Renungan Lukas 23 33 43





Setiap orang bertanggung jawab atas perbuatannya. Karena itu ada istilah : Dakar mengerjakan, berani bertanggung jawab. Belaka Yesus, Almalik kita mengalami sengsara dan menjalani me apalagi antap tersalib kerjakan menanggung segala apa yang tidak diperbuatNya. Periode ini kita menghayati kematian Yesus Kristus pada Jumat yang Agung, dengan membaca Firman Tuhan dalam Lukas 23:33-39 dengan tema sentral : “Pengorbanan Yesus karena suatu pikulan jawab”.

Hukuman mati dengan cara disalibkan yakni sebuah kutukan dan aniaya bagi perampas Sengkang. Orang yang disalib adalah insan yang terkutuk, terpidana dan kejam. Tapi Yesus disalibkan tak karena Sira terkutuk, tidak karena Ia pantas terhukum pun lain karena perbuatan kejahatan. Yesus disalibkan karena suatu muatan jawab kerumahtanggaan kasihNya untuk menggantikan manusia terkutuk, manusia yang tawanan, manusia yang mengerjakan kejahatan dan hamba allah yang berdosa merupakan saya dan tali pusar. Yesus bertanggung jawab atas dosa yang dilakukan manusia. Oleh karena dosa itu, manusia tidak boleh menyelamatkan dirinya koteng.

Di gunung Golgota, Yesus disalibkan bersama dua anak adam penjarah. Yesus terhitung diantara para pemberontak. Meskipun Pemimpin Yahudi dan turunan banyak sudah memposisikan Yesus ibarat sendiri penyambar tetapi mereka terus mempermalukan Yesus. Mereka membuang undi untuk memberi pakaian Yesus. Para pejabat mengejek Yesus. Para prajurit mengolok-olokan Yesus. Mereka bukan hanya menyusahkan tubuh Yesus, mereka bukan cuma mempermalukan gengsi Yesus tapi mereka kembali menginjak – nginjak status Yesus sebagai Mesias dan Sunan. Mereka bahkan menghujat Yesus selaku Juruselamat. Kesengsaraan dan derita nan Yesus alami bukan cuma secara Jasmani saja tetapi juga keIlahianNya.

Orang banyak yang pelahap menghitam bakal mendengar indoktrinasi Yesus dan menyaksikan mujizat – mujizat Yesus doang menghitam menonton peristiwa itu begitu juga menonton sebuah Film. Upik – perempuan nan belalah mengikuti Yesus bahkan tidak sanggup mendekat. Mereka ngeri jauh – jauh dan melihat semuanya itu. Para muridNya tidak disebutkan berada di mana, tetapi mutakadim karuan mereka telah meninggalkan Yesus. Yesus menjadi yang pesakitan dan ditolak oleh manusia nan ditebusNya

Yesus rela menanggung semua siksaan menuju kematianNya dan Beliau bahkan memohon pengampunan Bapa atas semua nan terjadi dalam peristiwa Via Dolorosa hingga Golgota itu. Perkenalan awal – kata pertama dari tujuh perkataan Yesus dikayu kayu palang merupakan sebuah Tahlil : “Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak sempat apa yang mereka perbuat”. Yesus nan mutakadim rela mengaku hukuman atas perbuatan dosa sosok ternyata masih memohon grasi bagi manusia. Yesus bukan sekedar memohon pengampunan tapi Yesus juga menerima perampas yang tergantung bersamaNya. Penyamun itu menyadari bahwa engkau layak memufakati hukuman dan engkau percaya bahwa Yesus adalah bani adam moralistis yang menanggung siksa sementara itu Yesus lain melakukan sesuatu yang salah. Di papan kayu silang plong bukit Golgota itu, Yesus menyatakan kasihNya yang menyilih dan menyatakan karunia keselamatan bagi penjahat itu.

Yesus Juruselamat kita menyerahkan nyawaNya kepada Bapa. Mortalitas manusia lazimnya ialah karena Almalik mencekit kehidupan cucu adam doang kematian Yesus berbeda, karena Yesuslah nan mengasihkan nyawaNya koteng. Ayat 46 yang merupakan perkataan bontot Yesus di tiang salib: “Ya Bapa, kedalam tanganMu kuserahkan nyawaKu”. Lalu Yesus mengasihkan nyawaNya. Ini menegaskan harapan misi Yesus bahwa Yesus tersalib dan tenang karena kasihNya demi menyelamatkan manusia.

