Wayang Golek Merupakan Contoh Drama

Wayang Golek
(ᮝᮚᮀ ᮌᮧᮜᮦᮊ᮪) merupakan salah satu berpangkal ragam kesenian wayang, yang berasal dari masyarakat Sunda.
[1]

Pertunjukan seni n komedi didong adalah seni pertunjukan teater rakyat nan banyak dipagelarkan. Selain berfungsi sebagai lampiran formalitas selamatan atau ruwatan, pertunjukan seni wayang golek pula menjadi pertunjukan dan hiburan dalam perhelatan tertentu.

Sejak 1920-an, selama pertunjukan wayang golek diiringi oleh sinden. Popularitas sinden pada tahun-tahun itu sangat tinggi sehingga mempercundang ketenaran induk bala wayang patung itu seorang, terutama ketika zamannya Upit Sarimanah dan Titim Patimah sekitar tahun 1960-an.

Wayang kerucil momen ini lebih dominan perumpamaan seni pergelaran rakyat, nan mempunyai fungsi yang relevan dengan kebutuhan-kebutuhan mahajana lingkungannya, baik kebutuhan spiritual maupun material.

Hal demikian dapat kita lihat mulai sejak beberapa kegiatan di masyarakat misalnya ketika ada perayaan, baik hajatan (pesta kenduri) dalam gambar khitanan, pernikahan dan lain-lain adakalanya diriingi dengan pertunjukan wayang golek.

Tokoh N komedi didong

Jalan wayang golek pada berpunca abad 19 hingga abad ke 20 bukan amnesti pecah para Motor yang terus mengembangkan seni tradisional ini, salah satunya almarhum Borek H. Asep Sunandar Sunarya nan telah memberikan inovasi terhadap wayang kelitik golek agar boleh mengikuti urut-urutan zaman.

Habis tangan terampilnya privat memainkan wayang kayu, Asep ditanggap mencapai mancanegara. Tidak sekali dua boleh jadi Asep Sunandar Sunarya tampil di asing negeri, cuma berkali-kali dalang ini membawa kesenian wayang golek go jagat.

Musim 1993, Abah Asep juga diundang menjadi dosen kehormatan di Institut International de La Marionnette di Charleville, Prancis. Laksana dosen luar biasa selama dua bulan dan diberi gelar profesor oleh masyarakat akademis Perancis.

Setahun kemudian, Abah Asep kembali mengirimkan wayang kerucil gelintar Eropa. Abah diminta menyampaikan pertunjukan wayang di kontinen Eropa

1982-1985 Asep Sunandar Sunarya rekaman kaset oleh SP Record dan Wisnu Record.

1986, Asep Sunandar Sunarya mendapat mandat mulai sejak pemerintah sebagai duta kesenian, lakukan terbang ke Amerika Serikat. Pada tahun yang sama, 1986, Dian Record berangkat merekam karya-karya Asep Sunandar intern susuk kaset pita.

Pada tahun 1989, Abah Asep berkunjung ke Amerika dalam kerangka tontonan wayang kelitik. Masa 1992 Abah juga mengikuti Festival Wayang (Teater Anak-anakan) di Prancis.

Musim 1994, Asep Sunandar Sunarya mulai pentas di luar negeri, antara lain di Inggris, Belanda, Swiss, Perancis, dan Belgia, setelah itu, yaitu 1995, ia berbintang terang penghargaan bintang Satya Lencana Kebudayaan.

UNESCO puas tanggal 7 November 2003, menetapkan Wayang sebagai Pusaka Budaya Dunia perumpamaan karya tamadun yang mengesankan.

Dalam rang yang bernaung di bawah Perkumpulan Nasion-Bangsa (PBB) itu, wayang yang dimiliki maka itu bangsa Indonesia ditetapkan dalam daftar

Masterpiece of Verbal and Intangible Heritage of Humanitiy.

