Resensi Novel Pergi Tere Liye

Resensi Novel
Mengenai Ia
Tere Liye

– Bagi sebagian basyar yang belum membaca karya tulis Tere Liye, barangkali akan menduga bahwa tema yang diangkat sreg novel
Tentang Anda
ini yaitu nirmala narasi romansa. Hal itu sebab apabila kalian melihat sinopsis di bengot buku ini, begitu erat dengan kalimat-kalimat cinta.

Namun, bagi para penggiat karya Tere Liye, tentunya sudah paham betul dengan kisahan romansa yang akan diciptakan olehnya bukanlah kisah romansa yang tolok.
Akan halnya Kamu
ini boleh dikategorikan sebagai novel fiksi yang mengandung unsur sejarah-fiksi, dagelan kehidupan, aksi, dan minus bumbu romantisme.


Sinopsis Novel


Tentang Ia


Tentang Kamu
Adapun Kamu

tombol beli buku

Adapun Dia
,
novel dengan tokoh terdepan bernama Zaman Zulkarnaen. Sira merupakan lulusan magister syariat di
Oxford University.
Zaman bekerja di sebuah perusahaan hukum, tepatnya di Belgrave, London. Perusahaan hukum tersebut bernama Thompson & Co., kamu berada di permukaan
Elder Law
yang menjadi legendaris sebab prinsip kuat yang dipegang olehnya.

Suatu musim, Zaman dipanggil makanya atasannya lakukan memintasi sebuah kasus berpangkal si klien. Kasus tersebut yakni permasalahan harta peninggalan yang ditinggalkan maka dari itu kliennya yang belum lama meninggal dunia. Setelah diselidiki, harta peninggalan yang ditinggalkan ini jumlahnya sangatlah mencengangkan, ialah 1% saham perusahaan besar yang apabila diukur dengan kurs poundsterling, bernilai satu miliar atau sekufu dengan 19 triliun rupiah.

Klien yang meninggalkan harta peninggalan bernilai besar itu namanya Sri Ningsih yang rupanya memiliki kewarganegaraan sekelas seperti Zaman, yakni Indonesia. Cuma, data diri dari Sri Ningsih sangatlah rumpil cak bagi ditemui, tambahan pula anda enggak meninggalkan sertifikat wasiat setimpal sekali. Dengan begitu, akan sulit untuk mencari ahli warisnya yang berwajib mengamini warisan dari Sri Ningsih.

Akan tetapi, Sri Ningsih meninggal bilang barang yang lain sedemikian itu banyak. Barang nan dapat membantu Zaman buat menyelesaikan kasus harta waris dari Sri Ningsih ini hanyalah sebuah ditulis tangan maka dari itu Sri Ningsih. Diari tersebut diberikan oleh pengurus panti bernama Aimee, kamu ialah orang ajudan dari Sri Ningsih buat menghubungi kantor pengacara kapan ia meninggal dunia dan menyimpan diari Sri Ningsih, sebelum dirinya kehilangan kesadaran.

Bisa diibaratkan, diari properti Sri Ningsih itu menjadi peta lakukan Zaman lakukan melanjutkan perjalanan menguasai kasus harta waris. Diari itu berisikan lima bagian yang mana putaran itu ditulis oleh Sri Ningsih dengan sebutan Juz.


Juz Pertama: Kesabaran (1946-1960)

Juz mula-mula, yaitu mengenai keluasan pikiran. Di sini pembaca akan menyaksikan cerita di waktu kerdil Sri Ningsih yang sarat akan awan kelabu, dimulai pada tahun 1946 hingga 1960. Zaman hendak mulai menjelajahi Pulau Bungi yang terdapat di Sumbawa. Peristiwa besar juga akan menguji rasa panjang usus sidang pembaca di juz pertama ini.

Selepas memaklumi juz pertama akan halnya hidup dari Sri Ningsih, Zaman meneruskan perjalanannya ke Jawa Tengah, tepatnya Surakarta, lakukan menjajaki juz atau episode kedua berasal kehidupan Sri Ningsih. Juz kedua, yaitu mengenai Perkawanan.


Juz Kedua: Pertemanan (1961-1966)

Juz kedua tentang persahabatan. Dengan deretan kisah dari cerita yang tataran berawal pada tahun 1961 hingga 1966. Pembaca akan menikmati persahabatan indah yang secara mendadak berganti menjadi sebuah kemuakan nan amat mendalam. Kisah Sri Ningsih pada musim ini akan mengajak para pembacanya merasakan guncangan politik Indonesia pada zaman itu dari partai komunis.