Menjelang kematian Yesus, alampun turut menjadi syahid. Keremangan 3 jam sebagai tanda kembalinya spirit manusia ke masa sebelum penemuan. Ketika bumi cuma diliputi kegelapan. Begitulah keremangan sukma manusia.
Tetapi itu bukan berlangsung selamanya. Kematian Yesus dan kebangkitanNya membuyarkan kegelapan dosa dan kegelapan semangat insan. Karya pendamaian Allah berlaku atas semangat basyar dengan terbelahnya tabir Bait Suci menjadi dua. Semua hutang dosa telah lunas dan roh manusia kembali diperdamaian dengan Tuhan.

Salib dan kematian Yesus mengapalkan sendiri penyambar menyesali dosanya dan Majikan Barisan memuliakan Sang pencipta dengan mengakui bahwa Yesus adalah sosok benar. Orang banyak yang berkerumum untuk menonton kemudian pulang sewaktu memukul – mukul diri. Kayu silang dan mortalitas Yesus membawa perubahan dan membaharui nyawa manusia. Setiap orang nan memandang pada Kristus dan SalibNya haruslah menyesali dosa dalam kehidupannya.

Salib bukan sahaja lambang karunia, pengampunan dan pemberian diri sebab Salib sekali lagi adalah lambang tanggung jawab. Maka itu karena itu pada Jumat yang Agung ini kita bagian Firman Almalik dan tema makrifat Firman memberi wanti-wanti bagi kita:


1.



Yesus telah membagi kamil mengenai mengampuni meskipun menderita karena itu setiap orang berkeyakinan dipanggil lakukan mengampuni kesalahan dan kejahatan sesama. Kita lain saja mengampuni saudara kita karena kita dipanggil cak bagi mengasihi orang yang memusuhi dan membenci kita. Kita mengampuni karena Kristus bertambah dahulu memaafkan kita. Kita kembali mengamini tanggung jawab semenjak Halikuljabbar tidak sahaja sekedar mengampuni tetapi belaka kembali membawa hamba allah – orang yang telah jauh berpunca Tuhan untuk mengalami Belas kasih dan Hadiah Yang mahakuasa.


2.



Sebagaimana Yesus menerima seorang perampas yang menyadari dosanya maka Yesuspun mengamini kita. Yesus tidak melihat latar belakang spirit kita yang hitam. Yesus hanya menanti syahadat kita nan mustakim akan dosa – dosa kita sebagaimana nan dilakukan seorang penyambar yang disalibkan bersama Yesus. Yesus juga
menanti pengakuan kita yang andal tentang kali Tuhan seperti mana yang dilakukan kepala Legiun.


3.



Yesus sudah menjatah hipotetis bagi kita adapun tanggung jawab. Yesus bukan lari semenjak barang bawaan jawab. Ia melakukan barang apa yang mudah-mudahan menjadi tanggung jawab makhluk. Karena kasihNya yang samudra bagi sosok maka Pengorbanan Yesus yaitu satu tanggung jawab. Salib enggak hanya lambang kasih, pengampunan dan pemberian diri. Salib lagi adalah lambang barang bawaan jawab. Sreg gawang Kayu silang segala tanggung jawab dituntaskan oleh Yesus. Oleh sebab itu, kita masing – masing dipanggil buat menjalani hidup kita dengan munjung bagasi jawab. Sang pencipta membagi tanggung jawab bagi kita. Beban jawab n domestik Keluarga, tanggung jawab kerumahtanggaan pekerjaan, bagasi jawab dalam Gereja malar-malar muatan jawab dalam atma bermasyarakat. Lakukan bahara jawab dengan sungguh – alangkah. Jangan lari terbit tanggung jawab kita. Jangan berleleran pecah pengakuan dan janji kita. Ingatlah bahwa Jumat Agung menjadi berarti karena kita menjadi orang Kristen yang berkorban, mengasihi dan bertanggung jawab. Amin

Source: https://www.diana-pesireron.com/2019/04/pengorbanan-yesus-karena-suatu-tanggung.html

Posted by: soaltugas.net