

Bahagia menyertaimu selamanya.

(Oleh: Distryadeanis)


Bintang untuk Sahabat

Malam nan suci dan sirep,
Menarikku lakukan keluar pecah flat.
Kupandangi Langit malam.
Ternyata bermandikan Bintang nan tidak tertaksir jumlahnya.

Andaikan ku seorang bidadari,
Centung kubawa diriku dan sahabatku buat menari di atas sana.

Kuraih sebuah bintang terindah,
dan kupersembahkan untuk sahabatku yang kerap menemaniku.

(By: Siti Halimah)


Syair Persahabatan

Puisi persahabatan
instagram.com/chiitaarcchang

Putaran kedua dari kumpulan tembang persahabatan ini anda bisa memberikan manah kepada sahabat terbaikmu lewat garitan dan rangkaian prolog yang menyentuh. Ini puisinya:

Sahabat

Sahabat…
Yah sahabat…
Kau yaitu sosok nan kucari

Cak agar kau tak peduli akan hatiku
Meski kau bukan sangkut-paut melihat deritaku
Meski kau tak luang akan keterpurukanku

Namun kau adalah sahabat
Yang burung laut melukiskan senyum di hatiku
Menggoreskan seribu asa di benakku

Kau adalah sahabat
Yang slalu menolongku detik aku mengendap
Menorehkan sejuta inspirasi dalam ilusiku
Kau adalah sahabat
Meski wajah tak perpautan bertatap
Meski tangan tak pernah berjabat
Kaulah yang terbaik intern hidupku.


Tiada Lupakan Ia

Bisa jadi tidak kenal pendamping setia
Selalu ada untuk kita, momen suka alias gundah
Boleh jadi tak adv pernah perbuatan haru
Seorang penyeru ,dengan isi hati yang syahdu
Siapa enggak senang melihat semua riang
Bahagia selalu ,cak agar saat detik tertentu
Duka bisa nomplok beremak.

Sahabat…

Itulah dia pendamping setiaku
Seseorang yang menjaga harkat pamor
Teman intim sepanjang waktu
Sahabatlah dermawan dermawan tanpa tip.

Tanpa ragu sonder paksaan
Kau menclok, turut ke dalam pikiran
Kau sirami hatiku yang layu
Jadikan diri ini cegak kembali.


Sahabat Itu…

Selalu hadir dalam roh kita

Baik itu doyan ataupun elusif

Tak teristiadat berucap dia tentu mendengar

Semua cerita akan tercampur dengan bumbu kisahnya

Menegur kala kita salah menjeput langkah

Menyokong rasi kita menggotong satu keputusan

Bertanggung jawab walau tidak ikut menyebabkan

Meniupkan master kedamaian kala kita terbalut intern emosi

Dan,

Selalu seperti itu hingga takdir memufakatkan.

(By: Psycho)


Puisi tentang Persahabatan

Puisi tentang persahabatan
instagram.com/maswanee0707

Tembang tentang pertemanan memang tidak sahaja doang karya sastra, tetapi di balik semua perkenalan awal-kata yang dirangkai menjadi kalimat, kemudian kalimat itu memiliki pesan. Pesan yang ingin disampaikan kepada sahabat kita.

Ada keadaan-hal yang tidak dapat diungkapkan semata-mata dengan introduksi-pembukaan sahih. Berikut ini yakni contoh puisi tentang sahabat yang dituliskan oleh pengarangnya, di mana puisi tersebut engkau ciptakan untuk sahabat yang telah mengasihkan kesan dalam hidupnya.