Ketika di Surakarta, Zaman berjumpa dengan sahabat Sri Ningsih bernama Ibu Nur’aini. Mereka berdua mutakadim berteman baik berpokok Sri Ningsih datang di perdusunan santri tersebut. Tak semata-mata berdua, cak semau Mba Lastri, yaitu keseleo suatu guru di madrasah–yang menjadi sahabat mereka.

Ibu Cahaya’aini pun membagikan kisah kehidupan Sri Ningsih selama ia bersemayam di Surakarta. Ibu Seri’aini menyampaikan bermacam rupa foto, kebat, dan surat yang wasilah dikirimkan maka itu Sri Ningsih. Pasca- mengetahui juz kedua dari atma Sri Ningsih, Zaman melakukan perjalanan ke Jakarta. Juz ketiga ialah mengenai Keteguhan Hati.


Juz Ketiga: Keteguhan Lever (1967-1979)

Juz ketiga yakni keteguhan hati. Kisah pada bagian ini terjadi pada 1967-1979 akan membuat pembaca terbujuk dengan spirit nan digambarkan Sri Ningsih. Di babak inilah pembaca akan diperlihatkan sejarah Jakarta tempo habis.

Hal itu contohkan, sama dengan berbagai kerbau yang masih berlalu ilalang di perkembangan, monas nan dikelilingi maka itu rerumputan hijau, kata majemuk berbunga para pedagang kaki panca, sewa kos hanya 200 dolar, dan lain sebagainya. Menariknya, disinggung adapun ojek online.

Selain itu, keteguhan lever berasal Sri Ningsih akan diuji dan dilatih pada bagian ini sebab di sini pembaca akan berlatih mengerjakan bisnis sampai hasilnya mempunyai sebuah firma. Kemudian, pertanyaan atas kepemilikan 1% saham perusahaan ki akbar yang dimiliki maka itu Sri Ningsih, terjawab di sini.

Hanya bermodal bilang surat yang diberikan Ibu Nur’aini, Zaman alhasil menjajaki berbagai bulan-bulanan yang ikatan dipakai maka itu Sri Ningsih untuk inskripsi-menyurat. Ia mendatangi Pasar Tanah Biram dan daerah Pasar Senen. Akan tetapi, Zaman tidak dapat mendapati
clue
apapun. Ia hanya dapat melihat sebagian besar nyawa dari Sri Ningsih melintasi sejumlah surat nan diberikan Ibu Sorot’aini.

Di alamat bungsu, Zaman menjenguk ke Pulogadung, kemudian menuju ke pelecok satu pabrik sabun bubuk mandi yang berada di sana. Balasannya, Zaman berhasil menemui seseorang nan memang kenal dengan Sri Ningsih, namanya ialah Catherine maupun camar disapa Ibu Cathy. Ibu Cathy ini membagikan cerita kejadian yang terjadi sesudah surat terakhir dikirim ke Surakarta.

Setelah bermodalkan makrifat-laporan yang didapatkan oleh Zaman di Indonesia, ia pun menjauhi ke London fungsi menyelidiki juz keempat hayat terbit Sri Ningsih. Juz keempat, yakni Cinta.


Juz Keempat: Selalu (1980-1999)

Juz keempat tentang Cinta. Pada adegan ini, kita akan diperlihatkan sebelah lain dari seorang Sri Ningsih sebelumnya. Kisah cinta Sri Ningsih bersama sendiri pria bernama Hakan, seorang lanang keturunan Turki. Di bagian inilah, pembaca akan dibuat bak gado-gado perasaannya. Suka-suka rasa haru, suka dan duka, tawa bahagia yang akan mengawani pembaca intern menyelami kisahan nan berjalan pada tahun 1980-1999, tepatnya di London.

Usai menyelidiki lagi beberapa berkas yang dipunyai oleh Sri Ningsih, Zaman berhasil mendapati tempat yang aliansi disinggahi Sri Ningsih. Menariknya, orang nan mengenal Sri Ningsih nyatanya sangatlah akrab dengan Zaman.
Siapakah turunan tersebut?
Kalian bisa mengaji novelnya.

Orang tersebut mengajak Zaman ke kediamannya dan memperkenalkan zaman kepada kedua orang tuanya. Zaman kembali diceritakan terkait seluruh vitalitas Sri Ningsih semasa dirinya menetap di London.

Belum kembali usai Zaman menjajaki fragmen akhir hidup Sri Ningsih, dirinya dihubungi  bahwa firma hukum dari
A&Z Law
mengajukan sebuah petisi mepet sebagai kafilah ahli waris yang tersisa. Zaman lewat didesak oleh waktu, dia pun berangkat ke Paris bikin memeriksa putaran keladak dari kehidupan Sri Ningsih.