Masa ini selain ibarat bentuk teater seni pertunjukan wayang, kerajinan n komedi didong juga kerap dijadikan sebagai cindera netra maka itu para wisatawan. Induk bala n komedi didong yang sahih dijadikan cindera indra penglihatan benda kerajinan adalah inisiator tampin Rama dan Shinta, tokoh wayang tenar sama dengan Arjuna, Srikandi, dan Kresna, serta tokoh Punakawan seperti Semar dan Cepot.

Cepot atau Astrajingga dalam Wayang golek Golek.

Album

[sunting
|
sunting sendang]

Sekeliling tahun 1583, Sunan Putih nan merupakan pelecok satu penyebar agama Islam di pulau Jawa pernah membuat kurang makin 70 buah wayang patung dari kayu. Wayang tersebut dipertontonkan di siang dan lilin lebah hari dengan sumur cerita lokal alias imajinasi sendiri yang tentunya sarat dengan pesan agama Islam. Sunan Zakiah memperalat rangka wayang golek golek awal ini untuk mencecerkan Islam di awam.

Munculnya kesenian wayang kayu lahir dan berkembang di wilayah pesisir paksina pulau Jawa pada awal abad ke-17. Dikarenakan masyarakat Jawa Paruh dan Jawa Timur telah terlebih dahulu mengenal wayang golek kulit, kedatangan n komedi didong kurang begitu berkembang, karena masyarakat disana terlanjur menggemari wayang kelitik indra peraba. Namun wayang kelitik Sinuhun Kudus itu menarik hati dari ulama atau sekurang-kurangnya santri Cirebon yang sedang menyadran (ataupun berguru) ke wilayah Sunan Asli. Akhirnya ide wayang itu dibawa ke Cirebon.

Pementasan wayang golek di tanah Parahyangan dimulai sejak Kesultanan Cirebon rani di tangan Panembahan Kanjeng sultan (1540-1650) cicit berbunga Sri paduka Tahir. Yang dipertunjukan ketika itu adalah wayang patung bualan (ataupun wayang golek papak), disebut demikian karena mempunyai gambar kepala nan datar.

Selanjutnya ketika kekuasaan Sultanat Cirebon diteruskan oleh Pangeran Girilaya (1650-1662), n komedi didong cepak semakin tenar dimana cerita babad dan album lahan Jawa menjadi inti cerita, yang tentunya masih sarat dengan kewajiban agama Islam.

Dulu wayang kelitik dengan cerita berasal epos Hindustan sama dengan Ramayana dan Mahabarata sama dengan yang kini mulai hadir cerita-cerita Ramayana dan Mahabharata tersebut kebolehjadian osean pertama kali lahir dan berkembang dalam pementasan wayang patung alat peraba. Semula kisah tersebut menunggangi bahasa Jawa. Cuma, selepas banyak dalang-dalang dari kalangan manusia Sunda, maka bahasa Sunda lagi tiba menggantikan penggunaan bahasa Jawa.

Jalan selanjutnya adalah wayang golek purwa yang enggak boleh dilepaskan semenjak peran Wiranata Koesoemah III (Bupati Bandung ke-6). Kamu dulu menggemari wayang kelitik, cuma kamu menginginkan satu pertunjukan yang makin menarik dan punya skor-biji keSunda-an. Akhirnya ia meminta salah seorang pengrajin wayang kulit bernama Ki Darman (pegiat wayang kulit dasar Ladang) di daerah Cibiru, Ujungberung, Bandung untuk membuat bentuk wayang golek yang lebih meruntun dengan kerangka pembesar / rupa nan benar-benar menyerupai manusia. Maka lahirlah bentuk
N komedi didong Golek Sunda
sebagaimana yang kita tatap sekarang.

Wayang kerucil semakin tersohor, lain sekali lagi hingga konsumsi kaum menak, tapi masyarakat biasa pun mulai menggemari n komedi didong ini. Wayang golek golek pun semakin menyebar ke segala penjuru Jawa Barat setelah dibukanya De Grote Postweg (Jalan Raya Daendels) yang mencantumkan daerah-daerah di Jawa Barat.