Tak Lekang oleh Waktu

Diawali dari perkenalan

Tersusun menjadi keakraban

Mengisi hari-hari mumbung makna

Terjalin persahabatan antara kita

Hari-waktu makin berputih

Biarpun aku dan kamu doang setakat waktu

Kita sudah ukir sebuah pertemanan

Melangkah kerumahtanggaan satu rasa, doyan atau duka

Telah berlembar-lawe cerita kita torehkan

Bersatu dalam persahabatan nan indah

Anda begitu memaklumi apa mau dan maksudku

Sahabat… kaulah n antipoda privat hidupku

Tak rangkaian membenci menyakiti

Tak relasi pula nangkring memberi lecut

Sahabat…

Musim telah bergulir

Rayon pertemanan sudah lalu kita rajut

Bersama kita semaikan rente-bunga di lever

N domestik hasrat ini, dan dalam angan ini

dan intern asa mimpi ini

Belaka satu kuingin, lever kita sama

Di n domestik satu kalimat, bahwa aku dan kamu

“Tak lekang oleh waktu”.

(By: Catur Setianingsih)


Motivator Safi

Sang sahabat utusan Almalik

Ajakan dan selang yang kau beri

Jadikannya makhluk yang berarti

Keefektifan dewasaku di periode depan

Motivator sejati…

Kau beri penataran ciptakan solusi

berasal jerat roh nan memborgol pemikiran

jadikan diri ini seputih melati

Semangat ki dorongan yang enggak pernah berhenti

Dari pengalaman yang kau beri

Ikhlas dan tulus arahanmu

Tuk capai tujuan hidupku

Motivator sejati…

Janganlah kau menyingkir

Berusul kehidupanku ini

Tinggalkan ku koteng

Urai muslihat berkerangka

Dalam sepinya ide yang kumiliki.


Purnama Sonder Akhir Narasi

Kuceritakan juga tentang purnama

Satu waktu

Pernah kubayangkan perihnya mengawasi purnama tersenyum dan pergi menuju jihat yang bertentangan

Tepat!

Di permulaan bulan Dzulhijah

Purnama akan segera menghindari

Dan kotak hitam nan mengapung itu akan terpaut ombak kehidupan

Sebatas ia hilang tanpa jihat yang karuan

Tidak suka-suka pengunci cerita.

Terima belas kasih kuucap bakal yang kesekian kelihatannya

Atas kesetiaanmu menemani menghiasi impi

Sebatas aku terbangun kembali dan menyadari

Bahwa banyak legit Tuhan patut disyukuri.

Kuingatkan padamu, simpan bersanding rahasia yang korespondensi kubisikkan di malam itu

Malam mulia nan sinarmu begitu teoretis

Cerita kita enggak akan rangkaian berakhir, purnama

Karena purnama akan selalu ada plong setiap waktunya.

(By: Astrie Linda)


Tembang Persahabatan Singkat

Puisi persahabat pendek
instagram.com/maswanee0707

Puisi lain melulu soal cinta, dan cinta tidak selamanya mengenai hubungan antara dua jenis anak adam. Sajak persahabatan pendek bisa namun diciptakan untuk individu terdekat kita dan sudah menjadi semacam kemustajaban dalam membuatnya.

Ayo simak transendental syair akan halnya sahabat nan pendek di pangkal ini.

Sahabat

Untai perkenalan menghubungkan sahabat

tersimpul hening pula erat

nomplok memberahikan kita teduh berpayung

disimbah hujan angin rela basah

suka dan duka ditempuh bersama

itulah sahabat konstan.


Sahabatku

Bagiku engkau adalah jiwaku

Senyummu merupakan semangatku

Kata katamu yaitu penguat belulangku

Simpatimu yakni nafasku…

Pagiku cerah dengan tawamu

Siangku indah tak pernah kelabu

Malamku hangat dengan candamu

Mimpiku indah karenamu

Apakah engkau seorang malaikat?

Bertubuh basyar sejuta harkat

Karenamu aku bermatabat

Sungguh salih sira sahabat.


Aku mau jadi sahabat kamu

Lontar kata menerawang tiada gema….

Centang prenangkan kelembutan hati..

Kelam mendung pula merintikkan pedih…

Adakah sahabat tuk berbagi….

Kulihat panah di bayangmu perian ini…

Harapkan semua mulia di rona pelangi…

Hadirmu kan menyembelih lever beku yang sirep…

Bagiku kaulah syamsu pagi.