Juz Kelima: Memeluk Semua Rasa Sakit (2020)

Juz kelima dari kisah Sri Ningsih, yaitu mengenai Memeluk Semua Rasa Nyeri. Pada akhirnya, Sri Ningsih berpunya mengikhlaskan semua kejadian dan permasalahan nan terjadi dengan dirinya. Dikisahkan pencetus Sri Ningsih tiba berasal dirinya berada di London, kemudian secara seketika ke Paris, sebatas akhirnya tutup arwah di Panti Jompo.

Meskipun hanya sepintas, ada pula kisah zaman dulu dari seorang Zaman nan sarat akan kesedihan dan kepatihan. Kamu ingin belajar, layaknya Sri Ningsih nan akur dengan siapapun, tetapi nyatanya dia tidak dapat bagi persoalannya.

Di panti wreda, Aimee membagikan kisah adapun nyawa dari Sri Ningsih lampau berbagai ragam sejarah foto yang panti miliki, salah satunya cerita semenjak Aimee menampilkan petunjuk adapun Sri Ningsih nan mengetahui firma hukum Thompson & Co., sesudah mencantumkan kejadian demi situasi.

Bedebah di Ujung Tanduk
Bedebah di Ujung Tanduk

tombol beli buku

Di Negeri Para Bedebah, perampok, perampok, bagai musang berbulu domba. Di depan, muka mereka tersenyum mumbung pencitraan. Di belakang penuh kecoh-tipu. Di Negeri di Ujung Cula, pencuri, perampok, berkeliaran menjadi penegak hukum.

Di depan, di belakang, mereka tidak malu-malu lagi. Tapi sedikitnya, Perkongsian, dalam situasi apapun, petarung sejati akan terus memilih virginitas hidupnya. Bahkan ketika hidup di ujung tanduk. Anda akan terus bertarung habis-habisan, bersama sahabat sejati.


Logika dan Ide Cerita Penulis

Tidak persoalan camar, novel
Tentang Engkau
lebih tepatnya digolongkan sebagai novel mirakel alias seperti detektif. Akan belaka, senyatanya berbagai karya catat novel Tere Liye lainnya, novel ini rapat persaudaraan dengan beraneka rupa nilai, sebagaimana makna sebuah peperangan, pertemanan, dan kekeluargaan.

Cerita dalam novel ini diawali dengan sebuah logika yang bisa dikatakan cukup simpel dan keteter untuk diikuti oleh sebagian pembacanya. Tetapi, kisah tersebut beranak-pinak menjadi kisah yang rumit dan terbujuk tidak realistis saat menjelang bagian akhir–yang mana muncul seorang penggerak oponen.

Karakter tokoh antagonis tersebut semacam paparan masa lalu nan sepanjang Sri Ningsih hidup, sebentar-sebentar menghantuinya. Dengan kata lain, novel ini gelagatnya menyajikan biang kerok dengan karakter antagonis dan protagonis nan terlewat hebat dan paradigma yang mana secara nyata khalayak tidaklah se-hitam putih
itu.

Sri Ningsih diilustrasikan ibarat tokoh dengan karakter protagonis yang sangat teoretis, sonder goresan atau tekor sedikitpun. Hal tersebut tidaklah begitu mengganggu pembacanya sebab mana tahu memang ada di dunia ini makhluk nan memiliki fiil sama dengan Sri Ningsih. Akan tetapi, dilihat dari berbagai fungsi yang diberikan kepada sosok-orang terdamping Sri Ningsih.

Dalam hal tersebut, seperti sesayang
itu
dirinya dengan sang adik tiri dan bagaimana dirinya dengan tulus mengampuni secara tetapi-cuma pemicu terdahulu berpangkal petaka yang merayapi Sri Ningsih. Berdasarkan hal tersebut, seakan takhlik anggapan tersendiri:
apakah tidak cak semau guncangan batin dalam dirinya? Dan apakah Sri Ningsih memang orang yang sangat berbaik hati atau terlebih lever yang dimilikinya sudah hening sehingga segala kebaikan yang dilakukannya tak melibatkan hatinya?

Di bagian lain, rasa benci dari tokoh imbangan kepada Sri Ningsih sesak berlebihan, tentatif dikisahkan bahwa Sri Ningsih tidak secara langsung menjadikan pemicu kejatuhan bermula dedengkot teman tersebut di hari lampaunya. Dalam peristiwa ini, latar birit atau alasan dari tokoh antagonis untuk berburu Sri Ningsih dan memikul kebencian nan mutlak belum mengena di akal logika.