Mulai sejak gambaran diatas maka di tanah Parahyangan bermula muncul wayang-wayang klasik sama dengan wayang kelitik golek papak, wayang kelitik pertama dan wayang golek Pakuan. Wayang golek Golek Papak masih dipertontonkan di daerah Cirebon, dengan kisah babad nan menggunakan bahasa Cirebon. Wayang Mula-mula, memainkan kisah Mahabharata dan Ramayana nan diadopsi berpangkal atraksi wayang patung kulit cuma menggunakan sintesis bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Wayang kelitik golek pakuan, kisah yang ditampilkan adalah kisah-kisah saga Priangan seperti Sangkuriang, Mundinglaya Dikusumah, Lutung Kasarung dan lain-lain.“Ki kenangan Wayang”. West Java Kingdom. Diakses rontok
31 Desember
2022
.



</ref>

Urut-urutan

[sunting
|
sunting perigi]

Kesenian wayang berpendidikan Sunda diperkirakan tiba berkembang di Jawa Barat plong masa peluasan Kesultan terutama kisah wayang kerucil purwa (Ramayana dan Mahabharata), meskipun terdapat beberapa perbedaan, misalnya intern penamaan tokoh-pelopor Punakawan nan dikenal privat versi Sundanya. Tentang kesenian wayang kelitik gawang berpendidikan Jawa masa ini dapat dijumpai lembaga kontemporernya sebagai Wayang Menak di kewedanan Kudus dan Wayang Cepak di negeri Cirebon, meski popularitasnya tidak sebesar wayang golek golek di wilayah Parahyangan.

Sekarang selain misal bentuk teater seni pergelaran wayang, kerajinan wayang golek pula sering dijadikan sebagai cindera mata oleh para wisatawan. Tokoh wayang kerucil yang lazim dijadikan cindera mata benda kerajinan ialah tokoh n partner Rama dan Shinta, penggagas n komedi didong populer seperti Arjuna, Srikandi, dan Krishna, serta pemrakarsa Punakawan seperti Semar dan Celeng (atau Cepot/Bawor). Kerajinan n komedi didong ini dijadikan sebagai dekorasi, hiasan atau benda lamin interior rubrik. Adapun pada zaman maju ini Wayang purna kreasi sudah start di kembangkan oleh para pengrajin wayang muda,yang setia lain menghilangkan pakem mulai sejak Wayang kelitik mula-mula.“Sejarah Perkembangan Wayang Golek”. Wayang Techno CDS. Diakses copot
31 Desember
2022
.



</ref>

Wayang

[sunting
|
sunting sumber]

Wayang kerucil ialah bentuk teater rakyat yang sangat populer, terutama di pulau Jawa dan Bali. Orang buruk perut menghubungkan kata “wayang” dengan “bayang”, karena dilihat berpokok pementasan wayang kelitik kulit yang mempekerjakan layar, di mana muncul bayang-bayang. Di Jawa Barat, selain dikenal wayang kelitik jangat, yang paling kecil terkenal yaitu Wayang kelitik . Istilah
golek
dapat merujuk kepada dua makna, perumpamaan verba perkenalan awal
golek
bermakna ‘mengejar’, misal alas kata benda
golek
signifikan boneka kayu.[2]
Berkenaan dengan n komedi didong, suka-suka dua macam di antaranya wayang golek papak (saus) dan wayang golek mula-mula nan terserah di daerah Sunda. Kecuali n komedi didong orang yang merupakan bentuk seni tari-drama nan ditarikan basyar, kebanyakan lembaga kesenian wayang kerucil dimainkan maka itu seorang otak seumpama pemimpin pergelaran yang berbarengan mengalunkan suluk, menyuarakan antawagu dan lain-tidak.