Tembang Sahabat

Puisi sahabat
instagram.com/maswanee0707

Bagaimana mandu anda dalam mengemukakan rasa syukur kepada teman damping yang mutakadim hadir intern hidupmu? Kepada orang yang sudah banyak berperan penting hingga dia bisa sampai ke tahap waktu ini?

Layak dengan menuliskan syair sahabat. Baca dengan hati dan perasaan tembang akan halnya sahabat berikut ini.

Sahabat

Di relung lever ini terukir kenangan

Luhur berhias menghias hati

Ingin rasa tuk taajul mendongeng

Mengenang tentang koteng pribadi

Juluran tahun yang panjang mengawali

Terjalin temu tak disengaja

Canda tawa mengisi cerita dandan

Tercipta janji satu jadi sahabat

Gumul juang capek melangkahi tahun-hari

Semua terasa seakan tak berarti

Sirna di kala ada di sampingmu

Beliau mutakadim menjadi sahabat seumur hayat.

(Margerietje Carla – Balikpapan, 21 April 2012)


Untuk Sahabat

Pagi ini silam kilat sahabat

ceceh kerdil asyik berkicau

dan lihatlah

matahari tersenyum renik kepadamu

enggak ingatkah engkau sahabat

bahwa hari ini kita mesti sekolah?

hapuslah impi-mimpi kecilmu

cemara menggugurkan daunnya bilang helai

yang berpacu dengan kilangangin kincir untuk sebatas ke persil

jalan masih jauh

yang harus kita restitusi dan kita jalani

semoga engkau sadar sahabat

bahwa pagi ini masih terserah

setitik kecerahan bagimu.

(Taufiq Ismail, Kompas Th. XIII, 5 Mei 1978, situasi. 5)


Penghianatan Sahabat

Kau hadir

Dalam suka dan dukaku

Di kala dayuh kau ada

Di kala ku senang

kau pula ada

Kau yaitu sahabatku

Dulu…

Secercah tawamu nan sani

Bosor makan menggelitik jiwaku untuk mesem

Tapi kini

Semua mutakadim berubah

Hitam tak jadi putih kembali

Sejauh ini…

Kutahu bersusila sifatmu

Tapi ku keliru justru, lebih-lebih aku tahu aturan aslimu

Tlah dibuat akan mata ini

Rasanya lain akan dapat kubedakan

Mana keefektifan kudus dan palsu

Kau tusuk aku dari pinggul

Kau beberkan kejelekanku

Kau hiasi kebusukanmu dengan basa-basimu

Sungguh aku tak asa

Kau balas persahabatan ini dengan itu

Mana tahu itu arti sahabat bagimu.

(Luh Putu Metta Sari – Balikpapan, 10 Januari 2022)


Puisi Perpisahan Sahabat

Puisi perpisahan sahabat
instagram.com/maswanee0707

Di mana ada persuaan, maka di haud akan ada nan namanya perpisahan. Ini sahaja masalah waktu. Tetapi perceraian dengan sahabat yang selama ini kita menyerempakkan-bareng dengannya alangkah akan menciptakan menjadikan kita sedih.

Tembang perpisahan sahabat selalu sukses membuat derai air mata. Bukan karena
lebay
atau semacamnya. Tapi lever yang berbicara, ada ikatan batin yang enggak cak hendak berakhir di sana.

Berikut adalah puisi tentang sahabat, puisi perpisahan.

Sahabat nan Akan Menghindari

Detik demi detik terus bergulir

Enggak terasa waktu berjalan

Menghitung mundur hari nan tersisa

Dan kini

Kita telah tiba di penghujung tahun

Di penghabisan tahun kita bersama-sama

Sahabat,

Rasanya baru sahaja kemarin

Kau kabarkan berita itu

Yang bagaikan petir di siang hari bagiku

Kabar tentang engkau nan kan menjauhi

Berorientasi kancah baru

Demi hari esok yang makin cemerlang

Sekonyongkonyong terangan-angan

Barang apa keceriaan yang kita lalui bersama

Semua canda, tawa dan rintihan masih terbingkai indah dalam memoriku

Sahabatku tersayang

Sungguh musykil rasanya

Tuk mengantarmu ke pintu perceraian

Doang inilah gerbang menumpu masa depanmu

Sahabatku

Terima hidayah untuk semua tawa yang telah kau hadirkan

Bakal segala waktu yang kau luangkan untukku

Ingatlah

Antagonis nan baik dapat terpisah jarak dan hari

Namun hati kita teko setia satu

Itulah sahabat tahir.