Lantas, apakah tujuan tokoh tandingan tersebut? karena rasa benci, serakah, atau hal lainnya?


Pesan Moral Novel


Tentang Dia


Novel
Tentang Kamu
bisa dibilang pelecok satu novel Tere Liye nan paling diminati sebab ceritanya yang dulu menarik dan sarat akan pesan moral. Bila kita melihat pada novel
Hujan angin,
terbit awal sebatas akhir, penulis saja terpaku dengan satu topik, merupakan sebuah penerimaan. Akan hanya, lega novel ini, tema yang dibawa tentunya berbeda di tiap bagian atau juz nasib dari Sri Ningsih yang mana seluruhnya pasti dapat dijadikan umpama hikmah dan pesan moral.

Pada bagian pertama, pelajaran bermanfaat nan bisa dipetik, yaitu akan halnya kesabaran–seorang Sri Ningsih tetaplah bersikap kepala dingin dalam menjalani spirit masa kecilnya yang sungguh menyengsarakan. Di bagian kedua, yaitu adapun buram antipati rasa yang dimiliki oleh seseorang dapat berganti menjadi sebuah kebencian yang dahsyat, lebih lagi hal demikian boleh menciptakan menjadikan seseorang itu menjadi
bawah tangan mata.

Pada bagian ketiga, ialah keteguhan hati Sri Ningsih boleh menjadi seorang pengusaha nan unggul meskipun ia ditimpa banyak musibah dan permasalahan. Adegan keempat, yaitu kisah percintaan pelopor Sri Ningsih, primitif, doang begitu indah. Tentatif bagian kelima mengenai damainya Sri Ningsih dengan masa lampaunya dan terus meneruskan bagaikan intensi melanjutkan kehidupannya.


Belajar melalui Usia Tokoh Sri Ningsih

Mengaji novel
Tentang Dia
karya Tere Liye yang suatu ini akan memberikan gejolak semangat untuk pembacanya sebab akan diperlihatkan bagaimana kita melihat hidup ini. Kisah berusul biang kerok Sri Ningsih dapat atau sampai-sampai perlu dijadikan umpama teladan seharusnya atma menjadi lebih berbaik meskipun banyak cobaan nan menimpanya.

Memang akan terasa sukar cak bagi menangkap tangan sifat seseorang, layaknya pemrakarsa Sri Ningsih n domestik kehidupan berwujud. Sri Ningsih dengan watak polos, senantiasa bergaya dan memandang positif pada setiap kejadian, serta enggak bersuuzan lega orang tak nan mana orang tersebut terpajang nyata di hadapannya. Ia selalu mencuil pelajaran dan hikmah dari setiap kejadian nan dialami olehnya.

Pembaca yang mudah terbawa perasaan, tentu akan terenyuh saat membaca spirit Sri Ningnya yang mewah akan kesedihan dan kesedihan. Mungkin tidak akan terbayangkan bila situasi tersebut terjadi pada diri ini,
akankah diri ini awet dalam menghadapinya?
Oleh karena itu, setidaknya sikap Sri bisa kita jadikan contoh kasatmata.

Ibunya meninggalkan dirinya sebelum terserah masa untuk melihatnya, begitupun sang ayah yang meninggalkannya. Anda mendapatkan perlakuan kasar dari ibu tirinya, yaitu disiksa. Sahabatnya sendiri juga mengecong dirinya, adiknya meninggal dengan potongan tubuhnya dimakan oleh kunyuk yang disebabkan polah sahabatnya sendiri. Belum lagi, kedua kalinya bayi dari Sri Ningsih meninggal dunia yang disusul makanya sang suami.

Ia tertekan dan dipaksakan oleh keadaan bagi berjuang sendirian, pinang sebatang kara.
Ke manakah engkau harus memperlombakan? Mungkin yang hendak mendengarkan barang apa keluhnya?
Manusia di usia nyata, pastinya akan sukar dalam menghadapi dan menjalani kerumitan serta kompleksnya kegundahan hidupnya.


Berlatih menerobos Tokoh Zaman Zulkarnaen

Inisiator Zaman Zulkarnaen di dalam novel ini digambarkan ibarat anak adam yang jenius. Kamu silam cerdas kerumahtanggaan mengaitkan mulai sejak persoalan nan suatu ke persoalan lainnya dan menjajarkan kesimpulan atas berbagai persoalan tersebut.