Pola pagelaran

[sunting
|
sunting sumber]

Tokoh wayang kerucil Walangsungsang dan Rara Santang yang menyebarkan agama Islam di Persil Sunda

Sama dengan alur kisah pewayangan kebanyakan, dalam pertunjukan wayang kelitik golek juga biasanya n kepunyaan lakon-lakon baik galur ataupun carangan. Alur kisahan dapat diambil berusul kisahan rakyat seperti penyebaran agama Selam maka dari itu Walangsungsang dan Rara Santang maupun dari epik yang berpangkal dari kisah Ramayana dan Mahabarata dengan menunggangi bahasa Sunda dengan iringan gamelan Sunda (salendro), yang terdiri atas dua biji zakar saron, sebuah peking, sebuah selentem, satu perabot bonang, satu perangkat bonang rincik, satu perkakas kenong, sejodoh kemung (kempul dan goong), ditambah dengan seperangkat kendang (sebuah kendang Indung dan tiga buah kulanter), gambang dan rebab.

Dalam atraksi wayang patung, lakon yang biasa dipertunjukan adalah lakon carangan. Hanya kadang-kadang semata-mata dipertunjukan lakon alur. Hal ini seakan menjadi ukuran kepandaian para pengambil inisiatif menciptakan lakon carangan nan bagus dan menyentak. Beberapa dalang wayang patung golek yang naik daun di antaranya Tarkim, R.U. Partasuanda, Abeng Sunarya, Entah Tirayana, Apek, Ade Kosasih Sunarya, Asep Sunandar Sunarya, Cecep Supriadi, dll. Pola pengadegan wayang patung golek yakni sebagai berikut;

  1. Tatalu, dalang dan sinden naik panggung, gending jejer/kawit, murwa, nyandra, suluk/kakawen, dan biantara;
  2. Babak unjal, selasar, dan bebegalan
  3. Nagara sejen
  4. Patepah
  5. Perang gagal
  6. Panakawan/goro-goro
  7. Perang kembang
  8. Perang raket
  9. Tutug

Salah satu fungsi wayang golek kerumahtanggaan masyarakat adalah ngaruat (ruwat), yaitu menerangkan berbunga kecelakaan (marabahaya). Beberapa orang nan diruwat (sukerta), antara enggak:

  1. Wunggal (anak spesifik)
  2. Hingga begitu Bugang (seorang adik yang kakaknya meninggal marcapada)
  3. Suramba (catur basyar putra)
  4. Surambi (empat orang putri)
  5. Pandawa (lima putra)
  6. Pandawi (lima kuntum)
  7. Talaga Tanggal Kausak (seorang putra dihapit perempuan)
  8. Samudra hapit sindang (seorang dara dihapit dua cucu adam putra), dan sebagainya.

Tokoh Wayang Golek

[sunting
|
sunting sumber]

Perkembangan wayang golek pada dari abad 19 sampai abad ke 20 enggak magfirah dari para Dalang yang terus mengembangkan seni tradisional ini, salah satunya Capuk H. Asep Sunandar Sunarya nan telah memberikan inovasi terhadap wayang golek agar bisa mengikuti perkembangan zaman, riuk satu kreativitasnya yaitu si Cepot di mana di tangan dia kini wayang patung golek tidak semata-mata seni yang dikatakan kuno, cuma seni tradisional nan harus dikembangkan puas era berbudaya kini ini.

Wayang golek dalam dunia hiburan

[sunting
|
sunting sumber]

Dalam dunia hiburan, wayang kerucil golek muncul privat beraneka ragam programa televisi. Pelecok suatu acara yang populer menganjurkan wayang kelitik, Tidak Sekedar Wayang patung di NET. yang ditayangkan sejak 2022 hingga sekarang. Pemerannya adalah Sule yang juga tenar di acara Opera Van Java dan Cukup Mantab. Kamu juga sebagai pembawa acara Ini Talkshow di NET..

Dalang

[sunting
|
sunting perigi]

Pengambil inisiatif ialah sebutan buat turunan yang memainkan wayang, ada beberapa kurnia berpangkal prolog pemrakarsa itu sendiri diantaranya:

1. Otak asal perkenalan awal semenjak dalung/blencong (bahasa Jawa)/bohlam = radas pencahaya. Dengan alasan demikian, maka maslahat dalang internal masyarakat adalah sebagai juru penerangan, alias lebih tegasnya inisiator adalah basyar yang memberi penerangan dan bimbingan bagi masyarakat yang tingkatan sosialnya berbagai ragam.

