Tali Sipat Dalam Kitab Amos

Tali Perona mata


– Diambil dari wacana



e-RH (www.renunganharian.pukat)


, EDISI 22 Juni 2022




Baca: Amos 7:7-9
Ayat Mas:
Lalu berfirmanlah Yang mahakuasa kepadaku: “Apakah yang kaulihat, Amos?” Jawabku: “Kenur perona mata!” Berfirmanlah Tuhan: “Sesungguhnya, Aku akan menaruh lawai alit di tengah-tengah umat-Ku Israel; Aku tak akan memaafkannya lagi.
Amos 7:8
Bacaan Alkitab Setahun: Ester 6-8; Cerita Para Nabi 6

Sebagian orang kadang beranggapan pesimis bahwa “peraturan dibuat bikin dilanggar”. Ini muncul karena orang kerap membengkokkan peraturan dan menggunakannya untuk keuntungan pribadi, dengan mengimpitkan orang bukan. Dan ketika peraturan dapat diperlakukan sesuka hati, maka kita tak rikuh menabrak aturan dan merugikan sesama. Akan tetapi, tidak demikian Tuhan memberlakukan peraturan bakal menyikapi perbuatan-kelakuan umat Israel. Sebab kebenaran Sang pencipta tidak boleh dibengkokkan.

Privat penglihatan Amos, Tuhan menggunakan tali sipat bikin mengadakan penghukuman di perdua umat Israel. Tali celak ialah tali dengan pembeban plong salah suatu ujungnya, dan konvensional digunakan tukang konstruksi cak bagi memeriksa dan memastikan bahwa bangunan yang dibuatnya berdiri dengan bersimbah atau verbatim. Internal Yesaya 28:17, yang dimaksud tali palit adalah kebenaran. Sama dengan tali sipat seorang juru bangunan, legalitas Allah memeriksa berbarengan memastikan apakah kita internal keadaan “verbatim” atau “pitut”. Dan, jika kita didapati tidak dalam keadaan “lurus”, berjasa kita mendapat teguran untuk bersedia “dirombak”, “diperbaiki”.

Mana tahu selama ini kita sudah berlaku curang, hanya karena kita juru menyembunyikan manipulasi kita di balik ordinansi, sikap manis, jabatan, dan bukan sebagainya, maka kita merasa baik-baik saja. Walau demikian, segala sesuatu tidak tersembunyi bagi Tuhan, dan kebenaran-Nya memastikan keadaan kita yang sebenarnya. Maka, enggak usah bertahan. Izinkan Tuhan mengambil barang apa nan teristiadat diambil dan meletakkan segala apa yang teradat diletakkan. Sepatutnya Ia menangkap basah kita “verbatim” momen tali perona mata-Nya diukurkan.

DI Pangkuan TUHAN Bukan Terserah YANG TERSEMBUNYI

Penulis: G. Sicillia Leiwakabessy

Share

Source: https://saatteduh.wordpress.com/2010/06/22/tali-sipat/

Posted by: soaltugas.net