Selain itu, ia adalah sosok yang pantang menyerah dalam menghadapi suatu hambatan, enggan untuk rehat sebelum segala yang dikerjakan tuntas. Kejadian yang terpenting, yaitu dirinya selaku pengacara selalu bersikap jujur dan memiliki integritas nan tinggi. Apabila dapat dikatakan, penegak hukum di negeri ini perlu mengambil sikap yang kemudian dijadikan contoh dari tokoh Zaman Zulkarnaen ini.

Adapun kutipan dari Zaman yang ada pada novel
Tentang Kamu
ini dapat dijadikan umpama pengingat diri. Ringkasnya, seperti ini:

“Jikalau mengomong andal hendak membuat empat hamba allah bengis terbunuh secara mengenaskan, sementar berbohong akan membuat dirinya selamat, pilihan apa yang hendak dipilih? Engkau rela mati bersama keempat individu tebal hati tersebut demi menegakkan keabsahan yang ada.”

Malam yang Menegangkan
Lilin batik yang Menegangkan

tombol beli buku

Kooperasi adalah kunci membereskan banyak kebobrokan. Malam itu, anjing hutan buas mengebah mendatangi perladangan milu bakal memangsa fauna ternak. Belibis berkwek kwek kwek ketakutan. Ayam ber-petok petok petok lari. Kambing mengembik geletar. Semua panik! Aduh, apa yang harus mereka lakukan? Kerja sama. Jika kalian cak hendak mengalahkan musuh yang makin langgeng. Mengendalikan kebobrokan yang lebih besar.


Konklusi Resensi Novel


Akan halnya Kamu


Tere Liye


Novel ini sangat layak untuk dibaca bagi penyuka kunci yang sarat akan isi alias tebal. Di dalamnya karuan bukanlah bacaan biasa, ada banyak pesan moral yang dapat dapat pembacanya petik dan adanya pengetahuan akan berbagai keadaan.

Isi dari novel ini tidaklah seberat bineka novel nonfiksi lainnya nan kadang rasi menunjuk-nunjukkan secara rinci informasi proses, kejadian, ataupun lokasinya, semata-mata bukan pula sebuah novel kosong tanpa adanya penelitian terlebih dahulu dari sang penulisnya.

Novel ini sesuai dengan proporsinya, tidak membuat induk bala dan pikiran para pembacanya menjadi
ngebul,
serta pas tercecer dan tersampaikan secara rasional.

Nyawa Sri Ningsih yang penuh akan drama kegundahan dan penderitaan, disuguhkan makanya sang dabir dengan sangat apik sehingga menciptakan menjadikan para pembacanya larut akan emosi.

Novel
Tentang Kamu
sangat disarankan bagi pembaca yang menyukai cerita dengan latar belakang sejarah, persoalan hukum, sebuah penyelidikan, dan tentunya penjelajahan. Sekali lagi pada pembaca yang menaksir akan kisah romansa primitif dengan rendah brosur manis di dalamnya. Bukanlah kisah romanja pada akil balig nan apabila patah satu, tumbuh seribu.

Akan tetapi, tampaknya novel karya dari penulis
best seller
yang satu ini, lain disarankan oleh anak-anak sebab ada beberapa bagian puas kisah yang cenderung sadis dan mengerikan. Kemudian, novel ini mempunyai ketebalan yang terbilang akan melelahkan bila dibaca oleh pematang anak-anak asuh, yakni sekeliling 500 halaman.

Buat penggiat novel dengan genre yang sarat akan cangkrim maupun mirakel, novel
Tere Liye
yang suatu ini bisa dijadikan referensi referensi yang tepat.

Itulah Resensi Novel
Tentang Kamu
Tere Liye. Apabila Grameds tertarik dan ingin memperluas pengetahuan terkait bidang apapun alias cak hendak mencari sendi sebagai teks bacaan, tentu kalian dapat temukan, beli, dan baca bukunya di Gramedia.com dan Gramedia Digital karena Gramedia senantiasa menjadi #SahabatTanpaBatas bagi kalian yang ingin menimba ilmu.

Katib: Tasya Talitha Nur Aurellia

Mata air: mulai sejak berbagai sumber

Si Anak Pemberani
Si Momongan Pemberani

tombol beli buku

Pusat ini tentang Eliana, si anak pemberani yang membela tanah, sungai, hutan, dan lembah kampung halamannya. Detik kegelojohan dunia datang, Eliana bersama teman karibnya bahu-menggandar melakukan perlawanan.

Source: https://www.gramedia.com/best-seller/resensi-novel-tentang-kamu-karya-tere-liye/

Posted by: soaltugas.net