(Via: penuliscilik.com)


Sahabat Biru

Semua terjadi sejenis itu sani

tahun terasa begitu cepat berlalu bagai kilat nan menyambar sejenak mata

Tiga perian mutakadim mangkat

diawali kostum biram kudus

dijalani kostum putih sensasional

kini putih sensasional cerek terlepas

pertanda perpisahan kan menyertai

Berat rasa lever ini tuk berpisah dengan sahabat biru

semata-mata jalan telah siapkan

bintang di masa depan

menanti sampai bilamana tuk berjabat bandingan sekolah dramatis.

(By: Maulidiah Nurdwiningrum)


Parak

Enggak terbayang olehku

Waktu ini ketel terjadi padaku

Tak terduga dalam benaku

Masa bengis kan melanda jiwaku

Perpisahan ini kan melimpahi air mata

Dalam kepahitan di selimuti kesukaan

Perpisahan ini kan mengukir kenangan

Dalam suka maupun duka

Bertahun lamanya kita bersama

Mengincar bakat tuk ke depan

Perpisahan ini teko menginginkan sesama

Parak ini teko mengoptimalkan kognisi akan arti kebersamaan

Berpisah pengunci pertemuan

Berpisah akhir kesenangan

Berpisah akhir kenangan

Berpisah tiada arti yang ki menenangkan amarah

Dekap eratlah semua orang disisimu

Peluk eratlah semua sahabat-sahabat tercintamu

Hingga kau teteskan air mata kerinduan

Hingga kau diam membisu

Karena kutahu

Bukan ketel ada waktu bertambah tuk kita

Lain morong penting nasib ini sonder ada pertemuan dan perpisahan.

(By: Fikriyah Intan Sakinah)


Sajak untuk Sahabat Sejati

Koteng sahabat sejati lain mudah cak bagi kamu temukan, butuh tahun, dan tidak dapat instan. Butuh sebuah rangkaian cerita yang mana akan semakin mendekatkan kalian.

Puisi kerjakan sahabat tulus tercipta mulai sejak cucu adam-orang yang telah melampaui saat-ketika terharu dan bahagia bersama n domestik waktu yang tidak pendek.

Tembang mengenai sahabat salih berikut ini akan mewakili perasaanmu kepada turunan-orang yang gegares menemani musim-harimu privat uluran waktu nan pas lama.

Kerjakan Sahabatku

Bagaikan tanda jasa di langit

Menyinari tiap kegelapan

Bagaikan mentari yang bersinar

Menjatah kehangatan tiap langkahku

Bak pelangi yang indah

Memberi rona-warni pada kisah ini

Seperti embun membasahi bumi

Kau memberi ketenangan dalam relung jiwa.

Aduhai sahabat,

Kita sangkut-paut mengalami masalah

Salah paham bahkan goncangan

Semata-mata semua itu bisa kita lewati

Dan membuat kita saling mencerna.

Walau anakan mulai berguguran

Engkau akan gelojoh kukasihi

Bahkan juga dunia menjarang darimu

Di kau setia sahabat terbaikku.

Harapku padamu

Menjadi nan terbaik bagimu

Melampaui segala hadangan arwah

Setia privat duka maupun duka

Harapku padamu

Selalu bisa menemanimu

Bak medalion yang cak acap bersama bulan.

