Sebutkan Cara Cepat Mengenali Troubleshooting


Troubleshooting
, adalah sebuah istilah intern bahasa Inggris, yang merujuk kepada sebuah rencana penyelesaian sebuah kebobrokan.
Troubleshooting
yaitu penguberan sumber penyakit secara bersistem sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan.
Troubleshooting, kadang-kadang yakni proses penghilangan kelainan, dan sekali lagi proses penghilangan penyebab potensial dari sebuah masalah.
Troubleshooting, plong lazimnya digunakan internal berbagai bidang, seperti halnya dalam latar komputer, administrasi sistem, dan pula bidang elektronika dan [setrum|kelistrikan].

Komputer jinjing mutakadim yakni instrumen bantu nan tergolong terdahulu saat ini, kita cabut pelecok suatu contoh pada kegiatan perkantoran, tentunya dengan adanya komputer maka pekerjaan dapat terjamah dengan makin cepat. Sebagai konsumen atau pemakai komputer tentunya kita kembali pernah mengalami masalah dengan komputer. Hal tersebut dapat diakibatkan adanya ketidaksesuaian dari komponen radiks komputer itu sendiri yang umumnya berkaitan dengan Software (perangkat lunak atau aplikasinya), Hardware (perangkat keras) atau Brainware (si pemakai komputer).

Denotasi Troubleshooting Komputer

Dalam mayapada komputer, segala sesuatu penyakit yang berhubungan dengan komputer disebut Troubleshooting dan timbulnya problem dalam komputer pasti ada sebabnya. Pada kesempatan ini kita akan invalid belajar cak bagi mendeteksi ki kesulitan pada komputer Ia terutama yang berhubungan dengan Hardware.

Untuk permasalahan dengan Software sebaiknya Beliau lakukan pendeteksian sederhana dahulu seperti pemeriksaan file-file yang berhubungan dengan Software atau perincisan permintaan (requirement) berusul Software. Apabila permasalahannya cukup rumit, sebaiknya Anda install ulang saja Software tersebut, karena akan terlalu musykil untuk memperbaiki sebuah Software, sedangkan untuk persoalan dengan Brainware, penulis hanya dapat memberikan saran “istirahat dulu deh, he…”.

Teknik dalam Troubleshooting

Terwalak dua keberagaman teknik dalam mendeteksi permasalahan dalam komputer, yaitu teknik Forward dan teknik Backward. Lakukan lebih mengenal kedua teknik tersebut, ada baiknya kita bahas apalagi sangat definisi berbunga masing-masing teknik tersebut.

Teknik Forward

Sesuai dengan namanya, maka dalam teknik ini barang apa macam permasalahan dideteksi berusul sediakala komputer dirakit dan umumnya teknik ini hanya digunakan maka dari itu orang-individu dealer komputer nan sering mengamalkan perakitan komputer. Lega teknik ini hanya dilakukan pendeteksian problem secara keteter dan dilakukan sebelum komputer dinyalakan (dialiri listrik). Lakukan mempermudah ayo simak kamil berikut :

Setelah komputer jinjing radu dirakit, maka dilakukan penapisan pada semua Hardware yang telah terpasang, misalnya menyelidiki hubungan dari benang tembaga Power Supply ke soket power sreg Motherboard.

Bikin casing ATX, kita periksa apakah kabel Power Switch telah terpampang dengan bermartabat.

dsb.

Teknik Backward

Dekat sama dengan teknik sebelumnya, teknik Backward adalah teknik bakal mendeteksi kesalahan plong komputer setelah komputer dinyalakan (dialiri listrik). Teknik kian banyak digunakan karena plong umumnya persoalan dalam komputer jinjing baru akan keluih setelah “jam histeris” komputernya sudah banyak dan ini sudah merupakan hal yang wajar. Dapat kita ambil beberapa konseptual umpama berikut :

Floppy Disk yang enggak boleh membaca disket dengan baik.

Komputer tidak mau menyala saat tombol power puas casing ditekan.

dsb.

Tabel Pendeteksian Masalah

Setelah penjelasan tertinggal mulai sejak kedua teknik tersebut pencatat akan membincangkan kian dalam kembali ke teknik Backward, karena bagi konsumen komputer rumahan tentunya teknik ini makin banyak akan digunakan ketimbang teknik Forward. Untuk bertambah mempermudah dalam pendeteksian masalah sreg komputer Anda, marilah simak tabel berikut :


No


Onderdil


Pendeteksian Masalah

1

Power Supply

Analisa Pengukuran

2

Motherboard

3

Speaker

4

RAM

Analisa Suara

5

VGA Card + Monitor

6

Keyboard

Analisa Tampilan

7

Card I/Ozon

8

Disk Drive

9

Disket

Analisa Pengukuran

Pada tahapan ini, pendeteksian masalah dengan pendirian menyukat tegangan elektrik pada komponen nomor 1 sebatas 3. Gunakan alat bantu sama dengan multitester untuk menyukat tekanan listrik nan diterima atau diberikan komponen tersebut.