2. Dalang berasal berpangkal kata bahasa Jawa: Dhal adalah singkatan dari pembukaan ngudhal = menggali; dan lang abreviasi dari kata piwulang = piwuruk = selang/ular-ular. Dengan demikian dapat diartikan bahwa inisiator adalah bani adam nan menggali nasihat/petuah untuk disampaikan/disebarkan kepada para penonton wayang patung. Di sini fungsi dalang merupakan sebagai pendidik/instruktur publik maupun guru masyarakat.

3. Dalang berbunga dari kata da = veda = pengetahuan dan lang = wulang. Dalang adalah pengetahuan mengajar, di sini gembong dapat diartikan sebagai guru awam.

4. Dalang berasal bersumber perkenalan awal talang = alat penghubung kerjakan mengalirkan air. Intern hal ini dalang bertugas misal penghubung/penyambung lidah, baik wanti-wanti bermula pemerintah kepada publik, ataupun sebaliknya.

5. Tokoh adalah pengarah, penyusun tulisan tangan, produser, pandai kisah dan memainkan wayang kelitik. Pendapat ini dikemukakan oleh Claere Holt (seorang sarjana Barat) dalam bukunya: Art In Indonesia Continintees, and Change, 1960.

6. Pentolan adalah seniman petualang, sebab apabila mengadakan pementasan bukan hanya di satu tempat, tetapi berpindah-mengimbit. Menurut Drs. Sudarsono, pendapat ini dikemukakan oleh Hazou (sendiri sarjana Barat juga).

7. Induk bala berasal dari perkenalan awal dal = dalil-dalil, dan lang = langgeng. Ini adalah pendapat seorang biang keladi kasepuhan dari Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon, nan bernama Dulah. Dengan demikian bisa diartikan bahwa dalang yakni sendiri yang memberi dalil-dalil atau petuah-wejangan/nasihat/petuah selama hidupnya. Di sini kurnia gembong adalah ibarat pendidik/penatar masyarakat atau guru publik.

8. Motor merupakan seorang aktor/aktris yang memainkan pagelaran wayangnya menurut guna-guna dan penyelenggaraan kaidah yang telah ditentukan. Definisi ini dikemukakan oleh Juju Sain Martadinata, Alm. (eks Hawa Kokar / SMKI Bandung).

9. Gembong berusul dari alas kata Dalilun lamnya cak semau dua yang satu lamnya dihilangkan dan ganti oleh tasjid menjadi dala. Menurut ahli sorop dala ya dulu dilalatan fa-hua daa-lun. Isimnya isim fa’il artinya petunjuk. Pendapat ini dikemukakan oleh Asep Sunandar Sunarya (dedengkot legendaris tanah Pasundan)

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    Mun, Aries; I. “Asal Usul Wayang golek di Jawa Barat” (dalam bahasa english). Diakses rontok
    2020-07-03
    .





  2. ^


    CH Dwi Anugrah. “Tari Golek Ikon Perpaduan Dua Budaya”.
    Kompas.com. Kompas.com. Diakses tanggal
    23 December
    2022
    .




Rujukan

[sunting
|
sunting sumur]

  • Ganjar Kurnia. 2003.
    Deskripsi kesenian Jawa Barat. Jawatan Kultur & Pariwisata Jawa Barat, Bandung.

Pranala asing

[sunting
|
sunting sumber]

  • WayangGolek.Net, galeri dan uraian motor-tokoh pewayangan.
  • N komedi didong Techno CDS
  • Mesa Munandi: Memori N komedi didong Golek

Lihat pula

[sunting
|
sunting sumber]

  • Ludruk
  • Sandiwara
  • Wayang golek Kulit
  • Wayang Orang



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Wayang_golek

Posted by: soaltugas.net