(Luh Putu Metta Konsentrat – Balikpapan, 21 April 2022)


Puisi Sahabat Sejati

Zaman-berzaman telah berlalu…

Kisah sahabat ada burung laut

Konstan bersama kini dan tinggal

Tetap seiring bila wajib

Murni berkongsi suka dan duka

Tawa ki ajek ratapan diseka

Sakit dirasa bila terluka

Berlagak diri logo sama doyan

Biarpun jauh hidup berpisah

Rindu ketemu seresah gelisah

Namun tahlil terus dicurah

Jenama ikatan jujur dan pasrah

Duhai sahabat, teman ceria

Saya di sini terus mengingati

Hajat berjumpa simpan di hati

Moga tiba jua saat dinanti.

(Gabriella Larasati, Balikpapan 23 Maret 2022)


Tangan Almalik

Dengan memanggil merek Tuhan

kutampakkan sajak ini

dalam birai upeti

Kutuangkan isi hati

Sahabat….

Karena Tuhan kita dipertemukan

karena Sang pencipta kita disatukan

dan karena Sang pencipta kita berjuang

bersamamu kulalui jalan

jalan hitam menumpu Halikuljabbar

bersamamu kudaki impian

impian asli menghadap Tuhan

Kau benamkan tangisan

dan kau tampakkan harapan

kau tebarkan kehangatan

dalam indahnya kebersamaan

bila Allah mutakadim menayangkan

lukisan langit burit untukku

maka kau telah melukiskan

sejuta kenangan di hatiku

Kamu bagai tangan Allah

tangan Tuhan yang mengingatkan

betapa hampanya nasib

tanpa kasih sayang Allah

di radiks langit yang selevel

kuingin berdoa,

semoga kita semua gegares bersama.


Syair Teman

Puisi berikut ini adalah tembang tampin. Harus kamu akui bahwa n domestik keadaan segala kembali, sira ceceh seseorang. Banyak hal yang tidak bisa beliau kerjakan cak seorang diri. Ia butuh padanan, kamu butuh seorang rekan.

Sajak tentang sahabat ini, akan mengingatkan dirimu, bahwa kamu persaudaraan dan akan gegares membutuhkan sendiri teman, berterima kasihlah kepadanya.

Tentang Aku dan Anda, Serikat

Kawan,

Taukah kamu berapa lama masa yang kita lewati bersama?

Aku lain mau tau,

Karena kamu selamanya bagiku.

Bersamamu,

Tangisku cerek terurai menjadi tawa

Dukaku cerek terpecah menjadi bahagia

Dan air mata yang terlanjur jatuh….

Takkan berubah menjadi nestapa

Denganmu, kepenatanku tergilas sirna

Terkadang di suatu tahun,

Prasangka rangkaian menjauhkanmu dariku

Tapi sungguh kawan,

Amarah takkan bisa tarik urat lama dikalbuku

Kusadari aku terpukau jauh ke kerumahtanggaan hatimu

Ingatkah maskapai,

Kita gabungan duduk bersama

Melukis langit dengan impian

Tentang aku, sira dan arwah.

(By: Febi “bee”)


N antipoda Terhebat

Teman…

kau sebagai pelelang yang menyembuhkan setiap lukaku

nan majuh membuatku tersenyum dan bahagia.

Teman…

kau seperti pahlawan yang hebat

kau sebagaimana kondominium nan melindungiku.

Terima pemberian oh padanan terhebat

pertemanan kita tak mungkin kulupa untuk selama lamanya

karena kenangan itu yaitu suatu anugerah berbunga Tuhan yang maha kuasa.

I love u friend

i miss u friend

kita best friend forever.

(By: Asidik Al Jafar)


Sebentar Juga Serikat

Sececah pun perseroan

Sejenak pula… Bersabarlah

Langkah akan menumpu bintik perhentian tujuan

Pelawatan akan berjauhan sani.

Kita lain mesti berfikir dan merencanakan bagaimana kesudahannya nanti

Kita hanya mesti menjalaninya dengan ikhlas

Mungkin ada air mata, tapi yang pasti lain air mata duka

Bahkan dabat-fauna pun ada masanya kerjakan hijrah.

Sebentar lagi perseroan

Sejemang lagi… Bersabarlah

Perjalanan kita sedang meniti bagi sampai

Pengelanaan akan bercerai indah.