Contoh : Mengukur tegangan listrik yang diterima oleh Power Supply, lalu tegangan yang diberikan maka dari itu Power Supply ke komponen lainnya.

Analisa Suara

Pada tataran ini pendeteksian keburukan menggunakan kode suara (beep) yang dimiliki oleh BIOS dan dapat kita dengar lewat PC Speaker. Pastikan kabel PC Speaker sudah terpasang dengan baik. Kemungkinan letak permasalahan cak semau di komponen nomor 4 dan 5. Bikin mempermudah alas kata kode suara tersebut, silakan simak takrif berikut :

Bunyi beep sumir satu kali, artinya sistem mutakadim mengamalkan proses Boot dengan baik.

Bunyi beep pendek 2 barangkali, artinya ada masalah pada konfigurasi alias seting puas CMOS.

Bunyi beep jenjang 1 kali dan pendek 1 kali, artinya ada masalah lega Motherboard atau DRAM.

Obstulen beep tinggi 1 kali dan singkat 2 kali, artinya suka-suka masalah pada monitor ataupun VGA Card.

Bunyi beep panjang 1 mana tahu dan pendek 3 barangkali, artinya ada keburukan pada Keyboard.

Obstulen beep panjang 1 kali dan pendek 9 kali, artinya ada kelainan plong ROM BIOS.

Bunyi beep tingkatan kontinu, artinya ada kelainan di DRAM.

Obstulen beep pendek berkesinambungan, artinya cak semau masalah pendedahan tarikan (power).

Pada bilang merk Motherboard akan mengeluarkan bunyi beep beberapa kali apabila temperatur processornya terlalu tinggi (panas).

Catatan : kode bunyi beep diatas berlaku pada AWARD BIOS, bagi jenis BIOS nan lain peluang memiliki kode bunyi beep yang berbeda.

Analisa Tampilan

Pada tahapan ini pendeteksian masalah cenderung makin mudah karena letak permasalahan bisa diketahui berdasarkan pesan error yang ditampilkan di monitor. Kebolehjadian letak persoalan terserah di komponen nomor 6 sampai 9.

Lengkap : Bilamana komputer dinyalakan tampil pesan Keyboard Error, maka bisa dipastikan letak permasalahan hanya lega Keyboard.

Cara Cepat Mengidentifikasi Troubleshooting

Apabila terjadi masalah dan sistem masih memberikan tampilan wanti-wanti sreg monitor atau disertai dengan bunyi beep 1 maupun 2 barangkali, maka kebolehjadian letak permasalahan ada di suku cadang nomor 6 sampai 9, yaitu plong Keyboard, Card I/O, Disk Drive dan Disket.

Apabila terjadi komplikasi dan sistem mengasihkan kode bunyi beep lebih dari 2 kali, maka kemungkinan letak permasalahan ada di komponen nomor 4 dan 5, yaitu RAM, VGA Card dan Monitor.

Sedangkan untuk masalah yang tidak disertai wanti-wanti lega monitor maupun kode bunyi beep, kemungkinan samudra letak permasalahan ada di komponen nomor 1 dan 2, yaitu Power Suplly dan Motherboard.

Dengan kedua macam teknik privat pendeteksian maslah dalam komputer tersebut, tentunya akan bertambah memperkaya mualamat kita di rataan komputer, jadi jika suatu saat terletak masalah plong komputer Dia kita dapat melakukan pengawasan sampai-sampai dahulu sebelum membawa ke medan servis, kalaupun harus membawa ke bekas servis kita telah mencerna letak permasalahannya, jadi kita tidak dibohongi oleh tukang servis yang nakal ; )

Dengan kognisi troubleshooting komputer yang kian n domestik tentunya akan lebih mempermudah kita untuk mengetahui letak permasalahan dalam komputer dan tentunya akan kian menyenangkan apabila kita boleh memperbaiki koteng permasalahan tersebut. Semoga pembahasan sederhana akan halnya troubleshooting ini dapat bermanfaat, selamat mencoba dan terima hadiah.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Troubleshooting

Source: https://prakom.banjarmasinkota.go.id/2020/10/apa-itu-troubleshooting-komputer.html

Posted by: soaltugas.net