Sejak semula berjalan pun semua kita lalui dengan sani

Berbagai macam kisah telah tersemat di sana

Pemutusan terakhir barulah kita bisa mengenang semua n domestik kenangan

Privat peristirahatan tubin kita akan tersenyum-senyum mengingat semuanya dalam temaram sang bulan.

Sepemakan lagi kawan

Sebentar lagi… Bersabarlah

Pelawatan akan berjauhan sani

Dan kita akan menyaksikan seperti mana apa tunas-tunas nan akan tumbuh.

Sejurus sekali lagi serikat

Sekejap lagi… Bersabarlah

Perjalanan akan bercerai indah

Maka tersenyumlah, meski pun ada air mata.

(By: Abidin Hanif)


Bahasa Langit

Gumpalan awan di langit sensasional

Mendongeng kisahan kita

Saat deras hujan angin bagai air alat penglihatan

Dan binar surya jadi muka kita

Warna pelangi di langit biru

Doang jadi saksi bisu

Saksi cerita perjalananku denganmu

Saat perbedaan jadi keindahan

Langit lagi beradat

Dan bersenandung berlagak

Lantunkan lagu rindu antara anda dan aku

Oh sahabat…

Langit pun berbahasa

Tanda berbunga-bunga

Peroleh tubin di mana kita kan slalu bersama

Selamanya…

Dan dengarlah, dengarlah selalu

Itulah semua adapun kita,

cerita bahasa langit.

(By: Hanifah Nadya Kartika)


Puisi Buat Sahabat Tersayang

Pernah tidak, kamu mendapati dirimu bahagia terus bukan tahu harus membualkan kepada siapa bahagiamu itu? Lantas, kemudian ada sosok yang rela menjadi pendengarmu dengan setia. Hingga kamu bosan bercerita dengannya.

Percayalah, tidak mudah menjadi seorang pendengar! Tapi tidak dengan seorang sahabat. Bacalah baik-baik puisi tentang sahabat berikut ini.

Puisi buat sahabat tercinta yang kerap mendengarkan narasi-kisahan dan ratap kesahmu.

Saat Sahabat Menjadi Cinta

Kepelesiran sebuah perkawanan kini

telah berubah menjadi keindahan sebuah cerita selalu.

yang dulunya bertengkar sekarang menjadi berbaik akan hadirnya gelojoh

dan pertautan ada yang mengira bahwa

Sebuah persahabatan boleh menjadi sebuah percintaan.

Dan barangkali semua anak adam tau,

Bahwa cinta itu berawal dari sebuah persahabatan.

Kegagahan sebuah pertemanan bertambah indah takdirnya

ditambah dengan sebuah kisah gegares antara dua hamba allah

yang berkasihan.

(By: Nurul Laili)


Persahabatan

Sahabat bagaikan tempatku berlindung.

bila diriku dijalari air mata kerumahtanggaan kesedihanku,

di sanalah diriku dapat berbagi dalam hidupku, yang bukan pernah aku dapatkan di tempat tidak…

Sahaja sahabatlah yang mampu mengerti dan pahami,

segala yang sedang aku alami saat ini.

Tanpa sahabat

bagai atma nan tanggal dari ragaku

membuat ragaku tak mampu bersirkulasi intern setiap langkahku

persahabatan ini kan kuat

meski di marcapada ini tidak kan ada yang abadi.

(By: Amal)


Menangislah Sobat

Tak bisa ungkap dengan kata segala apa sekali lagi

Ini memang sangat membosankan

Ini semacam itu melelahkan

Bahkan, ini sangat mendongkolkan

Tubuh seakan beku dalam bongkahan es

Mengkristal tidak tahu pada saat akan meluluh

Yaa… itu benar sobat

Itu semua sebagai halnya sorot bohlam bekas tanpa penonton

Mencahayai badan di internal keremangan

Terdiam bisu sonder senyum dan air mata

Ini sangat menyedihkan..

Saja.. ingatlah sobat..

Kau tidak sendiri

Kau tidak berdiri sendiri di kegelapan itu

Teteskanlah air matamu sekiranya hatimu merasa terisak

Berteriaklah sepuasmu takdirnya hatimu memanas

Karena itu kian baik kulihat

Terbit pada kau terdiam kaku di radiks terang lampu itu

Bagai sendiri dalang minus dialog.

(By: Maulida)


Puisi tentang Sahabat Sejati

Bagaimana kau melampaui hari-harimu nan penuh dengan drama, nan tidak jarang membuat beliau terjatuh, terpuruk, dan merasa tidak bersemangat kembali?

Ingatkah engkau adapun cucu adam yang menghampiri saat ia mengalaminya? Ingatkah kamu tentang khalayak yang ikut berbahagia detik kamu bahagia?

Itulah tandingan, itulah sahabat. Yang selalu hadir di samping kita bagaimanapun keadaan yang sedang kita hadapi.

Berikut di bawah ini adalah puisi tentang sahabat sejati. Teruntuk makhluk-orang yang tidak pernah meninggalkanmu saat terjatuh.

Sahabat Sejati

Sahabat sejati bukanlah dicari
Mencari sahabat tentu percuma
Sahabat steril tak teradat dicari
Sahabat tulus cak bertengger sendirinya

Di kala sukar nomplok tanpa dicari
Walau tak cerita tentang kesulitan diri
Bila tidak cak bertengger sahabat sejati
Ingat yang lain terbantah selalu menemani

Rasi gemar orang mendekat
Kala musykil bani adam pelupa
kala sulit dialah sahabat
Kala senang janganlah dilupa

Insan comar mencari sahabat
Di mana ia berada selalu mencari
Doang sahabat safi tidak terlihat
Tak bertarung maka pada yang terbantah

Lihatlah anak-anak tinggal berburu sahabat
Tidak hirau laki-laki dan perempuan
Tak peduli berbenda dan miskin serta agama
Walau waktu ini mungkin cuma ada di laskar pelangi

Lega kesudahannya, tiada ada sahabat sejati
Cuma protokoler teman bersenda
Datanglah ke hadapan Ilahi
Karena Dialah sahabat sejati

Ketika telah mendapat sahabat sejati
Kata mencari tiada lagi berfaedah
Prolog mencari menjelma pada menjadi
Itu pun jika cak semau menuntut

***

Dengan keperkasaan rawi
Beliau menjadi sahabat seisi manjapada
Dengan lemahnya rumput mini
Ia kawan yang putri malu memandang awan

Dengan hitamnya daya galaksi
Ia teman bintang-medalion galaxi
Dengan fananya abuk angkasa
Ia bersahabat dengan kilauan

Dengan sendirinya di padang ramal
Ia berteman dengan gemintang malam
Dengan bermenungnya di gua sunyi
Ia bersahabat dengan tetesan air suci.

(Taufik Hidayat, kerumahtanggaan buku “Puisi Lakukan Diri Koteng)


Hidup Menggebu

Sahabat.. oh sahabat

Ia terangkan pandangan jiwaku

Bagai medalion di malam hari

Jadikan hidup munjung cahaya

Kau banyak nan luhur

bermacam rupa bentuk dan semarak nan kau pancarkan

Kau gelojoh ada untukku setiap

Aku diterpa gulita

Kau tersebar luas di mana-mana

Persatuanmu jadikan setiap tempias

Cahayamu sangat berarti untukku,

Setiap kesendirianku kau isi

dengan solidaritas, kenyamanan, keteguhan

Sahabat…

Tiada kau ku ketel mati melarat

Tanpa kau ku morong terperangkap, terkurung

Dalam terbenamnya hati

Kau curahkan pelahap di sela sela kedipan mata

Kau terbitkan si surya di setiap ilmu yang kau pasrah

Kau ubah hidupku yang mewarna burit jingga cenderung pagi hari.


Silam

Dulu kita lain begini

Tapi kini kita seperti ini

Dulu kita tak berbeda

Tapi kini kita compeng

Lewat kita tertawa tawa

Tapi saat ini kita selalu menangis

Dulu kita sejenis itu bebas

Tapi kini kita terhempas

Lewat aku, kita dan dia

Dulu kita dan dia satu

Tapi saat ini kita tidak berintegrasi sekali lagi

Kabut hitam kini semakin beku

Semua telah berubah

Sangat hari ini dan esok

Dulu masih ada kesejahteraan bikin kita

Tapi kini semua kian berubah

Hari ini mulai kurindukan

Ketenteraman itu pun n domestik hatiku

Dan menyimpannya selalu

Buat hari tubin

Karena dia kita begini

Karena engkau tembang ini.

(By: Rahma Raichan)


Tembang Sahabat Terbaik

Ke mana lagi kita pergi, akan cinta cak semau manusia-makhluk baik yang kita temui, yang rasanya seperti sengaja Tuhan kirimkan untuk kita. Namun, di antara semua wajah-wajah yang kita lihat itu, ada sahabat terbaik yang senantiasa kita ingat.

Sahabat terbaik adalah karunia Tuhan yang kadang tengung-tenging kita syukuri, rumit kita sadari. Bukan ada nan dapat menggantikan posisinya.

Puisi sahabat terbaik berikut ini yakni contoh kaidah kita membuka rasa syukur kita atas hadirnya sahabat terbaik yang Tuhan berikan.

Puisi-Puisi Tahlil bikin Sahabat

Sang pencipta terima kasih…

Kau hadirkan dia jadi sahabatku…

Sehingga tertentang jelas arahku ke mana aku menuju…

Halikuljabbar terima kasih….Kau hadirkan sira makara terangku…

Sehingga tampak jelas jalanku ke mana aku ayunkan langkahku…

Berikanlah dia kilauan cahaya-Mu tambahkan cantiknya

Berikanlah kamu suara-Mu tambahkan akal dan bijaknya

Berikanlah beliau mal-Mu tambahkan rezekinya

Berikanlah kamu urut-urutan-Mu bukakan jodohnya

Berikanlah ia nafas-Mu panjangkan umurnya

Kamu yang semalam tersenyum dalam mimpiku.


Sahabat Terbaikmu

Sahabat…

di saat kita nikmati kebersamaan banyak hal yang terlewatkan seperti itu namun

keceriaan, canda dan tawa semuanya mengalir sejenis itu sahaja

waktu yang terlambat seolah lain mampu menampungnya dan hari nan sangatlah singkat mewujudkan ku teringat kepadamu sahabat.

Semua kenangan-kenangan itu tak terasa, pergi meninggalkan segala kegembiraan

serta kelakar dan tawamu satu persatu hilang sekelebat mata

suka-suka beribu senyum saat terlintas memory yang dulu kala

Sahabat…

semua yang pernah kita jalani waktu demi hari , musim demi musim telah kita lalui semuanya.

Banyak hal nan pernah terjadi karena itulah jalan hidup yang kita miliki

kadang benci, kesal, dan kecewa serta rasa suka dan selalu

sungguh luar jamak, segala apa nan telah kita lalui bersama.

Ya Almalik…

jagalah dan lindungilah

sahabat-sahabatku

karena mereka yaitu sahabat terbaikku selamanya.

(By: Frizka Tirana)


Rindu Kirimkan

Entah mengapa

Apa yang aku rasa

Hanyut dalam nihil

Tanpa arah urut-urutan

Tanpa bimbingan seseorang

Ku inginkan hadir di samping kananku

Pembantu penyuluh

Merangkul kenangan

Dekapan manis keibuan

Lampau teringatkan

Kaulah munjung kasih sayang

Saat ku galabah

Engkau tuangi petuah

Beri ku benih kebahagiaan

Setakat tumbuh steril bermekaran.

***

Nah itulah beberapa kompilasi syair tentang sahabat, antitesis dan perpisahan nan paling menyentuh dan terbaik.

Semoga dapat menjadi referensi beliau ketika akan menuliskan ataupun mempersembahkan sajak untuk sahabat terdekat kamu.

Source: https://titikdua.net/puisi-tentang-sahabat/

Posted by: soaltugas.net